Cinta Jessika

Cinta Jessika
Menemui Ferry


__ADS_3

Di negara Paris.


Kedatangan Andre kali ini tidak menginap di hotel seperti biasanya. Ia memilih untuk menginap di Mansion keluarga Kusuma yang berada di Paris.


Di dalam kamar pribadinya ia tengah memakai pakaian kerjanya dengan setelan jas formal di bantu oleh Jessica, sebenarnya istrinya itu bisa dikatakan tidak membantu malah mengerecoki dirinya, setelah menikah ada-ada saja tingkah absurd Jessica yang membuat Andre kuwalahan.


Jessica terus saja melendoti tubuh Andre seakan tak rela di tinggal bekerja oleh sang suami.


"Aku akan merindukan mu hari ini Kak, kata Dilan rindu itu berat,"


"Ya seberat badan mu sekarang,"


"Aaaahh...apa aku sudah terlihat gendut sekarang?"


"Tidak terlihat gendut tapi terlihat lebih berisi,"


"Berisi?"


"Hemmm...bertambah berisi dibagian sini dan disini," ucap Andre sembari menunjuk bagian dada Jessica dan bagian bokongnya.


"Ihhh Kak Andre... Mesum," ucap Jessica ketika memukul lengan Andre yang tengah menunjuk bokongnya.


"Baiklah sepertinya istriku tidak suka aku mesum dengannya, aku akan cari gadis cantik yang bersedia aku ajak mesum saja nanti," goda Andre yang membuat Jessica seketika itu juga memeluk tubuh suaminya dengan erat, hingga Andre kesulitan bernafas.


"Ahh jangan seperti itu, bukannya kamu sudah berjanji tak akan mengkhianatiku dengan berselingkuh,Kak?" Ucap Jessica dengan suara seperti orang yang ingin menangis.


"Hehehe...sayang aku hanya bercanda kamu jangan menangis!"


"Bagaimana aku tidak ingin menangis kau akan mencari gadis cantik diluar sana nanti. Jangan bercanda seperti ini kak, ini tidak lucu aku takut kehilangan mu, kalau begini caranya kamu tidak usah bekerja hari ini, tetaplah bersama ku, aku takut kamu benar-benar mencari gadis lain diluar sana nanti." Rengik Jessica yang mulai merajuk.


"Tidak bisa begitu sayang. Aku hanya bekerja satu hari ini saja di negara ini, aku ada pertemuan yang sangat penting dengan kolegaku yang tak bisa aku tinggalkan, ingatlah satu hal sayang, di pundak suami mu ini banyak orang yang menggantungan hidupnya, kesejahteraan dan kelangsungan hidup mereka bagaimana aku menjalankan bisnis ini, jadi tolong jangan pernah merajuk untuk melarangku bekerja, ok?! Aku janji setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku ini, kita akan menghabiskan waktu berjalan-jalan berdua disini menikmati masa honeymoon kita dan aku berjanji tidak akan mencari gadis cantik di luaran sana."


"Benarkah???""


"Hemm..."


"Makasih suamiku sayang"


"Berjanjilah untuk tidak merajuk dan melarangku bekerja lagi?"


"Hemmm aku janji kak,"


"Janji apa? Katakan dengan lengkap cintaku?"


"Aku janji tidak akan merajuk dan melarang mu untuk tidak bekerja,"


"Istri yang pintar," Andre mengecup lembut kening istrinya.


"Aku berangkat dulu ya, Jimmy pasti sudah lama menungguku di bawah..."


"Heemmm...iya kak, tapi aku ikut mengantarmu sampai di depan pintu Mansion boleh ya?" Ucap Jessica manja dengan menyuguhkan wajah yang menggemaskan.


"Tentu saja boleh, baiklah berikan tanganmu pada ku sini.." Andre mencubit pipi istrinya kemudian meraih tangan Jessica dan menggenggamnya erat, sepasang suami istri ini berjalan saling bergandengan tangan, saling mengumbar kemesraan mereka.


Di bawah tangga ada Jimmy dan Endah yang menunggu kehadiran mereka. Mereka yang tengah berbincang tiba-tiba menghentikan perbincangan mereka karena mengetahui kedatangan pasutri ini.


"Maaf Jim, kau pasti sudah lama menunggu ku," sapa Andre saat dia menuruni anak tangga yang terakhir.


"Ti-tidak Tuan, kami belum terlalu lama menunggu Tuan, saya baru saja selesai bersiap."


Jimmy menjawab sapaan Andre langsung tergagap karena ia takut Andre mendengar apa yang sedang dibahas Jimmy dan Endah mengenai isi perbincangan dia dan Margaret saat ia baru saja tiba di Paris. Padahal Andre tidak sama sekali mendengar apa yang di bahas oleh mereka berdua.


Namun karena cara bicara Jimmy yang tergagap sehingga membuat Andre begitu menaruh curiga dengan Jimmy yang baru kali ini bicara dengannya dengan suara yang tergagap seperti itu. Kini Andre terlihat memincingkan kedua alisnya menatap Jimmy. Endah yang melihat raut wajah Andre berubah mentap Jimmy seperti itu segera mengalihkan perhatian Andre.


"Apa kalian benar-benar tak ingin ikut sarapan bersama kami dulu? Tuan Andre izinkan kekasihku ini sarapan bersama ku? Aku tidak mau kekasih ku ini sakit karena tenaganya akan kamu peras seharian ini." Tanya Endah dengan suara yang manja di buat-buat.


"Endah maafkan aku kali ini aku tak bisa mengabulkan permintaan mu, aku dan Jimmy sudah ada janji sarapan pagi bersama Tuan Peter. Maafkan aku ya...lain kali dia akan sarapan bersama mu dan maafkan aku juga yang telah memgambil dan memporsir waktu kekasih mu ini untuk bekerja denganku,"tolak Andre halus.


"Ok baiklah, kalau begitu Tuan.." sahut Endah melemas.


"Endah kenapa lu manggil suami gue pakai Tuan-tuan segala biasanya juga kak Andre?"


"Biarin aja si yang penting gue gak manggil laki lu ayang bebeb kan? Gue manggil laki lu Tuan Andre biar sama kaya Babang Jimmy manggil Kak Andre dengan sebutan Tuan Andre, gue itu harus kompak sama yayang gue Jess, emangnya lu..."


"Ishhh dasar orang aneh... untung gue cuma satu punya sahabat kaya lu kalau sampai dua atau lebih bisa mati berdiri gue..."


"Mati tuh tiduran ga ada yang berdiri, yang berdiri itu vampir.."


"Issshhh nyaut aja si lu Ndahh... nyebelin tau...."


"Nyebelin-nyebelin gini tapi ngangeninkan?"

__ADS_1


"Sudah sayang jangan di teruskan!" Ucap Andre membungkam mulut istrinya yang kembali ingin membalas ucapan Endah yang tak ada habisnya.


"Ayo Jim, kita berangkat!" Ajak Andre.


"Baik Tuan,"


Sepasang suami istri dan sepasang kekasih itu pun berjalan menuju pintu Mansion saling bergandengan tangan.


Ketika sudah sampai di teras, Jessica mencium tangan suaminya yang hendak berangkat kerja, kemudian Andre membalasnya dengan mencium kening istrinya.


"Aku berangkat ya sayang, titip salam untuk Bang Leon dan Anna, aku tinggal kerja dulu ya?!"


"Iya kak,"


"So sweet banget mauuu....," ucap Endah yang melihat adegan romantis Jessica dan Andre. Ia langsung melirik sang kekasih yang masih berdiri di sampingnya. Dengan mengedipkan mata genitnya ia pun langsung meminta hal yang sama pada Jimmy.


"Babang Jimmy, ade mau dong kaya mereka!" Pinta Endah dengan suara manjanya.


Jimmy segera mengabulkan permintaan Endah tanpa rasa malu di hadapan pasutri ini, mereka berdua melakukan sama persis dengan apa yang dilakukan pasutri barusan. Andre dan Jessica hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka melihat apa yang dilakukan sepasang kekasih ini.


"Dadah Babang Jimmy jangan lupa update dimana pun kamu berada ya Bang! Ade dengan setia menunggu kabar dari mu."pekik Endah kepada Jimmy yang baru saja berjalan mendekati mobil.


Jimmy hanya menjawab dengan senyuman manis dan anggukan kepala menjawab permintaan kekasihnya itu.


"Babang Ade...???" Jessica membeo, tak sekali ia mendengar Endah membahasakan dirinya Ade dan Jimmy dengan sebutan Babang.


"Iya kenapa Jess, pengen ya? Cari sebutan sayang yang lain buat laki lu, jangan di biasakan nyontek. Senangnya hati gue sekarang, because gue udah bukan jones lagi, hadduh Babang Jimmy cepatlah pulang Ade sudah rindu baru tinggal sebentar sama Babang Ade udah rindu hahahahahaha...." ucap Endah kemudian tertawa kencang menertawakan dirinya sendiri lalu menepuk kencang lengan Jessica.


"Iya gue tau lu udah gak jadi jones lagi sekarang... tapi lu masih waras kan Ndah? Gue khawatir sama kejiwaan lu.." Sahut Jessica dengan wajah yang khawatir melihat prilaku Endah yang tak biasanya.


"Hahaha lu pikir gue udah gak waras gitu Jess??" Tanya Endah sembari tertawa.


"Iya mungkin, habis lu ketawa-ketawa turus dari tadi dan habis lu ketawa ga jelas lu malah nganiaya gue dengan mukul gue kenceng banget tanpa rasa berdosa ataupun bersalah lagi. Sakit banget tau pukulan lo Ndah..."keluh Jessica karena Endah memukul lengannya dengan kencang barusan.


"Gue masih waras kali Jess dan gue begini karena terlalu senang bisa di cintai sama cowok ganteng kaya Babang Jimmy ku sayang itu, ya walaupun dia tuh kaku kaya kanebo kering tapi not badlah ya gak sih? Semua minust yang ada di dirinya gak mengurangi kegantengan dia dimata gue hehehehe...."


"Semoga lu bahagia ya Ndah gue akan ikut bahagia kalau lu bahagia." Ucap Jessica kemudian memeluk tubuh Endah.


"Amiinn..." ucap Endah kemudian membalas pelukan Jessica dengan kembali memeluk Jessica erat.


"Gue harap lu juga bahagia sama Kak Andre Jes dan gue harap lu gak melukai hatinya karena gue tau dia sangat mencintai lu,"


"Heemm... itu udah pastilah kan gue bukan cewek penebar cinta kaya lu. Ayolah kita susul Anna dan Bang Leon di ruang makan gue udah laper!" Ajak Endah saat melepas pelukan Jessica.


"Penebar cinta??? Gue ga pernah nebar cinta deh perasaan."


"Udeh gak usah di bajas mending kita sarapan habis itu shopping, lu udah di kasih kartu bimsalabimkan sama paksuami lu itu?"


"Udah, kenapa emang?"


"Bagus deh, ada tiga Bank didalam perjalanan shopping gue kali ini hahahaha..."


"Maksud lu apa Ndah???"


"Maksud gue, gue mau makan laper, gue mau nyimpen amunisi buat shopping nanti,"


"Oooooo...."


Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ruang makan, nampak Anna dan Leon sudah duduk manis menikmati coklat hangat dengan selembar roti selai kacang.


"Mereka sudah berangkat?" Tanya Leon yang menatap adiknya Jessica yang sudah hadir di ruang makan.


"Sudah Bang, tadi Kak Andee titip pesan untuk pamitin dirinya ke Bang Leon dan Anna " jawab Jessica singkat.


"Hemm begitu, ya sudah kamu lekas sarapan, minum susu coklat dan roti selai stawberry yang sudah di buatkan Anna untuk mu, Andre sengaja membawa sendiri susu coklat kesukaan mu itu dari negara kita karena khawator disini akan sulit menemukan merek susu kesukaan mu ini disini, setelah kamu habiskan sarapan mu bersiap-siaplah kita akan pergi berjalan-jalan. Endah sarapan yang cukup jangan sampai teriak lapar di tengah jalan nanti,"


"Baik Bang,"jawab Jessica dan Endah bersamaan.


"Anna makasih ya... calon kakak ipar ku yang satu ini memang baik hati sekali, maaf ya sudah repot-repot membuatkan aku susu dan roti selai stawberry hanya untuk ku," Jessica berbicara begitu manis sambil berjalan menghampiri Anna dan mencium pipi sahabatnya itu.


"Sama-sama Jess,ayo cepat makan dan habiskan!Hari ini omongan lu manis banget sama gue,"pinta Anna pada Jessica.


"Aishhh... Ann dia ngomong manis karena lu buatin dia susu kesukaannya coba kalau nngak, ya ga mungkin dia ngomong semanis itu, lagian lu mau-maunya di cium orang yang belum mandi Ann, bau naga tau Ann mulutnya dia,"ucap Endah meledek Jessica, sebenarnya ia cemburu Jessica hanya mencium Anna makanua dia mengejel Jessica seperti itu.


"Enak aja gue udah mandi dan gosok gigi Ndah, coba sini cium gue... gue wangi nih... suami gue aja tadi gue cium gak bilang gue bauu... emang lu ya paling-paling klo menghina gue..." Jessica mendekati Endah dan memaksa mencium pipi Endah seperti ia mencium pipi Anna barusan.


Endah berusaha menolak walaupun hatinya ingin, dengan sekuat tenaga Jessica memaksa mencium Endah.


"Bang Bantuin," pinta Jessica begitu saja dan Leon pun membantu Jessica memegangi Endah.


"Bang jangan,,,, ahhh curang dua lawan satu... abang awas ya nanti Endah balas,"dan akhirnya Jessica pun berhasil mencium basah seluruh wajah Endah dan setelah itu Jessica membuka mulutnya selebar mungkin di depan hidung Endah dan "HAH, wangi kan?"

__ADS_1


"Aaaaa bau naga..."


"Enak aja wangi tau,"


"Aaa....siapapun yang ada disini tolong aku...aku di cium paksa Nyonya muda Andre dan Tuan muda Leon bersekongkol dengannya...Aaaaa Babang Jimmy tolong aku wajahku sudah tak virgin lagi tolong...Ada Naga betina yang kegatelan menciumi ku," pekik Endah yang membuat Jessica, Leon dan Anna tertawa.


Endah terus mengusap wajahnya dengan kesal, ia menghapus bekas di cium Jessica dengan beberapa tisu karena Jessica mengecup basah wajah Endah membuat wajah Endah sedikit basah dengan liur Jessica.


"Jessica wajah gue jadi bau jigong lu tau,,, gue kan habis skin care-an,"


"Itu gue tambahin skin care alami dari gue Ndah di jamin muka lu halus dan wangi,"


"Wangi apa? Wangi jigong lu, amit-amit istri pengusaha nomor satu jigongnya bau naga banget,"


"Masa sih? Bang ayo lagi! Kayanya dia masih mau lagi,"


"Nggak jangan! Bang please udah jangan nanti cantik Endah luntur Bang!" Ucap Endah memohon namun keisengan Jessica dan Leon tak bisa dihentikan.


Setiap Endah sudah berhasil mengeringkan wajahnya. Jessica dan Leon mengedipkan matanya satu sama lain kemudian kembali melancarkan aksinya berulang-ulang kali.


Karena kesal, Endah pun membalas mengecup basah wajah Jessica setelah itu dia memukul-mukul tubuh Leon yang bersembunyi di balik badan Anna.


"Au... sakit Ndah, kamu memekul abang sekuat tenaga mu,,,tadi Abangkan ga mukul cuma bantu megangin kamu aka,"


"Biarin... rasakan pembalasanku karena sudah mengerjaiku dengan adik lak.nat mu itu Bang...,,"


"Anna sayang tolong abang tercintamu ini,,, sakit sekali pukulan Endah," Leon mengadu pada Anna meminta Anna menghentikan Endah memukulinya.


"Endah sudah cukup! Cepat habiskan sarapan mu! Kita akan segera pergi berbelanja. Jika kamu tidak mau berhenti dan menghabiskan sarapan mu, siap-siap saja ucapkan say good bye pada tas dan sepatu incaran mu itu," ancam Anna pada Endah untuk menghentikan aksinya. Benar saja apa yang di ucapkan Anna seketika membuat Endah menghentikan aksinya dan menjadi penurut.


"Aaaa... jangan Ann... ok-ok aku akan segera habiskan sarapanku," sahut Endah ketakutan tak dibelikan barang-barang incarannya, ia pun kemudian segera kembali duduk ke kursinya untuk menghabiskan sarapannya yang lain daripada yang lain, ia di siapkan satu piring nasi goreng dengan dua telur mata sapi.


*


*


*


Di kota J


Bagas terlihat sibuk dengan ponsel miliknya. Dia tengah mengirimkan pesan kepada Suci istrinya. Dia mengabari kabar buruk yang menimpa putra bungsunya.


Tidak seperti kemarin-kamarin, Suci yang biasanya tidak mau menanggapi pesan ataupun telepon dari Bagas hari ini ketika membaca pesan dari Bagas segera menghubungi Bagas.


"Dad, kau serius dengan kabar yang kau kirimkan barusan pada ku?" Tanya Suci begitu khawatir.


"Ya Mom, aku sekarang sedang berada di rumas sakit menunggu putra kita,"jawab Bagas dengan suara yang sendu dan lemah.


"Fabian putra ku...." jerit tangis Suci diiringi isak tangisnya.


"Segeralah kesini Mom, jangan sampai kamu menyesal tidak menemui putra bungsu mu, akuilah segala dosa mu padanya sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya," pinta Bagas dengan suara yang lirih dan bergetar.


"Aku akan segera kesana Dad, tunggu aku," ucap Suci kemudian menutup sambungan teleponnya dengan Bagas begitu saja.


Sedang di pulau K, Adam dan Ferdy tengah menunggu kehadiran Ferry ayah angkat Endah keponakannya di sebuah Restauran Mewah bernuansa klasik.


"Kurang ajar sudah dua jam aku di buat menunggu olehnya," umpat Adam yang kesal karena dibuat menunggu oleh Ferry.


"Sabar Tuan, mungkin sekarang Tuan Ferry sudah dalam perjalanan,"


"Kalau sampai dia mempermainkan ku eksekusi keluarganya yang ada di kota J tanpa tersisa Fer,"


"Baik Tuan, tapi..."


"Tapi apa Fer?"


"Tapi Tuan Ferdy masih ada hubungan kekerabatan dengan Tuan Brata Kusuma,"


"APA??? Sialan betul dia, pantas saja dia berani-beraninya membuatku menunggu seperti ini. Tapi kita lihat saja nanti Fer, Brata Kusuma sudah jadi Besan keluarga ku, aku akan mencari titik kesalahan mu dimata keluarga Brata Kusuma. Dengan begitu aku bisa leluasan menghancurkan mu hingga berkeping-keping karena kesalahan fatal mu yang telah membesarkan keponakanku tanpa kasih sayang," Tutur Adam dengan penuh emosi kemudian membanting gelas yang ada di tangannya ke arah pintu masuk.


Tak berapa lama setelah gelas itu jatuh tepat di daun pintu ruangan VVIP, Ferry pun masuk ke dalam ruang VVIP dimana Adam dan Ferry tengah menunggunya. Tak sengaja sepatu Ferry menginjak pecahan gelas yang di lempar oleh Adam tadi.


"Waw... rupanya Tuan besar kita sedang mengamuk.." sindir Ferry sambil berjalan menghampiri Adam dengan wajah yang masam.


"Cukup lama aku menunggu mu, darimana saja kau? Kau pikir aku punya banyak waktu untuk menunggu mu hah?!" Ucap Adam kesal dengan nada yang meninggi.


"Tenanglah Tuan Adam, jangan gunakan emosimu jika ingin bicara dengan ku, bukankah kau yang meminta ku untuk menemuimu?"


"Ya memang aku yang meminta mu menemuiku tapi tolong hargai waktu ku dengan datang tepat waktu." Ucap Adam dengan wajah yang datar.


"Ok, maafkan aku Tuan Adam yang terhormat, jadi langsung saja pada intinya, untuk apa Anda meminta ku untuk menemui mu? Apa Anda menemuiku untuk melakukan negosiasi mengenai Endah?" Ucap Ferry yang membuat Adam menyeryitkan kedua alisnya.

__ADS_1


__ADS_2