
Fabian kembali lagi melangkahkan kakinya ke Unit apartemen Jimmy. Seseorang pria bertubuh kekar menggunakan jas hitam membukakan pintu untuknya.
Saat ia kembali masuk ke dalam unit apartemen Jimmy. Fabian melihat beberapa staf medis dengan peralatan lengkap laboratorium seakan menunggu kedatangan dirinya.
" Bagaimana kekasihmu sangat pintar sekali di ranjang bukan?" tanya Jimmy seakan mengejek.
Fabian tidak menggubris ejekan Jimmy matanya terus memandangi staff medis yang berada di hadapannya.
" Untuk apa mereka ke sini Tuan Jimmy?" tanya Fabian kepada Jimmy dengan matanya terus memandangi staf paramedis.
" Mereka akan melakukan pemeriksaan padamu sebelum kau menikahi Margaret. Aku khawatir kau mengidap penyakit kelamin karena sudah berhubungan badan dengan Rania yang memiliki kebiasaan bermain dengan banyak pria." jawab Jimmy yang menatap tajam wajah Fabian.
" Aku sudah lama tak menyentuhnya Jimmy, selama aku berhubungan dengannya baru dua kali aku bermain dengannya. Aku tak mungkin memiliki penyakit itu." Fabian membantah tuduhan Jimmy.
"Ck. Sayangnya aku tak percaya padamu. Aku lebih percaya hasil tes yang akan kita lakukan sekarang. Jika terbukti kau memiliki penyakit itu, dengan terpaksa kau harus mengubur dalam-dalam niatmu untuk rujuk dengan Margaret dan aku akan membantu Margaret mendapatkan hak asuh untuk kedua putrinya yang berada dalam asuhanmu." sahut Jimmy dengan suara penuh penekanan.
" Baiklah Tuan Jimmy, Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan pada diriku ini!" sahut Fabian dengan pasrah.
Setelah menyetujuinya Fabian pun akhirnya mengikuti serangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh paramedis yang di datangkan dari rumah sakit milik keluarga Brata Kusuma.
" Berapa lama hasilnya Dok?" tanya Jimmy pada Dokter Darwin.
"Untuk tes cepat ini hasilnya 20 menit dari sekarang Tuan Jimmy sedang serangkaian tes lain kami butuh waktu 1-2 hari. Kami akan segera mengabari Anda. Namun hasil tes cepat yang kita lakukan barusan hasilnya cukup akurat dan dapat dijadikan tolak ukur untuk Anda." terang Dokter Darwin.
"Ok terima kasih Dok."Jimmy mengucapkan terima kasih kepada Dokter Darwin sembari memukul pelan bahu dokter itu.
20 menit pun berlalu. Dokter Darwin menghampiri dan juga Fabian yang duduk di ruang tamu. Dia memberikan hasil tes yang dilakukan Fabian barusan. Bersyukurnya hasil tes menunjukkan Fabian negatif dari virus HIV. Wajah Fabian yang semula tegang sekarang sudah kembali tenang. Beberapa kali ya terlihat memanjatkan doa atas rasa syukurnya.
Setelah memberikan hasil tes cepat kepada Jimmy dokter Darwin pun akhirnya undur diri untuk kembali ke rumah sakit. Tak lama dari kepergian dokter Darwin, seseorang karyawan butik membawakan satu stel jas pengantin untuk Fabian. Jimmy pun memberikan jas itu kepada Fabian.
" Ini pakailah!" ucap Jimmy Ketika memberikan jas pengantin pada Fabian.
" Terima kasih Tuan Jimmy, Aku tidak tahu harus membayar dengan apa kebaikanmu ini. Kau dengan kemurahan hati mu sudah membantu dengan sebaik ini." ucap Fabian ketika menerima jas yang diberikan oleh Jimmy.
" Aku ini memang orang baik tidak seperti dirimu. Namun sayangnya kebaikanku padamu ini tidak gratis Fabian, aku sudah mencatat semua pengeluaran yang ku keluarkan untuk niat mu kembali rujuk dengan Margaret. Kau harus membayarnya setelah acara pernikahanmu selesai." ucap Jimmy dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Jawaban Jimmy membuat Fabian mengerutkan kedua alisnya.
" Kukira kau tulus membantuku Tuan Jimmy?!".sahut Fabian.
" Ya aku memang tulus membantumu, tapi seluruh pengeluaranku harus kau bayar. Kau ini seorang CEO, masa menikah saja kau ingin gratis apa kau tidak malu dengan jabatanmu hah?" ucap Jimmy kemudian pergi meninggalkan Fabian begitu saja tanpa menunggu lagi Fabian akan menyahuti apa perkataannya.
Setelah Fabian berganti pakaian, Jimmy dan Fabian melangkahkan kakinya menuju unit apartemen Margaret yang berada di lantai 15. Di lantai 15 adalah tempat hunian para artis dan pesohor negeri ini. Margaret menempati salah satu unit apartemen di lantai 15 atas rekomendasi Andre sang pemilik gedung apartemen.
Jimmy membuka pintu unit apartemen Margareth dengan menekan tombol key password. Fabian memperhatikan Jimmy dengan memandangi wajahnya. Seakan meminta penjelasan kenapa ia bisa mengetahui key password unit apartemen Margaret.
Jimmy yang mengerti arti tatapan Fabian pun menjelaskan kepada Fabian mengapa ia mengetahui Key password unit apartemen Margareth.
" Apartemen ini diberikan kepada Margaret secara cuma-cuma oleh Tuan Andre, aku mengetahui key paswordnya karena aku selalu datang menggantikan posisimu menjadi Ayah untuk Kenzo keponakanku, di saat Margaret harus melakukan pemotretan diluar kota Kenzo harus ditinggal bersama Nayna baby Sisternya. Ku harap setelah rujuk nanti jangan sampai kau meniduri Nayna seperti kau meniduri Margaret saat ia sedang menyamar menjadi Rika si Baby Sister yang malang."ucap Jimmy menjelaskan, memperingati sekaligus menyindir Fabian.
Fabian tak menanggapi sindiran Jimmy karena semua yang dikatakan Jimmy memang benar.
Jimmy dan Fabian pun telah masuk kedalam unit apartemen Margaret. Terlihat unit apartemen Margaretha dihias sedemikian rupa untuk acara pernikahan mereka yang digelar secara sederhana.
Fabian menghampiri sang Daddy yang tengah duduk di salah satu sofa di ruang tengah.
"Dad..." panggil Fabian.
"Ini keputusan yang sangat baik kau ambil Nak." ucap Bagas ketika memeluk putranya.
"Mana Mommy Dad?" tanya Fabian ketika melepaskan pelukan Daddynya.
"Mommy mu menghilang setelah kepulangan kami dari Kota D. Sepertinya ada yang disembunyikan Mommy dari kita Son. Daddy sudah mencari Mommy mu kemana-mana namun tidak ketemu. Selain memcari Mommy mu Daddy juga sedang sibuk mencari keberadaan Melani sepupumu itu. Tuan Abraham berjanji akan membantu perusahaan Daddy jika bisa menemukan Melani yang sudah menukar salah satu cucunya dengan anaknya." terang Bagas pada putranya.
Fabian terdiam berfikir mendengar ucapan Daddynya.
"Jadi benar keluarga kita memiliki kesalahan pada keluarga Tuan Abraham Dad?"
"Iya... Apa kamu sudah mengetahui kita memiliki masalah dengan keluarga mereka Son?"
"Kemarin aku pun mengalami kendala dalam Eventku Dad. Tapi aku berhasil mengatasi kendalaku dengan melakukan barter dengan Tuan Adam putra dari Tuan Abraham."
__ADS_1
"Barter???"
"Iya dia meminta ku membarter Jessica karyawatiku dan meminta ku untuk mencari keberadaan Melani. Aku menyetujui permintaan Tuan Adam, dengan berat hati aku memberikan Jessica padanya Dad. Aku dalam posisi sulit saat itu."
"Mereka sangat menggebu-gebu untuk segera menemukan Melani. Son... Apa Jessica yang kau maksud tadi adalah kekasih Tuan Andre yang juga kau cintai??" tanya Bagas.
Fabian menjawab dengan menganggukan kepalanya.
"Kamu menambah masalah baru Son, Bagimana jika Tuan Andre tau. Kau akan habis ditangannya, lalu bagaimana kabar Jessica sekarang? Kau juga akan berurusan dengan kedua orang tua anak itu Son."
"Aku sudah bertemu dengannya Tuan Andre Dad, aku menanyakan keberadaan Jessica padanya. Dia tidak menjawab dimana keberadaan Jessica tapi dari arah pembicaraannya aku bisa menyimpulkan Jessica sudah bersamanya dan dalam konsisi baik-baik saja."
"Lalu bagimana bisa tiba-tiba kau ingin rujuk dengan Margaret seperti ini Son?"
"Ini semua karena Alan Dad, saat aku dilema dan hancur atas kepergiaan Jessica yang disebabkan oleh keputusanku dengan menghabiskan waktu ku di Kota D dengan mabuk-mabukan. Alan memanggil Margaret untuk menghentikan aksi mabuk-mabukanku. Margaret menghentikan ku dan membantuku menemui Andre. Setelah selesai menemui Andre kami banyak bicara, tiba-tiba saja Margaret mengakui dirinya pernah menyamar menjadi Rika Baby Sister kedua anakku. Dan aku pun bertanya padanya anak siapa yang ia lahirkan waktu itu. Pasti Daddy tahu sendiri alasan dia untuk mengambil cuti bukan? Setelah mengetahui anak yang dilahirkan Margaret adalah putraku aku memutuskan untuk kembali rujuk dengannya demi anak-anakku Dad."
"Son... Daddy harap kau bisa kembali mencintai Margaret setelah kau rujuk dengannya. Dia wanita yang baik untukmu, jangan sakiti dia Son! Setelah pernikahanmu ini datangilah keluarga Jessica akui perbuatanmu yang telah lancang menukar putrinya demi kepentinganmu." Bagas menasehati Putranya.
"Iya Dad."
Jimmy yang sejak tadi duduk menunggu kehadiran Margaret sambil mendengarkan ucapan Fabian dan Bagas akhirnya memerintahkan Angel untuk memanggil Margareth yang berada di lantai atas untuk segera turun.
"Lama sekali wanita jika berdandan." gumam Jimmy kesal.
"Angel, panggil Margaret untuk turun!" perintah Jimmy dengan wajah datarnya.
Angel pun memanggil Margaret untuk turun. Margaret turun bersama Angel dan kedua putrinya Hana dan Hani langkah mereka diikuti oleh kedua orang tua Margaret. Fabian melihat Margaret begitu cantik dan anggun menggunakan gaun pengantin. Nampak Hana dan Hani tersenyum riang melihat Papinya dan Maminya akan kembali bersatu.
" Kamu terlihat cantik Margaret." bisik Fabian memuji kecantikan Margaret di depan meja penghulu.
Pujian Fabian membuat Margeret malu dan pipinya yang putih terlihat merah merona.
Acara pernikahan secara sederhanapun di mulai. Dengan sekali tarikan nafas Fabian mengucapkan ikrar janji suci mereka untuk kedua kalinya dengan wanita yang sama. Kini mereka sudah resmi menjadi suami istri kembali.
Hana dan Hani begitu nampak bahagia, mereka terus memeluk tubuh kedua orang tuanya sembari meneteskan air mata.
__ADS_1
"Terimakasih Tuhan karena sudah membawa Mamiku kembali pada kami. Walaupun bukan tante Jessica yang menjadi Mami ku sekarang, aku tetap bersyukur karena sekarang aku sudah memiliki keluarga yang utuh." batin Hana. Di hati kecilnya ia masih berharap Jessicalah yang menjadi ibu pengganti untuknya.
Bersambung