Cinta Jessika

Cinta Jessika
Rencana Fabian


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Alan sudah berada didepan gerbang Universitas Adhikari. Kampus nampak sepi, sepertinya tidak ada kegiatan apapun disana. Alan turun dari mobil untuk memastikannya. Ia berjalan menuju depan kampus. Seseorang petugas security menghampirinya dari balik gerbang kampus ketika melihat kehadiran Alan disana.


"Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu?" sapa Security tersebut pada Alan.


"Siang Pak, kenapa kampus ini nampak sepi sekali ya Pak?" tanya Alan.


"Iya pak masi sepi karena belum ada kegiatan belajar mengajar disini karena masi suasana libur semester akhir. Hanya kemarin saja ramai karena ada Pentas Seni yang diadakan pihak kampus. Mungkin minggu depan sudah aktif lagi kegiatan dikampus ini karena sudah mulai masuk semester baru." jawab security tersebut kepada Alan.


"Apa tidak ada satupun mahasiswi yang datang kemari pak, untuk sekedar main atau berkumpul dengan temannya?" tanya Alan lagi.


"Wah gak ada pak, memangnya bapak cari siapa?" jawab Security itu kemudian dia kembali bertanya pada Alan.


"Apa bapak kenal Jessica Nurlita Sari anak Managemen?" tanya Alan.


"Oh, yang kemarin pacarnya di pukulin ya? saya kenal Pak, Bapak sedang mencari Jessica rupanya, memangnya ada perlu apa bapak mencarinya?" jawab Security itu yang mengenal Jessica karena kejadian tempo hari.


"Iya saya sedang mencarinya, apa dia kesini hari ini?" tanya Alan.


"Hari ini dia gak kesini Pak, dia itu kekampus ya untuk kuliah aja, dan gak pernah lama-lama di kampus. Biasanya dia selalu sama dua sahabatnya itu pun gak pernah main di kampus ataupun sekitar kampus ini" jawab Security ini memberikan informasi mengenai Jessica.


"Siapa nama sahabatnya, apa bapak kenal?" tanya Alan lagi.


"Ya tentu saya kenal sahabatnya Pak, karena salah satu sahabatnya keponakan pemilik kampus ini Pak, Sahabat Jessica ya Endah dan Nona Anastasia" jawab Security itu, sekita membuat Alan manggut-manggut.


"Apa bapak tahu alamat rumah Nona Anastasia? Bolehkah saya minta alamat rumahnya jika bapak berkenan?" tanya Alan lagi.


"Rumahnya gak jauh dari sini Pak 1 km dari sini-lah tapi saya gak tahu jelas alamat rumahnya, yang saya tahu rumahnya ada di perumahan Elit Diamond Residence, kalau bapak sudah sampai disana Bapak hanya tinggal lapor Security di depan gerbang perumahan mau kerumah Tuan Santoso mereka akan memberitahukan letak rumahnya kok Pak." jawab Security itu pada Alan.


"Apa yang bapak maksud Tuan Santoso Dwi Kusuma yang memiliki perusahaan Adi Perkasa orang tua dari Nona Anna?" tanya Alan menegaskan.


"Iya betul Pak." jawab Security itu. Alan dibuat manggut-manggut.

__ADS_1


"Baiklah terimakasih atas informasinya ya Pak, kalau begitu saya pamit undur diri."


"Ya sama-sama Pak." jawab Security itu. Alan pun melangkahkan kakinya kembali ke mobil.


"Bagaimana Lan? apa dia ada disana?" tanya Fabian yang berada dikursi belakang.


"Nona tidak ada disana Pak, kemungkinan dia bersama dua sahabatnya" jawab Alan dibalik kemudi. Alan belum menjalankan mobilnya.


"Kamu tahu dimana kita bisa menemukan dia?" tanya Fabian lagi.


"Mungkin kita bisa kerumah salah satu sahabatnya, tapi apa bapak bisa menjamin tidak akan ada keributan disana? Karena jika sampai terjadi keributan kita dalam masalah besar pak" ucap Alan dengan datar.


"Apa maksud perkataanmu Alan?" tanya Fabian tak mengerti.


"Kemungkinan Nona ada di rumah Nona Anastasia putri Tuan Santoso Dwi Kusuma dari Perusahaan Adi Perkasa" ucap Alan.


"A P A?? dia disana?" tanya Fabian.


"Iya kau betul Alan." ucap Fabian, ia mengelus- elus dagunya dengan dua jarinya. Seakan berfikir bagaimana lagi ia harus melangkah.


"Apa bapak tetap mau menemuinya di sana?" tanya Alan.


"Tidak Alan, sebaiknya kau antar saja aku ke Apartemen Louis aku ingin bertemu dengan Rania." ucap Fabian, ia memberitahukan arah tujuannya sekarang.


"Maaf pak jika pertanyaan saya ini lancang, apa bapak masih berhubungan dengan Nona Rania?" tanya Alan.


"Aku sudah jarang bertemu dengannya, hubungan kami seperti menggantung, kau tau sendiri hubungan kami terhalang restu Mommy ku, ditambah kedua anakku tidak menyukai Rania dan Rania tidak ada usaha sedikitpun mendekatkan diri pada kedua anakku, sikap Rania berbanding terbalik dengan Jessica andai saja Rania bisa bersikap seperti Jessica pada kedua anakku, mungkin kami sudah menikah." jawab Fabian dengan wajah sedih.


"Jika saya boleh tau, lantas untuk apa bapak menemuinya hari ini?" tanya Alan ragu, ia khawatir terlalu banyak bertanya masalah privasi bosnya itu.


"Aku ingin mengakhiri hubungan ku dengan Rania, aku khawatir Jessica makin menjauhi ku jika mengetahui aku memiliki kekasih tapi mengejar cintanya." jawab Fabian dengan nada datar namun wajahnya terlihat penat

__ADS_1


"Baiklah aku akan mengantarkan Bapak ke Apartemen Louis" jawab Alan, Alan kemudian melajukan mobil ke Apartemen Louis.


******


Anna Endah dan Jessica kembali kemeja resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu Nona-Nona." tanya staff resepsionis yang bernama Rara.


"Mbak kita mau beli gaun pesta dan kita juga sekalian mau fitting baju pengantin, dan bridersmaid. Oh iya kita juga mau fotoshoot di sini. Jadi tolong siapkan Make up Artis dan Photografer yang profesional ya." ucap Ana pada staff recepsionis itu.


"Ok baik Nona- Nona, kami akan segera menyiapkannya, atas nama siapa reservasi ini Nona?" tanya Rara pada mereka bertiga.


" Atas nama Jessica." Jawab Anna, sontak saja jawaban Anna membuat mata Jessica membola.


"Ok baik atas nama Nona Jessica ya,baik ditunggu sebentar ya, kami akan memanggilkan beberapa staff kami untuk menemani dan membantu Nona - Nona saat melihat-lihat dan memilih gaun koleksi kami." ucap Rara dengan ramah.


"Ok baik Mbak." jawab Anna. Mereka bertiga pun menunggu staff yang akan membantu mereka nanti.


"Kok nama gue sih Ann, kenapa gak nama lu aja? Ini lu yang bayarkan bukan gue, kalau gue disuruh bayar gue gak sanggup deh Ann." ucap Jessica tak terima namanya digunakan Ana dalam reservasi. Ia menggoncangkan lengan Ana berkali-kali. Seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan mainan.


"Ishhh bawel banget ni anak, cuma nama dipakai buat reservasi aja ribet banget gak terima, kalau nama lu di pakai di batu nisa orang baru lu ga terima." gerutu Endah pada Jessica saat melihat ulah Jessica pada Anna.


"I...ihh Endah kalau ngomong jangan asbun bisa nggak sih? Batu nisan dibawa-bawa pamali tau gak sih." ucap Jessica kesal.


"Pak Mali di bawa-bawa. Bu Mali dong yang dibawa-bawa." ledek Endah.


"Apa sih lu Ndah nggak jelas?!" ucap Jessica kesal.


"Udah lu pada diem bisa gak sih, gitu aja ribut, lu tenang aja Jess, pasti gue yang bayar siapa lagi yang mau bayar kalau bukan gue." sahut Ana kesal pada dua sahabatnya itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2