
"Endah apa yang kau lakukan pada partner ranjangku hah?" Ucap Diego yang tiba-tiba datang dengan amarahnya menghampiri Endah.
Diego kembali membuka lakban penutup mulut Endah dengan kasar hingga membuat Endah untuk kali kedua meringis kesakitan.
"Sssss...au sakit sialan " umpat Endah yang meringis kesakitan untuk kali kedua.
"Sakit kau bilang, ini tidak lebih sakit dari yang kau perbuat pada Cynthia, bodoh!" Ucap Diego yang menatap nyalang wajah Endah.
"Dasar pangeran kampus tak tahu malu, aku hanya bermain-main saja dengan partner ranjangmu itu, kenapa hah? Kamu tidak terima aku membuatnya jadi seperti itu hah? Kau jadi tidak bisa bermain-main dengan tubuh indahnya lagi bukan? Pasti tulang-belulangnya sudah remuk sekarang. Kau benar-benar menjijikan Diego. Setelah terhempas oleh adikku Jessica, ternyata kau jatuh juga kepelukan wanita murahan itu. Hati-hatilah Diego, kau salah telah bekerja sama dengan wanita licik seperti Cynthia. Pasti dia hanya akan memperalatmu demi mencapai tujuannya. Dia hanya ingin memanfaatkan kebodohan mu." Tutur Endah yang seketika membuat Diego terdiam. Sejenak ia berfikir dengan semua yang dikatakan Endah.
Entah mengapa dia malah begitu marah ketika melihat Cynthia di gendong para pengawal dalam keadaan terluka dan tak sadarkan diri karena ulah Endah. Apa dia mulai merasakan benih-benih cinta karena seringnya mereka menghabiskan waktu bersama bahkan berbagi peluh bersama di dalam ranjang yang sama.
Pandangan Diego beralih dari Endah ke Jessica. Jessica menatap penuh jijik wajah Diego yang ada di hadapannya.
"Jessica..." Panggil Diego yang menatap sendu Jessica yang tengah hamil duduk terikat dengan sebuah kursi.
"Apa ikatan ini sakit sayang, aku akan melepaskan mu, tunggulah sebentar aku akan melepaskan mu!" Ucap Diego yang kemudian sebuah tangan meremas bahunya dengan kuat.
Remasan tangan itu seakan melarang dirinya untuk melepaskan gadis pujaan hatinya itu.
"Jangan bodoh Diego! Kita sudah sepakat kau akan mendapatkan gadis impianmu setelah aku menyelesaikan urusan ku dengan keluarganya." Ucap wanita tua yang tak lain adalah Suci yang baru saja mencengkram bahu Diego.
__ADS_1
"Tapi Omma kasian sekali Jessica, dia sedang hamil besar, posisi duduk seperti ini sangat tidak nyaman dia rasakan Omma." Protes Diego. Yang membuat Suci mendengus.
"Biarkan saja dulu Diego, ingat perjanjian kita. Jika kau mengingkarinya kau tak akan mendapat dia." Ancam Suci pada Diego yang seketika membuat Diego terdiam.
Nico dan Lestari menatap penuh kebencian ke arah Suci.
Tap...tap...tap [Suara langkah kaki Suci mebelah kesunyian]
"Apa kabar Nico? Apa kau baik-baik saja setelah semua ini terjadi pada keluarga kecilmu?" Sapa Suci yang kemudian membuka lakban penutup mulut Nico.
"Apa yang kau rencanakan pada keluarga ku Tante? Kenapa kau sekap dan culik kami?" Tanya Nico berapi-api.
"Rencana ku adalah menghancurkan keluargamu Nico. Kau dan Mommy mu sama saja. Kalian berdua sudah menghancurkan masa depan orang-orang yang ku sayangi dengan rasa tanpa dosa dan bersalah sedikitpun. Hari ini aku akan mengakhiri hidupmu, istrimu dan juga putri mu Endah di hadapan Mommy dan Daddymu. Aku akan kembali membuat Mommy mu depresi dan berakhir dengan kematian. Seperti Kakak lelakiku yang depresi karena ditinggal menikah oleh Mommy mu. Aku yang selama ini dekat dengan Daddymu tapi Daddymu malah lebih memilih menikah dengan Mommy mu. Aku tidak terima dengan semua ini." Tutur Suci yang membuat mereka terkejut.
"Hatimu sangat kotor Tante, kau biarkan keluarga kecilku yang tak berdosa menjadi ajang dirimu membalas dendam pada Mommy ku dan diriku."
"Aku tak perduli bersalah atau tidak, yang terpenting apa yang diinginkan hatiku untuk melihat Mommy mu menderita terlaksana ha hahahahaha...." Balas Suci dengan tawanya yang tidak lucu.
"Tawanya benar-benar buruk, seburuk hatinya cihh.." umpat Endah.
"Berharap banget dia ketawa terus kesedak dan mati." Batin Jessica yang melirik penuh arti wajah Mommy Fabian itu.
__ADS_1
"Kau sudah gila Tante!" Umpat Nico dngan suaranya yang meninggi.
"Ya memang aku sudah gila. Aku bisa seperti ini karena Mommy dan juga dirimu dan sekarang putrimu Jessica. Dia menolak lamaran ku untuk putra kesayangan ku Fabian, karena Dia terus menolak akhirnya mantan istri sialan itu datang kembali di kehidupan putraku. Sudah susah payah dulu aku mengusirnya keluar dari hidup putraku dan sekarang wanita sialan itu kembali tapi sayang kembalinya dia membuatku harus menghabisinya bersama dengan ketiga anak-anaknya." Balas Suci yang membuat mereka semua terkejut.
"Apa?? Nyonya Suci sudah membunuh Istrinya Om Duda dan ketiga anaknya. Benar-benar wanita yang kejam. Dia benar-benar sudah tidak waras. Untung banget dulu aku nolak lamaran dia kalau gak aduh gimana nasibnya aku sekarang? Mungkin udah dijadiin perkedel sama dia." Batin Jessica.
"Ini Omma-Omma gak tahu diri banget udah bau tanah malah jadi Malaikat maut buat orang-orang gak bersalah. Pantas nih kalau di tembak mati duluan. Hadeehh lama banget si Babang Jimmy jadi superhero orang lain aja cepet giliran jadi superhero istri sendiri dah kaya keong lama banget datangnya. Setelah semua ini selesai, gue pastiin si Babang akan dapat pelajaran berharga dari gue hemmm..." Batin Endah yang mengumpati Suci yang kemudian malah mengumpati suaminya.
"Kenapa apa kalian terkejut humm??? Aku tidak lebih sadis dari keluarga mu Nico. Lihatlah! Apa yang dilakukan Adam Kakakmu dan menantu mu Jimmy kepada Ferry,Ayah biologis Cynthia." Ucap Suci kepada Nico dengan menunjuk seseorang yang berjalan menghampiri mereka dengan kursi roda elektrik yang bisa digerakkan dengan sentuhan mulut.
Semua mata tertuju pada Pria yang duduk di kursi roda itu.
"Gue kira dia udah koit ternyata masih hidup." Gumam Endah di dalam hatinya, ia menatap malas orang yang duduk di kursi roda itu.
"Lihatlah Nico! Mereka tidak membunuh Ferry secara langsung mereka memberikan penderitaan yang panjang pada Ferry, apa itu tidak lebih sadis dari diriku hah? Ferry hanya hidup bergantung dengan kursi rodanya. Dia lumpuh dan tak bisa lagi berbicara karena Jimmy menantu mu sudah meminta tim Dokter untuk memotong lidahnya." Tutur Suci yang memegangi kepala Nico agar ia tetap memandangi wajah Ferry.
Dan tak lama dari keluarnya Ferry, Melani datang dengan mendorong sebuah kursi roda yang berisi Cynthia di dalamnya. Ia mengenakan gaun yang baru, wajahnya sudah terlihat cantik kembali.
"Fix, nih keluarga minta di bantai."Umpat Endah yang kemudian membuang pandangannya.
Saat ia membuang pandangannya tak sengaja sosok yang ia cari dan ia tunggu-tunggu ada diujung sana sedang berjongkok sendirian dengan pistol di kedua tangannya.
__ADS_1
"Suami Aneh, bukannya bebasin istrinya malah jongkok disana kaya orang ilang." umpat Endah dengan mata melotot kearah sang Suami.