
"Jadi gak belajarnya?" tanya Hermes
"jadi donk," gadis itu segera melompat dari atap mobil menunggu Hermes turun
"But you be careful, because this is an ebs car," jawab Hermes
"Yuhuu, santuy gue bakal hati-hati," balas Cassey
Hermes segera naik kedalam mobil diikuti Cassey yang duduk di kursi kemudi.
"Sekarang nyalakan staternya terus injek kopling, setelah itu masukin gigi lepas kopling pelan-pelan dan injak gas tipis," Hermes memberikan pengarahan singkat kepada sahabatnya itu, akan tetapi kecerdasan Cassey membuat gadis itu cepat paham walaupun baru pertama kali mengemudi mobil.
"Good, pertahankan seperti ini, kalau mau nambah kecepatan injak kopling masukan gigi lepas kopling pelan-pelan, terus injak gasnya, " ucap Hermes lagi
Gadis itu kemudian memasukan gigi empat dan menginjak pedal gas hingga kecepatan 120km/hour, membuat Hermes membelalakkan matanya.
*Brumm...brumm...ngeeeeengg!!
"Jangan terlalu kenceng Key, kurangi kecepatannya!!" Hermes memberikan komando
Bukannya menginjak rem Cassey malah menginjak pedal gas hingga mobilnya malah melaju semakin kencang.
"Hery gimana ini?" tanya Cassey mulai panik
"Injak rem perlahan jangan injak gas!!" teriak Hermes sambil membantu mengendalikan stir mobil agar tetap stabil
Untuk kedua kalinya Cassey melakukan hal yang sama, ya...kali ini ia menginjak gas lagi hingga kecepatan mobil lebih tinggi dari sebelumnya, mobil mulai hilang keseimbangan saat Cassey hilang kendali. Ketika Hermes mencoba mengambil alih kemudi Cassey malah menginjak rem hingga mobilpun menukik dibarengi dengan hentakan yang sangat kencang membuat keduanya beradu kepala membentur stir.
**Ciitt!!!
**Bruuughhh!!!
"Awww!!!" teriak Cassey sambil mengusap keningnya yang terasa nyeri
Hermes langsung berlari keluar mengecek mobilnya.
"Syukurlah, untung tidak ada yang lecet!" Hermes merasa lega setelah tahu mobilnya baik-baik saja.
"Gimana Hery, ada yang lecet atau baret?" tanya Cassey
"Tidak ada!" sahut Hermes yang langsung duduk diatas rumput dan meluruskan kakinya yang lemas setelah ketegangan tadi.
Cassey langsung duduk disampingnya dan memberikan sebotol air mineral padanya.
"Thanks babe, udah ngajarin gue hari ini, sekarang kita pulang yuk, aku takut nenek nyariin gue," Cassey langsung berdiri dan mengulurkan tangannya pada Hermes
"Sama-sama babe, kuy kita jalan!" jawab Hermes
"Nanti aku yang bawa mobilnya ya?" tanya Cassey sumringah
__ADS_1
"No!, aku masih mau hidup Key, mending gue aja yang bawa!" jawab Hermes ketus
"Diih pelit, terus kapan dong aku bisanya kalau gak langsung praktik," keluh Cassey
"Bedok lagi praktiknya, sekarang nurut dulu sama pak guru, atau gue gak ajarin lagi nanti," ancam Hermes membuat Cassey langsung menurut
"Siap pak guru!!" teriak Cassey sambil memberi hormat
*************
*Kriiing!!!, kriiing!!!
Bel akhir pelajaran telah berbunyi tanda bahwa semua siswa harus segera pulang ke rumah. Naeswari menunggu Pandu di depan gerbang sekolah.
"Hai, ternyata tiga tahun sekolah disini baru nyadar kalau ada bidadari, disekolah ini, siapa namamu cantik?" tanya seorang kakak kelas yang menghampirinya
"Mata lo buta ya, apa gak bisa bedain cewek cantik atau cewek jelek!" jawab Nay dengan nada tinggi
Seperti sebelumnya Nay memang selalu berdandan sebagai cewek cupu dan jelek jika disekolah atau diluar rumah, makannya tidak seorangpun yang mendekatinya.
Cowok itu hanya tersenyum simpul dan tangannya berusaha menyentuh pipi Naeswari, namun segera ditampik oleh gadis itu.
"Cantik-cantik kok galak, awas bedaknya luntur!!" ledek pria itu sambil terkekeh membuat Nay semakin emosi.
Ia segera menendang ******** cowok itu hingga pemuda itu mengerang kesakitan.
"Pipih!!" Nay melambaikan tangannya kearah Pandu, membuat pria itu langsung menghampirinya
Keduanya berjalan menuju ke parkiran sambil bergandengan.
"Kita langsung pulang ya sayang?" tanya Pandu
"Gak mampir dulu di Sushi Resto?" tanya Nay
"Besok aja ya, masa kamu tiap hari kesana gak bosen sih?" jawab Pandu
"Ya gaklah sayang, apalagi kesananya sama kamu," goda Nay
"Bagaimana kalau kita renang saja hari ini?" ajak Pandu
"Ok, jam berapa?" tanya Nay antusias
"Jam delapan malam, kita coba renang malam aja ya?" ajak Pandu
"Boleh tuh sekalian aja si Ratu alay," jawab Nay
"Cassey?" tanya Pandu sedikit kecewa karena sebenarnya ia hanya ingin berduaan dengan Nay saja
"Siapa lagi calon ratu alay dan bar-bar selain Cassey," jawab Nay
__ADS_1
"Kenapa gak kita berdua saja sayang," cicit Pandu Manja
"Sekali-kali ajak dia, kasian juga ka Bagas kan hari ini lagi diluar kota sama papah," jawab Naeswari
"Iya deh iya, " Pandu segera melesatkan motornya setelah memastikan Nay duduk dibelakangnya.
Setibanya di Istana Nay segera mengunjungi Cassey di rumah nenek Welas.
"Halo Key," sapa Nay ramah
"Hai, ada apa Nay?" tanya Cassey
"Gue mau ngajak lo renang nanti malam," ajak Naeswari
"Mau dong kalau renang daripada suntuk dikamar terusa!" jawab Cassey
"Yaudah nanti aku jemput habis isya ya," Nay segera pergi Casey.
****
Dan seperti janjinya Nay langsung menjemput Cassey bersama Pandu, selama diperjalanan Key hanya diam menyaksikan kedua adiknya yang sedang kasmaran. Pandu menghentikan mobilnya disebuah kolam renang umum Favoritenya.
Cassey langsung berganti baju bersama Naeswari di ruang ganti, setelah selesai mereka segera menceburkan dirinya ke dalam kolam renang.
**Byuurr!!
Cassey tidak mau mengganggu kebersamaan Nay dengan Pandu, makanya ia memilih menjauh dari mereka. Cassey menuju ke kolam renang sebelah karena sepi, dia langsung menceburkan dirinya tanpa mengecek dulu kedalaman kolam itu. Kolam itu ternyata lebih dalam dari kolam yang sebelumnya makanya tidak ada orang yang berenang disana kecuali profesional atau atlet. Ia yang baru belajar berenang terlihat kesulitan saat mencoba kembali ke pinggir kolam, karena kakinya kram ia akhirnya tenggelam di sana.
Tangannya mencoba melambai meminta pertolongan akan tetapi karena suasana sepi tidak ada yang menolongnya bahkan penjaga kolampun tidak ada disana karena khusus untuk atlet dan profesional. Sementara Pandu masih asyik bermain air dengan Naeswari tanpa tahu bahwa Cassey sudah tenggelam.
Ketika tubuhnya terasa ringan dan masuk ke dasar kolam, tiba-tiba seorang lelaki menariknya dari dasar kolam, dan mengangkatnya ke atas kolam. Matanya membulat ketika ia menyadari seorang pria sedang memberikan nafas buatan padanya, Ia reflek mendorong lelaki itu dan segera melepaskan pukulannya hingga darah mengalir diujung bibir pemuda itu.
Sialan, udah ditolong malah mukul, dasar bar-bar,
Pemuda itu kemudian pergi meninggalkan Cassey yang masih duduk di bibir kolam, ia kemudian berjalan menuju ke kantin, ia kemudian memesan segelas teh panas untuk menghangatkan tubuhnya.
Netranya tertuju pada sosok pria yang sangat familiar, karena baru saja menolongnya. Ia duduk di sudut kantin sambil mengobati bibirnya yang terluka, karena pukulan darinya.
"Sorry, gue gak sengaja, aku kira lo mau modus sama gue makanya reflek gue nonjok lo sebagai perlindungan diri," Cassey mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Ahmar.
"It's Ok, udah biasa kan, kemarin juga dua kali gue lo injak, sekarang lo tonjok, besok lo mau apain lagi gue?" jawab Ahmar membuat Cassey langsung terkekeh
"Gue boleh minta tolong sama lo gak?" tanya Cassey
"Apa?"
"Sebenarnya gue belum bisa mengemudikan mobil, tapi gue malah nerima tantangan lo sama geng lo balapan, supaya lebih adil bagaimana kalau lo ngajarin gue drug race?" ucap Cassey
"Ok, temui aku di sirkuit dekat kampus setelah pulang kuliah," jawab Ahmar dingin
__ADS_1