Cinta Jessika

Cinta Jessika
Kehancuran Diego


__ADS_3

Di salah satu rumah mewah di daerah pusat kota J. Diego tengah mendapatkan penolakan akan rencanana untuk mengambil cuti kuliah hanya untuk mengejar cintanya pada Jessica dari kedua orangtuanya.


"Jangan pernah bermain api dengan keluarga mereka Diego! Papi sangat tidak setuju dengan keputusan bodohmu itu Diego!" Ucap Roy yang melarang niat putranya itu.


Roy mulanya sangat bahagia mengetahui Jessica dan Cynthia adalah cucu dari keluarga Abraham, karena jika Putranya bisa menikah dengan salah satu cucunya pasti akan berdampak baik pada bisnisnya.


Namun kebahagiaan itu sirna ketika ia mengetahui Jessica sudah di persunting oleh Andre putra dari raja Bisnis di Negeri ini dan ditambah lagi ia juga mengetahui jika Cynthia bukanlah putri kandung Nico. Membuat kesempatan menjadi salah satu bagian keluarga Abraham Adijaya harus pupus.


"Diego gak bermain api Pih, Diego hanya ingin memperjuangkan cinta Diego. Apa itu salah?" Tanya Diego yang seakan menentang Roy, Papinya.


"Salah Diego, Papi bilang ini salah Diego. Sudah Papi katakan kepadamu sejak jauh-jauh hari, kamu sudah tidak perlu memperjuangkan perasaan mu pada Jessica, apalagi sekarang dia sudah menjadi istri seseorang. Papi tidak mau punya anak yang akan menjadi perusak rumah tangga seseorang terlebih merusak rumah tangga pengusaha nomor satu di Negeri ini. Sayangilah masa depan mu Diego! Mereka tak akan segan-segan menghancurkan hidupmu jika kamu mengusik kehidupan mereka. Tidak hanya kamu yang hancur Papi dan Mami mu pun akan ikut hancur bersama mu, Nak." Roy dengan tegas mengatakan larangannya terhadap sang anak.


"Papi, please Pih! Diego sangat mencintai Jessica. Tolong izinkan Diego untuk terakhir kalinya! Diego mohon Pih!" Ucap Diego yang terus memohon membuat Roy naik pitam.


"Cukup Diego! Kamu jangan bertindak bodoh dengan dibutakan oleh cintamu pada Jessica! Jika kau masih bersikukuh dengan niatmu itu, mulai hari ini kamu tidak akan Papi anggap sebagai anak Papi lagi!" Bentak Roy yang sudah habis kesabarannya.


"Pih... Jangan bentak anak kita Pih! Papi tidak bisa mengambil keputusan seperti itu! Walau bagaimanapun Diego putra kita Pih." Sahut Wina yang tak terima suaminya membentak sang putra kesayangannya.


Wina berjalan menghampiri sang putra yang terlihat murung, ia memeluk putranya dengan penuh kasih sayang.


"Pergilah kejar cintamu Nak, Mami mengizinkan mu! Biarkan Mami yang akan mengurus Papimu nanti." Ucap Wina pada akhirnya. Ia mengalah demi keinginan sang putra.

__ADS_1


Ia takut Diego akan kembali membencinya, makanya ia memilih untuk mengalah. Sikap yang di ambil Wina memancing amarah Roy.


"MAMI!!!" Bentak Roy pada sang istri.


"Apa maksud Mami dengan mengizinkan Diego? Apa yang Mami lakukan sama saja dengan bunuh diri Mam. Mami seakan menyerahkan nyawa anak kita pada mereka." Ucap Roy dengan suaranya yang meninggi satu oktaf.


"Pih, kenapa Papi sangat takut pada mereka. Mami hanya tidak ingin Diego terus bersedih dan merasa kecewa kepada kita yang selalu tak bisa mendukung apa yang menjadi keputusannya."


"Ya jelas Papi takut pada mereka. Apa Papi harus menjelaskan untuk kedua kalinya pada Mami siapa mereka itu hah? Jika Mami tidak mencabut izin Mami itu.... Maka dengan terpaksa Papi akan menceraikan Mami sekarang juga. Papi tidak mau ikut hancur dengan keputusan yang kalian ambil." Ucap Roy tanpa ragu yang kemudian meninggalkan Wina dan Diego yang berdiri mematung mendengar ucapan Roy yang akan menceraikan Wina.


"PAPI...PAPI!!! Tidak bisa seperti ini Pih, Mami tidak mau Papi ceraikan! Hanya karena masalah sepele seperti ini Papi ingin meninggalkan Mami.. Pihhh...." Pekik Wina yang memanggil suami yang meninggalkan dirinya dan putranya begitu saja. Roy mengacuhkan pekikan suara Wina.


"Mih!" Panggil Diego dengan nada lemah.


Wina tak menanggapi ucapan sang putra, ia hanya menangis di bahu sang putra yang ia peluk.


Di dalam kamar Roy mengemasi pakaiannya dan beberapa barang berharga miliknya. Ia keluar dengan sebuah koper besar berjalan melewati Wina dan Diego.


"Pih, jangan pergi Mami mohon!" Wina duduk bersimpuh dibawah kaki Roy, ia memohon Suaminya itu agar tidak pergi meninggalkannya.


"Minggirlah Wina! Aku harus pergi! Aku tidak mau ikut hancur bersama kalian yang tak bisa menghargai susah payahnya diriku membangun perusahaan ku sendiri. Aku tak mau hidup ku hancur karena obsesi putramu." Ucap Roy dengan tegas. Ia menggoyangkan Kakinya seakan menyingkirkan tangan Wina yang menyentuh kakinya.

__ADS_1


"Papi maafkan Mami Pih..." Ucap Wina yang tengah menangis tersedu-sedu dibawah kaki suaminya.


"Maafmu tak akan merubah keputusanku untuk menceraikan mu Wina. Wina Candrawati binti Alianyah saya talak kamu. Mulai hari ini kamu bukan lagi istriku!" Roy mengucapkan dengan tegas kalimat talak yang ia ucapkan untuk istrinya dihadapan Putranya.


"PAPI!!" pekik ke duanya bersamaan.


"Pengacara ku akan mengurus semua perceraian kita secara hukum, dan aku akan memberikan harta gono-gini untuk mu dan beberapa persen hartaku sebagai warisan untuk anakmu Diego. Dan Diego mulai hari ini jangan anggap aku ini Papimu!" Ucap Roy yang kemudian pergi meninggalkan mereka dengan membawa koper besar di tangannya.


"Papi... Papi... Maafin Mami Pih, tolong jangan tinggalkan Mami...!" Wina terus berusaha mengejar suaminya memohon untuk suaminya kembali.


Namun Roy tetap pada keputusannya, ia lebih baik meninggalkan keluarganya daripada ia harus menghadapi hidup yang suram akan keputusan salah yang diambil putra satu-satunya itu.


Gosip dikalangan pengusaha yang begitu kuat berhembus tentang dalang dari kehancuran bisnis keluarga Bagaskara dan hancurnya kerajaan bisnis Ferry karena sudah bermain-main dengan keluarga Brata Kusuma dan Abraham Adijaya membuat nyalinya menciut.


Kedua keluarga pebisnis yang berkuasa di Negeri ini yang sudah bersatu tak akan ada yang bisa mengalahkan dan menandingi mereka.


"Aku tak ingin menjadi seperti Tuan Bagas yang harus kembali merintis bisnisnya dari nol dimasa tuanya dan terus di cekal oleh kedua penguasa itu, dan akupun tak ingin hidup berakhir dengan kecacatan seperti Tuan Ferry. Kedua keluarga itu benar-benar kejam. Kenapa Diego, putraku itu begitu bodoh, mau melawan mereka hanya karena cinta?" Gumam Roy di balik kemudinya.


Ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah apartemen di pusat Kota yang ia tempati bersama dengan istri mudanya.


Ya, Roy memiliki istri muda karena Wina yang terlalu sibuk dengan kegiatannya bersama teman-teman sosialitanya. Wina mengetahui jika suaminya itu memiliki wanita lain namun ia seakan menutup telinga dan matanya. Baginya selagi sang suami masih pulang kerumahnya dan masih menafkahinya dengan gelimangan harta itu semua tak akan jadi masalah yang besar.

__ADS_1


Tapi sekarang, Wina dalam masalah besar, keputusannya membela sang anak semata wayang membuatnya harus kehilangan suami yang dengan mudahnya meninggalkannya.


Karena bagi Roy, tak akan jadi masalah besar baginya jika hanya kehilangan satu orang istri dan satu orang anak yang tak bisa menuruti perintahnya sebagai kepala rumah tangga. Lagi pula ia juga memiliki seorang istri lagi yang jauh lebih muda dan cantik juga dengan kedua anak laki-laki yang sopan lagi penurut yang masih duduk di sekolah menengah atas.


__ADS_2