Cinta Jessika

Cinta Jessika
Curiga


__ADS_3

Pulang dari Mesjid. Andre dan Leon seperti kucing dan tikus. Keduanya sama-sama memiliki sifat yang sama, Salah satunya sifat Jahil. Nico hanya tersenyum melihat kelakuan Leon dan Andre yang sama-sama tidak mau mengalah. Ada-ada saja kejahilan mereka. Dari mulai Leon mengumpati sendal Andre.


"Leon, sendalmu yang ku pinjam hilang, bagaimana ini masa aku pulang tidak pakai alas kaki? " ucap Andre yang terlihat bingung di teras Mesjid mencari keberadaan sendal yang dia pinjam dari Leon.


"Hah... Kau ini bagaimana? Aku tidak mau tahu kau carilah sendal itu sampai dapat! Asal kau tahu, itu sendal kesayangan ku yang ku beli di warung Julaiha yang sekarang sudah tutup tidak buka lagi" ucap Leon pada Andre meminta Andre untuk mencarinya.


"Iya..ya baiklah... Sini lepaskan sendal yang kau pakai itu! pinjamkan sendalmu yang itu dulu, aku akan mencari sendal kesayangan mu sekarang. Jangan kau panggil aku Andreansyah Brata Kusuma kalau aku tidak bisa menemukan sendal kesayangan mu itu" ucap Andre dengan sombongnya.


"Ayah tolong tunggu aku sebentar ya, jangan tinggalkan aku! Aku ingin mencari sendal Leon dulu" Andre meminta Nico untuk menunggunya. Nico menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala. Dia sadar betul anaknya Leon sedang mengerjai Andre.


"Cepatlah Kau cari! Jangan lama-lama perut ku sudah lapar! Aku ingin segera pulang untuk makan sarapan buatan Ibu ku" ucap Leon saat melihat Andre sedang mengelilingi halaman mesjid mencari sendal milik Leon.


Andre memutari halaman mesjid lebih dari dua kali hingga akhirnya ia menyadari satu tempat yang terlewati olehnya. Yaitu pohon besar yang berada di depan teras Mesjid. Andre pun melangkahkan kakinya mendekati mereka yang berdiri didekat pohon tersebut. Andre mengitari pohon tersebut dan akhirnya dia menemukan sendal itu. Saat dia menemukan sendal milik Leon. Andre langsung memberikan tatapan tajam pada Leon. Karena dia menyadari Leon sedang mengerjainya. Melihat wajah marah Andre, Leon terkikik geli. Ia sangat senang karena berhasil mengerjai Andre.


"Hahahahaha.... mata mu benar-benar jeli" ucap Leon di sela tawanya sedang Nico hanya tersenyum melihat tingkah mereka.


"Kau sudah dua kali mengerjaiku, pertama kau biarkan aku dan Jessica tidur diluar dan kedua kau sembunyikan sendal yang kau pinjamkan pada ku. Dan lihatlah saja nanti aku akan membalas mu. Tunggu saja!" ucap Andre sambil menjatuhkan sendal dengan kasar dihadapan Leon.


"Aku akan menunggu balasan mu dengan senang hati" Leon menantan Andre.


"Sombong sekali kau calon kakak ipar ku. Pakai saja sendal kesayanganmu itu. Yang katanya kau beli dari warung Julaiha tersayang mu itu!" ucap Andre kesal. Leon pun memakai sendal yang di sodorkan Andre sambil tersenyum senang membuat Andre marah dan kesal.


Saat mereka sudah berjalan di luar Mesjid. Andre memelankan langkahnya membiarkan Leon dan Nico jalan mendahuluinya. Tiba-tiba ide gilanya muncul di fikirannya. Andre sangat dendam dengan kejailan Leon tadi. Segera ia melancarkan aksinya membalas Leon dengan menurunkan sarung yang dikenakan Leon dari belakang hingga celana pendek yang Leon kenakan terekspos kemana-mana. Andre berhasil menjahilinya hingga Leon di buat malu oleh Andre. Leon dengan cepat menggunakan lagi sarung yang terlepas itu dia ingin segera mengerjar Andre.

__ADS_1


"ANDRE!!!" teriak Leon saat Andre berlari melarikan dirinya dari amarah Leon.


Leon yang kesal berlari mengejarnya dan memukul pundak Andre dengan kencang.


"Au... Sakit." teriak Andre kesakitan.


"Lemah sekali kau segitu saja sakit. Bagaimana kau bisa menjaga adikku nanti?" ucap Leon yang membuat Andre kesal karena sudah merendahkannya dengan kata-kata lemah. Andre yang tidak terima pun membalas memukul kembali Leon.


"Au.. sakit sekali... aku memukulmu tak sekaras ini. Kau ingin ku pecat dari calon adik ipar jadi mantan calon adik ipar ya?" gerutu Leon pada Andre sambil memegangi pundaknya yang sakit.


"Lemah sekali kau segitu saja sakit. Bagaimana kau bisa menjaga adik sepupu ku nanti?" Andre membalikkan kata-kata Leon.


"Akhh... Calon adik ipar yang menyebalkan, berani-beraninya kau membalikkan kata-kata ku" ucap Leon sambil menjitak kepala Andre. Andre yang tidak terima pun membalasnya lagi. Mereka terus bertingkah seperti itu hingga sampai di pintu rumah. Ya seperti itulah mereka saat berjalan kaki pulang dari Mesjid. Nico sudah berusaha memisahkan mereka, namun mereka hanya berhenti sebentar, lalu tak lama kemudian mereka sudah berulah lagi seperti anak kecil saja.


"Waalaikumsalam" Lestari dan Cynthia membalas salam ketiga pria itu. Andre menghampiri Lestari yang sedang menata makanan untuk mereka sarapan.


"Jessica mana bu, apa dia belum bangun?" tanya Nico pada Istrinya. Nico menggeser salah satu kursi dan duduk di ruang makan bersama keluarga tercintanya.


"Sudah ayah, dia sedang mandi sekarang." jawab Lestari pada suaminya.


"Ayah apa kau tahu tadi Jessica sudah membuat kehebohan di pagi-pagi buta ayah. membuat ku dan ibu berlarian ke kamarnya, karena dia teriak begitu kencang sampai membuat kami terkejut di dapur. Saat kami hampiri dan kami tanyakan dia kenapa berteriak sekencang itu, dia hanya jawab terkejut karena ada kecoa. Sangat mencurigakan sekali ayah sepertinya ada yang dia sembunyikan dari kita ayah." Ucap Cynthia pada Nico seakan sedang mengadu. Andre dan Leon menyimak ucapan Cynthia.


"Mungkin memang benar ada kecoa, bukankah kamar dia itu nampak seperti Gua? Tidak ada barang baru disana karena kau selalu bisa mempengaruhi Ayah untuk tidak membelikan apapun untuknya dan hanya memberikan barang bekas mu padanya. Ya kamar itu hanya dipenuhi barang bekas lungsuran dari diri mu. Jadi pantas saja jika kamarnya ada kecoanya. Cynthia seharusnya kamu jangan suka membesar-besarkan masalah di hadapan ayah" ucap Leon seakan tak suka dengan Cynthia. Andre begitu sedih mendengar ucapan Leon mengenai wanita yang begitu ia cintai.

__ADS_1


"Jika ayahmu tidak pernah memberikan apapun yang baru untuk mu, Aku yang akan memberikan mu semua hal baru apapun itu hanya untuk mu Jessica ku sayang" batin Andre.


Seketika Cynthia terdiam membisu setelah Leon berucap seperti itu dan mendapati tatapan yang begitu tajam dan mematikan dari wajah Andre. Wajah Andre menatap penuh kebencian melihat Cynthia. Seketika nyali Cynthia menciut mendapat tatapan seperti itu dari Andre. Ia langsung menundukan pandangannya.


"Kenapa tatapannya begitu menakutkan. Aku seperti duduk di depan Harimau yang seakan-akan ingin menerkam dan menghabisi nyawaku" batin Cynthia.


Tak berapa lama terlihat Jessica keluar dari kamar pribadinya dengan kondisi rambut yang setengah kering. Aroma shampoo begitu semerbak mewangi dari rambut Jessica tercium hingga ke penjuru ruang makan. Wajahnya tampak begitu segar di pagi hari. Tanpa polesan make up wajah Jessica sudah cantik natural.


Jessica menggeser kursi di sebelah Andre. Ia duduk tepat di antara Leon dan Andre. Jessica memberikan senyuman yang begitu manis dan memabukkan hati Andre.


"Pagi Kak, Kak Andre ganteng banget sih klo pakai baju koko sama sarung kaya gini. Aku suka deh jangan diganti ya" puji Jessica pada Andre dan meminta Andre untuk tidak mengganti bajunya.


Andre menjawab dengan senyuman, memberi simbol tangan dan ucapan tanpa suara yang berkata "Ok Sayang"


Leon yang mendengar permintaan Jessica melihat kearah mereka berdua, Leon juga melihat dan menunggu jawaban yang diberikan Andre pada Jessica.


"Kau harus membayar baju koko itu dengan mobilmu yang kau pinjamkan pada ku ya" ucap Leon dengan mengedipkan satu matanya pada Andre. Andre yang mengerti langsung mengambil perannya.


"Baiklah calon kakak ipar, mobil yang ku pinjamkan semalam pada mu untuk mu saja sebagai ganti dari baju koko dan sarung mu ini. Dan mobil lama mu yang ada di apartemenku akan aku kirimkan nanti siang, lumayankan mobil itu masih bisa digunakan jika untuk antar jemput ibu kemana pun Ibu pergi aku akan menyiapkan supir untuk ibu" ucap Andre yang sedang berakting.


"Ahhh.... Terima kasih kau memang calon adik ipar yang terrrrrrrbaik." ucap Leon sebelum memasukkan makanan kedalam mulutnya. Leon menatap wajah Andre dengan tatapan yang tak bisa Jessica mengerti. Begitu juga dengan tatapan Andre kepada Leon. Membuat Jessica penasaran dan bertanya-tanya.


"Sebenarnya ada apa dengan mereka ya? Kok aku ngerasa mereka punya sebuah rahasia yang sedang mereka tutup-tutupi sejak kemari. Tapi apa ya?" Jessica bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2