Cinta Jessika

Cinta Jessika
Kekompakan


__ADS_3

Di rest area tol, Jessica dan Andre juga Angela dan Bowo tengah menikmati sarapan pagi mereka di sebuh restoran cepat saji yang ada di sana.


Mereka akan melanjutkan perjalanan mereka setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka. Diperkirakan sebelum jam makan siang mereka telah tiba di Mansion Andre jika Jessica tidak kembali rewel meminta berhenti kembali.


Bowo terlihat begitu segar karena ia memiliki waktu istirahat yang sangat cukup. Begitu pula dengan Angela. Mereka berdua memanfaatkan waktu dengan baik ketika Jessica meminta Andre memerintahkan Bowo menghentikan perjalanan mereka untuk kembali beristirahat dengan tenang.


Setelah Andre membayar semua sarapan pagi mereka, mereka pun segera bergegas melanjutkan perjalanan mereka menuju kota D.


Jessica terlihat menikmati perjalanan dengan disuguhkan berbagai macam pemandangan yang menyejukkan hati. Seperti yang di perkirakan kini mereka sudah sampai di Mansion Andre.


Dan lagi-lagi Ibu hamil yang satu ini sudah tertidur dengan pulasnya di dalam mobil. Andre mengangkat sang istri yang sudah bertambah berat kedalam kamar pribadinya yang ada di lantai dua.


Jessica terbangun sebentar melirik kearah sekitarnya lalu kembali memejamkan mata setelah ia tahu sudah berada di Mansion milik suaminya. Sementara Andre setelah meletakkan Jessica diranjang, ia langsung membersihkan dirinya di kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke perusahaan.


Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian Andre menghampiri Jessica yang sedang bermalas-malasan di atas ranjang.


"Sayang apa kamu mau membantu suami mu ini memakai dasi?!" Bisik Andre ditelinga sang istri. Dengan menjulurkan dasi ke wajah sang istri.


Jessica menerima dasi yang diberikan sang suami. Bukannya bangun untuk memakai sang suami dasi yang suaminya berikan padanya. Jessica malah membuka kancing kemeja suaminya satu persatu.


"Kamu meminta tolong kepada orang yang salah Daddy ku sayang. Aku akan membuka kancing kemeja mu bukan mamakaikan dasi untuk mu Dad," jawab Jessica dengan suara seraknya, kemudian memeluk tubuh suaminya yang sudah terbuka semua kancing kemejanya.


"Aaaa.... Aku mau ke kantor sayang. Jangan buka lagi !!!!" Ucap Andre ketika Jessica memeluk erat tubuhnya namun tangannya dengan cekatan membuka kaos putih yang dikenakannya sebagai dalaman kemeja putihnya.


"Tidak boleh, hari ini kamu milikku Dad." Sahut Jessica yang sudah berhasil menelanjangi bagian atas suaminya.


Akhirnya Andre memilih untuk berbaring pasrah diatas ranjang merentangkan tangannya ketika sang istri berhasil melepaskan seluruh pakaian yang ia gunakan dibagian atas tubuhnya. Jessica tersenyum penuh kemenangan, dia melu.mat bibir sang suami yang terlihat begitu menggodanya.


Cukup lama pasangan ini saling bertukar saliva, Andre berusaha mengimbangi permainan bibir Jessica yang semakin liar. Andre membuka kancing baju tidur yang Jessica kenakan dari kemarin malam itu. Ia mengeluarkan benda kenyal yang bentuknya semakin besar padat dan ujung pucuknya yang sudah berubah warna karena hormon kehamilannya.


Jessica begitu menikmati permainan suaminya di bagian dadanya. Sesekali Andre menyesap kuat hingga membuat Jessica mengerang kenikmatan. Ia menekan kepala Andre agar kembali menyesap lebih dalam. Puas dengan permainan Andre di bagian dadanya.


Jessica yang masih berada di atas kemudian beralih meraba bagian bawah milik Andre dengan jemarinya kemudian membuka pengait celana yang Andre kenakan sambil memandangi wajah Andre yang sudah di penuhi kabut gairah.


"Teruskan sayang..." Pinta Andre pada Jessica yang sedang mengeluarkan sang Junior dari sangkarnya.

__ADS_1


Ia biarkan sang istri bermain dengan junior hingga ia puas. Entah mengapa setelah menikah Jessica lebih agresif dan tak jual mahal seperti dahulu ketika Andre sedang mengejar cintanya.


"Jimmy, maafkan aku, aku harus ingkar janji. Ini diluar dari perkiraanku. Aku tak mungkin menolak Service luar biasa yang diberikan istri tercinta ku ini." Jerit batin Andre yang sedikit merasa bersalah karena akan kembali merepotkan Jimmy untuk menghandle semua pekerjaannya yang telah ia janjikan akan ia selesaikan hari ini.


,............


Hampir tepat jam 12 siang, Cynthia sudah bangun dari tidurnya. Ia bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi. Ia keluar dari kamarnya dalam keadaan yang sudah segar.


Terlihat keempat wanita sedang menghabiskan waktunya menunggu jam makan siang tiba sambil menonton televisi di ruang keluarga. Sedang Milea dan Dewi tengah sibuk membantu para Maid menyiapkan makan siang untuk mereka santap siang hari ini.


Dengan penuh rasa percaya diri, Cynthia duduk di ruang keluarga bersama keempat wanita yang sudah lebih dahulu duduk disana.


Keempat wanita itu menatap sinis Cynthia yang duduk diantara mereka. Cynthia terlihat sibuk memainkan ponselnya, sehingga tak menyadari keberadaannya di perhatikan oleh keempat wanita yang ada bersamanya.


"Ngapain lu duduk disini?" Tanya Endah dengan tatapan sinis dan suara ketusnya.


Cynthia tak menanggapi pertanyaan Endah dia pura-pura tak mendengarnya. Ia bersikap seelegan mungkin di depan Viona dan Vioni yang sama sekali tidak perduli dengan dirinya.


"Woy, cewek sombong, lu denger gak pertanyaan gue?!" Pekik Endah lagi yang lagi-lagi tak di tanggapi oleh Cynthia.


Karena merasa tak indahkan terus menerus, Endah pun menghampirinya. Ia menendang kaki Cynthia dengan kerasnya hingga Cynthia merintih kesakitan.


"Sakit ya?! Itu belum seberapa Cynthia. gue akan memberikan lo rasa sakit yang lebih dari ini." Timpal Endah yang membuat Cynthia menatap tajam dirinya.


"Apa maksud lu, cewek bar-bar?" Tanya Cynthia yang tak paham maksud Endah.


"Sepertinya gue gak perlu menjelaskan apapun sama lu, Cynthia. Lu hanya tinggal menunggu dan merasakan. Bagaimana rasanya sakit, kecewa dan diabaikan." Jawab Endah dengan senyum seringai liciknya.


"Hah, PD banget lu ngomong kaya gitu sama gue, asal lu tau ya, lu itu disini cuma numpang, jadi lu harus tahu diri." Sahut Cynthia yang mengundang Anna tertawa dan diikuti Viona dan Vioni begitu pula dengan Endah.


Cynthia menatap tak percaya Viona dan Vioni yang ia kenal begitu pendiam dan menjaga sikapnya bisa tertawa begitu lepas bersama dengan Anna dan Endah.


"Seharusnya gue yang ngomong kaya gitu ke lu Cynthia. Emangnya lu ini siapa disini hah? Tuan rumah iya kah?" Ejek Endah dengan menaikan kedua bahunya dan menatap Viona dan Vioni secara bergantian.


"Gue ini anak dari Ayah Nico, cucu dari Kakek Abraham, Endah. Gue berhak mengusir siapapun yang membuat gue gak nyaman tinggal disini. Dan asal lu tahu ya Endah, kakek sangat sayang sama gue, buktinya semalam. Dia buatin sambutan untuk gue dari depan pintu sampai ke kamar gue dengan taburan bunga mawar merah kesukaan gue. Kakek memberikan semua itu ke gue karena gue sudah merawat Ayah dengan baik gak kaya sahabat lu yang sampai sekarang belum juga nongol batang hidungnya malah ngirim sahabat gak tau diri kaya lu kesini." Terang Cynthia dengan nada yang meninggi.

__ADS_1


Yang kembali mengundang gelak tawa keempat wanita yang ada bersamanya. Cynthia merasa di olok-olok oleh tawa mereka yang makin menjadi-jadi.


"DIAM KALIAN SEMUA!!!" Pekik Cynthia yang menghentikan tawa keempat wanita itu.


"Aw...aw... Galak sekali dia, aku sampai takut." Ucap Viona yang memasang wajah pura-pura ketakutan melihat Cynthia.


"Dia cocok disebut singa betina." Tambah Vioni.


"Iya kak Singa betina yang sedang mengaung. Hati-hati loh lagi hamil marah-marah nanti darah tinggi, calon anak Berry bisa tiada di tangan ibu macam lu Cynthia." Tambah Anna yang makin membuat Cynthia naik pitam.


"Sialan bagaimana bisa Anna tahu, anak yang aku kandung ini anak Berry? Ini tak bisa dibiarkan, aku tidak mau sampai Ayah tahu aku sudah berbohong untuk merusak hubungan Jessica dengan Diego, aku tak mau terlihat jelek dimata ayah dan aku tak mau ayah memaksaku menikah dengan Berry. Sekarang aku hanya ingin menikah dengan Andre tidak dengan yang lain. Mereka semua harus aku singkirkan." Batin Cynthia.


"Jangan bermimpi untuk menikah dengan Kakak sepupu Gue Cynthia, Gue gak akan biarkan rencana lu itu berhasil. Lo tidak kenal bagaimana kejamnya seorang anggota keluarga Kusuma dan jangan berfikir bisa menyingkirkan gue dan Endah semudah lu menyingkirkan Jessica." Tambah Anna dengan mata yang begitu tajam menatap Cynthia.


"Gue sama sekali gak takut sama Lu Anna si cewek Jonnes. Gue ini cucu dari Kakek Abraham semua keinginan gue pasti akan tercapai tanpa gue harus berusaha keras. Kalau hanya untuk mendepak lu dari sini gue gak perlu mengotori tangan gue yang indah dan halus ini." Sahut Cynthia dengan percaya dirinya.


"Oh, ya?! Gue mau lihat semudah apa lu depak kita-kita ini dari sini." Tantang Anna.


Tanpa disadari oleh Cynthia Viona, Vioni dan juga Anna sudah merekam pembicaraan mereka dengan Cynthia. Mereka akan mengadukan ini semua kepada pasangan mereka masing-masing dan juga pada kedua orang tua mereka.


"Aku pastikan setelah Kakek pulang dari perusahaan kalian akan mendapatkan balasan dari ku. Karena aku akan mengadukan semua perbuatan kalian ini pada Kakek." Ucap Cynthia yang berdiri dari duduknya. Ia ingin meninggalkan ruang keluarga.


"Silahkan adukan apa yang adikku lakukan padamu Tuan Putri, aku ingin tahu Kakek akan membela kami atau dirimu. " Sahut Viona yang mencekal pergelangan tangan Cynthia agar tidak pergi dari hadapan mereka.


"Lepaskan Kak! sakit." Rintih Cynthia yang meminta Viona melepaskan cekalan di tangannya.


"Bugh!" Suara Cynthia yang terjatuh ke sofa dimana ia tadi mendudukkan dirinya setelah Vioni mendorong tubuhnya secara kasar.


"Au... Sakit Kak..." rintih Cynthia yang memegangi pinggangnya yang terasa sakit.


"Duduk dan diamlah disini! Bersikaplah tidak terjadi apa-apa di depan Nenek dan Mommy kami atau kau akan terima sendiri akibatnya. Tak perduli kau sedang hamil, aku akan bersikap lebih kasar dari ini jika kau membuka mulutmu di depan mereka." Bisik Vioni sambil membelai rambut panjang Cynthia yang tergerai dan siap menarik rambut itu jika Cynthia melawan.


Vioni melakukan itu semua setelah melihat bayangan sang Mommy berjalan menghampiri mereka dari ruang makan.


"Hai, anak-anak kalian sedang apa? Ayo kita makan bersama, makanan sudah siap!" Sapa Milea yang mengajak kelimanya untuk makan bersama.

__ADS_1


Cynthia benar-benar terkejut dengan wajah kalem nan elegan yang di tampilkan Viona dan Vioni kemarin, sangat berbanding jauh dengan kelakuannya sekarang setelah ada Endah dan juga Anna.


"Aku harus berhati-hati dengan kalian, aku akan segera hubungi Mommy untuk mendapatkan petunjuknya untuk menghadapi kalian semua. Aku tak mau rencanaku gagal hanya karena kehadiran kalian sebagai batu kerikil dari jalan menuju impian ku dan mencapai tujuan Omma." Batin Cynthia.


__ADS_2