Cinta Jessika

Cinta Jessika
Memaksa Andre


__ADS_3

Leon berjalan menuju unit apartemen Andre, setelah sampai di muka pintu unit apartemen Andre, ia menekan tombol bell yang ada di samping pintu. Bi Lastri yang mendengar bunyi bell berbunyi segera membukakan pintu. Bi Lastri mendapati Leon tengah berdiri di muka pintu.


"Andre ada Bi?" Tanya Leon dengan suara beratnya.


"Ada Tuan, Tuan Andre sedang menemani Nyonya Jessica beristirahat di kamar pribadinya Tuan," jawab Bi Lastri.


"Apa adikku sudah di periksa oleh Dokter setelah dia pingsan di Bandara tadi Bi?"


"Sudah Tuan,"


Setelah mendengarkan jawaban Bi Lastri, Leon segera masuk begitu saja ke dalam unit apartemen Andre. Ia menyingkirkan tubuh Bi Lastri yang berdiri di tengah-tengah jalan masuk dengan tangannya agar tak menghalangi ia untuk masuk kedalam. Ia berjalan menuju kamar Andre dan Jessica.


Bi Lastri yang melihat Leon berjalan menuju kamar Tuan dan Nyonyanya segera membuntuti langkah Leon.


"Tuan,tolong jangan ganggu mereka, mereka sedang beristirahat!" cegah Bi Lastri, namun Leon tak memperdulikannya.


Leon tetap melangkah maju menuju kamar Andre dan Jessica. Bi Lastri menarik lengan Leon mencoba mencegah dan menghentikan langkah kaki Leon.


"Aku tidak akan mengganggu mereka Bi, aku ada urusan yang sangat urgent dengan Andre, tolong Jangan menghalangi jalanku Bi!" Ucap Leon menatap tajam wajah Bi Lastri.


Mendapatkan tatapan tajam dari Leon membuat nyali Bi Lastri menciut, ia melepaskan tangannya yang mencengkram kuat lengan Leon.


Setelah Bi Lastri melepas lengannya Leon segera menaiki anak tangga menuju kamar pribadi Andre dan Jessica. Leon membuka pintu kamar mereka yang tidak di kunci begitu saja, dilihatnya sepasang suami istri itu sedang tertidur sambil berpelukan.


"Bisa-bisanya kalian bermesraan disaat hati ku risau memikirkan Endah." Ujar Leon yang menatap keduanya yang tengah tertidur pulas.


Leon mencoba membangunkan sepasang suami istri itu, ia mengguncangkan tubuh Jessica begitu juga dengan tubuh Andre. Mungkin karena kelelahan sepasang suami istri itu tidak bisa dibangunkan dengan cara diguncangkan.


"Andre, kau sudah ketularan adikku Jessica rupanya, tidur seperti mayat hidup yang susah untuk di bangunkan,"ujar Leon kesal.


Leon yang tak habis akal untuk membangunkan Andre dan Jessica segera mengambil sebuah gelas air putih yang berada di atas nakas, Ia pun mencipratkan air ke wajah sepasang suami istri itu, Jessica tetap tidak bangun, ia tetap tidur dengan tenang seperti tidak terusik sama sekali, terang saja ia tidak terbangun jika hanya di ciprati air, karena biasanya Leon membangunkan Jessica dengan segelas air penuh yang langsung ditumpahkan di wajah Jessica atau segayunh air yang di ambilnya di kamar mandi.


Berbeda dengan Andre, ia langsung terbangun dengan mata yang memerah rasanya ia ingin marah namun ia tahan karena ia melihat siapa orang yang telah berani membangunkannya dengan cara yang tidak sopan seperti ini. Ini baru pertama kali dalam hidupnya ada orang yang membangunkannya dengan cara diciprati oleh air.


"Hai kakak ipar, apa yang kau lakukan hah?Mau apa kau di kamarku? Mengapa kau membangunkanku dengan cara seperti itu? Kau sudah mengusik waktu tidurku. Kau ini sungguh tidak sopan!" Ucap Andre yang marah dan kesal pada Leon.


"Bangunlah Andre! Ada yang ingin aku bicarakan penting denganmu," ucap Leon santai dengan wajah datarnya. Seakan tidak merasa bersalah telah mengusik waktu tidur seseorang.


"Ahhhhgghh.... Nanti saja saat jam makan malam aku ingin beristirahat sebentar saja dengan istriku," tolak Andre yang kembali membaringkan tubuhnya.


"Tidak bisa, aku ingin bicara sekarang juga, aku tak mau menundanya," ucap Leon sembari menarik tubuh kekar adik iparnya.


"Hah... dasar pemaksa! Memangnya ada hal penting apa sih yang ingin kau bahas dengan ku, hingga kau memaksaku untuk bangun seperti ini?" Tanya Andre dengan kesal sembari menatap tajam wajah Leon.


"Aku ingin berbicara mengenai adikku, Endah,"jawab Leon dengan raut wajah yang berubah menjadi sendu.


Andre dapat melihat gurat wajah sedih di wajah menakutkan Kakak iparnya itu.

__ADS_1


"Ya, memangnya kenapa dengan dia, Leon?" Tanya Andre dengan rasa penasaran.


"Andre bisakah kita bicara di luar saja? Aku tak nyaman bicara di kamar mu seperti ini."


"Oke baiklah. Tunggulah aku di ruang keluarga, aku akan segara menyusul setelah aku mencuci wajahku untuk menghilangkan rasa kantukku ini."


"Andre, tolong jangan membuatku menunggu terlalu lama, kau harus cepat turun!"


"Iya kakak ipar kau tenang saja, aku hanya butuh waktu 5 menit untuk menyegarkan wajahku, tidak mungkin aku turun dan mengobrol dengan wajahku yang berantakan seperti ini,"


"Oke baiklah, cepatlah bergegas aku menunggumu di bawah!"


"Ya,Kau keluarlah dulu!"


Leon akhirnya keluar dari kamar pribadi Andre dan Jessica, ia berjalan menuruni anak tangga menuju ruang keluarga yang ada di dekat anak tangga.


Tak selang beberapa menit Andre pun sudah nampak menuruni anak tangga dengan wajahnya sudah kembali segar setelah ia membersihkan wajahnya dan menyisir rambutnya yang semula berantakan.


Andre duduk di sebuah sofa yang membuat mereka duduk saling berhadapan.


"Cepat katakanlah Leon! Apa yang ingin kau bicarakan mengenai Endah?" Tanya Andre setelah mendudukan dirinya di salah satu sofa.


"Seperti yang kau tahu Endah itu adalah adikku,"


"Iya, lalu apa masalahnya?"


"Ya aku tahu itu, lalu dimana letak masalahnya? Bisakah kau bicara langsung to the point saja?!"


"Tuan Ferry meminta saham perusahaannya yang dimiliki oleh dirimu," ucap Leon dengan perasaan tak enaknya.


"Berapa persen yang dia minta?" Tanya Andre dengan raut wajahnya berubah menjadi datat yang begitu juga dengan nada bicaranya yang berubah menjadi dingin.


"30%." Jawab Leon singkat. Leon membaca raut ketidak sukaan Andre yang nampak terlihat dari wajahnya.


"Hahaha..." tawa Andre menggema di unit apartemennya.


"Apa dia tidak salah memintanya? Dia itu mau meminta atau merampokku. Jika dia meminta 30% artinya dia sudah meminta semua saham yang aku miliki di perusahaannya, aku hanya memiliki 30% saham di perusahaannya itu Leon, dan sekarang ia meminta semuanya artinya dia ingin mendepak diriku dari perusahaannya."


"Kau tenang saja, kau tak perlu memberikan sahammu secara cuma-cuma, keluargaku akan membeli saham milikmu untuk memberikannya kepada Tuan Ferry sebagai dispensasi telah membesarkan adikku Endah,"


"Sayangnya, Aku tak menjual saham yang sudah aku miliki Leon," ucap Andre dengan tegas.


"Tapi aku membutuhkan saham itu Andre. Apa kau tidak ingin membantu keluarga istrimu ini?"


"Bukannya aku tak mau membantu, tapi memang aku tak menjualnya dan tak akan pernah menjual saham perusahaan manapun yang sudah aku miliki, wahai Leon kakak ipar ku, tolong mengertilah prinsipku." Andre menjawab dengan penekanan mempertahankan pendiriannya.


"Andre, tolong untuk kali ini saja kau jual saham itu untukku," ucap Leon memohon pada Andre dengan menangkupkan kedua tangan di dadanya.

__ADS_1


"Aku tetap tak akan menjual sahamku Leon meskipun kau menangis darah sekalipun. Tapi kau jangan khawatir aku akan memberikan saham itu secara cuma-cuma asal dengan satu syarat yang harus dipenuhi oleh kakek Abraham, Paman Adam dan juga dirimu Leon."


"Apa syarat yang ingin kau ajukan pada kami Ndre?"


"Syarat ku sangat mudah, jangan halangi dan pisahkan hubungan Endah dan Jimmy, jika perlu nikahkan Jimmy dan Endah setelah aku memberikan saham itu pada kalian,"


"Hanya itu?"Tanya Leon dengan senyum yang terukir di wajahnya.


"Iya hanya itu, memang sangat simple tapi akan sulit bagi mu untuk mendapatkan jawaban Iya dari Kakek dan Pamanmu itu."


"Syarat yang kau ajukan itu sangat mudah Andre. Aku akan mengabulkan syarat yang kau berikan, jika Endah mau menjadi istri Jimmy, dan sekarang juga aku akan langsung menanyakannya pada Endah, untuk urusan Kakek dan Pamanku itu akan menjadi urusanku kau tak perlu khawatir akan hal itu, bagi ku semuanya akan mudah jika dibicarakan dengan baik-baik."


"Aku rasa Endah akan menyetujui syarat yang aku ajukan tapi belum tentu Kakek Abraham dan Paman Adam akan menyetujuinya semudah anggapanmu, seperti yang kau tahu Jimmy bukanlah orang yang sederajat dengan kita di mata Paman Adam dan juga Kakek Abraham, tentu sangat sulit bagi Jimmy untuk memperjuangkan cintanya dengan Endah jika aku tak membantunya dengan cara seperti ini sangat sulit bagi dia mendapatkan Endah, dan perlu kau tahu Leon, Jimmy bukan sekedar assistenku tapi dia adalah sahabatku, aku akan membantunya berjuang mendapatkan cintanya pada Endah seperti selama ini dia membantuku berjuang mendapatkan cintaku dengan Jessica adikmu," Tutur Andre dengan wajahnya yang begitu serius.


"Begitu baik hatimu Andre, Jessica benar-benar beruntung dan tak salah memilih suami sebaik dirimu," batin Leon yang mendengar penuturan Andre dengan wajah yang tak kalah serius.


"Baiklah Andre, aku mengerti maksud dan tujuan baikmu, kau bisa percayakan semua ini padaku. Aku juga mau adikku bisa hidup bahagia bersama pria yang di cintainya. Aku akan langsung membahas hal ini pada Paman Adam, kebetulan Paman masih berada di unit apartemenku. Tapi sebelumnya aku ingin datang ke unit apartemen Jimmy untuk melihat kondisi Endah setelah dia pingsan di Bandara tadi."


"Ya silakan bicarakan terlebih dahulu pada mereka, jika sudah mendapatkan jawabannya, kau bisa menemuiku dan membahasnya lagi saat jam makan malam. Dan sekarang aku minta tolong pada mu wahai Kakak iparku yang baik, tolong jangan ganggu waktu kami untuk beristirahat, apalagi mengganggu dengan cara seperti tadi itu sungguh tidak sopan,"


"Maafkan aku Andre karena sudah berlaku tidak sopan pada mu,"


"Hemmm aku maafkan diri mu untuk kali ini, tapi untuk seterusnya aku tidak bisa janji akan memaafkan mu, Jessica harus banyak istirahat mulai dari sekarang, aku harap kedepannya Anna dan Endah bisa menjaga Jessica dan calon anakku,"


"Calon anak?"


"Ya Jessica kini tengah hamil muda,"


"Hah hamil?? cepat sekali," Leon terperangah tak percaya.


"Ya cepat, hebatkan diri ku ini? Tentu saja adikmu itu cepat hami karena bibit yang ku berikan padanya adalah bibit unggul," ucap Andre dengan sombongnya.


"Bibit unggul kata mu? Hahahahaha..... mungkin lebih tepatnya kecebong unggul hahahahaha....." Leon membalas kesombongan Andre dengan mengejeknya.


"Hai Kak Ipar, Berhentilah menyebut calon anakku dengan kecebong! Jika kau terus menyebut calon anakku dengan kecebong, Jangan harap aku akan memberikan sahamku itu pada keluarga mu!" Ancam Andre.


"Hahaha ... Kau sudah berani mengancamku rupanya?"


"Tentu aku berani mengancammu, memangnya siapa dirimu yang bisa membuat ku takut?"


"Aku ini Kakak iparmu,"


"Hanya Kakak ipar kenapa aku harus takut. Aku ini juga adik iparmu kalau kau adalah kakak iparku bukannya begitu?"


"Ah sudahlah, berbicara denganmu sama saja menyebalkannya dengan berbicara pada Jessica istrimu itu, sekarang kau sudah sama persis seperti foto kopian Jessica begitu menyebalkan dan membuang waktu ku saja,"


"Ya silakan kau pergi jika kau merasa berbicara dengan ku membuang waktumu, Aku pun merasa demikian. Seharusnya aku masih tertidur nyenyak memeluk istriku tapi kau membangunkannya dengan cara yang tidak sopan menyipratiku dengan air, suatu saat aku akan membalasmu Leon."

__ADS_1


"Sayangnya aku takkan memberimu kesempatan untuk melakukan pembalasan dendammu padaku,Andre," ucap Leon kemudian pergi meninggalkan unit apartemen Andre.


__ADS_2