Cinta Jessika

Cinta Jessika
Jimmy menyatakan Cinta


__ADS_3

Di dalam pesawat jet pribadi milik Andre. Tiga wanita itu tengah mengobrol di sebuah meja dengan di temani Leon dan makanan yang memenuhi seisi meja. Sedang Andre dan Jimmy tengah sibuk dengan lembaran file-file dokumen pekerjaannya.


Anna dan Leon terus saja mengumbar kemesraan saat bersama Jessica dan Endah. Tubuh mereka terus menempel seperti perangko saja. Saling berpegangan tangan seakan takut kehilangan satu sama lain.


"Dipegangin mulu, mau nyebrang Pak?" Ledek Jessica pda Leon Abangnya.


"Bapak ini bukan mau nyebrang, tapi takut ilang... Maklum aja dia baru kali ini pergi jauh," sahut Endah yang juga meledek Leon.


"Diem kalian jangan brisik! Jessica kalau kamu iri, minta pada suami mu untuk memegangimu seperti ini, Endah, kamu jangan meledek Abang terus! Kalau kamu meledek abang lagi abang pastikan tidak ada satu barangpun yang akan kamu beli disana nanti." ucap Leon seakan tak mau diusik.


Jessica hanya diam mendengarkan perkataan Leon berbeda dengan Endah yang buru-buru menanggapi perkataan Leon.


"Ok...ok bang Endah gak ledek abang lagi tapi janji ya beliin tas, sepatu, dan baju?"


"Hemmm..."jawab Leon singkat.


Meski sudah tak meledek Leon dan Anna,namun kedua pasang mata wanita dihadapan pasangan yang tengaj kasmaran itu memandang jengah diri mereka, pasangan ini sangat mengerti arti pandangan kedua wanita dihadapannya namun mereka memilih tidak memperdulikannya, mereka asyik dengan diri mereka sendiri.


Hanya 10 menit mereka bertahan untuk tidak meledek sepasang kekasih dihadapan mereka.


"Dunia milik mereka berdua yang lain ngontrak," umpat Jessica kesal dengan wajah datarnya sembari memakan buah-buahan di hadapannya.


"Jiwa jomblo gue meronta-ronta nih jadinya...Ya Allah tolong...Pengen banget ya Allah...Tolong Endah ya Allah, jodoh Endah dimana ya Allah? Masih jauh apa udah deket ya Allah?" Ucap Endah sembari menengadahkan kedua tangannya diatas dada seakan berdoa meminta jodoh.


"Hahaha.. Tenang Nyi pelet jodoh lu udah deket kok... Kan lu udah nebar pelet kesegala arah. Udah ada korban yang terperangkap pelet lu, cuma masi malu-malu meong aja buat deketin lu soalnya lu-nya gitu...." Sahut Jessica sembari tertawa cengengesan dengan mata mengarah menatap Jimmy yang tengah serius bekerja bersama suaminya.


Jimmy yang ditatap Nyonya Mudanya hanya kikkuk berpura-pura fokus pada pekerjaannya.


"Gitu gimana maksud lu?Emang siapa sih yang mau sama gue? Wah cowok beruntung yang dapetin gue," balas Endah dengan percaya diri.


"Apa untungnya dapatin lu Ndah yang ada buntung, lu-kan hobby belanja, jalan-jalan dan makan gratis... hahahaha....," timpal Anna.


"Biarin belanja,jalan-jalan dan makan itu buat imbalan service gue nanti yang memuaskan ke dia. Gue ini masih orisinil dan tersegel tapi kalau udah di halalin ga perlu di training udah langsung bisa main dan dalam katagori mahir dijamin puas sampai tuntas," sahut Endah dengan ucapannya yang absurd.


"Hahahahaha..." tawa semua orang bersamaan terkecuali Jessica.


"Nyindir gue lu ya??" Jessica merasa tersindir dengan kata-kata Endah.


"Nyadar juga Ki sanak, cam mana ada istri dalam mode training huahahaha...."ucap Endah dengan gelak tawa meledek.


"Hahahaha..." tawa Leon, Anna dan Endah bersamaan. Ingin rasanya Jimmy ikut tertawa namun ia tak berani karena ia sudah mendapat sorot mata tajam dari Andre dihadapannya.


"Kak...Kak Andre, mereka menertawakan ku." Rengek Jessica sembari berjalan menghampiri suaminya.

__ADS_1


Jessica menjatuhkan bokongnya di pangkuan Andre begitu saja.


"Jim, bereskan ini, kita lanjutkan ketika sudah sampai di Paris saja!" Pinta Andre.


Andre memeluk istrinya yang tengah bersedih karena di tertawakan kedua sahabatnya dan Abang kesayangannya.


"Sudah sayang jangan bersedih! Ada aku disini, tolong jangan ambil hati apa yang mereka lakukan pada mu sayang, meraka itu saudara mu yang memiliki selera humor yang tinggi hemm... Dan mulai sekarang aku mohon pada mu untuk tidak menceritakan apapun yang terjadi dirumah tangga kita kepada orang lain meskipun itu sahabatmu ataupun keluargamu, tidak semua hal bisa kamu ceritakan pada mereka sayang, jika kamu tidak mau di perolok-olok oleh mereka lagi hemm." Ucap Andre menasehati istrinya sembari memeluk tubuh istrinya.


"Iya... Maafkan aku kak, aku mengaku salah."


"Aku memaafkan mu sayang, jangan di ulangi lagi ya!"


"Hemmm iya." Jawab Jessica kemudian memeluk tubuh Andre, ia menyembunyikan wajahnya di curug leher Andre.


Andre terlihat mengusap lembut punggung istrinya membuat sang istri terlihat nyaman dalam pelukannya.


Jimmy yang sudah selesai membereskan file dokumen dan menyimpannya dengan baik di dalam koper segera mendudukan bokongnya di samping Endah.


"Kanebo kering kenapa duduk di sini sih? Masih banyak kursi kosong yang lainkan tau."ucapnya kesal.


"Aku sedang ingin duduk bersama mu burung pipit, memangnya tidak boleh?"


"Boleh saja, tapi tidak boleh nempel-nempel seperti ini." Sahut Endah yang terus mendorong lengan Jimmy yang terus menempel pada Endah dengan sekuat tenaga.


"Hai,Burung pipitku, akulah jodohmu yang di datangkan Tuhan untukmu, akulah pria yang selalu ada dalam doa-doa mu, raihlah uluran cintaku yang akan menggenggam dirimu erat dalam menjalani hari-hari kita," bisik Jimmy di telinga Endah.


Ucapan Jimmy membuat Endah terdiam, mendengarkan dengan seksama bisikan Jimmy di telinganya. Nafas Jimmy yang berhembus di telinga Endah seketika membuat tubuh Endah meremang.


"Kau ini bicara apa kanebo kering?"


"Bicara tentang cinta dengan wanita bar-bar,"


"Hahaha...apa kau sedang menyatakan cinta dengan ku?"


"Bisa dibilang begitu,"


"Apa kau serius?"


"Tentu aku serius,"


"Kau tau aku ini tidak seperti Anna dan Jessica lahir dari keluarga yang jelas, asal usulku tidak jelas apa kamu bisa menerima kekuranganku ini?"


"Aku tak perduli dengan asal usul mu yang aku perduli cinta ku di terima dan terbalaskan." Jawab Jimmy menatap dalam wajah Endah.

__ADS_1


"Kau tak perduli tapi keluarga mu pasti perduli, aku pernah memiliki pengalaman buruk sebelumnya di tolak orang tua orang yang aku cintai karena aku ini hanya anak angkat yang diangkat dari panti asuhan." Ucap Endah sendu.


Leon yang sedang pura-pura tertidur bersama Anna yang sudah tertidur sejak tadi mendengar juga ucapan Endah yang membuatnya merasa sesak didadanya. Ada rasa sedih dan marah di dalam dirinya.


"Aku akan mencari tahu siapa yang sudah mengukir pengalaman buruk di hidup mu dan membalaskan rasa sakit hati mu,Endah. Walaupun kamu hanya adik angkatku tapi aku sangat menyayangi mu layaknya aku menyayangi Jessica adik kandung ku sendiri. Tidak ada yang boleh menyakitimu, jikapun ada dia harus berurusan dengan ku." Batin Leon.


Sedang Jimmy yang mendengar pernyataan Endah malah merangkulnya dan berkata, "Kau tahu aku ini hanya anak seorang supir yang beruntung. Seharusnya aku yang bertanya padamu, maukah kamu menerima aku dan keluargaku yang hina ini?"


Endah menatap bola mata Jimmy mencari kebenaran di dalam diri lawan bicaranya.


"Cinta itu tak memandang status sosial, cinta itu hanya memandang sebuah perasaan yang saling menjaga, memahami, menyayangi, menghormati, menghargai, mempercayai, dan mengisi satu sama lain."


"Lalu???"


"Lalu apa maksudmu?"


"Lalu apa cinta ku diterima?"


"Ohh itu...Tuan Jimmy kau tau kan aku ini wanita yang suka jalan-jalan, berbelanja dan doyan makan?"


"Iya lalu...?"


"Lalu bisa saja aku akan menghabiskan uang mu apa kau tidak keberatan?"


"Tidak, aku tidak akan keberatan, aku bekerja untuk membahagiakan orang-orang yang aku cintai. Jika uangku habis maka aku akan bekerja lebih keras lagi untuk menghasilkan banyak uang untuk kalian. Jadi bagaimana?"


"Baiklah aku mau tapi ada satu syarat?"


"Syarat kata mu???"


"Heemmm"


"Apa syaratnya, aku akan penuhi syarat dari mu agar cinta ku ini terbalaskan oleh mu,"


"Aku mau menjadi kekasihmu tapi kamu tidak boleh menyentuh tubuhku, berpacaranlah yang sehat. Tubuhku ini hanya untuk suamiku."


"Ok baiklah syarat dari mu aku terima,tapi pegang tangan masi bolehkan?"


"Boleh asal jangan ciuman dan teman-temannya yang menjurus ke wik-wik."


"Ok aku mau, tapi setelah pulang dari Paris izinkan aku melamarmu?"


"Hah??? Apa???"

__ADS_1


__ADS_2