Cinta Jessika

Cinta Jessika
Makan bersama


__ADS_3

Kini mereka sudah berada di Restauran Mutiara di pusat kota. Kepadatan jalan raya saat menuju restauran memakan waktu yang begitu lama, sehingga membuat mereka datang ke restauran saat senja sudah hilang ditelan malam. Andre meminta pada pelayan restauran untuk disediakan ruang VVIP untuk mereka berlima menikmati makan malam bersama.


Setelah mendapatkan room mereka segera melangkahkan kaki mereka keruang VVIP yang di minta Andre. Endah manarik Ana untuk berjalan lebih cepat karena perutnya sudah begitu lapar dan ada kehadiran Jimmy ditengah-tengah mereka yang membuat Endah kesal dan tak nyaman.


Jimmy yang sedari tadi memperhatikan tingkah Endah di buat tersenyum saat Endah berlari seakan menghindarinya.


"Aku sepertinya punya mainan baru, untuk mengobati perasaan ku ini." batin Jimmy.


Anna dan Endah sudah duduk di meja makan terlebih dahulu. Mereka terlihat sibuk dengan buku menu dihadapannya. Jimmy menarik kursi di sebelah Endah. Membuat Endah berdecak sebal melihat Jimmy yang memilih duduk disamping dirinya.


"Isshh... Ngapain sih Kanebo Kering duduk disebelah gue? Kaya nggak ada tempat yang lain ajah." batin Endah.


Jimmy sangat paham kalau Endah sedang merutukinya didalam hati.


"Jangan kau terlalu membenci ku seperti ini, awas kau bisa jatuh cinta pada ku nanti." Jimmy menggoda Endah dengan berbisik ditelinga Endah.


"Ah... Itu tidak akan pernah terjadi, kau terlalu percaya diri sekali kanebo kering." timpal Endah yang juga berbisik ditelinga Jimmy.


"Panggilan cinta yang bagus untukku, Kanebo Kering." ucap Jimmy mengulang sebutan yang diberikan Endah pada-nya lalu tersenyum.


"Isss dasar orang aneh, Kanebo Kering dibilang panggilan cinta." batin Endah.


Andre dan Jessica juga sudah tiba diruang VVIP itu, Andre segera menarik kursi untuk Jessica disebelah Anna, Jessica duduk di antara Anna dan Andre.


"Makasih kak Andre." Jessica mengucapkan terimakasih ketika Andre menarik kursi dan mempersilahkan Jessica untuk duduk disamping Anna.


"Mau makan apa Jess?" tanya Anna.


"Apa ya? Kalau ditanya mau makan apa gitu gue suka bingung ya Ann." jawab Jessica.


"Biarkan menu makan Jessica kakak yang pesan. Kamu pesan saja menu makanan untuk dirimu sendiri hemm." timpal Andre yang duduk disebelah Jessica. Ucapan Andre membuat Jessica menolehkan pandangannya ke arah Andre yang duduk disampingnya.


"Kenapa hmm? Apa kamu keberatan?" tanya Andre pada Jessica.


"Enggak aku gak keberatan kok Kak." jawab Jessica. Jawaban Jessica hanya dibalas Andre dengan senyum dan tangannya yang mengelus puncuk rambut Jessica. Andre begitu manis memperlakukan Jessica.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian hidangan sudah tersaji di meja mereka. Jessica terkejut dengan menu makanan yang dipilihkan Andre untuknya. Sup jagung dan kroket. Menu ini adalah menu kesukaan Jessica dari kecil. Andre juga tidak lupa memesankan lemon tea untuk Jessica minum. Saat menu itu tersaji sempurna dihadapannya. Jessica langsung menatap wajah Andre yang berada di sampingnya.


"Darimana kamu tau semua menu kesukaan ku ini kak? Aku tidak pernah diperlakukan sebaik ini, bahkan dengan Diego, meski aku pacaran bertahun-tahun dengan dia, dia nggak pernah memperlakukan ku sebaik ini, bahkan untuk tahu ataupun mencari tahu makanan kesukaan ku ini, dia tidak pernah melakukannya apalagi dengan Om duda yang kerjanya hanya mengerjaiku, memerintahku dan selalu mengajak ku berdebat dengannya saja, baru kali ini aku merasakan indahnya rasanya di mengerti." batin Jessica.


"Ada apa hmm... ? Kamu tidak suka dengan menu ini? Apa kamu mau menggantinya?" tanya Andre pada Jessica yang terus menatapnya dengan air mata yang mulai tak terbendung lagi.


"Hay baby, kenapa kamu menangis?" tanya Andre pada Jessica dengan tangannya yang berusaha menghapus air mata Jessica yang sudah jatuh ke pipi.


Anna yang berada disamping Jessica langsung menarik bahu Jessica hingga tubuh Jessica menghadap dirinya.


"Kenapa lu Jess?" tanya Anna yang menatap Jessica penuh tanya.


Jessica pun memeluk Anna dan menumpahkan air matanya.


" Ann, gue baru kali ini ngerasain indahnya di mengerti Ann, waktu gue sama Diego, dia gak pernah tau apa yang gue suka dan apa yang gue gak suka tapi ini Kak Andre hiks...hiks." ucap Jessica pelan dalam pelukkan Anna. Ucapan Jessica masih dapat di dengar oleh Andre.


"Aku akan selalu berusaha mengerti kamu Jessica. Aku akan meletakkan kebahagiaan kamu diatas segalanya, teruslah berada disamping ku, akan ku ukir hari bahagia mu bersama ku ditiap hari dan selamanya." batin Andre.


"Sudah jangan menangis lagi nanti makanan mu keburu dingin. Sup jagung hanya enak dimakan ketika masih panas hmm." ucap Andre yang menarik bahu Jessica dengan lembut dari pelukkan Anna, ia  juga membantu Jessica menghapus air matanya.


Kini mereka semua sudah menghabiskan menu makanan yang tersaji di meja makan. Hari pun sudah mulai larut. Mereka memutuskan untuk pulang. Mereka sepakat untuk mengantar Jessica terlebih dahulu dan Jimmy di izinkan untuk kembali lebih dahulu ke Apartemen karena dia banyak membawa barang belanjaan mereka.


Diperjalanan pulang suasana di dalam mobil nampak sepi. Endah dan juga Ana sudah terlihat tidur di kursi belakang. Mungkin karena lelah dan kondisi perut yang kenyang membuat mereka tertidur didalam mobil. Jessica sebenarnya juga merasa mengantuk dan ingin tidur seperti kedua temannya tapi rasa kantuknya ia tahan, Ia kasian dengan Andre yang menyetir seorang diri tanpa di temani jika ia tertidur.


"Tidurlah jika kamu mengantuk! Jangan ditahan rasa kantuk mu itu! Itu bisa membuatmu sakit kepala nanti." pinta Andre pada Jessica


"Tidak apa sebentar lagi juga sampai, lagi pula kalau aku tidur kasian kak Andre gak ada yang menemani ngobrol" ucap Jessica.


"Jangan terlalu memikirkanku, lebih baik kamu memikirkan diri kamu sendiri, aku menyuruh mu tidur karena aku tidak mau melihat wanita yang aku cintai sakit." ucap Andre yang sesekali melirik wajah Jessica.


"Kenapa Kak Andre begitu baik pada ku? Aku takut tidak bisa membalas kebaikan Kak Andre pada ku." tanya Jessica pada Andre.


Andre menepikan mobilnya di depan kompleks perumahan Jessica yang terlihat sepi.


"Jawaban pertanyaan mu sangat mudah, semua yang aku lakukan pada mu karena aku mencintaimu, aku tidak meminta mu membalas kebaikanku, aku hanya meminta hati mu berjalan ke arah ku." ucap Andre yang menatap dalam wajah Jessica.

__ADS_1


"Kalau aku tidak bisa mengarahkan hatiku berjalan ke arah mu bagaimana kak?" tanya Jessica yang juga menatap bola mata Andre.


"Aku sendiri yang akan mengarahkan hati mu untuk berjalan kepada ku dengan cara ku sendiri tanpa menyakiti mu dan tanpa memaksa mu. Dan ingatlah Jessica aku tidak ingin memaksa mu menerima ataupun membalas perasaanku. Yang perlu kamu tahu hanya aku mencintai mu dan tidak ada wanita lain selain dirimu yang aku cintai. Semua yang aku lakukan pada mu tulus dari dasar hati ku." ucap Andre pada Jessica.


Andre mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica. Jessica yang mengerti Andre akan memberikan kecupan pun ikut terbawa suasana. Ia memejamkan matanya menunggu Andre mengecup bibir ranumnya lagi. Andre melihat mata Jessica yang sudah terpejam pun, melancarkan aksinya. Andre mendaratkan kecupan di bibir Jessica, Dikecup bibir itu lebih dalam karena Jessica mulai mengalungkan kedua tangannya ke leher Andre. Kali ini Jessica ikut membalas kecupan yang diberikan Andre. Andre menyudahi aksinya saat Jessica mulai kehabisan nafas.


"Sepertinya kita harus menyudahinya sebelum aku berbuat nakal pada mu hem... Mari kita pulang, ini sudah terlalu larut malam, kamu perlu istirahat bukan?" ajak Andre pada Jessica. Jessica hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya sambil tersenyum malu mengingat yang barusan ia lakukan dengan Andre.


Andre pun melajutkan perjalanannya mengatar Jessica pulang, Andre menyetir dengan satu tangan, tangan kirinya menggengam erat tangan kanan Jessica. Hingga mobil yang dikendarai Andre tiba di kediaman Jessica Andre tidak melepas genggaman tangannya.


"Berjanjilah kamu akan menjaga hatimu untuk ku Jessica dan aku harap kamu tidak melakukan yang kita lakukan tadi dengan orang lain selain diri ku hemm!" pinta Andre ketika Jessica ingin turun dari mobil.


"Iya aku berjanji kak Andre." jawab Jessica dengan menatap wajah Andre.


"Berikan ponsel mu pada ku dulu!" pinta Andre lagi.


"Lepaskan dulu tanganku kak, baru aku bisa mengambil ponsel ku." pinta Jessica. Andre pun melepaskan tangan Jessica dari genggaman tangannya.


Jessica memberikan ponselnya pada Andre. Andre memasukkan nomor teleponnya di ponsel Jessica. Dan melakukan penyadapan pada ponsel Jessica tanpa diketahui oleh Jessica. Setelah selesai Andre mengembalikan ponsel milik Jessica pada Jessica. Andre segera keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Jessica.


"Silahkan tuan putri." ucap Andre menggoda Jessica ketika membukakan pintu mobil untuknya.


"Eeehh...Kak Andre...Jangan seperti ini! Kau membuatku malu saja." ucap Jessica dengan suara manjanya membuat Andre tersenyum.


"Hati-hati dijalan ya kak" ucap Jessica ketika sudah berada di depan pagar rumahnya.


"Iya aku akan berhati-hati dan aku akan segera mengabarimu jika aku sudah tiba di apartemen nanti supaya kamu tidak mengkhawatirkan ku, bukankah kamu benci jika harus mengkhawatir seseorang yang tanpa kabar?" ucap Andre pada Jessica.


"Hmm rupanya kau mengetahuinya kak.... Aku akan menunggu kabar dari mu kak." ucap Jessica lagi.


"Bye kak...."ucap Jessica lagi ketika sudah membuka pintu gerbang rumahnya.


"Masuklah!! Aku akan menunggu mu sampai kamu masuk kedalam rumah, setelah itu baru aku akan pergi." pinta Andre dan Jessica menjawab dengan senyuman.


Di sudut jalan yang tak jauh dari kediaman Jessica, di dalam mobil yang terparkir disana. Seseorang menatap tajam kearah Jessica dan Andre, tatapan penuh rasa emosi, rasa marah, rasa kecewa dan rasa cemburu menjadi satu. Kedua tangannya sudah mengepal sempurna, matanya sudah berkilat penuh amarah dan raut wajahnya mengeras terlihat dari tulang rahangnya yang sudah menonjol. Entah apa yang akan dia lakukan saat ini kepada Andre yang masih setia berdiri di depan pintu pagar rumah Jessica.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2