Cinta Jessika

Cinta Jessika
Teguran Ayah


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Nico.


Cynthia bangun lebih awal dari biasanya, Dia terlihat berbicara serius dengan Nico ayahnya di meja makan, tempat dimana Nico menyeruput kopi buatan istrinya Lestari. Nico dibuat manggut-manggut mendengar cerita Cynthia tentang kejadian semalam. Nico tidak mengetahuinya karena dia sudah tertidur kala kejadian itu terjadi. Di depan Cynthia Nico memasang wajah santai seakan tidak terlalu mempermasalahkan kejadian semalam yang di ceritakan Cynthia.


Leon yang baru keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapih memandang penuh curiga melihat Cynthia berbicara begitu serius pada Ayahnya.


Menyadari kehadiran Leon dan mendapatkan tatapan penuh curiga. Cynthia akhirnya menyudahi pembicaraannya dengan Nico. Ia berlalu ingin masuk ke dalam kamarnya. Ia berjalan melewati Leon dengan santainya. Namun saat tubuhnya melewati Leon, Leon mencengkram kuat lengan Cynthia.


"Apa yang kau bicarakan dengan Ayah, apa kau sedang mengadu tentang kejadian semalam pada Ayah, KATAKAN!" ucap Leon dengan tatapan yang tajam seperti tatapan singa yang lapar ingin menyantap mangsanya.


"Bukan urusan mu Bang" jawab Cynthia membuang pandangannya ke samping.


"Kalau kau benar mengadu pada Ayah dan membuat Ayah marah pada Jessica. Kau dalam masalah besar Cynthia!" ucap Leon penuh penekanan.


"Apa maksud mu bang?" tanya Cynthia.


"Maksud ku, dengan sikap mu seperti ini terus menerus pada Jessica, sama saja kau sedang menggali kuburanmu sendiri, berubahlah Cynthia aku tidak mau sesuatu yang buruk akan terjadi padamu" ucapan Leon membuat Cynthia tak paham, namun kata-kata Leon mampu membuat Cynthia ketakutan.


"Bang, aku tidak mengerti sama sekali maksudmu Bang" ucap Cynthia lagi.


"Kau berhasil menghancurkan hubungan Jessica dengan Leon, kau berhasil membuatnya terpuruk tapi sekarang apapun upaya mu untuk menyakiti adikmu sendiri tidak akan pernah berhasil Cynthia malah akan menjadi bom waktu untuk mu, berubahlah dan jangan pura-pura tidak mengerti. Orang yang semalam kau lihat bicara denganku bukan orang sembarangan Cynthia. Dia bisa menghancurkan mu seperti butiran debu jika kau coba-coba menyakiti Jessica meskipun kau adalah kakak perempuannya. Camkan baik-baik kata-kata ku!" ucap Leon pada Cynthia. Setelah menyelesaikan ucapannya Leon melepaskan cengkraman tanganya di lengan adiknya itu lalu pergi duduk bersama dengan ayahnya di kursi meja makan.


"Mengapa kata-kata Bang Leon begitu menyeramkan. Bagaimana ini mana aku sudah terlanjur bicara sama ayah. Matilah aku!" batin Cynthia.


Cynthia masuk kedalam kamarnya, berbarengan dengan Jessica yang baru keluar dari kamarnya. Cynthia menatap wajah Jessica yang sembab seperti habis menangis semalaman. Jessica tidak memperdulikan tatapan Cynthia Ia lebih memilih mengabaikannya dan tidak menyapa kakak perempuan yang tidak menyukainya itu. Dia melangkahkan kakinya keruang makan bergabung dengan Nico dan Leon.


"Selamat pagi Ayah, selamat pagi Bang" sapa Jessica ketika menggeser kursi di meja makan.


"Ibu mana Ayah?" tanya Jessica pada Nico.


"Di kamar mandi." jawab Nico singkat.


"Kamu pulang jam berapa semalam?" tanya Nico pada Jessica.


"Ayah bertanya pada ku atau bertanya pada bang Leon?" tanya Jessica yang tidak mengerti ayahnya sedang bertanya dengan siapa karena tidak menyebutkan nama diawal kalimatnya.

__ADS_1


"Ayah bertanya pada mu Jessica." jawab Ayah dengan menatap tajam wajah anaknya itu.


"Aku pulang sudah larut ayah sekitar jam 11 malam." jawab Jessica jujur.


"Darimana kamu pulang sampai selarut itu? Ayah rasa tidak ada perusahaan yang memperkerjakan karyawan part time seperti mu sampai selarut itu." ucap Nico dengan nada yang meninggi.


"Kemarin aku tidak bekerja ayah. Aku dan abang habis melakukan foto bersama di Claudia Boutique bersama kedua sahabatku. Pulangnya aku makan dulu bersama teman-temanku karena jalanan begitu padat kemarin aku jadi sampai rumah jam segitu." jawab Jessica dengan jujur.


"Kenapa wajahmu sembab seperti itu, apa kamu menangis?" tanya Nico mengomentari wajah Jessica.


"Iya ayah." jawab Jessica menunduk.


"Apa kau menangisi kejadian semalam?" tanya Nico lagi, Jessica terkejut Nico mengetahui tentang kejadian semalam.


"Iya Ayah." jawab Jessica dengan menundukan wajahnya menghiindari tatapan tajam dari Nico.


"Brugh.." suara meja makan dipukul keras oleh Nico.


"Ayah sangat kecewa pada mu. Kenapa bisa sampai ada keributan didepan rumah kita? Kamu membuat ayah malu Jessica. Seharusnya kamu tidak mengobral cinta mu itu. Apa kamu bangga di perebutkan oleh mereka hah? Kamu senang mereka berkelahi karena mu?" tanya Ayah bertubi-tubi dengan nada yang meninggi.


"Leon, kenapa kamu malah ikut berkelahi bukannya memisahkan mereka? Kamu tidak malu dengan tetangga hah?" tanya Nico pada Leon dengan menatap tajam pada Leon yang sedang menyeruput kopi yang ada di tangannya.


"Aku hanya menjalankan tugasku sebagai seorang kakak yang melindungi adiknya dari pria yang tidak baik, persetan dengan tanggapan tetangga Ayah" jawab Leon santai.


"Apa maksud mu Leon, Fabian itu orang yang baik kenapa kamu bicara seperti itu? Kita itu hidup bertetangga Leon. Utamakan rasa malu mu itu." tanya Nico pada anak laki-lakinya itu.


"Atas dasar apa ayah mengatakan Fabian itu baik? Ayah tidak mengenalnya dan ayah tidak pernah menyelidiki siapa yang dekat dengan anak perempuan Ayah. Ayah tidak pernah bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada anak-anak ayah. Apa yang mereka alami diluar sana? Ayah hanya sibuk dengan dunia ayah sendiri dan ayah lebih memilih sibuk menanggapi omongan para tetangga daripada menanggapi perasaan anak-anak ayah." ucap Leon dengan nada yang meninggi


"Leon jaga ucapan mu!!!" bentak Nico.


"Ayah, Abang cukup jangan diteruskan. Aku yang salah maafkan aku. Karena aku kalain jadi bertengkar." pinta Jessica kepada keduanya.


"Diam kamu Jessica! Memang semua ini karena kesalahan mu. Bisakah kamu tidak membuat masalah dirumah ini? Kamu lihat sekarang Cynthia hamil karena ulah mantan pacar kamu! sekarang Leon berani melawan Ayah juga karena dia membela mu. Semua selalu berkaitan dengan kamu. Kamu biang masalah di keluarga ini sekarang." bentak Nico, ia menyalahkan semuanya pada Jessica.


Jessica menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika mendengarkan ucapan Nico kepadanya. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia melenggang pergi tanpa menyentuh sarapan yang disediakan ibu untuknya. Segelas susu coklat hangat adalah sarapan wajib bagi Jessica, yang tak pernah terlewatkan dan hari ini harus terlewatkan olehnya karena keributan yang didalangi oleh Cynthia.

__ADS_1


Leon melirik gelas susu yang belum tersentuh oleh Jessica. Lalu Leon beranjak berdiri dari duduknya mengejar langkah Jessica. Ia tahu betul saat ini adiknya sangat membutuhkannya.


"Tidak seharusnya ayah berkata seperti itu pada Jessica, ayah hanya menambah luka di hatinya. Entah apa yang Cynthia katakan pada ayah, hingga Ayah bisa seperti ini" ucap Leon pada Nico sebelum dia berlalu pergi meninggalkan Nico yang berdiri mematung. Nico menjatuhkan dirinya duduk kembali ke kursi.


Leon mengejar Jessica yang berlari keluar dari rumah. Leon menarik tangan Jessica menghentikan langkah kaki Jessica.


"Kamu mau kemana?"tanya Leon pada Jessica.


"Aku mau pergi kerja bang." jawab Jessica.


"sepagi ini? kamu masih mau bekerja di perusahaannya setelah kejadian semalam?" tanya Leon heran pada adiknya.


"Aku terikat kontrak kerja bang, aku harus menyelesaikan kontrak kerja ku bang." jawab Jessica.


"Baiklah abang akan mengantar mu. Mulai hari ini Abang yang akan mengantar jemputĀ  mu. Abang tidak akan membiarkan kamu berangkat sendiri ataupun dijemput oleh orang lain apalagi Fabian." ucap Leon pada Jessica. Leon menggandeng tangan adiknya untuk masuk kedalam mobilnya. Mereka berangkat bersama dan melewatkan jam makan pagi mereka. Karena mereka tidak menyentuh sama sekali masakan ibu yang sudah tersedia di meja makan.


Ibu yang baru keluar dari kamar mencari keberadaan kedua anaknya.


"Leon sama Jessica mana Ayah?" tanya Lestari pada suaminya.


"Sudah pergi" jawab Ayah singkat, wajahnya ayah terlihat kusut.


"Kenapa sudah pergi tanpa sarapan terlebih dahulu? Ibu sudah capek-capek masak tapi tidak di makan, haduhh Jessica juga belum meminum susunya pasti dia akan lemas seharian tanpa minum susu." keluh Lestari.


"Sudahlah bu biarkan mereka pergi. Meka itu sudah dewasa jangan selalu terus memanjakan mereka." ucap Nico dengan wajah kusutnya.


"Apa yang terjadi ayah kenapa wajah ayah terlihat kusut seperti itu?" tanya Lestari namun Nico yang ditanya malah melenggang pergi keluar rumah.


"Ayah habis memarahi Jessica bu karena kejadian semalam, dan ayah habis bertengkar dengan Bang Leon" Cynthia menjawab pertanyaan Lestari pada suaminya. Sebenarnya Lestari juga melihat keributan itu semalam dibalik Jendela kamarnya. Namun Lestari memilih untuk diam karena dia percaya pada Leon anak laki-laki satu-satunya itu bisa menyelesaikan masalah yang di alami adiknya Jessica.


"Apa kamu yang memberitahu ayah tentang kejadian semalam Thia?" tanya Lestari pada Cynthia.


"Iya bu. Aku yang memberitahu ayah." jawab Cynthia tanpa rasa bersalah.


"Kenapa kamu lakukan itu Cynthia? seharusnya biar ibu saja yang menyampaikan pada Ayah mu, kamu tidak ada habisnya menyakiti adik kamu sendiri Cynthia. Ibu tak habis fikir dengan mu. Tega sekali kamu Cynthia. Kau benar-benar membuat ibu kecewa," ucap Lestari kemudian meninggalkan Cynthia seorang diri diruang makan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2