Cinta Jessika

Cinta Jessika
Sebuah Syarat


__ADS_3

Alan segera membawa Suci keluar dari unit apartemen Andre setelah melihat kondisi Suci yang melemah. Setelah mereka keluar dari unit apartemen Andre. Andre segera menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya yang berada dilantai atas. Ia membuka pintu kamarnya secara perlahan. Andre melihat Jessica tengah berbaring di atas ranjangnya dengan mata yang terpejam.


"Cepat sekali kau tertidur sayang. Mungkin karena pengaruh obat yang kau minum tadi pagi membuatmu jadi mudah tertidur seperti ini. Kamu jangan khawatir sayang aku akan selalu melindungi mu dari siapapun yang ingin menyakiti mu. Akan aku lakukan apapun untuk melindungi mu dan membuat mu terus bahagia bersama ku" ucap Andre yang duduk disamping Jessica yang tengah berbaring di ranjangnya itu.


Andre merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Jessica tak lupa ia memberikan kecupan hangat di kening Jessica.


"Tidurlah sayang sambil kita menunggu pilot yang akan menerbangkan pesawat Jet Pribadi ku datang di Bandara. Ketika aku sudah siap untuk berangkat aku akan membangunkan mu." ucap Andre pada Jessica yang tengah tertidur.


Andre melangkahkan kakinya menuju balkon. Ia membuka pintu balkon dan menutup pintu balkon kembali setelah dia berada di atas balkon. Andre duduk disebuah kursi di temani sebatang rokok yang sedang ia hisap dari tangannya sekarang. Jessica yang ia kira tengah tertidur ternyata sedang pura-pura terpejam. Saat Jessica mendengar suara knop pintu ingin di buka. Jessica buru-buru memejamkan mata. Dari balik tirai Jessica memperhatikan Andre yang tengah mengisap batang rokoknya sambil berbicara di ujung teleponnya.


“Aku butuh bantuan mu Tuan Andre. Anak ku sedang sakit dan terus memanggil Jessica. Izinkan Jessica bertemu dengan anak ku walau hanya sebentar saja. Sebagai obat kerinduan anakku padanya.” ucap Fabian memohon pada Andre di sebrang sana.


“Jika anak mu sakit. Anak mu perlu dokter untuk mengobatinya bukan Jessica. Jessica itu bukan dokter. Jangan coba-coba kau kelabuhi aku Fabian.” Sahut Andre.


“Anakku sudah aku bawa kerumah sakit Tuan Andre. Bahkan aku membawa anakku ke rumah sakit milik keluarga mu. Aku memohon seperti ini pada mu juga karena atas permintaan dokter yang menganjurkan aku untuk mempertemukan anakku dengan Jessica.” Fabian berusaha meyakinkan Andre.


“Baiklah aku akan membawa Jessica kerumah sakit untuk bertemu dengan anak mu tapi dengan beberapa syarat yang akan aku ajukan pada mu. Jika kau tidak bisa memenuhi salah satu syarat yang aku berikan. Jangan harap aku akan mempertemukan anakmu dengan Jessica sampai kapan pun!” ujar Andre.


“Aku akan memenuhi syarat yang akan kau berikan pada ku Tuan Andre. Asalkan kau mau mempertemukan anakku dengan Jessica. Karena saat ini kesehatan anak ku jauh lebih penting dari apapun.” ucap Fabian dengan mantap.

__ADS_1


“Baiklah Fabian. Syarat yang aku ajukan pada mu sangatlah mudah untuk kau penuhi. Syarat yang pertama kau hanya boleh menjadikan Jessica karyawan part time mu dan jam kerja Jessica tidak terikat oleh mu paling lama jam kerjanya hanya 4 jam tidak lebih dan boleh kurang. Setelah dia menghabiskan kontrak kerjanya kau dilarang memperpanjang kontrak kerja dengan Jessica dengan alasan apapun. Kedua biarkan salah satu assitenku menjaga Jessica hingga masuk kedalam perusahaan mu. Beri tempat duduk untuk assitenku disebelah meja kerja Jessica. Ketiga aku tidak mengizinkan kau untuk membawa Jessica pergi ke perkebunan hanya bersama keluarga kecilmu itu saat aku sedang berada di Paris. Keempat kau tidak boleh lagi menyuruh Jessica membuatkan kopi untuk mu dan Kelima jangan pernah kau coba-coba mencari kesempatan untuk merebut Jessica dari ku. Jika kau melanggar syarat yang aku berikan pada mu pasti kau akan tau sendiri akibatnya. Bagimana apa kau sanggup memenuhi persyaratan dari ku?” ujar Andre menjabarkan syarat-syarat yang ia berikan pada Fabian. Fabian mendengar dengan seksama syarat-syarat yang diberikan Andre padanya.


“Iya aku sanggup. Kau bisa pegang kata-kata ku Tuan.” Fabian menjawab kesanggupannya atas persyaratan yang Andre berikan padanya.


“Ok. Aku pegang kata-kata mu Fabian. Tunggulah kedatangan ku dengan Jessica sebentar lagi. Kau harus menunggu kedatangan kami dengan sabar. Karena Jessica baru saja tertidur karena efek obat yang ia konsumsi.” ucap Andre kemudian menutup panggilan teleponnya begitu saja.


Kini Jessica keluar dari kamar berjalan menuju balkon kamar Andre. Ia membuka pintu balkon secara perlahan sehingga Andre tidak menyadari Jessica sudah berdiri dibelakangnya Jessica merangkul tubuh Andre dari belakang dan berbisik di telinga Andre.


“Berhentilah merokok untuk ku! Aku tak mau kau tinggal mati hanya karena sebuah rokok.” bisik Jessica di telinga Andre membuat tubuh Andre meremang. Jessica mengigit pelan telinga Andre hingga membuat tubuh Andre makin meremang dan berdesir. Segera Andre membuang rokok yang ada ditangannya.


“Jangan menggoda ku sayang!” Andre menarik tangan Jessica hingga membuatnya jatuh duduk kepangkuannya.


“Aku tidak menggoda mu Kak. Aku hanya menghukum mu karena sudah mengurangi nyawa mu dengan menghisap rokok itu.” ucap Jessica yang menatap bola mata Andre dengan penuh cinta.


“Kau mau aku berhenti merokok?” tanya Andre yang juga menatap Jessica. Jessica menjawab dengan anggukan kepala. Mengiyaka pertanyaan Andre.


“Baiklah sayang. Apapun yang kau pinta akan aku lakukan hanya untuk mu.” ucap Andre lagi.


“Kak, tadi kau bicara dengan serius di telepon dengan siapa?” tanya Jessica penasaran.

__ADS_1


“Tadi aku menerima panggilan telepon dari Fabian, dia meminta ku untuk membawa mu kerumah sakit tempat dimana anaknya di rawat. Aku akan menemani mu kesana. Kau jangan takut dan khawatir ada aku disamping mu dan mendampingi mu kesana. Mulai hari ini mereka tidak akan memaksakan kehendak mereka lagi pada mu. Percayalah pada ku sayang.” ucap Andre yang melihat raut wajah takut pada Jessica.


“Hmm…Aku percaya pada mu Kak” sahut Jessica. Andre memeluk tubuh Jessica yang berada dalam pangkuannya.


“Kak Andre.” Jessica memanggil nama Andre yang sedang memeluk erat tubuhnya. Andre sedang menikmat aroma yang khas dari tubuh Jessica yang ia hirup.


“Apa sayang?” sahut Andre yang masih memeluk tubuh Jessica.


“Kak, aku ingin bicara tentang teman kantor ku yang bernama Mbak Lina. Apa kau bersedia mendengarnya kak?” tanya Jessica pada Andre yang tak melepaskan pelukannya itu.


“Ceritakan saja sayang! Aku akan mendengarkannya.” jawab Andre yang masih memeluk tubuh Jessica.


“Kak, aku pernah berjanji pada Mbak Lina untuk…” ucapan Jessica terhenti karena Andre memotongnya.


“Untuk memtraktir bakso di depan perusahaan Fabian dengan gerobak-gerobaknya. Bukan begitu janji mu padanya sayang? Aku akan menepati janji mu padanya besok. Dia sudah bisa menikmati bakso itu sampai kenyang esok hari. Orang-orang ku akan mengurus segalanya. Kau tidak perlu repot-repot mengurusnya. Dan ini! Peganglah ini untuk membeli keperluan mu selagi tak ada aku di negara ini.Pinnya adalah hari kelahiranmu. Aku juga sudah meminta seseorang untuk mendesain kamar tidur mu atas persetujuan Ayah dan Ibu agar kamar tidur mu tidak nampak seperti gua lagi. Dan mungkin sekarang orang suruhan ku sedang di bantu oleh Ibu mu mengubah kamar mu menjadi kamar yang cocok untuk putri Cinderella seperti dirimu sayang” ucap Andre sambil memberikan kartu ATM pada Jessica.


“Kak Andre kau begitu baik pada ku. Aku jadi merasa sangat berharga jika bersama mu.” ucap Jessica yang terharu akan apa yang dilakukan Andre untuknya.


“Karena kau adalah permata hati ku. Kebahagiaan mu diatas segalanya sayang."sahut Andre yang kemudian mendaratkan kecupan di pucuk kepala Jessica. Jessica kemudian memeluk tubuh kekar Andre dan menangis bahagia dalam pelukkan Andre.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2