Cinta Jessika

Cinta Jessika
Perkelahian


__ADS_3

Andre sudah melihat Jessica masuk kedalam rumah. Ia segera kembali ke mobilnya. Saat ia ingin membuka mobilnya seseorang menarik tubuhnya dengan kasar dan memberikan pukulan di wajahnya. Andre yang tak siap mendapat pukulan pun jatuh tersungkur. Anna yang mendengar keribuatan pun terbangun dari tidurnya. Ia melihat Andre dan Jessica sudah tidak ada di dalam mobil. Ia melihat sekeliling mobil tidak ada siapa-siapa tapi ada suara orang ribut. Ia tidak melihat Andre yang sudah jatuh tersungkur dan Fabian yang berjongkok dihadapan Andre. Anna melihat sekeliling mobilnya terlihat rumah-rumah yang ia kenali, Ia baru menyadari mereka sudah sampai di kediaman Jessica. Dalam fikiran Anna, Andre sedang mengantar Jessica kedalam rumah.


"Sudah ku peringatkan Jangan kau dekati Jessica, Jessica itu calon istri ku" ucap Fabian dengan penuh emosi. Fabian berjongkok dihadapan Andre yang jatuh tersengkur.


Andre mengusap sudut bibirnya yang kembali berdarah karena pukulan Fabian. Andre hanya menyunggingkan senyumnya saat Fabian mengatakan Jessica adalah calon Istrinya.


Andre bangkit dan berdiri. Ia merapikan dan membersihkan pakaiannya yang kotor.


"Jadilah orang yang tidak serakah Fabian. Bukankah kau ini calon suami dari Rania?" ucap Andre dengan santainya.


"Itu bukan urusanmu." ucap Fabian.


"Tentu jadi urusanku, apapun mengenai Jessica akan menjadi urusanku." ucap Andre dengan nada meninggi.


"Jauhi Jessica atau aku akan menghabisi mu! aku tidak takut dengan siapa kali ini aku berhadapan." ancam Fabian. Fabian menyadari betul dia sedang berhadapan dengan pria yang sangat berkuasa di dunia bisnis.


"Aku tidak akan menjauhi Jessica. Silahkan jika kau mau menghabisiku! Aku juga tidak akan menggunakan kekuasaanku dalam masalah pribadi kita ini jika kau tidak berlaku curang Fabian." tantang Andre.


Jawaban Andre membuat darah Fabian mendidih, Ia langsung menghujani Andre dengan pukulan, Beberapa pukulan meleset karena Andre dapat menangkisnya. Lagi dan lagi pukulan Fabian selalu meleset. Dan kali ini pukulan Fabian meleset dan mengenai kaca mobil Anna hingga pecah. Anna yang sedang memainkan ponselnya di buat terkejut, seketika itu juga ia berteriak.


"A a a....." teriak Anna.


Teriakan dan suara pecahan kaca membangunkan Endah dari tidurnya.


"Kenapa- kenapa? Kita di rampok ya?" tanya Endah yang baru bangun pada Anna. Anna hanya menggeleng dia juga tidak tahu apa yang terjadi.


Anna dan Endah keluar dari mobil, betapa terkejutnya mereka melihat Andre dan Fabian sedang berkelahi.


"Gila nih si Om duda ngajak duel kakak lu eh lagi duel sama kakak lu Ann. Eh, cepet telepon Jessica Ann, suruh dia keluar!" perintah Endah pada Anna.


Anna yang sedang memegang ponsel segera menghubungi Jessica


"Tut...tut..." suara nada memanggil.


"Hallo Ann, cepat sekali kalian sudah sampai." ucap Jessica diujung telepon.


"Kita masih didekat rumah lu. Cepet keluar Om duda sedang berkelahi dengan Kak Andre" ucap Ana dengan nada cemas dan khawatir.


Jessica tidak menjawab perkataan Anna, dia juga tidak menutup panggilan telepon Anna. Ia segera bergegas lari keluar dari rumahnya.

__ADS_1


"Hallo Jess...hallo Jess... Woi Jess lu gak pingsankan?" ucap Anna karena tidak ada jawab dari Jessica.


Jessica keluar rumah dengan berlari sampai lupa menggunakan alas kaki. Ia melihat Andre dan Fabian sedang berkelahi. Andre terlihat tidak melakukan penyerangan apapun pada Fabian. Fabianlah yang terus menyerang Andre, Andre hanya menangkis serangan Fabian, Melihat itu Jessica langsung berlari memeluk Andre. Agar mereka berhenti berkelahi.


"Sudah cukup Kak! Jangan berkelahi lagi aku gak mau lihat wajahmu kembali terluka karena aku!" ucap Jessica dalam pelukkan Andre.


Deg!


Fabian menghentikan serangannya ketika melihat seorang wanita berlari masuk dalam pelukkan Andre. Fabian baru menyadari wanita yang masuk dalam pelukkan Andre adalah Jessica ketika suara Jessica terdengar dari dalam pelukkan Andre. Fabian merasakan dunianya runtuh seketika melihat Jessica lebih memilih Andre dibandingkan dirinya. Biasanya Jessica akan memeluknya jika ia sedang emosi dan berkelahi dengan seseorang seperti kejadian pada waktu lalu.


"Jessica!!! Apa yang kamu lakukan?" pekik Fabian.


Baik Andre maupun Jessica tidak menghiraukan pekikan suara Fabian. Andre malah sengaja memeluk Jessica dengan erat.


Fabian menghampiri Andre dan juga Jessica yang saling berpelukkan itu. Ia menarik tubuh Jessica dengan kasar hingga terlepas dari pelukkan Andre.


"Auuu..." Jessica meringis kesakitan saat bahunya di cekram kuat dan ditarik paksa oleh Fabian.


Fabian menggengam erat tangan Jessica. Jessica mencoba melepaskan genggaman tangan Fabian.


"Lepaskan dia Fabian!" pinta Andre dengan nada yang mulai meninggi melihat wanitanya direbut dan terlihat tersakiti.


"Lepaskan aku pak! Tangan ku sakit." ucap Jessica meringis kesakitan.


"Kenapa kau hanya bisa menyakiti ku Pak?" tanya Jessica yang menatap wajah Fabian, Fabian yang ditatap Jessica sedang menatap tajam ke arah Andre.


"Lepaskan dia Fabian, kau menyakitinya!" ucap Andre lagi masi dengan nada yang meninggi.


Fabian tidak memperdulikan ucapan Andre ia tetap memegan tangan Jessica sekuat tenaganya.


"Kau pergilah aku akan melepaskannya jika kau pergi!" ucap Fabian pada Andre.


"Aku tidak akan pergi Fabian. Aku tidak akan pergi saat aku melihat wanita yang aku cintai di sakiti oleh mu." ucap Andre dengan lantang.


"Hah cinta kata mu. Kau baru mengenalnya Tuan Andre yang terhormat." ucap Fabian tak mempercayai perkataan Andre.


"Aku jauh lebih dulu mengenalnya dibandingkan diri mu Fabian dan akulah yang lebih dulu mencintainya, karena aku adalah kakak sahabatnya." jawab Andre


Deg! Fabian salah menduga.

__ADS_1


"Siapapun yang lebih dulu mencintainya aku tidak perduli, Jessica itu milikku, calon istriku." ucap Fabian penuh penekanan.


"Kau tidak bisa seperti itu Fabian. Kau terlalu memaksakan kehendakmu, biarkan dia memilih aku atau dirimu. Aku harap kamu akan berjiwa satria jika dia memilihku begitu pula dengan diriku." ucap Andre pada Fabian.


"Jika Jessica memilihmu dia akan tetap bersama ku. Aku hanya perlu mundur sejenak untuk kemenangan ku pada akhirnya. Bukannya tidak akan ada yang berani melawan Kakek Abraham dan Keluarga Kusuma? Lagi pula Jessica sudah dijodohkan dengan ku." batin Andre merasa diatas awan.


"Jessica kau pilih aku atau dia?" tanya Fabian pada Jessica.


"Lepaskan tanganku dulu Pak, baru aku akan menjawab siapa yang aku pilih." pinta Jessica. Fabian pun melepaskan pergelangan tangan Jessica.


"Lihatlah ini Pak! Aku sudah menerima lamarannya." ucap Jessica dengan menunjukkan tangan kanan yang tersemat sebuah cincin berlian pemberian Andre tadi.


Jawaban Jessica membuat Andre tersenyum merayakan kemenangannya. Berbanding terbalik Jawaban Jessica meremukkan hati Fabian.


"Apa ini alasan kenapa kamu menolak lamaranku padamu hari ini Jessica? Semudah itu kamu berpaling dari ku? Kau melukai hati ku dan juga kedua anak ku Jessica." ucap Fabian lirih wajahnya menjadi sendu.


"Maafkan aku... Aku tidak bermaksud melukai hati mu dan kedua anak mu Pak. Tapi aku juga berhak bahagia dengan pilihan ku." ucap Jessica dengan menunduk.


"Tatap mata ku Jessica katakan semua ini tidak benar. TATAP MATA AKU JESSICA!!!" ucap Fabian tak mempercayai semua ini. Fabian memegang kedua pipi Jessica. Fabian memaksa Jessica menatapnya


"Semua ini benar Pak. Maafkan aku." ucap Jessica, wajah Jessica sudah basah karena air mata.


"Ini kah alasannya kenapa kamu tidak mau jika aku menyentuh mu? KATAKAN!!" Bentak Fabian.


"Brugh" Seketika Fabian terjatuh. Setelah tubuhnya dapat tendangan bebas dari Leon yang baru saja datang secara tiba - tiba.


"Jauhi tangan kotor mu dari wajah Adikku!" ucap Leon. Ia sudah ingin kembali memberikan pukulan pada Fabian namun tubuhnya terhalang oleh Ana yang tiba-tiba datang memeluknya.


"Sudah cukup Bang Leon, Jangan memperparah keadaan!" pinta Ana dalam pelukkan Leon.


"Pergi kau dari sini! aku tidak mau melihatmu datang lagi kesini lagi!" pinta Leon pada Fabian.


Andre berjalan menghampiri Fabian membantu Fabian untuk bangun.


"Kau jangan besar kepala Tuan Andre, selagi kau belum menikahinya, aku akan berusaha merebut Jessica dari tanganmu." ancam Fabian saat Andre membantunya bangkit untuk berdiri. Andre masih berbaik hati membangunkan Fabian yang jatuh tersungkur.


"Silahkan saja jika kau bisa." ucap Andre dengan santai.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2