Cinta Jessika

Cinta Jessika
Claudia Boutique part 4


__ADS_3

Diruang Ganti, Endah dan Anna mengganti gaun mereka yang hancur dengan gaun Bridesmaid. Ema hanya melihat gaun yang hancur dengan menggeleng-gelengkan kepalanya kekiri dan kekanan.


"Dasar orang kaya, mereka selalu melakukan sesuatu tanpa di fikir terlebih dahulu, harga gaun ini bisa membuat ku bertahan hidup selama dua tahun tanpa harus bekerja keras seperti ini. Sampai hati mereka merusaknya tanpa ada rasa penyesalan sedikitpun." bantin Ema.


"Ema apa yang kau lakukan disana? Apa kau sedang mengumpatiku lagi" ucap Anna yang mengejutkan Ema.


"Ti...tidak Nona, saya hanya sedang merapikan gaun yang rusak ini." jawab Ema berbohong. Ema kemudian berjalan menghampiri Anna dan juga Endah.


"Ema ambilkan kami air mineral botol yang masih tersegel... Yang masih tersegel kau dengar Ema! Yang masih tersegel" ucap Anna mengulang kalimat yang masih tersegel berkali-kali dengan wajah yang begitu menyebalkan dan menakutkan.


"Eh, lu judes banget si Ann sama dia." tegur Endah.


"Iya dia emang pantes dijudesin. Dia tuh mantan pelakor. Lu tau gak Kak Claudia putus sama Kak Jonathan ya karena dia. Gue gak ngerti kenapa kak Claudia masih memperkerjakan dia disini." ucap Anna pada Endah.


"Tunggu...tunggu... Tadi lu nyebut nama kak Claudia dan sekarang kita ada di Claudia Boutique... Ah sialan ini Butik kakak lu ternyata....wah rese nih lu, Kenapa ga bilang dari awal ini butik Kakak lu Ann dan kenapa gue jadi bodoh banget ya gak nyadar?" ucap Endah yang baru sadar sudah dibodohi Anna.


"Emang apa bedanya gue ngomong sekarang sama ngomong dari awal Ndah?" tanya Anna pada Endah.


"Ya kalau lu ngomong dari awal kan kita bisa ngerjain si Ema bareng-bareng, lumayankan hiburan." jawab Endah.


"Hahahahaha bisa aja lu gue kira apa." Anna tertawa mendengar jawaba Endah.


"Gak lucu lu ketawa... Stress lu ya Ann, makanya punya pacar biar sehat otak lu, ngarepin Abangnya Jessica mah kaya berharap sama angin" ucap Endah.


"Ah kok lu jadi bahas kesitu-situ sih, ayo kita balik ke Studio kasian tuh Cinderella gadungan sendirian." Anna mengalihkan pembicaraan.


"Eh ngomong-ngomong kak Andre udah dateng belum?" tanya Endah.


"Udah dateng dia, dia dateng bersama dua prince untuk kita hahahaha dan mereka udah ganti costume juga katanya, sekarang lagi di ruang make up, nutupin luka-lukanya kak Andre, maha karyanya si Om duda Bar-bar itu hahahaha." jawab Anna dengan gelak tawanya.


Endah dan Anna kembali keruang Studio foto, mereka bertiga kembali melanjutkan sesi foto mereka dibantu oleh penata gaya. Hingga akhirnya Endah menghentikan sesi foto dengan duduk malas di sebuah kursi


"Kenapa lu Ndah?" tanya Jessica pada Endah yang memasang wajah jenuh.


"Males gue bosen foto bertiga mulu dari tadi, kayanya ada yang kurang aja jadi bikin bosen" jawab Endah mulai berakting seperti yang dipinta Anna tadi.


"Apa yang kurang Ndah?" tanya Jessica penasaran.

__ADS_1


"Maksud lu kurang pengantin cowok buat nemenin foto pengantin ceweknya Ndah?sama groomsmen buat nemenin kita gitu maksud lu Ndah?" sahut Anna yang ikut mengambil peran.


"Nah itu dia. Anna memang anak yang pintar tau segala hal, masa truk aja gandengan masa kita gak ada gandengannya menyedihkan amat sih nasib kita ya Ann, berasa jadi jomblo ngenes nih gue. " ucap Endah.


"Hahaha bisa aja lu Ndah." Anna tertawa mendengar celotehan Endah, begitu juga dengan yang lain kecuali Jessica.


"Udah suruh ambilin mannequin tiga biji sama mbaknya buat nemenin kita foto." ucap Jessica menanggapi keinginan Endah.


"Hahahaha" tawa Endah mendengar ucapan Jessica.


"Apa di planet bumi ini kaum laki-laki udah punah Jess, sampai kita harus foto sama mannequin." tanya Endah menanggapi ucapan Jessica namun Jessica hanya diam saja.


"Udah tenang Ndah gue akan mewujudkan keinginan lu, karena lu adalah sahabat gue yang tersayang." ucap Anna masih dalam actingnya.


"Terus Endah doang yang tersayang ,gue gak tersayang gitu, tega lu Ann pilih kasih." ucap Jessica cemburu dan memasang wajah merajuk.


"Hahaha cemburu lu ya Jess?" ledek Endeh pada Jessica.


"Stsss... Diem jangan ribut gue lagi nelpon agen cinta untuk bawain tiga prince buat nemenin kita Foto." ucap Ana dengan tangan kanan yang sedang menempelkan ponsel ditelinganya.


"Tut...tut..." suara nada memanggil.


"Hallo agen cinta, Anda sudah berada dimana? Kami sudah menunggu kehadiran kalian hingga kami lumutan disini, kedatangan Anda dengan para prince pesanan kami sudah kami tunggu-tunggu sejak tadi." ucap Anna pada Andre, yang membuat Endah menahan tawanya


"Kamu bicara apa si Ann? Aku gak ngerti maksud mu" tanya Andre tak mengerti.


"Dasar agen cinta L O L A ( loading lama), baiklah saya akan menghubungi agen cinta lainnya saja yang gak tulalit, Saya harap anda tidak akan menyesal nantinya." ancam Ana ketika Andre tidak mengerti maksudnya.


"Hai Ana, kami akan segera keatas jangan berbuat yang melebihi batasan mu, awas saja jika kau lakukan itu" ucap Andre yang mulai mengerti yang dimaksud dengan Anna.


Anna menginginkan mereka segera menyusul. Jika mereka tidak datang menyusul keberadaan mereka di Studio, Anna akan menghubungi Fabian ataupun Diego untuk menggantikan posisi Andre. Begitulah maksud Anna tadi.


Andrepun segera menutup panggilan teleponnya tadi. Ia segera bangkit dari kursi dan mengajak Leon dan juga Jimmy ke Studio foto dilantai 3.


Anna yang baru saja menyelesaikan panggilan teleponnya mengngukir senyum di wajahnya. Sang pujaan hati akan datang bersama kakak sepupunya. Anna mengedipkan mata pada kedua sahabatnya.


"Si Anna kenapa senyum-senyum sendiri? Kesambet dia?" tanya Jessica pada Endah.

__ADS_1


"Kesambet cinta abang lu dia." jawab Endah yang membuat mata Jessica membola.


"Hah serius Ndah?? Kok gue gak tau sih?!" tanya Jessica tak percaya.


"Gimana mau tau, waktu lu habis buat cari uang dan uang." jawab Endah ketus.


"Ya maaf." ucap Jessica merasa bersalah.


"Dug dug dug..." suara jantung Jessica bergemuruh seketika. Ketika langkah Andre makin mendekatinya detak jantung Jessica makin tidak karuan, ia sampai memegangi dada kirinya


"Duh jantung gue kenapa nih?" tanya Jessica pada dirinya sendiri.


"Kenapa lu?" tanya Endah yang berada disebelah Jessica. Melihat temannya meraba dada bagian kirinya.


"Jantung gue Ndah berdebar-debar." jawab Jessica.


"Kok bisa? jangan-jangan lu kena serangan jantung Jess, ya udah apa kesan dan pesan terakhir lu Jess bilang sama gue, gue khawatir sebentar lagi lu koit." ucap Endah asal bicara.


"Endah lu nyumpahin gue mati, jahat banget mulut lu." Ucap Jessica kemudian memukuli lengan Endah dengan buket bunga di tangannya.


"Aduh aduhh sakitt, An tolongin... pengantinnya ngamuk nih." lagi-lagi Endah mengadu pada Ana. Namun Ana hanya diam saja tidak menanggapi aduan Endah. Pandangan Anna fokus tertuju pada pintu dihadapannya.


" Gue hitung sampai lima, dia sudah ada di depan gue satu....dua...tiga....empat........li..." ucapnya Anna pelan pada dirinya sendiri. Ia berhenti menghitung ketika mendengar suara derap sepatu melangkah ke arah pintu.


"Tuk...tuk...tuk...tuk." suara derap sepatu melangkah.


"Brukk" suara pintu terbuka lebar pada hitungan ke lima


" Lima" hitung Anna terakhir


Nampak tiga orang pria tampan menggunakan setelan Jas wedding premium yang membuat ketampanan mereka bertambah itu hadir di muka pintu. Membuat ketiga wanita yang menggunakan gaun terperangah melihat kharisma tiga pria itu. Jessica yang terkejut dengan kedatangan Andre sampai menjatuhan buket bunga di tangannya. Begitu pula dengan Endah dan Anna. Endah sampai membuka mulutnya lebar-lebar karena melihat ketampanan Jimmy yang menarik perhatiannya. Sedang Anna tidak diragukan lagi getar-getar asmara merasuki jiwanya melihat sang pujaan hati begitu gagah dengan setelan Jas yang ia pilihkan tadi.


"Tuan Andre tampan sekali. Kenapa dia pakai Jas wedding yang senada dengan gaun ku? Apa dia yang akan menemaniku berfoto nanti? Ah pantas saja jantung ini bergemuruh ternyata karena kedatangannya." batin Jessica.


"Abang Leon, kamu ganteng banget si bang, makin cinta aku sama Abang... Semoga Tuhan mentakdirkan kamu untukku ya Bang, kamu selalu ada dalam setiap doa-doa ku loh Bang, walaupun doa ku begitu jahat, mendoakan hubunganmu dan Kiara berakhir." batin Anna yang menatap Leon penuh damba.


" Asisten Jimmy ganteng banget sih hari ini, haduh Bang Jimmy penampilan abang hari ini bikin hati Ade Endah meleleh ini bang..." batin Endah.

__ADS_1


"Maaf apa kedatangan kami terlambat?" sapa Andre saat memasuki ruang Studio memecahkan lamunan ketiga wanita bar-bar itu.


bersambung


__ADS_2