
Seorang pria yang memiliki wajah tampan mengenakan kimono tidur berwarna hitam tengah tertidur diranjang tidurnya. Pandangan mata yang kosong dengan tangan yang memegang dadanya. Pria itu sedang merasakan nyeri di relung hatinya, nafasnya yang begitu sesak dan berat karena luka hati yang ia rasakan saat ini. Sedang fikirannya masih saja tertuju pada wanita yang di cintainya.
POV Fabian
Jessica, tahukah kamu, aku disini sedang terluka dan kecewa, aku sesali aku terlambat menyadari rasa cinta yang kau berikan saat itu padaku. Sekarang kau hempas semua mimpi dan harapanku untuk bersama mu. Ingin rasanya aku tak memikirkan mu. Namun fikiran dan hatiku ini tak lagi bisa ku kendalikan.
Tolong ajari aku melupakan mu! Ajari aku menghapus jejak dirimu dihati dan fikiranku ini. Aku sedang berusaha melupakan mu dan mengikhlaskan mu bersamanya. Meskipun berat akan selalu ku coba. Dan jika nanti cintaku pada mu ini akan menjadi patah hati terhebat dalam hidup ku, semoga Tuhan memberi ku kekuatan untuk ku bertahan hidup demi kedua putriku kecilku yang juga mengharapkan mu menjadi bagian hidup mereka.
Kami tak akan menemukan sosok seperti dirimu pada orang lain. Sosok dirimu yang menyayangi kami setulus hati mu. Bodohnya diri ini yang telah menyia-nyiakan mu saat itu. Apa jadinya aku dan kedua putriku nanti ketika kamu benar-benar pergi dan menghilang dari hidup kami. Bagaimana cara ku menguatkan hati mereka sedang hati ku pun rapuh karena mu?
Aku sadari aku hanyalah sumber luka di hidupmu. Kesalahanku yang tak bisa tegas meninggalkan masa lalu dan kebiasaan buruk ku yang tak bisa kau terima. Aku ingin sekali memutar waktu memperbaiki kesalahanku pada mu. Memutuskan hubunganku dengan Rania lebih awal sebelum ia menyakitimu dan menahan diriku dari daya pikat Clara yang menggodaku ketika emosiku sedang meledak-ledak.
Aku juga tak akan membiarkan Andre hadir di tengah-tengah kita saat itu. Seharusnya hari itu aku tak menyakitimu dan membiarkanmu pulang sendiri. Dan membiarkan mu malam itu diantar pulang olehnya. Dia datang sebagai malaikat pelindungmu yang merebut cintamu dariku. Dan membuat ku jatuh hingga ke titik terendah seperti saat ini.
POV Author.
Disisi lain di apartemen Louis. Andre menggendong Jessica menaiki anak tangga. Andre menggendong Jessica ala Bridal style, Ia membawa Jessica ke kamarnya yang berada dilantai atas. Jessica sembunyi di curug leher Andre, Ia malu karena Andre terus saja menatap wajahnya sembari tersenyum menggoda.
“Kak jangan lihat aku seperti itu!” pinta Jessica yang sedang menyembunyikan wajahnya di leher Andre.
“Kenapa aku tak boleh melihat mu hemm?” tanya Andre dengan suara yang lembut.
“Kau membuatku malu kak.”
“Kenapa harus malu sayang? Wajahmu ini selalu saja membuat ku rindu dan tak ingin jauh darimu.”
“Benarkah?”
“Hemm ya…”
Andre menurunkan Jessica di tempat tidur.
“Tunggulah aku disini jangan kemana-mana. Aku akan membersihkan diriku sebelum aku menemanimu untuk tidur oke!?” pinta Andre yang berbicara hampir tanpa jarak di depan wajah Jessica.
“Hemm Oke kak.”Jessica mencium sekilas bibir Andre membuat Andre tersenyum dibuatnya.
Jessica menunggu Andre yang membersihkan dirinya sembari memainkan ponselnya.Tidak ada notifikasi satupun dari Nico sang Ayah di ponsel Jessica membuat hati Jessica berdenyut pedih.
“Apa Ayah sudah tak perduli lagi padaku? Tak sedikitpun ayah mengkhawatirkan aku? Mencariku ataupun menanyakan kabar ku. Apa aku ini bukan anaknya? Aku seperti merasa di posisi Endah sekarang tak diperdulikan oleh Ayah angkatnya setelah Ayah angkatnya memiliki anak dari darah dagingnya sendiri.” Batin Jessica. Jessica menarik lututnya hingga tertekuk. Ia duduk menundukkan kepala sembari memeluk kedua kakinya.
Andre yang keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dan berganti pakaian melihat heran kearah Jessica. Ia berjalan menghampiri Jessica dan duduk ditepi ranjang.
“Kamu kenapa sayang?”
“Kak…hiks…hiks..”
“Hey…kenapa kamu menangis sayang?”
“Apa ayah begitu tak menyayangiku? Apa ayah membenci ku? Apa aku benar-benar sudah terbuang dan tak dianggap anak lagi olehnya Kak? Ini malam kedua aku pergi dari rumah tapi dia tak berusaha mencariku ataupun berusaha menghubungi ku untuk menanyakan kabar ku?”
“Husssttt jangan bicara seperti itu sayang! Ayah tak mencari mu karena ia tahu pasti kamu aman bersama diriku. Dia hanya sedang memberi waktu padamu untuk menenangkan diri. Jangan pernah berfikir buruk pada Ayah mu sayang, itu tidak baik Hemm… Jangan sedih lagi. Nanti aku akan fikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalahmu dengan Ayah dan kakakmu Cynthia oke.”
“Oke kak…” jawab Jessica yang terlihat cemberut ketika mendengar nama Cynthia disebut oleh Andre.
“Kenapa kamu memasang wajah yang cemberut seperti itu sayang? Apa ada kata-kata ku yang salah hemm?”
“Aku tak suka kau menyebut nama Kak Cynthia.”
“Kenapa apa salahnya aku menyebut namanya? Jika aku tak boleh menyebut nama itu lalu aku harus menyebutnya dengan nama apa?”
“Kemarin dia mengancam ku akan merebutmu dari ku seperti dia merebut Diego dari ku.”
“HAHAHA… rupanya karena itu aku tak boleh menyebut namanya. Baiklah aku tak akan menyebut namanya lagi. Dan asal kamu tahu sayang. Aku sangat tidak tertarik dengan dirinya. Meskipun didunia ini hanya ada satu wanita yang tersisa dan itu hanya dia. Aku tak akan memilihnya ataupun tergoda padanya. Ketika hatiku sudah menetapkan kamu sebagai tambatan hatiku di hidupku ini. Berarti tak akan ada lagi celah untuk orang lain mengisi hati ini. Hanya kamu yang ada disini satu untuk selamanya.” Ucap Andre yang menarik tangan Jessica dan mengarahkan ke dadanya.
“Selama jantung ini masih berdetak selama itu pula diri ini akan selalu mencintaimu Jessica ku sayang.” Andre kemudian memeluk tubuh Jessica dan membaringkan tubuh mungil itu dan memberikan kecupan di bibir mungil wanita yang sangat ia cintai.
__ADS_1
Kediaman Nico.
Sebuah mobil Range Rover Evoque berwarna putih masuk kedalam pekarangan rumah Nico. Abraham dan Adam keluar dari mobil yang mereka tumpangi setelah supir mereka membukakan pintu mobil untuk mereka.
Adam dan Abraham berjalan menuju pintu rumah mereka. Adam mengetuk pintu rumah adiknya itu dengan ketukan yang begitu keras. Membuat Cynthia menyahut dengan berteriak dari dalam rumah.
“Y A TUNGGU SEBENTAR…SABAR SEDIKIT AKU SEDANG HAMIL TIDAK BISA JALAN CEPAT!!” pekik Cynthia dari dalam rumah.
“Sungguh tak sopan” gumam Abraham dengan suara yang pelan namun masi dapat didengar oleh Adam.
“Tentu tidak sopan dia bukan keturunan kita Dad.” Sahut Adam yang melirik Abraham. Ia mengingatkan Cynthia bukanlah cucu Abraham.
“Kau benar aku sampai lupa.” Sahut Abraham sembari tersenyum pada anaknya.
“Tidak ada Jessica dirumah ini dan Ibu yang sedang merajuk membuat hidup ku menjadi serepot ini huuhhhh….”keluh Cynthia sembari berjalan kearah pintu.
“Ceklek” Cynthia membukakan pintu untuk tamunya itu. Cynthia membuka lebar pintu rumahnya. Ia melihat dua pria asing yang tidak pernah ia temui sebelumnya.
“Maaf Tuan-Tuan sedang mencari siap?” tanya Cynthia pada orang asing yang ada dihadapannya.
“Apa Lestari dan Nico ada di rumah?”tanya Adam pada Cynthia.
“Mereka ada didalam, maaf ada perlu apa dengan kedua orang tuaku?” tanya Cynthia yang begitu penasaran dengan keperluan dua orang asing dihadapannya yang berpenampilan begitu rapi dan terlihat menggunakan pakaian mahal dari brand terkenal dunia.
“Apa kami boleh masuk?”
“Tentu Tuan, silahkan masuk!” Cynthia mempersilahkan Adam dan Abraham untuk masuk kedalam rumahnya. Cynthia juga mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tamu.
Setelah mereka duduk Adam kemudian menjawab pertanyaan Cynthia barusan.
“Katakan saja pada Nico dan Lestari ada Tuan Abraham dan Adam datang, sedang menunggu mereka diruang tamu.”
“Baik Tuan, saya tinggal dulu untuk memanggil kedua orang tua ku, permis Tuan-Tuan.” Cynthia pamit meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.
“Dams kau lihat dia begitu memperhatikan penampilan kita dari atas hingga ke bawah. Daddy sangat risih melihat caranya memandang kita. ”
“Ya Dad aku juga melihat cara dia memandang kita. Mungkin jika kita tidak berpenampilan seperti ini dia tidak akan menyambut dengan ramah kedatangan kita Dad.”
“Ya Dad.”
Cynthia segera berjalan menghampiri Ayahnya yang ada dikamarnya. Nico baru saja pulang dari kantor, Ia baru saja selesai membersihkan diri dan sedang berganti pakaian. Cynthia masuk kekamar kedua orang tuanya itu tanpa mengetuk pintu membuat Nico yang sedang memakai pakaian terkejut dengan kedatangan Cynthia yang membuka pintu dengan kasar.
“Cynthia kamu tidak boleh masuk ke kamar Ayah dengan cara seperti ini nak! Ketuklah pintu terlebih dahulu. Jagalah adab kesopanan mu.”
“Ayah maaf ada dua orang pria asing yang sedang menunggu ayah diruang tamu. Sepertinya mereka bukan orang sembarangan. Dari penampilannya mereka seperti orang kaya ayah. Apa itu keluarga Andre Ayah?” ucap Cynthia yang mengebu-gebu.
“Mungkin?! Apa mereka tidak menyebutkan nama mereka Nak?”
“Iya mereka menyebutkan nama mereka ayah, mereka bilang mereka itu Tuan Abraham dan Tuan Adam ayah.”
“APA!!!” mata Nico membola seketika. Dia menjatuhkan tubuhnya yang tiba-tiba lemas di tepi ranjang.
“Ayah apa kau baik-baik saja?” tanya Cynthia yang begitu khawatir melihat ayahnya yang terkejut dan terduduk lemas di tepi ranjang.
“Panggil ibu mu nak!” pinta Nico yang masih duduk dengan tatapan mata yang kosong.
“Ada apa kau mencariku Dad? Setelah puluhan tahun berlalu kau akhirnya menemukanku.” Batin Nico.
“Baik Ayah aku akan memanggil Ibu di kamar Bang Leon.” Cynthia segera pergi mendatangi Ibunya dikamar Leon.
“Tok..Tok..Tok..” cynthia mengetuk pintu kamar Leon.
“Bu… bukalah pintu ada tamu yang mencari Ibu dan Ayah.” Pekik Cynthia dari muka pintu kamar Leon.
Lestari segera membuka pintu kamar Leon dan menemui Cynthia.
“Siapa tamu itu Cynthia?” tanya Lestari dengan wajah malasnya menatap anaknya yang menyebabkan Jessica pergi dari rumah.
“Aku tidak kenal tamu itu bu. Salah satu dari mereka berkata kalau mereka adalah Tuan Abraham dan Tuan Adam.” Jawab Cynthia yang membuat Lestari merespon serupa dengan Nico. Matanya membola seketika.
__ADS_1
“Dimana Ayah mu?”
“Dikamarnya bu, Ayah sudah tahu dan sedang duduk lemas di tepi ranjang. Memangnya siapa mereka bu? Kenapa kalian begitu terkejut kedatangan mereka?”
“Sudah jangan banyak tanya. Kau tidak perlu ikut campur!” ucap Lestari yang meninggalkan Cynthia begitu saja. Lestari berjalan menghampiri suaminya yang berada didalam kamar.
“Ayah bagaimana ini orang tuamu dan kakakmu datang?”tanya Lestari pada Nico yang sedang duduk termenung.
“Kita temui bersama-sama bu. Ayah berjanji tidak akan meninggalkanmu dengan anak-anak. Percayalah pada ayah Bu!” ucap Nico yang berdiri memegangi kedua tangan istrinya.
Dengan langkah ragu Lestari dan Nico keluar dari kamar ingin menemui Abraham dan Adam. Betapa terkejutnya Lestari dan Nico melihat Abraham, Adam dan Leon tengah berbincang, terlihat begitu akrab bahkan Abraham terus merangkul tubuh kekar Leon yang duduk disampingnya.
“Dad..” Nico memanggil Abraham. Suara Nico membuat tiga orang pria itu memandangnya.
“Duduklah Nico ada yang akan Daddy sampaikan pada mu!” pinta Abraham pada Nico.
Lestari dan Nico menghampiri Abraham dan Adam. Mereka mencium punggung tangan kedua pria itu kemudian duduk diantara mereka.
“Langsung pada intinya saja Nico, kedatangan ku kesini ingin memberitahukan mu bahwa aku akan menikahkan putri mu Jessica dengan pria pilihan ku. Kau mau terima atau tidak aku tidak perduli. Minggu depan dia akan menikah di Mension utama kita. Aku harap kau dan istrimu bisa hadir keacara pernikahan putri yang telah kau usir itu.”
“Dad tapi dia..” Nico mencoba membatah ucapan Abraham namun gagal.
“Tidak ada kata tapi hanya ada kata Iya. Aku tidak terima bantahan dari mu ataupun istrimu. Dan jangan coba-coba menggagalkan rencanaku dengan memberitahunya!”
“Tapi Dad…”Nico kembali ingin membatah ucapan Abraham.
“Apa kau tidak mengerti kata-kata ku tadi Nico. Tidak ada kata tapi-tapi lagi. Dan aku tak ingin mendengar alasan apapun dari mulut mu.”
Cynthia yang mendengar Nico memanggil salah satu orang asing itu dengan sebutan Daddy segera menghampiri Nico.
“Mereka siapa Ayah? Kenapa ayah memanggil Tuan ini Daddy? Apa dia kakek ku?” tanya Cynthia pada Nico. Pertanyaan Cynthia membuat raut wajah Abraham dan Adam berubah. Abraham memberikan kode dengan matanya pada Adam untuk pamit pulang.
“Iya nak dia kakekmu dan paman mu.” Jawab Nico pada Cynthia.
Cynthia tersenyum bahagia mendengar jawaban Nico. Ia senang memiliki Kakek yang terlihat begitu kaya. Cynthia segera ingin menghampiri Abraham yang duduk di samping Leon. Melihat Cynthia yang ingin menghampirinya, Abraham segera berdiri dan beranjak pergi.
“Leon Kakek pamit pulang ya, sampai jumpa minggu depan cucuku.” Ucap Abraham kemudian memeluk dan mencium kening Leon.
“Hati-hati Kek.” Sahut Leon yang kemudian mencium punggung tangan Abraham lalu mencium punggung Adam.
Abraham dan Adam kemudian pergi berlalu melewati Cynthia yang berdiri ingin menghampirinya mungkin Cynthia ingin memeluk atau mencium punggung tangan Abraham seperti apa yang dilakukan Leon tadi namun Abraham seakan tidak memberi Cynthia kesempatan untuk menyentuhnya.
Nico dan Lestari segera menghampiri Abraham dan Adam yang beranjak pergi dari rumahnya itu. Mereka mencium tangan kedua orang itu secara bergantian.
“Lestari, aku berterima kasih pada mu yang sudah melahirkan dan membesarkan cucuku Leon dan Jessica dengan baik. Sehingga mereka menjadi anak-anak yang baik dan mandiri.” Ucap Abraham pada Lestari saat Lestari mencium punggung tangan mertuanya itu.
“Iya Tuan.” Sahut Lestari.
“Panggil aku Daddy jangan panggil aku Tuan!” pinta Abraham pada Lestari.
“Baik Daddy.”
“Nah begitu mulai saat ini kau panggil aku Daddy. Daddy pulang dulu Lestari sampai jumpa minggu depan diacara pernikahan putrimu di Mensionku.” Pamit Abraham pada Lestari sembari menepuk bahu menantunya itu. Semula Lestari dan Nico mengira kedatangan Abraham dan Adam ingin memisahkan mereka berdua. Tapi dugaan mereka salah. Abraham dan Adam hanya memberitahukan perihal rencana pernikahan Jessica yang mengejutkan mereka.
Sedang Cynthia di ujung sana hanya bisa memperhatikan sikap dingin Abraham padanya. Ia merasa aneh mengapa Abraham tak menyebut namanya saat mengucapkan terimakasih pada Ibunya. Apa karena kehamilannya membuat Abraham kecewa padanya sehingga tidak menganggapnya sebagai cucu? Semua pertanyaan muncul dibenaknya sejak ia mendapat perlakuan dingin dan penolakan secara terang-terangan yang dilakukan Abraham padanya.
Setelah Abraham dan Adam meninggalkan kediaman Nico. Lestari menangis sejadi-jadinya.
“Ibu kenapa ibu menangis?” tanya Leon pada Lestari ibunya.
“Ibu kasihan pada adikmu Jessica nak, dia sangat mencintai Andre tapi minggu depan dia akan menikah dengan pria lain pilihan kakekmu.” Lestari menjawab pertanyaan putranya sembari menangis.
“Sudahlah bu… kau lihat sendiri aku sudah berusaha mencoba menolak tapi Daddy tak memberiku kesempatan untuk bicara.” Sahut Nico yang mencoba menenangkan Lestari.
“Sungguh malang nasib mu nak.” Ucap Lestari yang meratapi nasib Jessica.
Cynthia yang mendengarkan perbincangan ketiganya tersenyum senang dihatinya.
“Aku tak perlu berusaha apapun untuk menjauhkan mu dengan Andre. Untuk merebut Andre darimu begitu mudahnya.Ternyata kamu akan menikah dengan pria lain pilihan kakek. Ternyata Andre memang tercipta untuk ku Jessica hahahahaha… Aku akan melihatmu begitu menderita dipaksa menikah oleh kakek oleh pria asing yang tidak kau kenal, ditambah lagi kau akan melihatku bersanding dengan Andre kekasihmu yang kaya itu hahahaha.." batin Cynthia yang begitu senang.
__ADS_1
Bersambung dulu yah...
Selamat bermalam minggu.