ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 58. Menyelamatkan Devin


__ADS_3

"Akhirnya kamu mau juga jadi bodyguard aku sayang," ucap Devin senang


"Tapi aku cuma bisa jadi bodyguard kamu satu bulan aja honey, karena aku gak mau ninggalin kerjaan aku dan aku juga gak mau kehilangan kamu. Aku cuma ngambil cuti ngajar satu bulan, kita harus menemukan siapa yang berusaha membunuhmu dalam waktu satu bulan,"


"Semoga saja kita bisa Kinan. Sekarang lebih baik kau segera ikut aku ke istana, karena waktu kita tidak banyak," Devin segera membawa Kinan menuju kedalam mobilnya dan melesat menuju ke Cendana Kalingga.


*Dreet, dreet, dreet!!!


Devin segera mengaktifkan loudspeaker ketika mendapati panggilan dari nomor yang tidak dikenal.


"Jangan pernah abaikan panggilan dariku, atau kau akan menyesal. Karena kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya!"


Kinan tampak tercengang setelah mendengarkan ucapan di telepon itu.


"Apa kau sering mendapatkan ancaman seperti itu?" tanya Kinan


" Baru satu bulan semenjak pengangkatan putra Mahkota," jawab Devin


"Hmmm, sepertinya pelakunya bukan orang luar. Mereka pasti orang dalam yang ingin merebut posisimu yang akan menjadi raja Keraton Cendana Kalingga," sahut Kinan


"Aku tidak bisa menuduh siapapun saat ini, yang jelas, aku harus lebih hati-hati. Apalagi paman juga tidak bisa melindungiku karena dia harus mencari bukti-bukti kalau perdana menteri sedang melakukan kudeta." ujar Devin untuk itulah kenapa aku meminta bantuan mu," jawab Devin


"Ok, aku mengerti sekarang,"


"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Devin


"Makan,"


"Kok makan sih, yang lain song honey?" tanya Devin geregetan


"Habis lapar sayang, soalnya gue kalau lagi laper itu suka rese dan gak bisa mikir. Jadi daripada ngomongin apapun gak bakal nyambung jadi percuma saja,"


"Ya sudah ayo jalan?" ajak Devin


"Kita mau makan dimana?"


"Di istana saja,"


"Ok, sekali-kali mencoba makanan putra mahkota seperti apa rasanya," ucap Kinan sambil terkekeh


Keduanya kemudian keluar menuju ke ruang makan istana.


"Wah, senangnya jadi putra mahkota ternyata kalau makan hidangannya sebanyak ini," ucap Kinan berdecak kagum, ia langsung mengambil makanan dan menuangkannya ke dalam piringnya. Baru satu suap ia merasa canggung karena melihat Devin yang tidak makan tapi hanya melihatnya saja.


"Kamu gak makan honey?" tanya Kinan


"Kamu duluan saja, sekalian kau mengetes apakah didalam makanan itu ada racun atau tidak?" ucap Devin membuat Kinan langsung mengernyitkan dahinya


"What!!, jadi kau jadikan aku sebagai tumbal gitu!!, supaya aku yang mati duluan jika dalam makanan itu terdapat racun!" seru Kinanthi dengan nada tinggi, sedangkan Devin hanya terkekeh melihatnya


"Itulah tugas utama Sang Bodyguard honey, menjaga keselamatan putra mahkota walaupun harus mengorbankan nyawa sendiri, tapi tentu saja aku tidak akan melakukan tindakan sekejam itu padamu sayang. Karena bagaimanapun juga aku tidak akan bisa hidup tanpa kamu," ucap Devin mendekatkan wajahnya pada Kinan


Ia kemudian mendekatkan bibirnya, membuat Kinan panas dingin dibuatnya. Gadis itu bisa merasakan deru nafas Devin yang memburu membuatnya langsung menutup matanya.


Pemuda itu kemudian mendekatkan bibirnya, kearah Kinan yang sudah memejamkan matanya.


"Dasar omes, pasti sudah mikir yang macam-macam bukan," goda Devin sembari mencubit hidung Kinan membuat gadis itu malu.


"Iiishh, kebiasaan suka Phpin orang!!" hardik Kinan gantian mencubit hidung mancung Devin membuat pemuda itu langsung berteriak kesakitan


"Aaarrrggghh!, lepasin Piranha, sakit!!" teriak Devin


"Jangan harap, siapa suruh mempermainkan gue!" sahut Kinan semakin mengencangkan cubitannya


"Ehmmm!!" Harsiwi tiba-tiba saja muncul di ruang makan membuat keduanya langsung menghentikan kekonyolan mereka.


"Ehh, ada Mamih mertua, peace!" ucap Kinan sembari tersenyum padanya


"Hmmm," sahut Harsiwi menatap Devin serius


"Ada apa Ibu datang kemari?" tanya Devin penasaran


"Segera temui Tuan Aryo Pribadi di hotel Aryaduta Jogjakarta, dia akan memberitahukan hal penting kepadamu," ujar Harsiwi


"Baik Ibu, aku akan bersiap-siap sekarang," jawab Devin


"Kinan kau tunggu di depan gerbang saja," tambah Devin


"Ok," jawab gadis itu sembari mengerlingkan matanya membuat Harsiwi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu.


"Apa kau memang selalu bersikap urakan seperti itu?" tanya Harsiwi berjalan mendampingi Kinan


"Yoi, hidup itu harus fleksibel yang mulia, kalau kita hidup selalu kaku maka yang ada kita mudah stress, struk trus mati. Selain itu bahaya juga loh buat para wanita yang hidupnya terlalu kaku, karena bisa menyebabkan penuaan dini, cepat keriput dan menua sebelum usianya. Jadi aku sarankan kepada Yang Mulia agar tidak terlalu kaku, sekali-kali bercanda tidak akan mengurangi kharisma anda apalagi anda akan dapat bonus awet muda kaya saya, hihihi!" papar Kinan membuat Harsiwi tersenyum tipis padanya.


"Nah gitu dong, kalau senyum kan cantik?" ujar Kinan memuji kecantikan Harsiwi


"Yang Mulia aku nanya boleh?" tanya Kinan membuat Harsiwi langsung mengangguk padanya


"Coba ini namanya apa?" Kinan mengacungkan jari telunjuknya


"Telunjuk," jawab Harsiwi membuat Kinan memberikan applouse padanya layaknya anak TK.


"Good, kalau yang ini?" tanyanya lagi

__ADS_1


"Jempol,"


"Good, coba silangkan keduanya," Kinan memberikan perintah sambil memberikan contoh kepada Harsiwi hingga wanita itu mau mengikuti gerakannya. Gadis itu tersenyum tipis ketika melihat Harsiwi mengikuti semua arahannya.


"Saranghae," ucap Kinan ketika melihat Harsiwi bisa berhasil menyilangkan jari telunjuk dan jempolnya.


Wanita itu tertawa melihatnya tingkah konyol Kinanthi yang berhasil membuatnya mengikuti tingkah alaynya.


"Dasar Kau ini!" cibir Harsiwi sembari mengacak-acak rambut Kinan


"Honey, ayo!!" seru Devin dari kejauhan


Gadis itu langsung melambaikan tangan kearahnya.


"Mamih Kinan pergi dulu ya, ingat jangan lupa bahagia," ucap Kinan membuat Harsiwi tersenyum padanya.


"Aku titip Ra padamu, lindungi dia, dan bawa ia kembali dengan selamat," ucap Harsiwi penuh harap


"Yuhuu, Mamih tidak perlu khawatir, Devin akan selamat bersamaku, trust me it works," sahut Kinan mengerlingkan matanya


Aku berharap banyak padamu Kinan, aku yakin kau bisa menjaga dan melindungi putraku,


Harsiwi melambaikan tangannya ketika mobil Devin melesat meninggalkan Istana Cendana Kalingga.


Setibanya di Aryaduta hotel Devin segera menuju ke VIP room untuk menemui Raden Mas Haryo Pribadi.


Beberapa kali Devin sudah memencet bel ruangan itu namun tidak ada jawaban ataupun seseorang yang keluar dari dalam kamar.


"Mungkin orangnya sedang keluar kali," ucap Kinan sembari menatap sekelilingnya


"Tidak mungkin, baru sepuluh menit lalu dia menelponku dan menyuruh menemuinya di kamar ini," jawab Devin


*Ceklek!


Tiba-tiba terdengar suara engsel pintu seperti dibuka oleh penghuni kamar, membuat Senyum Devin mengembang.


"Akhirnya keluar juga," ucap Devin senang


Kinan yang masih mengecek keamanan sekeliling kamar tiba-tiba membelalakkan matanya ketika melihat seorang lelaki keluar dari hotel sembari menodongkan pistolnya kearah Devin.


"Anj*r!!, kenapa kaya di film action. Gue harus lakuin sesuatu buat menyelamatkan Devin," batin Kinan sambil terus berpikir bagaimana caranya menyelamatkan Devin dari lelaki itu.


Lelaki itu yang belum menyadari Devin datang bersama Kinan mengira kalau dia adalah penghuni kamar sebelahnya hingga membuat ia mengabaikannya saat Kinan berjalan mendekatinya. Hal ini yang dijadikan kesempatan Kinan untuk menjatuhkan lelaki itu. Ia langsung mensleding kaki lelaki itu dengan keras hingga jatuh dan langsung menendang pistol yang ada di tangannya hingga melesat ke udara. Gadis itu segera melompat untuk menangkap pistol yang melayang di angkasa.


Akan tetapi karena tubuhnya kalah tinggi dengan lelaki itu ia tidak berhasil menangkap pistolnya.


"Makannya tumbuh itu keatas jangan kesamping!" seru lelaki itu ketika berhasil menangkap pistolnya.


"Lari!!" seru Kinan menarik Devin untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.


*Dor, dor, dor!!


"Anj*r!!, ada yang lain lagi!!" seru Kinan saat beberapa orang memakai baju hitam menghadang langkahnya .


Ia langsung melesatkan tendangannnya kearah musuh-musuhnya.


"Lempar aku honey!!" teriak Kinan


Devin segera mengangkat tubuh Kinan dan mengayunkannya kearah musuh-musuhnya, Kinan langsung melesatkan tendangan hingga lawannya berjatuhan.


"Good job honey!!" seru Kinan dengan nafas terengah-engah


"Btw berat kamu berapa sih sayang, kok sepertinya aku seperti sedang mengangkat satu kwintal beras!" seru Devin membuat Kinan merajuk


"Sembarangan kalau ngomong, bukan satu kwintal berat gue, tapi satu ton. Puas lo!!" cibir Kinan membuat Devin terkekeh


*Dor, dor, dor!!


Keduanya dikagetkan kembali dengan suara pistol yang mengarah kepadanya.


"Lari Dev!" Kinan menarik Devin untuk meluncur di pegangan eskalator atau elevator hand rail.


"Kyaaa!!!" Devin hanya menutup matanya saat ia meluncur bersama Kinan.


Bunyi suara pistol membuat semua pengunjung hotel langsung berteriak dan menghambur keluar.


"Ada apa sih ribut-ribut, mana orang-orang pada berlarian keluar dari hotel lagi, apa ada rampok?" ucap Agni yang sedang berkumpul bersama Cassey, Siwi dan juga Naeswari.


"Mungkin ada syuting kali," jawab Siwi sembari menyantap makanannya


**Door, dor, dor!!


Mereka langsung menghentikan makannya kecuali Siwi yang masih menyantap ramen didepannya dengan lahap, ketika mendengar suara pistol tidak jauh darinya.


"Sepertinya ada yang tidak beres," ujar Cassey yang langsung berdiri menyaksikan banyak pengunjung hotel yang berhamburan keluar


"Bisa jadi Key, atau jangan-jangan ada gempa. Tapi gak bergetar," sahut Agni


"Lo bener Key, kayaknya emang ada yang beres di dalam, kita harus beraksi sekarang!" jawab Naeswari


*Braaakkk!!!


"Awww!!, sepertinya kalian benar!" sahut Siwi yang langsung menjambak rambut seseorang yang jatuh menimpa makanannya.

__ADS_1


*Buuughh!!


"Ini balasan karena sudah berani menghancurkan makanan ku!!" seru Siwi yang langsung melesatkan pukulannya ke wajah lelaki itu.


Keempatnya langsung berlari menuju ke dalam hotel dan terkejut melihat Kinan dan Devin yang sedang melawan beberapa orang penjahat di lobby hotel.


"Bukannya itu Kinan!" seru Naeswari


"Benar, dan dia sedang bersama Devin?, sebenarnya ada hubungan apa Kinan dan Devin kenapa mereka berdua ada di hotel?" tanya Cassey penasaran


"Sudahlah jangan kebanyakan mikir Key, yang penting sekarang kita bantu dia mengalahkan para penjahat itu!" seru Siwi


"That's right baby!" jawab Agni mengerlingkan matanya


"We are coming guys!!" seru mereka bersamaan membuat Kinan bernafas lega karena mendapatkan bantuan.


Keempat gadis itu langsung maju membantu Kinan melawan musuh-musuh.


"Akhirnya habis gelap terbitlah terang, thanks akak!" seru Kinan


"Ciih, dasar keparat, beraninya dia menggunakan pacarnya untuk melindungi diri sendiri.


*Buughh!! Seorang lelaki bertubuh gempal segera menari Siwi dan menodongkan pistolnya.


"Berhenti semuanya, atau ku tembak dia!" ancam lelaki itu membuat semuanya langsung berhenti


"Haduh, gimana ni ka?" tanya Kinan panik apalagi ketika melihat para penjahat itu membawa Devin dan mengikatnya.


"Sabar ya cumi," seru Kinan yang hanya pasrah ketika para penjahat itu mengikatnya dan juga yang lainnya.


"Sssttt, telpon polisi sekarang juga," bisik Cassey sambil menyerahkan ponselnya kepada Kinan.


"The number you are calling is busy, please try again later!"


(Nomor yang anda hubungi sedang sibuk, silahkan hubungi beberapa saat lagi)


"Sibuk," bisik Kinan


"Masa sih sekali lagi coba," bisik Cassey lagi


Kinan kembali menelpon nomor darurat polisi lagi.


"The number you are calling is out of reach, please try again later,"


(Nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan, silahkan beberapa saat lagi )


"Gak bisa juga ka," ucap Kinan mendekatkan ponselnya ke telinga Cassey


"Kok bisa sih berada di luar jangkauan, emangnya kau pencet no telepon siapa?" tanya Cassey penasaran


"911," jawab Kinan dengan polosnya


"Astaga Kinan, kau pikir kita hidup di luar negeri apa telpon 911, telpon 119 dong!" ujar Cassey dengan gemesnya


"Ngapain kau telpon 119 emangnya mau lahiran?" sahut Nay


"Bukan dong Nay, telpon polisilah buat bantuin kita, masa kita selamanya disekap sini selamanya," sahut Cassey


"Tapi nomornya bukan 119 Key tapi yang bener tuh 110," tambah Naeswari


"Emangnya sejak kapan ganti kapan nomornya, kok aku gak tahu?" tanya Cassey


"Sejak jaman penjajahan Key, makannya kalau sekolah atau kuliah itu jangan molor mulu, dengerin tuh gurunya biar otak lo ada isinya," cibir Nareswari


"Hehehehe, sorry Nay, peace!!" jawab Cassey


"Udah nyambung Kin?" tanya Cassey


"Udah dong, katanya tunggu bentar lagi lagi otw," jawab Kinan


"Cepet amat, biasanya kan polisi suka Lawa datangnya, btw polisi mana yang lo telpon?" tanya Cassey penasaran


"Bukan telpon polisi," sahut Kinan


"Terus telpon siapa dong?" tanya Cassey bertambah penasaran


"Diih kepo ya?" goda Kinan


"Udah buruan kasih tahu gue siapa yang lo telpon!"


"Papih," jawab Kinan membuat Cassey dan yang lainnya membelalakkan matanya


"Kinan!!" seru Cassey dan yang lainnya membuat para penjahat yang berjaga di depan ruang penyekapan langsung masuk untuk memeriksanya.


"Ada apa nih ribut-ribut!" hardik lelaki itu sembari mendekati mereka.


**Buughhh!!


Kinan langsung menyikut Cassey hingga gadis itu jatuh kesamping menutupi ponselnya.


"Teman kami terkena ayan pak, bahaya kalau dibiarkan disini!!" seru Kinan sambil mengerlingkan matanya kearah Cassey.


"Sue, udah di sikut di fitnah ayan pula, apa tidak ada penyakit yang kerenan dikit gitu daripada ayan. Dasar adik durhaka terkutuk kau Kinan," umpat Cassey dalam hati

__ADS_1


Kinan segera memberi kode kepada Nay dan juga Agni untuk menyerang lelaki itu ketika memeriksa Cassey.


"Let's Rock!!" teriak Kinan sembari menyikut punggung lelaki yang sedang memeriksa kondisi Cassey


__ADS_2