Cinta Jessika

Cinta Jessika
Andre Ngambek


__ADS_3

Malam ini merupakan malam pertama untuk berkumpul kembali bagi keluarga kecil Fabian dan juga Margaret. Malam ini mereka memutuskan untuk tidur bersama-sama dalam satu ranjang dikamar Margaret.


Dengan posisi Margaret ada di ujung kiri kemudian disamping Margaret ada Hani yang terus saja memeluk tubuh indah Margaret tanpa mau melepaskannya.


Disamping Hani ada Hana yang berada di tengah-tengah ranjang. Hana berada di antara Hani dan juga Kenzo adik laki-laki yang baru ia temui. Sedang Fabian berada di tepi ranjang sebalah kanan.


Jika Hani terus saja memeluk Margaret lain halnya dengan Kenzo. Bayi 3 bulan itu terus saja ingin bersama Fabian. Meskipun tubuh mungil balita itu sudah tertidur tapi tangannya terus saja menggenggam kuat pakaian yang dikenakan Fabian. Seakan tak mau jauh dan melepaskan Fabian sang Papi.


Hana yang berada di tengah-tengah ranjang terlihat hanya memeluk sebuah guling dengan posisi berbaring terlentang. Ia membenamkan wajahnya kedalam guling yang ia peluk.


Sebelumnya Margaret sudah menawarkan diri untuk berbaring diantara Hana dan Hani. Namun Hana menolaknya ia lebih memilih tidur di antara Hani dan juga Kenzo.


Meskipun demikian Margaret yang berbaring di tepi kiri ranjang berusaha adil kepada kedua putrinya, ia merentangkan tangan kanannya untuk membelai lembut rambut putrinya Hana, sedang tangan kirinya membelai rambut Hani putrinya yang kini sudah tertidur nyenyak sambil memeluk dirinya.


Margaret mengetahui betul bahwa putrinya Hana belum bisa memejamkan matanya, Hana hanya berbaring dan bersembunyi di balik guling yang menutupi wajahnya. Margareth terus aja membelai dan memperhatikan putrinya Hana. Berharap putrinya segera tidur menyusul kedua adiknya.


Saat memperhatikan Hana, Margaret melihat betul putrinya itu sedang menangis dibalik guling yang menutupi wajahnya. Ingin rasanya Margaret memeluk putrinya itu dan bertanya hal apa yang membuatnya bersedih. Namun keinginan Margaret, ia urungkan karena dia mengerti penyebab putrinya itu bersedih.


"Maafkan Mami nak... karena kehadiran Mami dan adikmu Kenzo membuat harapanmu memiliki Tante Jessica sebagai pengganti Mami harus pupus. Mami tidak bisa menolak ajakan Papi mu, karena ini demi kebaikan kita bersama. Maafkan Mami jika keputusan Mami menerima ajakan Papi mu membuat hatimu terluka. Mami juga masih sangat mencintai Papi mu Nak... Izinkan Mami untuk kembali merebut hati mu dan juga hatu Papi mu yang sudah terlanjur mencintai Tante Jessica mu itu. Tolong cintai Mami nak, karena Mami sangat mencintai kalian melebihi apapun di dunia ini...!" ucap Margaret di dalam batinnya.


Margaret merasakan dadanya begitu sesak melihat putrinya yang menyembunyikan kesedihannya di balik guling yang sedang di peluknya.


Sedangkan di balik guling Hana terus saja menitikan air matanya, ia bersedih karena tiba-tiba saja kenangan indah bersama Jessica terus melintas didalam fikirannya, hingga membuatnya berandai-andai.


"Andai Papi menikah dengan Tante Jessica... Mungkin aku akan seperti Hani. Memeluk tubuh Tante Jessica dalam tidurku. Aku tak akan mau berbagi dengan siapapun... Kenapa Papi harus kembali menikah dengan Mami? Kenapa Papi tidak menikah dengan Tante Jessica? Tante... Tante dimana? Hana rindu..." batin Hana yang begitu lirih merindukan Jessica.


Sedang Fabian yang berada di tepi kanan ranjang memilih pura-pura tertidur, seakan ia tak mengetahui kesedihan yang dialami putrinya Hana. Padahal ia tahu betul bagaimana perasaan putrinya saat ini.

__ADS_1


"Maafkan Papi Nak... Maafkan Papi yang tidak bisa mengabulkan keinginan mu. Mungkin ini yang terbaik untuk keluarga kecil kita. Papi harap kedepannya kamu bisa menerima kehadiran Mamimu dan juga adikmu Kenzo." batin Fabian saat mengetahui isakan kecil tangis Hana yang berada di balik guling yang tengah ia peluk.


"Kamu dimana Jess?? Aku harap kamu baik-baik saja bersama Andre. Dan aku berharap jika kamu tahu aku sudah rujuk kembali dengan istriku, kamu tidak marah dan kecewa pada ku. Meskipun aku sudah menikah tapi hati ku ini masih mencintai mu, hati ku ini milik mu Jess... Dan Margaret aku minta maaf pada mu, karena aku belum bisa melupakan Jessica. Aku butuh waktu untuk melupakannya karena dia terlanjur bertahta di hati dan jiwaku. Aku kembali padamu bukan karena aku mencintaimu tapi karena ketiga anak kita membutuhkan kita. Aku tak bisa membiarkan salah satu anakku tumbuh tak bersama ku." batin Fabian.


Di tempat yang berbeda di kota D. Andre sedang pura-pura merajuk setelah Jessica memberitahukan padanya, bahwa ia mengajak kedua sahabatnya Anna dan juga Endah untuk turut serta pergi ke Paris bersama dirinya dan Andre Senin depan.


Selain untuk melanjutkan perjalanan bisnisnya Andre berencana untuk bulan madu bersama Jessica disana. Namun semua rencana Andre harus pupus ditangan istrinya karena mengajak kedua sahabatnya yang pasti akan menjadi pengganggu acara bulan madu mereka.


Andre yang pura-pura merajuk pergi keruang kerjanya. Menghabiskan waktu membalas email para koleganya. Sedang Jessica didalam kamar sedang uring-uringan karena mendapatkan sikap dingin dari suaminya, itu karena Andre tengah kecewa pada dirinya. Ia sangat menyesal dan merasa bersalah pada suaminya itu karena sudah mengajak kedua sahabatnya tanpa meminta izin pada suaminya terlebih dahulu.


"Duh... gak lagi-lagi deh... ini pertama kalinya kak Andre ngambek dan diemin gue kaya gini... Sekarang udah jam 12 malam dia gak balik juga kesini... Gimana nihhh cara ngerayunya...??" tutur Jessica seorang diri sambil mengacak-ngacak rambut panjangnya diatas ranjang.


Ia terus berfikir bagaimana cara merayu sang suami agar mau memaafkannya. Setelah lama berfikir dan mengalami kebuntuan dalam mencari cara meluluhkan hati suaminya yang tengah merajuk itu. Akhirnya ia putuskan untuk menghubungi Ibu mertuanya di tengah malam seperti ini dengan menggunakan telepon rumah yang ada di atas nakas.


Tut...Tut...


"Mami..." suara Jessica yang menangis memanggil mertuanya.


Ayumi yang tengah mengantuk langsung segar karena terkejut mendengar suara menantu barunya menangis memanggil namanya.


"Hai sayang, apa yang terjadi kenapa kamu menangis nak?" tanya Ayumi yang begitu khawatir.


"Kak Andre mih... Kak Andre..." jawab Jessica sembari menangis.


"Iya kenapa dengan suami mu Nak? Ayo katakan pada Mami?" tanya Ayumi dengan kekhawatirannya.


"Itu Mih... Kak Andre... Kak Andre ngambek sama aku... Dia cuekin aku diemin aku karena aku ngajak Endah dan Anna untuk ikut ke Paris bersama Kami. Maksud aku kan pas Kak Andre sibuk kerja aku bisa sama-sama mereka jalan-jalan atau apa gitu biar gak borring nungguin dia, tapi Kak Andrenya malah marah sama aku, dia langsung diemin aku dan pergi keruang kerja. Dan sampai jam segini Kak Andre masi diruang kerjanya, belum kembali ke kamar. Dia ngambek sama aku Mih... Gimana dong Mih cara ngerayunya biar nggak ngambek lagi? Masa aku baru jadi istrinya udah diambegin begini sama anak Mami..." jawab Jessica.

__ADS_1


Ayumi menarik nafas dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia dibangunkan tengah malam oleh menantunya yang sedang kebingungan menghadapi putranya yang tengah merajuk.


"Dengar Mami ya sayang, Sekarang kamu gunakan lingerie yang disediakan suamimu di dalam lemari pakaianmu. Carilah yang berwarna hitam atau merah. Datangi dan goda suamimu untuk kembali ke kamar tidur bersama mu. Dia pasti akan memaafkan mu jika kamu berhasil menggodanya." ucap Ayumi memberikan saran pada menantunya.


"Hanya itu Mih?" tanya Jessica. Sungguh tak terlintas sedikitpun di fikirannya untuk menggoda suaminya untuk mendapatkan maaf.


"Iya hanya itu, kamu servicelah anak Mami lebih baik dari malam pertama kalian. Dia pasti akan memaafkanmu sayang."


"Oke Mih, aku akan lakukan saran dari Mami... Makasih banyak ya Mih. I Love you Mami... Selamat tidur Mih... Jangan lupa mimpiin aku ya."


"I Love you to sayang... Semoga berhasil ya... semangat sayang..." ucap Ayumi sebelum menutup panggilan telepon dari menantunya itu.


Sedang di ruang kerja Andre tengah memperhatikan Jessica melalui layar laptopnya yang menampilkan dirinya dari kamera CCTV yang berada di dalam kamar pribadinya.


Andre tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah uring-uringan istrinya yang menghadapi dirinya yang tengah merajuk pada istrinya.


Andre menyernyitkan kedua alisnya ketika Jessica menghubungi seseorang dengan telepon rumah yang ada di atas nakas. Jessica menggunakan telepon rumah karena dia belum memegang ponsel miliknya yang masih berada di Mension.


Andre yang berniat menguping pembicaraan Jessica dengan seseorang yang ia hubungipun segera mengambil gagang telepon yang berada diatas meja kerjanya.


Andre menahan tawanya karena orang yanh dihubungi istrinya adalah Maminya sendiri dan terlebih lagi Maminya memberikan saran yanh akan menguntungkan dirinya.


"Good job Mami... Aku sangat menyayangi mu... Saran mu sangat menguntungkan bagiku.Oh... Jessica istriku sayang,,, aku akan melihat bagaimana caramu merayu dan menggodaku malam ini." ucap Andre dengan seringai liciknya.


Ia akan pura-pura sok jual mahal untuk melihat seberapa besar usaha Jessica dalam menggoda dan merayu dirinya malam ini.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa dukung aku yah😍😍😍🤗🤗🤗


__ADS_2