Cinta Jessika

Cinta Jessika
Cinta yang bertepuk sebelah tangan


__ADS_3

Andre tengah sibuk dengan dokumen yang ada di hadapannya. Jimmy masih setia berdiri menemani tuannya itu.


"Jim, apa masih ada lagi dokumen yang harus aku tanda tangani? Tangan ku sudah cukup kram, aku juga sudah jenuh." ucap Andre pada Jimmy, Andre menggoyang-goyangkan pergelangan tangannya berusaha meredakan rasa kram pada tangannya.


"Tidak ada tuan ini tumpukan yang terakhir." jawab Jimmy dengan wajah datar seperti biasanya.


"Ah... akhirnya." ucap Andre penuh rasa syukur ketika menandatangani dokumen terakhir yang ada dihadapannya itu.


"Jim, nanti jangan lupa kamu minta Shakira untuk cek lagi dokumen ini, aku khawatir ada yang terlewat tidak aku tanda tangani." ucap Andre lagi.


"Kenapa Anda tidak bekerja dengan fokus hari ini tuan? Anda tidak seperti biasanya." tanya Jimmy heran dengan Tuannya.


"Ah... Ini semua karena tadi Ana menelepon ku, dia ada bersama Jessica di butik milik Claudia. Dia mengancam ku akan menelepon Fabian ataupun Diego jika aku tidak kesana, dia ingin aku menemani Jessica foto shoot dengan gaun pengantin, tapi anak itu ingin aku bawakan dua Groomsmen salah satunya harus Leon, Bagaimana cara aku meminta Leon untuk datang kesana? Apa kamu punya ide Jim?" jawab Andre, ia juga meminta ide pada Jimmy.


"Apa Nona Anna masih sangat mencintai Leon Tuan?" tanya Jimmy pada Andre. Sebenarnya Jimmy sangat mencintai Anna namun Jimmy hanya menyimpan perasaannya sendiri tanpa di ketahui oleh Anna, seperti Anna pada Leon hanya menjadi pemuja rahasianya saja. Jimmy sangat sadar betul siapa dirinya, dia bukan siapa-siapa dan tidak ada apa- apanya bagi keluarga Tuan Santoso Dwi Kusuma. Dia ini hanya anak seorang supir yang bernasib sangat beruntung menjadi seperti ini sekarang.


"Sepertinya begitu Jim dia masih sangat mencintai Leon dan dia masih berharap dengan calon kakak iparku itu, maafkan aku Jim, jika jawabanku menyakiti perasaanmu, cobalah lupakan Anna jika kamu tidak mau mengungkapkan isi hati mu dan memperjuangkan rasa cintamu pada Anna, bukalah hatimu untuk orang lain." ucap Andre yang mengetahui perasaan Jimmy pada Anna.


Jawaban Andre sangat membuat perih hati Jimmy, cinta pertama dimasa kecilnya yang tak bisa ia gapai karena keadaan dan kondisinya.


"Aku belum menemukan penggantinya tuan." jawab Jimmy lirih dan lesu dibalik wajah datarnya.


"Bagaimana ada penggantinya jika kamu terus saja menutup rapat-rapat hati mu dan membangun benteng yang begitu tinggi. Jika Anna tak mampu kau gapai. Gapailah cinta yang lain. Yang akan membuat hidup mu berwarna Jim." ucap Andre pada Jimmy. Andre bangkit dari kursinya kemudian memeluk tubuh kekar Jimmy yang mulai terlihat rapuh. Andre menepuk-nepuk pundak Jimmy.


"Kau orang yang baik Jim, aku yakin Tuhan sedang menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu. Jika saat itu tiba bukalah pintu hatimu terimalah kedatangannya dengan tangan terbuka hemm... Kau adalah sahabat ku, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu. Berusahalah mencari kebahagiaanmu walaupun bukan bersama sepupu ku Anna." ucap Andre saat memeluk tubuh kekar Jimmy.


"Ya Tuan, aku akan berusaha." ujar Jimmy tak bersemangat.

__ADS_1


Andre melepaskan pelukkannya dan kembali duduk di kursi kebesarannya, ia duduk bersandar di kursi masih setia menatap wajah Jimmy yang terlihat sendu.


"Jim, apa kamu bisa membantuku membujuk Leon untuk datang ke butik Claudia?" tanya Andre.


"Aku akan membantumu dan mewujudkan keinginan Nona Anna Tuan." jawab Jimmy kembali dengan wajah datarnya namun suaranya begitu lirih.


"Aku memang tak bisa memiliki mu karena keadaan ku, tapi aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia meskipun kamu bukan jodohku." batin Jimmy yang berjiwa besar.


Karena cinta itu tidak harus saling memiliki. Merelakan orang yang kita cintai bersama orang lain lebih baik daripada kita memaksakan cintanya pada kita yang hanya akan membuat kita sakit dan terluka namun tidak berdarah. Membuat orang yang kita cintai bahagia tanpa memiliki itu rasanya indah walau sedikit perih. Ikut bahagia di atas kebahagiaannya itu mampu melatih kita untuk berjiwa besar menerima kenyataan dia bukan jodoh kita.


Jimmy mengambil ponsel di saku celananya. Ia segera menghubungi Leon.


"Tut...tut..." suara nada memanggil.


"Hallo." sapa Leon diseberang sana.


"Hallo Leon, ini aku Jimmy." ucap Jimmy.


"Adikmu saat ini berada di butik bersama kedua sahabatnya. Dia akan melakukan sesi foto prewedding, kami perlu bantuanmu. Datanglah ke Claudia Boutique satu jam lagi dari sekarang, kita akan bertemu disana. Saat ini kami sedang bersiap menuju kesana." ucap Jimmy dengan nada yang begitu datar. Sebenarnya ada rasa enggan di hatinya namun demi Andre dan Ana dia mengesampingkan perasaannya dan egonya.


"Ok baiklah aku akan datang kesana, katakan pada Tuan mu itu, jangan buat aku menunggu!" ucap Leon kesal. Kerana dia pernah dibuat menunggu oleh Andre ketika Andre menunjukkan kebiasaan Fabian yang menghabiskan setiap waktunya diclub malam bersama wanita-wanita malam.


"Baik Leon akan aku sampaikan pesanmu pada Tuan Andre." ucap Andre kemudian mematikan sambungan teleponnya begitu saja.


"Sudah beres Tuan, dia akan datang satu jam dari sekarang, Leon berpesan dia tidak ingin dibuat menunggu oleh Anda lagi." ucap Jimmy pada Andre yang sedang duduk menatapnya.


"Baiklah, ayo kita kesana kalau begitu, aku tidak mau membuat calon kakak ipar ku itu marah, aku sudah kapok diamarahi olehnya, mulutnya begitu pedas." ajak Andre,Ia bangkit dari kursinya dan melangkahkan kakinya keluar ruang kerjanya.

__ADS_1


"Shakira tolong cek lagi dokumen yang sudah di tanda tangani Tuan Andre di meja kerjanya!" Perintah Jimmy pada sekertaris Andre, saat dia melalui meja kerja Shakira .


"Baik Tuan Jimmy." jawab Shakira.


*****


Mobil yang dikendara Alan sudah tiba di Lobby Apartemen Louis. Alan membukakan pintu untuk Fabian.


"Tunggu aku Lan, aku usahakan tidak akan lama didalam." ucap Fabian setelah berada di luar mobil.


Fabian memasuki gedung Apartemen Luis penuh karismatik. Fabian mendapat sambutan hangat dari Resepsionis yang mengenalnya.


"Selamat siang Tuan Fabian, ada yang bisa saya bantu?" sapa Resepsionis yang bernama Ria.


"Selamat siang Ria, apa Rania ada di unitnya?" tanya Fabian pada Ria.


"Baik ditunggu sebentar Tuan Fabian, saya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu." ucap Ria, dan dijawab anggukkan kepala Fabian yang menandakan dia setuju untuk menunggu.


Ria mencoba menghubungi Unit Rania dari Intercom. Beberapa kali Ria mencoba menghubungi akhirnya ada jawaban dari unit apartemen Rania.


"Terima kasih sudah bersedia menunggu Tuan Fabian, Nona Rania ada di unitnya. Tuan di minta langsung ke unitnya saja, staff kami akan mengantarkan Anda ke lift khusus penghuni Apartemen Tuan." ucap Ria dengan Ramah. Fabian pun hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya. Kemudian seorang karyawan apartemen menghampiri Fabian dan mengarahkan Fabian untuk memasuki Lift.


Kini Fabian berada di dalam Lift bersama karyawan apartemen Luis. Karyawan tersebut menekan tombol 6 untuk menuju lantai 6 dimana unit Rania berada.


"Ting" suara lift berbunyi.


Mereka sudah tiba di lantai tujuan Fabian.

__ADS_1


"Kita sudah sampai Tuan, silahkan." ucap Karyawan itu sambil membungkukkan tubuhnya mempersilahkan Fabian untuk keluar dari Lift, Fabian pun melangkahkan kakinya keluar dari Lift. Ia berjalan menuju 608 unit Rania.


bersambung


__ADS_2