Cinta Jessika

Cinta Jessika
Akibat menentang


__ADS_3

Suci sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan Fabian yang sangat ceroboh. Sungguh kegagalan merebut kembali hati Jessica membutakan matanya. Namun perkataan Andre barusan tidak menggentarkan Suci untuk membawa Jessica ke kediamannya untuk bertemu dengan Hana cucunya yang sedang sakit karena merindukan Jessica.


“Andre, aku sangat tahu betul rencana yang sedang kau susun bersama dengan Abraham. Bagaimana jika mereka mengetahui semua rencana busuk mu bersama Kakek tua yang kejam itu. Aku pastikan mereka akan membencimu karena merasa kecewa pada mu.” ucap Suci yang berdiri dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Andre. Ia berbicara seperti itu pada Andre dari jarak yang sangat dekat. Dengan pandangan mata Suci melirik Jessica yang sedang memeluk lengan Andre kuat. Andre mendengar ucapan Suci dengan menarik senyum sinisnya.


“ Apa kau sedang mengancamku Nyonya Bagaskara? Apa kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini? Aku bisa menghancurkan dunia mu hanya dalam sekejap mata Nyonya. Mungkin ancaman yang kau berikan berhasil pada kedua calon mertua ku itu tapi tidak dengan diriku Nyonya. Tanpa mengurangi rasa hormatku pada mu, Silahkan keluar dari Apartemen ku!” ucap Andre dengan tegas.


“Aku tidak akan pergi tanpa membawa Jessica bersama ku anak muda!” Ucap Suci yang tidak ingin pergi tanpa Jessica. Jessica yang mendengar ucapan Suci makin mengeratkan pegangannya di lengan Andre. Andre sangat mengetahui jika saat ini Jessica sedang merasa takut dan butuh perlindungannya.


“Ck… Kau begitu keras kepala Nyonya. Kau tau jika kau terus bersikap seperti ini aku tidak segan-segan menggulingkan perusahaan suami mu detik ini juga Nyonya.” ancam Andre pada Suci agar dia mau pergi.


“Silahkan jika kau bisa menggulingkan perusahaan suami ku. Aku sama sekali tidak takut dengan ancaman mu anak muda.” Suci dengan beraninya menantang Andre.


“Jangan salahkan aku Nyonya jika terjadi sesuatu pada perusahaan suami mu. Kau yang sudah menantangku.” ucap Andre yang segera menghubungi asisten setianya Jimmy.


“Tut…tut..tut..” suara dering telepon memanggil.


“Hallo Tuan, ada yang bisa saya bantu?” sapa Jimmy seperti biasanya.

__ADS_1


“Jim, gulingkan induk dan cabang perusahaan Bagaskara detik ini juga. Ratakan perusahaan mereka dengan tanah kalau perlu. Segera laporkan hasil kerja mu dalam waktu 5 menit!” Andre memberi perintah pada Jimmy dengan suara yang tenang dan santai namun mampu membuat Alan menelan ludahnya dengan gemetar.


“Kau mau menunggu kehancuran perusahaan suami mu disini Nyonya? Silahkan!!! Duduklah dengan tenang dan tunggulah kabar dari suami tercinta mu itu Nyonya. Jika aku tidak bisa menggulingkan perusahaan suamimu maka aku akan mengizinkan kau membawa calon istriku pergi dengan mu Nyonya.” ucap Andre dengan menatap tajam wajah Suci yang sedang menatap Andre penuh kebencian dan Amarah.


“Sayang naiklah ke kamar ku!! Istirahatlah disana! Aku akan membangunkan mu jika kita sudah mau berangkat.” ucap Andre dengan menatap Jessica dengan penuh cinta tak lupa Andre mengecup kening Jessica sebelum Jessica beranjak pergi dari hadapannya.  Jessica hanya menjawab permintaan Andre dengan menganggukan kepalanya lalu beranjak pergi. Pandangan  Andre terus memperhatikan punggung Jessica hingga sosok Jessica tak terlihat lagi dari pandangan matanya.


“Aku sudah mengetahui apa yang Nyonya lakukan kepada calon mertua ku, Asal Nyonya tahu Leon sudah mengetahui jati diri Ayah Nico bahkan dia sudah bertemu dengan Kakek Abraham. Jadi percuma saja jika Anda mengancam Ayah Nico. Dan saya harap Anda tidak ikut campur dalam urusan keluarga kami.” ucap Andre yang membuat Suci terdiam tanpa kata-kata.


Ruang tamu seketika hening tanpa suara semenjak Andre mengatakan bahwa Leon sudah mengetahui jati diri Nico dan juga sudah bertemu dengan Kakek Abraham.


Tiba-tiba dering ponsel Suci memecahkan keheningan. Ia segera mengambil ponsel di dalam tas mewah yang ia bawa. Tertulis nama suaminya tertera pada layar ponselnya. Suci segera mengangkat panggilan telepon suaminya itu dihadapan Andre.


“Mommy ada dimana sekarang? Apa yang baru saja Mommy lakukan hingga membuat perusahaan Papi digulingkan oleh perusahaan Batara Group?” tanya Bagaskara pada Istrinya penuh emosi. Suci hanya terdiam dan matanya membola seketika mendengar  perkataan suaminya.


“Kau hampir saja membuat ku mati berdiri Mom” ucap Bagaskara lagi namun Suci masih diam tak mampu menanggapi perkataan suaminya. Matanya melihat Andre yang berdiri dihadapannya. Andre mengangkat kedua bahunya lalu duduk  bersandar disebuah sofa yang berada di ruang tamunya dengan kaki kiri menopang kaki kanannya.


“Aku sudah tahu pasti ini ulah mu. Aku sudah dapat peringatan dari Abraham untuk menjauhkan Fabian dari cucunya. Belum sempat aku bicarakan pada mu kau sudah melakukan hal yang tak terduga. Abraham tidak melakukannya tapi keluarga Kusuma yang melakukannya. Kita ini tidak ada apa-apanya dibanding mereka Mom, Seharusnya kau jangan memaksakan kehendak mu dan seharusnya kau bisa mengarahkan Fabian untuk memilih wanita lain. Inilah akibatnya kau terlalu memanjakan anak bungsu mu itu.” ucap Bagaskara yang marah pada Suci di ujung telepon.  Karena Suci tak kunjung menanggapi ucapannya. Akhirnya Bagaskara memutuskan panggilan teleponnya.

__ADS_1


Tubuh Suci seketika lunglai. Alan yang melihatnya segera menopang tubuh Majikannya itu.


“Bagaiman Nyonya?? Apa kau sudah puas dengan jawaban ku tentang tantangan mu pada ku tadi?” tanya Andre dengan senyum yang mengerikan.


“Kau benar-benar mengerikan bahkan lebih mengerikan dari Kakek tua itu” ucap Suci dengan tatapan kebencian pada Andre.


“Hahahaha” tawa menakutkan Andre menggema di ruang tamu.


“Bukankah kau yang menantang ku Nyonya? Dan karena kau ingin membawa paksa calon istri ku tanpa kau tanya kesediaanya terlebih dahulu. Jadikanlah ini pelajaran bagi mu Nyonya. Jangan pernah menindas seseorang hanya karena keinginan mu yang Egois. Kau tidak pernah bisa mengerti perasaan orang lain tapi orang lain harus mengerti perasaanmu. Terbuat dari apa hati mu Nyonya hingga kau seperti ini?” ucap Andre yang sedang duduk di sofa.


“Seharusnya kata-kata yang keluar dari mulut mu itu untuk dirimu sendiri, wahai anak muda yang sombong” ucap Suci penuh kebencian.


“Hahahaha… Aku melakukan ini semua untuk melindungi calon istriku dari keegoisan keluarga mu. Jika Jessica bukan dari keluarga Abraham pasti kau dan suami mu tak akan menerimanya bukan? Seperti yang kau lakukan pada Margaret.  Kau buat ia pergi meninggalkan putra mu seolah-olah Margaret-lah yang bersalah. Padahal dirimu lah yang membuat perangkap sedemikian rupa seakan-akan Margaret lebih memilih karirnya dibanding kedua anaknya. Disini aku atau kau yang Jahat Nyonya?” ucapan Andre seakan menampar Suci.


Alan yang mendengar ucapan Andre di buat terkejut. Alan yang setia menemani keterpurukkan Fabian saat Margaret meninggalkannya  sangat menyayangkan tindakan Suci.


“Nyonya aku tak menyangka kau sebegitu kejam pada anak dan cucu mu sendiri. Kau tidak tahu anakmu sampai ingin mencoba bunuh diri berkali-kali dan sekarang kedua anak kembar itu dibesarkan tanpa cinta seorang ibu. Kini Hana sampai sakit karena merindukan calon ibu pengganti yang sudah memiliki calon suaminya sendiri dan sudah berpaling dari Pak Fabian yang telat menyadari perasaannya pada Nona Jessica. Sungguh aku tidak menyangka dan menduganya Nyonya. Kaulah sumber kepedihan hidup Pak Fabian” batin Alan

__ADS_1


Maaf yah hari ini update sedikit🙏🙏🙏


__ADS_2