Cinta Jessika

Cinta Jessika
Fabian dan Rania


__ADS_3

Setelah Andre membawa Jessica pergi. Fabian masi setia berdiri mematung di ruang AE hingga akhirnya Rania menghampiri Fabian.


"Bie..." panggil Rania. Rania menatap wajah Fabian yang tengah melamun, entah apa yang difikirkannya.


"Bie.." panggilnya lagi dengan mengguncangkan lengan Fabian. Fabian pun tersadar dari lamunannya. Fabian menatap wajah Rania yang sedang merasa takut.


"Apa kau yang melakukannya?" tanya Fabian menatap tajam wajah Rania. Rania diam membisu tak menjawab pertanyaan yang diberikan Fabian padanya.


"Jawab pertanyaanku Nia, apa kau yang melakukannya?" tanya Fabian lagi namun Rania masih bertahan dalam diamnya.


" N I A!!! JAWAB!!!" Fabian membentak Rania di hadapan karyawannya.


"Bie.. Kau membentak ku karena dia?" Rania akhirnya bersuara.


"Aku membentakku karena kau tidak mau menjawab pertanyaanku. Apa sulit menjawab pertanyaanku Nia? Katakan Nia apa kau yang melakukannya?" Fabian kembali bertanya untuk ketiga kalinya.


"Jika ia kenapa Bie? Apa kau ingin marah padaku?" Rania malah balik bertanya.


"Kenapa kau melakukannya Rania? Kenapa kau jadi seperti ini Rania? Apa kesalahannya hingga kau berbuat sekejam itu padanya?" tanya Fabian. Sejenak Rania membuang pandangan wajahnya lalu kembali menatap Fabian.


"Kau mau tau alasannya Bie? Kenapa aku melakukannya pada wanita murahin itu? Kau mau tau Bie?" Rania kembali balik bertanya pada Fabian penuh penekanan.


"Tentu aku ingin tahu alasannya Nia? Kenapa kau bisa sekejam ini padanya?" tanya Fabian dengan mencengkram kuat kedua lengan Rania. Rania menatap kedua lengannya yang di cengkram kuat oleh Fabian.


" Lihatlah kau menyakiti ku karenanya. Bagaimana aku tidak menyakitinya jika semua perubahanmu disebabkan oleh dia." jawab Nia dengan mata yang berkaca-kaca. Mendengar jawaban Rania membuat Fabian melepaskan cengkramannya dan pergi meninggalkan Rania.


Fabian berjalan menuju ruangannya. Setelah sampai di ruangan Fabian menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Ia duduk dengan kedua tangan yang menopang kepalanya di atas meja.


"Rasa cinta ku pada mu membuatmu menderita. Maafkan aku Jessica." batin Fabian


Rania menyusul kepergian Fabian. Ia keluar dari ruang AE. Ia melangkahkan kaki menuju ruangan Fabian. Ia membuka pintu ruangan Fabian. Didapatinya Fabian sedang duduk termenung.


"Bie..." panggil Rania. Ia berjalan menghampiri Fabian.


"Maafkan aku Bie." ucap Rania dan ia duduk bersimpuh di hadapan Fabian.


"Bangunlah Nia jangan duduk seperti itu." pinta Fabian pada Rania.


"Maafkan aku Bie. Apa kau tak mau memaafkanku?" tanya Rania dengan suara manjanya.


"Aku sudah memaafkan mu dan selalu memaafkanmu Nia. Seharusnya kau tidak melakukan hal seperti itu padanya Nia. Dia tidak punya salah apapun pada mu dan perbuatan mu itu perbuatan kriminal menurutku" jawab Fabian


"Iya Bie aku menyesalinya, Bie... Bisakah kau menjauhinya demi diriku? Aku berjanji akan memperbaiki diriku menjadi apa yang kamu mau asal kamu mau menjauhinya dan melupakannya." pinta Rania.


"Aku tidak mungkin menjauhinya Nia, dia itu karyawanku. Aku dan Jessica tidak ada hubungan apa-apa. Kenapa aku harus menjauhinya dan melupakannya?" Fabian menolak dengan alasan yang masuk akal untuk Nia. Padahal dari lubuk hatinya terdalam ia menolak karena rasa cintanya yang mendalam pada Jessica.


" Kau jangan berusaha membohongiku Bie! Aku melihat kau sangat menyukainya. Buktinya ucapan mu seperti terus membelanya." ucap Rania.


"Sudahlah Nia. Jangan bahas masalah itu lagi! Jika aku menyukainya mungkin saat ini aku sudah bersamanya bukan bersama dengan diri mu seperti saat ini." ucap Fabian berusaha menghentikan Rania membahas tentang perasaannya pada Jessica. Ia khawatir Rania akan melakukan hal yang lebih gila lagi pada Jessica.


"Baiklah Bie. Tapi jika kau pergi meninggalkan ku karena wanita murahan itu. Aku akan mengakhiri hidup ku dihadapan mu." ancam Rania pada Fabian.


Fabian menarik tangan Rania yang tengah berdiri di hadapannya untuk duduk di pangkuannya. Tarikan tangan Fabian membuat Rania jatuh dalam pangkuan Fabian.


"Jangan merajuk padaku Nia dan jangan coba-coba mengancamku dengan wajahmu yang begitu menggemaskan jika kamu merajuk seperti ini pada ku." Fabian mencoba menggoda Rania untuk mencairkan suasana dan mengalihkan perhatian Rania


"Bie... Apa kau sibuk hari ini?" tanya Nia dengan nada yang begitu manja pada Fabian dan mengalungkan tangannya di leher Fabian. Usaha Fabian berhasil membuat Rania mengalihkan perhatiannya.

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya seperti itu pada ku? Jika aku tidak sibuk kau ingin aku melakukan apa untuk mu?" tanya Fabian yang sebenarnya sudah mengerti arah pembicaraan Rania.


"Aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu Bie. Aku sudah sangat merindukan permainan mu Bie." jawab Rania menatap Fabian penuh gairah.


"Baiklah kalau itu mau mu. Kau ingin kita melakukannya dimana disini atau..." tanya Fabian namun pertanyaan Fabian terhenti karena Rania memotongnya.


"Di apartemen ku saja Bie. Bagaimana menurut mu Bie?" potong Rania.


"Ya, baiklah. Ayo kita pergi untuk bersenang-senang!" ajak Fabian. Membuat senyum mengembang di wajah Rania.


Mereka pun pergi meninggalkan perusahaan menuju apartemen milik Rania. Mereka berjalan bergandengan menebar kemesraan seperti melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Clara yang melihat kemesraan Fabian dan Rania dibuat kesal.


"Cih... kenapa mereka masih terlihat baik-baik saja? Sebaiknya aku harus menyusun strategi untuk memisahkan salah satu rival terberat ku ini" batin Clara.


Diperjalanan Rania terus bergelayut manja dilengan Fabian yang tengah menyetir kendaraan mobilnya.


Tiba-tiba ponsel Rania berdering. Dia mengambil ponsel yang ia letakkan di dalam tasnya. Terlihat nomor Anton tertera dilayar ponselnya.


"Papi, tumben sekali dia menghubungi ku." ucap Rania saat melihat nomor Anton tertera dilayar ponselnya.


"Siapa?" tanya Fabian yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Papi Bie" jawab Rania.


"Angkatlah siapa tahu penting!" saran Fabian.


Rania pun mengangkat panggilan dari Papinya itu.


"Hallo Pih..." sapa Rania.


"Kamu dimana? Papi mendatangi apartemenmu kamu tidak ada." ucap Anton kesal diseberang sana.


" Cepatlah kembali ke apartemen mu! Ada yang ingin papi bicarakan penting pada mu." pinta Anton pada anaknya.


"Baiklah Pih tunggu sebentar lagi kami akan sampai di apartemen" ucap Rania pada Anton


"Kau pulang bersama siapa?" tanya Anton ketika Rania menyebut kata kami pada ucapannya.


"Bersama Fabian Pih." jawab Rania


"Oh... cepatlah!! Papi tidak bisa lama menunggumu!" ucap Anton terus meminta Rania segera datang.


" Iya pih, sabarlah sedikit kami sedang dalam perjalanan." Rania kemudian menutup panggilan teleponnya dengan Anton.


"Bie, bisakah kamu lebih cepat lagi mengendarai mobilmu. Papi terlihat tak sabar menungguku di apartemen, ada hal penting yang ingin Papi ku bicarakan pada ku." pinta Rania pada Fabian.


"Ya baiklah Nia." Jawab Fabian menanggapi permintaan Rania. Fabian pun menambah laju kecepatan mobilnya.


" Hal penting apa yang ingin Papi bicarakan pada ku? Semoga ini tidak berkaitan dengan ancaman Andre pada ku tadi." batin Clara yang dihantui rasa takut.


Clara tidak lagi bergelayut manja dilengan Fabian. Dia duduk bersandar di kursi mobil, ia menghabiskan sisa perjalanan menuju apartemen dalam diam dan lebih banyak melamun.


Fabian yang melihat perubahan Rania pun bertanya padanya.


"Kenapa kamu jadi banyak melamun? Apa yang kamu fikirkan Rania?" tanya Fabian.


"Bie.. Kenapa aku sekarang seperti merasa khawatir setelah menerima telepon dari Papi ya?" jawab Rania.

__ADS_1


"Kau sedang mengkhawatirkan apa Nia?" tanya Fabian dibalik kemudinya sesekali ia melirik Rania yang duduk disampingnya.


"Aku khawatir sesuatu yang buruk telah terjadi pada keluarga ku setelah Tuan Andre memberikan ku peringatan untuk bersiap menerima pembalasan darinya karena telah menyakiti wanita murahan itu." jawab Nia


"Nia berhentilah menyebut Jessica seperti itu!" Fabian tidak terima Rania menyebut Jessica terus menerus dengan sebutan wanita murahan.


"Bie, kenapa kamu malah membelanya?! Bukannya seharusnya kau menenangkan ku?!" ucap Rania kesal.


"Aku tidak membelanya, aku hanya tidak mau mulut mu mengeluarkan kata-kata yang tak pantas, jika ingin membicarakannya sebut saja namanya tanpa harus menyebut dia wanita murahan" ucap Fabian.


"Ah... Kau membuat perasaanku makin tidak karuan Bie." ucap Rania kesal.


"Untuk apa kau mengkhawatirkan ancaman Andre pada mu. Lagi pula selama ada aku disamping mu kamu tidak perlu merasa khawatir Nia." ucap Fabian berusaha menenangkan Rania. Mendengar ucapan Fabian membuat Rania kembali memeluk lengan Fabian.


Kini mereka sudah tiba di apartemen Luis. Fabian berjalan bergandengan tangan dengan Rania memasuki gedung apartemen. Rania dan Fabian menghampiri Anton yang berada di ruang tunggu tamu apartemen.


"Ayo pih kita masuk!" ajak Rania.


Mereka bertiga pun berjalan menuju unit apartemen Rania. Kini mereka sudah ada didalam unit apartemen Rania. Fabian dan Anton duduk bersama di ruang tamu, mereka terlihat sedang mengobrol ringan seputaran bisnis sambil menunggu Rania menyiapkan minuman untuk mereka.


Tak berapa lama Rania pun datang membawa minuman untuk mereka. Rania meletakkan minuman untuk mereka berdua di atas meja.


" Diminum Pih, Bie..." ucap Rania


Anton dan Fabian pun langsunh menyeruput sedikit minuman yang disediakan oleh Rania, sebagai bentuk menghargai dengan apa yang Rania suguhkan untuk mereka.


"Rania kedatangan Papi kesini ingin menanyakan sesuatu pada mu dan Papi ingin kamu menjawab jujur di setiap pertanyaan yang akan Papi berikan kepadamu." ucap Anton pada anaknya itu.


"Baik Pih. Aku kan menjawabnya dengan jujur." ucap Rania patuh.


"To the poin saja Nia. Apa yang kamu lakukan kepada Tuan Andre hingga membuatnya sangat marah pada keluarga kita?" tanya Anton pada Rania.


Deg! Rania dan Fabian terkejut mendengar pertanyaan Anton.


"A...a...aku tidak melakukan apapun Pih." sangkal Rania dengan suara terbata. Raut wajahnya sudah menciut karena rasa takutnya.


"Kau berbohong pada Papi Nia, jawablah yang jujur Nia! Karena perbuatan mu semua investor dan Client Papi kabur, mereka dapat ancaman dari Tuan Andre jika masih nekat bekerja sama dengan Papi, Tuan Andre akan menghancurkan perusahaan mereka seperti yang kita alami saat ini. Setelah Papi mencari tahu penyebab Tuan Andre bersikap seperti ini pada Papi dengan menghubungi assitennya. Papi dibuat terkejut dengan informasi yang Papi dapat. Kenapa kamu berbuat sesuatu diluar batasan kamu Nia? Kenapa kamu bisa berbuat kriminal seperti itu Nia? Papi tidak mendidikmu untuk menjadi seorang kriminal." ucap Anton dengan penuh emosi dan penekanan di setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Papi maafkan Nia Pih, Nia tidak tahu kalau wanita itu memiliki hubungan dengan Tuan Andre Pih." Nia duduk bersimpuh di hadapan Papinya dengan deraian air mata. Rasa Khawatir yang ia rasakan ternyata terbukti. Dia dan keluarganya harus menelan pil pahit atas perbuatan cerobohnya menyelakai Jessica.


"Maaf mu tak akan merubah semua ini Nia." ucap Anton pada putrinya.


Fabian yang duduk di dekat Anton pun tak bisa berkata-kata setelah mendengar ucapan Anton yang menceritakan betapa menyeramkannya sikap Andre pada keluarga kekasihnya itu. Andre membela Jessica hingga menghancurkan keluarga kekasihnya itu tanpa belas kasih. Tanpa menunggu besok hanya beberapa jam setelah kejadian Andre sudah mampu membalikkan hidup seseorang yang menyakiti wanita yang ia cintai.


"Persiapkan dirimu Nia kita akan berusaha mengembalikan keadaan kita dengan meminta maaf pada Tuan Andre malam ini. Papi sudah membuat janji pertemuan makan malam bersamanya malam ini." ucap Anton pada Anaknya itu.


"Fabian ikutlah bersama kami menemui Tuan Andre! Bawalah Nia ke restauran Cempaka di daerah pelabuhan malam ini." ucap Anton lagi. Kemudian ia berdiri dan melenggang pergi meninggalkan Rania yang masih duduk bersimpuh.


bersambung


Selamat merayakan Idul Adha bagi yang merayakannya ya...


Ke Jakarta naik kendaraan (cakep)


Jangan lupa membeli roti (cakep)


Mari kita sambut Lebaran dengan cara menyembelih sapi...😂🤣

__ADS_1


Jangan lupa sambil nyate baca Cinta Jessika yah😁😋😎


__ADS_2