
Andre yang kembali ke Apartemen dibuat terkejut dan terpana dengan penampilan Jessica. Ia sampai berdiri mematung di muka pintu. Melihat wanita yang dicintainya tampil begitu anggun cantik dan mempesona.
"Kak mau sampai kapan kamu terus berdiri mematung seperti itu disana? Cepatlah bersiap-siap kami sudah lama menunggu mu!" ucap Anna yang kesal karena Andre hanya berdiri mematung dan terus memandang wajah Jessica.
"I...iya aku akan segera bersiap, tunggu sebentar" ucap Andre yang menjadi gugup karena rasa takjubnya melihat penampilan Jessica.
Andre lekas berlari menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya. Ia bersiap mengganti pakaiannya dengan setelan Jas yang sudah di pilihkan Anna pada waktu lalu di Claudia Boutique. Setelah mengganti pakaiannya. Andre menelpon Jimmy assiten sekaligus sahabatnya itu.
"Tut...tut..." suara nada memanggil.
" Hallo Jim, dimana posisi mu Jim?" tanya Andre langsung pada intinya.
"Di apartemen saya Tuan, saya baru saja ingin ke unit apartemen Tuan" jawab Jimmy dengan suaranya yang datar.
"Oh... baguslah, Kau bawalah Endah bersama mu, aku tidak mau diganggu dengan ocehannya yang membuat kepala ku pusing." ucap Andre meminta Jimmy membawa Endah bersamanya.
"Baik Tuan" Jimmy menerima perintah dari Tuannya itu. Setelah mendengarkan jawaban Jimmy, Andre segera menutup panggilan teleponnya. Andre kemudian menelepon seseorang lagi. Ya kali ini dia menelepon calon kakak iparnya, siapa lagi kalau bukan Leon.
"Tut...tut..." suara nada memanggil
"Hallo Leon, Dimana posisi mu sekarang?" tanya Andre pada Leon di ujung teleponnya.
"Di depan pintu apartemen mu" jawab Leon singkat kemudian mematikan panggilan teleponnya begitu saja.
"Aaishhhh.... Dia memang benar-benar menguji kesabaran ku, baru kali ini ada yang berani bersikap seperti ini pada ku" ucap Andre kesal.
Ia berlari menuruni anak tangga berjalan dengan cepat kearah pintu masuk. Membuat ketiga wanita yang duduk di ruang tv terheran-heran kenapa Andre berlarian di dalam unit apartemennya. Andre membuka pintu apartemennya. Ia melihat Leon yang sedang berdiri di muka pintu dengan tatapan yang sulit di mengerti.
"Masuklah Leon, kita tunggu Jimmy sebentar saja" ucap Andre dengan senyum ramahnya, meskipun senyum itu tidak dibalas oleh Leon, Andre tetap tersenyum semanis mungkin dihadapa calon kakak iparnya itu.
Leon masuk kedalam apartemen. Netranya berhenti dan mengagumi pesona kecantikan Anna. Anna dan Leon saling memandang satu sama lain.
"Cantik" ucap Leon dengan suara pelannya.
"Duuh, jantung gue mau copot nih di liatin doi kaya gitu" batin Anna.
"Bang..." Jessica berlari menghampiri Leon.
"Apa kamu sudah meminum obat mu siang ini?" tanya Leon ketika Jessica sudah ada di hadapannya.
"Sudah Bang" jawab Jessica.
"Bagus" ucap Leon singkat.
Andre menghampiri Leon dan memberikan sebuah kunci mobil padanya.
"Pakai ini mulai hari ini, ini titipan dari seseorang yang akan kau temui malam ini" ucap Andre ketika memberikan kunci mobil pada Leon. Leon menerimanya dan memasukkan kunci mobil itu kedalam saku celananya tanpa sepatah kata apapun.
"Kau bawa adik ku Ana bersama mu, aku hanya ingin berdua saja dengan adik mu" ucap Andre kemudian merangkul bahu Jessica.
__ADS_1
"Ayo sayang kita berangkat" ajak Andre pada Jessica yang terus menatap Leon penuh tanda tanya.
"Kau ingin menemui siapa malam ini Bang, kenapa orang itu sampai memberikan mobil pada mu?" batin Jessica.
"Kak Andre, kalau Ana bersama Bang Leon dan Kak Andre hanya mau berdua dengan Jessica. Lalu aku dengan siapa Kak?" tanya Endah yang mulai di tinggal kedua sahabatnya itu.
"Bersama Jimmy" jawab Andre singkat.
Andre membuka pintu apartemennya dan didapatinya Jimmy yang hendak menekan tombol bell.
"Lama sekali kau Jim, Endah sudah menunggu mu di dalam" ucap Andre pada Jimmy
"Maaf Tuan sudah membuat Anda menunggu saya" ucap Jimmy yang segera membungkukkan tubuhnya sebagai permohonan maaf.
Andre tidak menjawab permohonan maaf Jimmy, ia berjalan berlalu begitu saja bersama Jessica.
Jimmy melihat penampilan Ana yang begitu cantik, seksi dan mempesona berjalan melewatinya hingga ia sampai tak berkedip dibuatnya. Rasa sesak di dadanya muncul begitu ia menyadari kehadiran Leon disamping Ana. Jimmy melihat Leon berjalan berdampingan dengan Ana dan menggandeng tangan Ana begitu erat. Jimmy memperhatikan rona bahagia di wajah Ana bisa berjalan bergandengan dengan pria yang ia cintai.
"Mata kondisikan mata" ucap Endah pada Jimmy yang terus menatap punggung Ana dan Leon yang sudah berjalan mendahuluinya. Jimmy menatap Endah yang berdiri dihadapannya dengan penampilan yang tak kalah cantik dengan kedua sahabatnya itu.
"Kamu cantik hari ini burung pipit" ucap Jimmy memuji kecantikan Endah.
"Ck.. kamu juga ganteng sekali hari ini kanebo kering" ucap Endah memuji penampilan Jimmy hari ini.
Mereka berenam pun berangkat ke Hotel Grand Adam dengan menggunakan tiga mobil sedan mewah keluaran Eropa. Mereka berjalan berpasang-pasangan.
Kini mereka sudah sampai di lobby Hotel Grand Adams, Mereka berenam menjadi pusat perhatian orang disekitar mereka. Seseorang wanita datang menghampiri Anna memberikan tiga topeng pesta kepada Anna.
"Pergilah aku dan kedua sahabatku akan memakainya nanti ketika sudah di dalam ballroom" ucap Anna meminta Susi untuk segera pergi dari hadapannya. Ia tidak menyukai setiap wanita yang memandangi Leon dengan tatapan memuja seperti yang dilakukan Susi barusan sehingga ia segera mengusirnya.
"Sayang masuklah kedalam dengan Anna dan Endah, Aku Leon dan Jimmy ada urusan sebentar" ucap Andre pada Jessica kemudian mencium kening Jessica sekilas lalu pergi berlalu begitu saja tanpa menunggu tanggapan Jessica. Melihat Andre melangkahkan kakinya pergi Leon dan Jimmy mengikutinya dari belakang.
"Mereka mau kemana ya? kok gue curiga" ucap Jessica pada kedua sahabatnya.
"Lu ga denger tadi pangeran lu bilang apa, ada urusan sebentar" ucap Endah dengan nada sinisnya.
"Iiiishh... itu gue tau, maksudnya gue urusan apa gitu?" ucap Jessica kesal menanggapi perkataan Endah.
"Ck.. gak mungkin kan mereka bertiga main pedang-pedangan" ucap Endah sambil tersenyum penuh arti.
"Endah lu pasti lagi mikir mesum" Tebak Jessica.
"Hahahaha tau aja lu" ucap Endah dengan tawanya.
"Eh, Ann lu kenapa diem aja kaya orang kesambet?" tanya Endah yang melihat Anna hanya diam membisu.
"Gue kok deg-degan ya pas udah nyampe sini, gue kaya ngerasain sesuatu tapi apa ya gue nggak ngerti?" ucap Anna yang memegangi dada kirinya.
"Nah loh... jangan-jangan lu kena serangan jantung Ann, gara-gara tadi lu digandeng sama Abang Singa" ucap Endah menakut-nakuti Anna.
__ADS_1
"Eh Ann, lu serius suka sama Abang gue? kalau beneran serius, la ada kesempatan nih Ann, soalnya Abang gue udah bubaran sama Kak Kiara, gue baru tau tadi pagi pas dia mau pamit berangkat kerja" ucap Jessica pada Anna, ucapan Jessica membuat Anna tersenyum bahagia.
"Wah... bagus itu, gue doain Ann lu jodoh sama si Abang Singa itu dan bisa menjinakkan kegarangannya. Syukur-syukur lu secepetnya dilamar sama Abang Singa kaya si Cinderella kita tuh" ucap Endah sambil melirik ke arah Jessica.
"Amiin" ucap Anna. Anna kemudian membarikan topeng pesta yang diberikan Susi tadi.
"Pakai ini, terus kita masuk kedalam" ucap Anna. Mereka bertiga pun memakai topeng pesta kemudian melangkahkan kaki menuju ballroom hotel.
Disisi lain disebuah ruang kerja presiden direktur hotel Grand Adam tiga pria tampan dan gagah itu sedang duduk berhadapan dengan Pria tua yang masih segar bugar dan terlihat berwibawa.
Netra Abraham memandangi Leon cucunya, begitu pula dengan Leon.
"Leon cucu ku, aku memanggilmu kemari karena ada yang ingin ku sampaikan pada mu" ucap Abraham pada Leon mengawali percakapannya.
"Ya kek, katakan apa yang ingin kakek sampaikan padaku" ucap Leon menanggapi perkataan Abraham
"Kau adalah satu-satunya cucu laki-laki yang aku miliki, lihatlah aku yang sudah tua dan renta ini. Kau sudah waktunya memegang tanggung jawab meneruskan semua bisnis milik ku, aku tidak meminta kesiapanmu, siap atau tidak siap kau harus menjalaninya" ucap Abraham yang tak ingin di bantah.
"Maaf Kek, tapi....." ucap Leon terhenti karena Abraham langsung memotongnya.
"Tidak ada kata tapi dikamus hidup ku Leon, kalau kau fikir selama ini karirmu berjalan begitu mulus karena hasil kerja keras mu sendiri. Pemikiran itu sangat salah Leon. Aku selalu berada di belakangmu, di balik kesuksesan mu ada campur tanganku, bahkan perusahaan tempat mu bekerja adalah milikku, dan seluruh tetangga yang ada didaerah mu adalah orang-orang suruhan ku, yang ku pinta menjaga ketiga cucu ku dari jauh. Mengantar jemput kalian bertiga tanpa di curigai kedua orang tua mu, membelikan mainan terbaru untuk kalian bermain, mengantarkan makanan-makanan mewah untuk kalian di akhir pekan, Tetangga yang baik hati mengajak liburan disaat hari libur sekolah kalian, dan memberikan kalian beasiswa di kampus pilihan kalian masing-masing bahkan memberikan mu lowongan pekerjaan. Semua bukan kebetulan Leon tapi aku yang mengaturnya. Sampai saat ini aku masih menunggu Ayahmu datang dan memohon maaf pada ku, tapi apa sampai saat ini Ayahmu tak kunjung menemuiku untuk memohon maaf ataupun bertanya aku masih hidup atau sudah mati" terang Abraham pada Leon. Yang membuat Leon tercengang dan diam seribu bahasa.
"Aku sudah mengetahui harga dirimu sudah di injak-injak oleh keluarga Dahlan. Maka dari itu jadilah pewaris tunggal keluarga besar Abraham dan menikahlah dengan wanita yang pantas untukmu, Anastasia. Lamar dia malam ini dihadapan semua orang. Aku yakin lamaran mu pasti diterima olehnya. Jangan khawatirkan tentang restu kedua orang tuanya. Itu akan jadi urusan ku. Fikirkan saja bagaimana cara melamarnya. Ini cincin yang sudah ku siapkan untuk mu melamar Anastasia" Ucap Abraham kemudian menyodorkan kotak cincin ke hadapan Leon.
Deg! Hati Jimmy seakan teriris-iris mendengar Abraham meminta Leon melamar wanita pujaan hatinya.
"Tapi aku tidak mencintainya Kek" ucap Leon seakan menolak permintaan Abraham
"Cinta akan datang ketika kamu sudah terbiasa selalu bersamanya, buka hati mu untuknya, pergilah aku sudah selesai bicara dengan mu" ucap Abraham pada Leon.
"Kau harus membantuku melamar adik sepupu mu itu malam ini, jika kamu tidak mau membantu ku, aku pastikan malam ini jadi malam terakhir kau bisa menemui adikku" ancam Leon di telinga Andre. Suara Leon masih bisa di dengar oleh Jimmy dan juga Abraham.
"Kau memang cucu ku, pandai mengintimidasi orang lain seperti diri ku" batin Abraham
Mereka bertiga keluar dari ruang kerja Abraham dengan wajah yang aneh. Jimmy keluar dengan wajah kusut karena patah hati, Andre keluar dengan wajah tertekan karena ucapan Leon dan Leon keluar dengan wajah yang bingung memikirkan bagaimana cara melamar Anna. Karena dia bukan tipe pria romantis.
Visual Andre.
Visual Leon.
Visual Jimmy.
Visual Fabian.
__ADS_1
bersambung