Cinta Jessika

Cinta Jessika
Kartu Bimsalabim dan Kecebong


__ADS_3

"Ferry bagaimana kau tahu niat ku ingin bertemu untuk membicarakan tentang Endah anak angkat mu?" Tanya Adam dengan suara penekanannya.


"Karena sudah sejak lama aku menunggu saat-saat ini Tuan Adam bahkan hingga membuat ku bosan menunggu anak angkat ku di jemput oleh keluarganya, terbesit pertanyaan di fikiranku kenapa lama sekali keluarga besar Abraham menyadari semua ini?"jawab Ferry dengan santainya.


"Jadi kau sudah tahu jika kau telah membesarkan salah satu cucu Abraham Adijaya?" Tanya Adam lagi.


"Tentu saja aku tahu, aku mengangkat Endah menjadi anakku sesuai permintaan Melani mantan kekasih ku itu, alasan utama aku mengangkat keponakan mu menjadi anak ku hanya agar aku bisa terus menikmati tubuh mantan kekasih ku itu secara gratis hahahaha......," jawab Ferry lagi diakhiri gelak tawanya.


"Kau sudah tidak waras Ferry." Ucap Adam yang menatap tajam wajah Ferry.


"Hahaha... aku sangat waras Tuan Adam, semua yang aku lakukan untuknya harus ada take and give, bukankah di dunia ini tidak ada yang gratis, termasuk dengan apa yang telah aku lakukan untuk keluarga mu sekarang, jika kau ingin mengambil Endah dari ku kau harus memberi ku sesuatu atas imbalan karena sudah membesarkan seorang cucu Abraham Adijaya dengan baik." Ucap Ferry dengan santainya sembari menghisap cerutu yang ada di tangannya.


"Hahaha...kau bilang dengan baik, kau kira aku tidak mengetahui cara mu menyayangi keponakanku?! Kau ingin imbalan rupanya, katakan saja apa yang kau mau Fer!"


"Hahaha kau tak bisa ku bohongi rupanya Tuan. Ok, aku mengaku salah karena kurang menyayangi keponakan mu dan terkesan mengabaikannya tapi keponakanmu hidup dengan baik tanpa kekurangan apapun karena aku memberikannya fasilitas mewah yang aku miliki, sekarang saatnya aku meminta ganti atas semua biaya yang pernah aku keluarkan untuk keponakan tercinta mu itu Tuan Adam."


"Ya katakanlah berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk mengganti semua uang mu saat membesarkan keponakanku itu?"


"Aku tak ingin diganti dengan uang. Aku hanya minta saham perusahaan ku 30% yang ada di tangan perusahaan Batara Group kembali menjadi milikku."


"Hahahaha... kau meminta sesuatu yang bukan milik keluarga ku, Fer. Itu tidak mungkin,"


"Bukankah kalian sudah menjadi keluarga, jangan kau anggap aku tidak mengetahuinya Tuan, walaupun acara pernikahan itu tertutup hanya di hadiri keluarga inti saja dan aku kerabatnya tidak diundang tapi aku tetap mengetahuinya, Anak muda yang sombong dan kejam itu sudah berhasil menikahi putri bungsu Nico yang sangat ia cintai bukan?"


"Maksud mu anak muda yang sombong dan kejam itu Andre?"


"Ya siapa lagi, pria arogan yang mewarisi tabiat Tuan Kusuma, berbisnis tidak memandang mana saudara dan mana orang lain," ucap Ferry penuh kebencian dan amarah.


"Hahaha... rupanya kau sangat membencinya Fer, baiklah aku akan mengusahakan permintaanmu Fer, beri aku waktu sampai Andre kembali dari perjalanan bisnisnya. Akan aku usahakan memberikan apa yang kamu mau."


"Baiklah aku bersedia memberimu waktu Tuan Adam, kalau begitu sampai jumpa dipertemuan selanjutnya," Ucap Ferry kemudian bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu! Sebelum kau pergi dimana aku bisa menemui keponakanku Endah?"


"Untuk saat ini kau tidak bisa menemuinya karena dia sedang ikut berlibur ke Paris bersama sepupu sekaligus sahabatnya Anna putri dari Tuan Santoso, kakak ipar ku."


"Apa dia ikut pergi dengan Anna juga??? Kemarin Leon pamit pergi ke Paris menemani Anna yang diajak Jessica. Berarti Endah sedang bersama Jessica dan Leon, Kakak beradik itu sedang pergi bersama ke Paris. Tuhan memang memiliki jalannya sendiri mendekatkan kakak beradik yang telah di jauhkan oleh orang-orang yang penuh ke egoisan,"batin Adam.


*


*


*


Paris


Di dalam mobil, Andre terus menatap wajah Jimmy. Jimmy berusaha tenang saat Andre terus menatap wajahnya.


"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu Jim?"


"Tidak Tuan,"


"Benarkah, aku yakin ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku,"


"Tidak ada Tuan,"


"Jim, jangan bohong! Aku tahu bentul aku paling tidak suka di bohongi Jim,"


"Tuan, bisakah kita bicarakan ini setelah kita kembali ke negara kita? Saya hanya tidak ingin merusak suasana honeymoon Anda dan Nyonya muda,"

__ADS_1


"Katakan sekarang tak perlu menundanya, ada apa?"


"Ini mengenai Margaret dan Fabian."


"Kenapa mereka?


"Fabian sedang koma di rumah sakit Tuan, setelah ia menemani Tuan Adam menemui Nyonya Suci dan Melani mencari keberadaan cucu Tuan Abraham yang di tukar oleh mereka berdua, entah apa yang terjadi pada Fabian, sepulangnya dari menemui Nyonya Suci dan Melani, ia menenangkan diri di unit apartemen miliknya yang dulu di tempati Rania, lalu kejadian naas itu terjadi, Rania tiba-tiba datang dan langsung menusuk tubuh Fabian dari belakang,"


"Lalu apa kaitannya kejadian yang di alami Fabian dengan suasana honey moon ku dan istriku?,"


"Maaf Tuan tadi Saya dan Endah sedang berbicara dan dengan lancang mencoba mengaitkan kejadian naas yang di alami Fabian dengan mimpi buruk yang Nyonya Jessica alami di pesawat semalam, kami mengira Nyonya masih memiliki ikatan batin kuat dengan Fabian karena mereka pernah saling mencintai, maafkan kami atas kelancangan kami yang mengait-ngaitakan semua ini, " ucap Jimmy sembari menunduk.


"Oh karena itu kau menunda memberi tahuku Jim? Aku tak bisa pungkiri jika mungkin masi ada sisa cinta untuk Fabian di hati istriku, Jim. Aku tak bisa membantahnya, jika memang itu adanya karena kau tahu sendiri aku yang merebut Jessica dari Fabian. Jika aku boleh tahu separah apa kondisinya saat ini Jim?"


"Dia koma Tuan, Dokter tidak bisa memprediksi kapan ia sadar, karena dengan luka yang ia alami seharusnya dia sudah sadar namun kata Dokter, Fabian sudah tidak memiliki semangat hidup, prediksi dokter mengatakan sepertinya jiwa Fabian sedang terluka dan terguncang hebat hingga dia tidak mau bangun dari tidur dalamnya."


"Apa karena Jessica yang menghilang ia sampai seperti ini?"


"Sepertinya banyak faktor Tuan, bukan hanya karena Nyonya saja,"


"Baiklah Jim, tolong sembunyikan dulu kabar buruk mengenai Fabian ini dari istriku Jim, setidaknya hingga kita kembali ke negara kita, aku tidak mau melihat istriku bersedih mendengar kabar buruk ini, biarkan dia bersenang-senang terlebih dahulu di negara ini bersama kedua sahabat dan kakaknya."


"Baik Tuan,"


*


*


*


Ketiga wanita yang terlihat heboh berbelanja barang-barang super mewah dan mahal itu terlihat begitu bahagia karena Leon membayar semua barang yang mereka tunjuk dengan jarinya.


"Belilah semua yang kamu mau Jes, kalau perlu toko ini aku beli untukmu."


"Waw...amazing Bang... apakah uang mu segitu banyak?"


"Tentu, uang ku sangat banyak bahkan hampir tak bisa terhitung lagi."


"Abang pelihara Tuyul ya? Kok bisa kaya mendadak seperti ini, biasanya kalau beliin barang aku selalu Kw dan barang diskon,"


"Ya abang mu ini pelihara tuyul, itu kamu tahu,"


"Ih abang itu dosa bang, dimana abang simpan tuyul itu, aku mau lihat bang?" Tanya Jessica penasaran.


"Ini disini tuyulnya sedang berdiri didepan abang," Leon menunjuk Jessica yang tengah berdiri dihadapannya.


"Sembarangan sekali kau mengatai aku tuyul, awas saja aku akan mengadukan mu nanti pada suamiku," Jessica memukul lengan Leon kemudian mencoba mengancam Leon.


"Hahaha .....adukan saja padanya aku tak takut, memangnya siapa dia," ucap Leon sambil tertawa.


"Apa abang di berikan kartu bimsalabim itu oleh suamiku makanya abang bisa mentraktir kita semua?"


"Tidak, aku punya sendiri."


"Kok bisa??" tanya Jessica tak percaya.


"Tentu bisa karena aku adalah pewaris kerajaan bisnis keluarga Abraham Adijaya, jangan kamu lupakan itu Jess, siapa Kakek kita sebenarnya." jawab Leon dengan sombongnya.


"Aiss sombong sekali kamu Bang, Kenapa kakek pilih kasih aku tak diberikan kartu bimsalabim olehnya? Ternyata Kakek dan Ayah sama saja pilih kasih, aku tidak terima ini Bang. Aku akan melakukan demo padanya. Bang pinjam ponsel mu sambungkan aku dengan Kakek,"

__ADS_1


"Hai Nyonya muda, gaya mu benar-benar seperti istri boss besar sekarang ya, memerintah sesuka hati mu, aku ini abangmu."


"Ayo Bang cepat! Jangan banyak cincau!"


"Cincau?? Bahasa mu tuh kalau ngomong gak pernah bener. Sudahlah tak perlu telepon Kakek kamu berbelanja saja seperti dua sahabat mu itu,tak perlu repot-repot menelepon Kakek,memangnya mau ngapain sih punya kartu black card banyak-banyak?"


"Tidak, aku tidak mau berbelanja lagi, tiba-tiba aku tak lagi bersera untuk melanjutkan berbelanja, punya kartu black card banyak untuk aku pajang di dompetkulah, memangnya buat apa lagi? Aku tak suka berbelanja seperti bidadari nyumsep mu itu, sekarang tolong sambungkan aku dan Kakek Bang! Jangan pakai lama! "


"Aishhh pemaksa!! Ok...ok baiklah aku akan sambungkan kamu dan Kakek,"


Leon pun segera menghubungi Abraham sesuai permintaan Jessica.


"Hallo Kek, maaf mengganggu waktu mu."


"Hallo Leon, tidak apa nak, ada apa kamu menelepon Kakek sepagi ini?"


"Aku menelepon karena adikku ingin mendemo mu Kek,"


"Apa?? Jessica ingin mendemo ku?? Memangnya Kakek salah apa dengan adikmu Leon?" tanya Abraham tak percaya ingin di demo cucunya. Baru kali ini dan untuk pertama kalinya dia akan di demo cucunya, pasalnya kedua putri Adam sangatlah penurut dan banyak diam.


"Iya benar kek, ini orangnya sudah tak sabar ingin bicara dengan mu Kek," Leon segera memberikan ponselnya pada Jessica.


"Hallo Kakek..." sapa Jessica dengan suara yang begitu kesal.


"Hallo Jessica sayang, ada apa kenapa suara mu begitu kesal?" tanya Abraham.


"Kakek tanya kenapa? Aku yang harusnya tanya kenapa Kakek sama dengan Ayah pilih kasih!" ucap Jessica dengan kekesalannya.


"Kakek pilih kasih? Kakek tidak pilih kasih nak," sahut Abraham tak terima dianggap pilih kasih oleh cucunya.


"Tidak pilih kasih bagaimana, Bang Leon dapat kartu bimsalabim sedang aku tidak jangan-jangan Kak Cynthia juga sudah mendapatkannya?!" tuduh Jessica pada Abraham yang di kuasa rasa irinya.


"Kartu bimsalabim?? Kartu apa itu Kakek baru mendengarnya?" tanya Kakek tak mengerti.


"Kartu black card maksudku," jelas Jessica.


"Ooooo black card....Apa Andre tak memberikan kartu black card pada mu sehingga kamu memintanya pada Kakek?"


"Kak Andre memberikannya tapikan beda dari Kakek dan dia, apa karena aku sudah memilikinya dari Kak Andre jadi aku tak boleh memilikinya dari mu Kek? Jangan-jangan aku di nikahkan terlebih dahulu dari Bang Leon dan Kak Cynthia karena aku ini memang niat untuk di buang dari keluarga,"


"Eits....eitsss jangan berkata seperti itu cucuku sayang! Beri Kakek waktu paling lambat hingga esok hari untuk Kakek membuatkan kartu bimsalabim untuk mu, kau duduk manislah bersama suami mu disana esok pagi Kakek pastikan Kartu itu sudah ada ditanganmu,"


"Janji gak bohong besok pagi sudah ditanganku?!"


"Ya Kakek Janji besok pagi sudah sampai di tanganmu,"


"Ok baiklah kalau begitu, bye Kek terimakasih, sayang Kakek muachh..."


"Kakek juga menyayangi mu,"


Jessica pun mengakhir panggilannya dan memberikan ponsel Leon kembali pada pemiliknya.


"Makasih ya Bang, sekarang kita makan yuk laper!"


"Laper?? Kamu ketularan Endah sekarang cepat sekali perutmu itu merasa lapar,"


"Hehehe... aku gak ketularan Endaha Bang, mungkin kecebong yang disemburkan Kak Andre setiap hari sedang berkembang di perutku Kak jadi aku mudah laper,"


"Kecebong??? Sebutan yang bagus kecebong Hahahahaha... ayolah kalau itu bawaan para kecebongnya Andre, mari kita cari tempat untuk makan!"

__ADS_1


__ADS_2