Cinta Jessika

Cinta Jessika
Kembali ke Kampus


__ADS_3

Pukul 19.00 di kediaman Nico.


Jessica yang sudah sadar dari pingsannya terbangun karena rasa lapar di perutnya. Dia membuka matanya, ia merasa asing dengan penampilan kamar yang ia tempati saat ini.


"Ini kamar aku bukan sih? Kok asing banget." ucap Jessica yang tengah bingung dengan penampilan kamarnya. Ia mengelilingi dan mengamati setiap sudut kamarnya itu. Jessica merasa jika ini bukan kamarnya kenapa ada piala yang ia miliki tersusun rapih terpajang di sebuah lemari kaca.


"Aku juga sudah meminta seseorang untuk mendesain kamar tidur mu atas persetujuan Ayah dan Ibu agar kamar tidur mu tidak nampak seperti gua lagi. Dan mungkin sekarang orang suruhan ku sedang di bantu oleh Ibu mu mengubah kamar mu menjadi kamar yang cocok untuk putri Cinderella seperti dirimu sayang." tiba-tiba Jessica mengingat ucapan Andre padanya tadi pagi.


"Kak Andre...hiks...hiks..." Jessica menangis terharu dengan semua yang Andre lakukan untuknya. Ia membuka lemari pakaian baru yang diberikan Andre, di lihatnya baju-baju bekas lungsuran dari Cynthia tidak ada di dalam lemari itu. Hanya nampak baju- baju baru yang masih ada barcode dan label harganya disana.


"Kemana baju-baju bekas Kak Cynthia ya? Semuanya sudah tidak ada di kamar ku ini." Gumam Jessica.


"Kruuukk...kruuuukk" suara perut Jessica berbunyi.


"Ah sudahlah aku tak mau memikirkan baju-baju bekas itu. sepertinya sekarang aku harus makan memanjakan cacing-cacing perutku yang kelaparan ini." gumam Jessica.


Ia melangkah keluar kamar dan membuka pintu kamarnya. Betapa terkejutnya dia melihat Bowo tengah duduk dengan sebuah kursi di luar samping pintu kamarnya.


"Pak Bowo apa yang bapak lakukan disini?" tanya Jessica yang terkejut.


"Nona Anda sudah bangun? Saya sedang menjaga Nona." jawab Bowo dengan wajah yang terlihat lega melihat Jessica baik-baik saja.


"Hah menjaga saya??? Bapak tidak perlu menjaga saya jika saya berada di rumah Pak. Saya akan aman bersama keluarga saya." ucap Jessica yang merasa heran Bowo masih menjaganya meski sudah berad di dalam rumah.


"Maaf Nona, saya di perintahkan Tuan Andre untuk menjaga Nona 1 x 24 jam. Jadi tolong izinkan saya menjaga Nona Jessica." ucap Bowo.


"Tapi pak Bowo juga harus istirahat nanti Pak Bowo bisa sakit kalau terus terjaga untuk menjaga saya seperti ini."


"Saya akan istirahat pada saat saya sudah memastikan Nona Jessica juga sudah tidur dengan nyenyak."


"Baiklah Pak Bowo. Saya akan usahakan untuk lebih cepat pergi tidur dari biasanya agar bapak juga segera cepat beristirahat."


"Terimakasih atas pengertiannya Nona. Nona apakah Anda sudah lapar? Seluruh anggota keluarga Nona sedang menikmati makan malam bersama di ruang makan. Apa Nona mau kesana?"


" Iya Pak Bowo perut saya sudah sangat lapar. Saya akan pergi menyusul mereka keruang makan. Mari Pak Bowo kita makan bersama!" ajak Jessica.


"Baik Nona."


Mereka berdua pun berjalan menuju ruang makan. Kemudian bergabung bersama keluarga Jessica yang lainnya untuk menikmati makan malam bersama. Seperti biasanya Jessica masih di bantu oleh Bowo untuk menikmati makanannya.Bowo dengan telaten memberikan suapan untuk Jessica dari tangannya. Cynthia yang duduk berhadapan dengan Jessica memandang Jessica dengan perasaan penuh iri dengki pada Jessica.


"Aku tidak menyangka setelah aku menghancurkan hubungan mu dengan Diego bisa merubah kehidupan mu menjadi ratu seperti ini. Tidak akan aku biarkan kamu hidup mu lebih bahagia dari diri ku, Jessica." batin Cynthia.

__ADS_1


Leon yang duduk di sebelah Cynthia. Tanpa disadari oleh Cynthia, Leon terus memperhatikan mimik wajah Cynthia yang menatap Jessica penuh ketidak sukaan.


"Semenjak kamu menghilang di waktu kelulusan Sekolah Dasar, kamu mulai berubah Cynthia. Kamu makin membenci Jessica secara terang-terangan hingga saat ini. Sebenarnya apa yang terjadi pada mu? Dan kenapa Kamu membenci adikmu sendiri? Aku merasa kamu seakan tidak mau kalah dan tersaingi oleh Jessica bahkan dengan teganya kamu merusak hubungan Jessica dan Diego?" batin Leon yang sedang menatap Cynthia.


*


*


*


*


*


Pagi Hari di Kediaman Nico.


Setelah menghabiskan sarapan bersama keluarga. Leon meminta Jessica untuk tetap duduk di ruang makan. Tinggallah Leon Jessica dan Bowo diruang makan.


"Jess, mulai hari ini kamu kembali kerja part time di perusahaan Fabian. Jam kerja kamu hanya dari jam satu siang hingga jam lima sore. Dan pagi hari ini pergilah ke kampus bersama Anna dan Endah. Di kampus mu ada kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus. Kemana pun kamu pergi jangan lupa berkabarlah dengan Abang." ucap Leon pada Jessica.


"Iya Bang. Bang siapa yang bayar tagihan belanja kemarin ketika aku pingsan?" tanya Jessica pada Leon.


"Sudah jangan bahas hal yang tidak penting. Abang harus segera berangkat ke kantor. Jaga diri mu baik-baik!" ucap Leon kemudian pergi meninggalkan Jessica. Sebelum ia pergi meninggalkan Jessica. Leon menyempatkan dirinya untuk mencium kening adiknya itu.


"Hati-hati di jalan Bang." ucap Jessica.


"Pak Bowo saya siap-siap dulu ya." ucap Jessica ketika ingin beranjak pergi meninggalkan ruang makan.


"Iya Nona silahkan."


*


*


*


Mobil yang di kendarai Bowo sudah sampai di pelataran parkir kampus Universitas Adhikari. Jessica melangkahkan kakinya menuju kantin kampus, langkahnya di ikuti oleh Bowo dan para Bodyguard yang menyemar menjadi mahasiswa di Universitas Adhikari. Jessica dan kedua sahabatnya sudah janjian bertemu di kantin kampus.


Dikantin nampak Anna dan Endah sudah duduk di sebuah meja. Mereka tengah berbincang dan tertawa begitu lebar. Entah apa yang mereka bicarakan. Mungkin mereka sedang membahas kejadian kemarin sore. Dimana Jessica jatuh pingsan hanya karena di minta membayar semua tagihan belanja mereka semua.


"Eh, Lu pada ngetawain apaan sih? Seru amat kayanya." tanya Jessica yang duduk diantara mereka setelah Bowo menyediakan kursi duduk untuk Jessica. Anna dan Endah yang melihat kedatangan Jessica dan melihat apa yang di lakukan Bowo hanya tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Eh Tuan putri udah dateng?" ledek Anna.


"Seru aja gak pakai amat. Kasian si Amat lagi jualan tomat di bawa-bawa." ucap Endah.


"Apa sih lu Ndah? Garing!!." Jessica berdecak sebal.


"Eh Tuan putri pagi-pagi udah sensi aja lu." ucap Anna sembari meneguk orange jus miliknya.


"Apa sih Ann? Manggilnya biasa aja apa sih kalian. Gak enak tau di dengerin orang." timpal Jessica yang tak suka di panggil Tuan Putri oleh Anna.


"Iya..iya...Sorry deh jangan jutek gitu dong mukanya!" ucap Anna yang melihat tanda- tanda merajuk di wajah Jessica.


"Lu udah dapat informasi belum Ndah semester ini kita ada berapa SKS (Satuan Kredit Semester) dan siapa aja Dosen di mata kuliah kita nanti? Lu kan ratu up to date pasti udah tau dong." Jessica mengabaikan permintaan maaf Anna dia lebih memilih membahas hal yang penting baginya yaitu masalah perkuliahan.


"Pasti gue tau dong. Endah gitu loh." ucap Endah membanggakan dirinya.


"Ya udah kalau tahu, cepet kasih tau kita Ndah!" ucap Jessica yang mulai tak sabaran.


"Sabar-sabar Kisanak. Mau kemana sih buru-buru amat minta cepet-cepet segala. Slow aja kali Jess kalau mau dengar info dari gue. Jangan-jangan lu udah kebiasaan minta cepet-cepet ya di goyang sama Ka Andre? Jadi apa-apa serba minta cepet karena tau rasanya cepet itu nikmat." ucapan Endah membuat Jessica refleks memukul pundak Endah.


"Lu jangan gila deh Ndah. Lu gak liat di samping gue ada Pak Bowo. Lu jangan ngomong menjurus klo ada orang Ndah!" bisik Jessica di telinga Endah sembari mencubit paha Endah.


"Aduh sakit Ann.. gue dia aniaya sama si Cinderella." Keluh Endah sembari mengusap-usap pahanya yang kesakitan habis di cubit oleh Jessica.


"Udah Ndah jangan lebay! Ayo Ndah mulai cerita sekarang. Gue juga mau tahu informasi tentang kuliah kita di semester ini." ucap Anna.


"Ok..ok denger gue baik- baik ya. SKS kita di semester lima ini ada 21. Mata pelajaran Etika Bisnis 3 SKS Dosennya Ibu Novi yang cetar membahana. Mata pelajaran Managemen Stratejik 3 SKS Dosennya Bapak Torik yang dermawan akan nilai. Analisis Multivariat 3 SKS Dosennya Ibu Ayu yang centil. Mata pelajaran Kewirausahaan Sosial 3 SKS Dosennya Bapak Bambang yang mukanya datar itu. Mata pelajaran Perilaku konsumen 3 SKS Dosennya Ibu Manda yang jutek abis. Nah untuk mata pelajaran Kepemimpinan 3 SKS Dosennya misterius. Harusnya kan Pak Cokro tapi di ganti sama dosen baru tapi gak tau siapa. Dan yang terakhir mata pelajaran Metode Penelitian Bisnis 3 SKS Dosennya Ibu Debora yang killer. Sia- siap deh sama tugas bejibun dan tiada ampun dari dia. Gue rasa lu gak akan ada kesempatan buat nyambi kerja deh Jes." Endah menjelasakan panjang lebar.


"Siapa ya dosen baru yang ngisi mata kuliah kita nanti? Semoga orangnya baik ya Ann Ndah klo sama kaya Bu Debora ampun deh. Gue bisa-bisa harus keluar dari perusahaan Om Duda dan bayar denda karna melanggar kontrak kerja demi mempertahankan beasiswa gue." ucap Jessica pada kedua sahabatnya.


"Tenang ada Kak Andre gak usah di ambil pusing." ucap Anna pada Jessica.


"Gak enaklah gue Ann kalau harus ngandelin dia terus." ucap Jessica.


"Enakin aja kalau sama ayang mah. Jangan pakai kata gak enak! Masi kaku aja lu Jess. Lemesin biar ga tegang kalau tegang itu sakit." bisik Endah di telinga Jessica dengan suaranya yang seksi kemudian meniup lembut telinga Jessica sehingga membuat bulu-bulu halus di tubuh Jessica berdiri .


"Endah jangan gila lu ya!!" teriak Jessica yang menyadari apa yang dilakukan Endah kepadanya.


bersambung dulu yah


Dukung aku terus dan jangan lupa untuk kasih aku hadiah bisa tonton iklan gratis, bunga, hati, kopi, pisau, kursi pijat dan Piala. Dan juga jangan lupa Vote aku di hari senin yah.

__ADS_1


Makasih udah setia baca karya aku samapai sejauh ini..love love buat kalian.


__ADS_2