
"Bisa cepet dikit gak Om," ucap Cassey
"Sabar dong cantik, kalau kita terlalu dekat juga bisa ketahuan, malah mereka curiga lagi," jawab Ganendra
"Iishh Om tahu aja kalau Key cantik, kan aku jadi salting Om, apalagi yang ngomong Duren ganteng makin terbang aja deh aku," ucap Cassey sambil senyum-senyum
"Hmmm, kamu tuh ngegemesin banget Key, coba aja kamu bukan anaknya Niken, pasti Om udah jadiin istri deh," goda Ganendra
"Iiishh mau banget jadi istrinya duren sawit, gak papa Om anggap aja aku ini bukan anaknya Niken, " jawab Cassey
"Terus kalau bukan anaknya Niken anaknya siapa?" tanya Gaga
"Anaknya Om Rey," jawab Cassey
"Suee!!" jawab Gaga menirukan gaya bicara Rey
"Hahaha!!!" Cassey terbahak mendengarkan ucapan Gaga
***Ciiit!!
Ganendra menghentikan mobilnya ketika melihat motor sports itu juga berhenti didepan markas Ares.
Cassey segera turun dari mobilnya dan mengendap-endap mengikuti Ares dan wanita itu.
"Mamih!!" matanya terbelalak ketika melihat Niken yang disekap bersama Kinan, ia langsung beranjak dari tempatnya dan bergegas untuk menemui Ares, akan tetapi Gaga segera menariknya pergi dari sana
"Jangan gegabah Key, kamu tidak mau mamih kamu kenapa-napa kan?, sekarang kita kabari yang lain dulu, baru bergerak," ucap Ganendra menggandeng Cassey menuju mobilnya
"Aku gak mau Om, aku mau disini saja, Key mau jagain mamih, aku takut mereka mencelakai mamih, aku gak bisa meninggalkan mamih sendirian di sana, apa kata papih nanti kalau Key gak bisa jagain mamih," ucap Key sedih
Ganendra segera memeluk gadis belia dihadapannya.
"Om tahu yang kamu rasakan Key, jangan sedih ya, Om yakin mamih kamu akan baik-baik saja, lagian Ares tidak akan berani mencelakai Niken, jika memang sasarannya bukan Niken," jawab Gaga
"Sasaran mereka itu gue Om, sebenarnya Ayu tuh gak suka kalau aku jadi istrinya Bagas, karena dia suka sama Bagas, makanya dia sengaja menyebar video mesum itu, dengan maksud agar keluarga kerajaan membenciku dan melarang Bagas berhubungan dengan aku, Ayu semakin kecewa dan bertambah benci sama aku karena bukannya membenci aku, Om Damar malah melamar aku untuk menjadi istrinya Bagas, makanya ia menyuruh Felix untuk menculik aku waktu itu, beruntung aku masih bisa selamat dari cengkeraman Ayu dan ibunya karena Omah Arkadewi menolongku, ketika aku sedang sekarat," tutur Cassey
" Om saja yang kembali ke Istana biarkan aku tetap disini, tenang saja aku bisa menghandle semuanya," Cassey berusaha meyakinkan Ganendra
"Ikut Om, aku tahu caranya biar mamih kamu aman," Ganendra mencoba membujuk Cassey yang keras kepala
"Caranya gimana Om?" tanya Cassey penasaran
"Nanti Om kasih tahu di mobil, sekarang masuk," Ganendra membukakan pintu untuknya dan Cassey langsung duduk disamping Ganendra
Gaga segera melesatkan mobilnya menuju ke Istana.
"Caranya gimana Om?" tanya Cassey
"Kepo ya?" goda Gaga
__ADS_1
"Gak sih Om, lagian Om tahu gak sih artinya kepo tuh apa?" tanya Cassey
"Penasaran kan?" jawab Ganendra
"Salah sih, bukan itu Om, nih aku kasih tahu kepo itu sama dengan ketek empo-empo," jawab Cassey
"Sue!!" sahut Gaga
"Makanya jangan main-main sama Cassey!!, buruan kasih tahu!!" kata Cassey
"Iya yang mulia, nanti kita pakai Ayu sebagai sandra agar mereka tidak berbuat macam-macam terhadap Niken," jawab Ganendra
"That's great idea Om, I love you!!" teriak Cassey memeluk erat Ganendra
"Hadeeh, jangan peluk-peluk sembarangan dong Key, bisa bahaya," celetuk Gaga
"Bahaya gimana Om, orang Key cuma meluapkan kegembiraan Cassey aja kok, gak lebih Om," Cassey segera melepaskan pelukannya
"Hahaha!!!, katanya gak baperan gitu aja langsung merah mukanya," goda Ganendra
"Isshh Om ini, bisa aja!" cibir Cassey
Ganendra menghentikan mobilnya, dan Cassey segera berlari mencari Ayu dirumahnya.
**Braakkk!!
Cassey segera menendang pintu rumah Ayu hingga membuat beberapa orang prajurit yang berjaga segera mendekatinya.
"Biarkan saja dia!!" semua perajurit langsung pergi meninggalkan rumah Candramaya
***Plaak!!!, Plaakk!!!
Cassey langsung menampar wajah cantik Ayu berkali-kali membuat wajah gadis itu memerah.
"Awww!!, sakit tahu!!" teriak Ayu sembari memegangi pipinya
Candramaya yang datang untuk membantu putrinya segera mendapatkan tamparan yang sama dari Cassey, tangannya yang berusaha menjambak rambut Cassey segera dipelintir oleh gadis itu, membuat Maya mengerang kesakitan.
"Aaawww!!" teriak Maya
"Itu baru hukuman kecil dari gue, karena kalian telah berani bermain-main denganku!" ancam Cassey mengikat kedua wanita itu, dan tidak lupa mengambil gambar keduanya.
**Ceklik!!
"Buka handphonenya!!" Cassey memberikan ponsel Ayu agar gadis itu membuka sandinya.
Cassey menyunggingkan senyumnya setelah puas mengirim foto keduanya kepada Felix.
"Kita apakan mereka Omah?" tanya Cassey
__ADS_1
"Kita biarkan saja mereka disini, saatnya bergerak malam ini," jawab Arkadewi
**********
Ganendra segera memberi tahukan Ryan dan kawan-kawannya tentang keadaan Niken.
"Kali ini kita akan berperang bersama bundaku, karena cuma dia yang lebih tahu kelemahan Ares dan teman-temannya, kita mungkin akan kekurangan beberapa orang personil jadi kita harus benar-benar memakai taktik yang jitu kali ini, ingat kita selalu gagal membunuh Ares, walaupun kita sering mengalahkannya. Oleh karena itu tidak ada salahnya kita mendengar perintah dari bunda Arkadewi," ucap Ganendra
"Terus yang menjaga Damar siapa?" tanya Noval
"Lulu, sementara lo jagain Damar dulu karena aku takut Felix menyuruh anak buahnya untuk menyerang ke sini, aku percaya Lulu bisa diandalkan," jawan Ganendra
"Baik ka," jawab Lulu
"Aku akan menghubungi Bayu supaya cepat menyusul kita disana, " Ganendra segera keluar untuk menghubungi Bayu
Sementara Ryan dan Kawan-kawannya segera bergegas menuju ke mobil.
"Pakailah senjata ini untuk menghadapi Ares," Arkadewi memberikan pedang pusaka kepada Cassey
"Bukannya besok baru jadi Omah, kenapa sekarang sudah ada disini?" tanya Cassey
"Aku yang minta agar Barata mempercepat proses pembuatannya," jawab Arkadewi
"Yang mulia, ada perlu apa anda memanggilku, " seorang pria bersuara serak menemui Arkadewi dan memberikan hormat padanya
"Kamu sudah datang Bayu," Arkadewi menyunggingkan senyumnya
"Tentu saja, saya tidak berani menolak undangan yang mulia," jawab Bayu
"Aku ingin kamu memanggil kembali semua anak buahmu untuk menghadapi Ares, aku tahu kamu sudah tidak lagi menjadi leader Cobra Hitam, tapi aku yakin kesetiaan anak buahmu tidak akan luntur padamu, mereka akan senang hati membantumu jika kamu yang memintanya, lakukanlah satu kebaikan untuk menebus semua dosa-dosamu dimasa lalu dokter Bayu," ucap Arkadewi
"Om, aku mohon bantu Key kali ini," pinta Cassey
"Baiklah yang mulia," jawab Bayu
"Bagus, sekarang ayo kita jalan duluan Key, biarkan Bayu dan yang lainnya menyusul dibelakang!!" Arkadewi segera melajukan mobilnya menuju markas Ares
"Apa kamu sudah mengirimkan pesan kepada anak itu?" tanya Ares
"Sudah, mereka akan datang malam ini," jawab Felix
"Bagaimana dengan nyawa Ayu dan Maya, apa kamu sudah bernegosiasi dengan anak kecil itu?" tanya Ares
"Sudah, tapi itu hanya tipuanku saja, tentu saja aku tidak mau menukar Niken dengan mereka, biarkan saja Ayu dan ibunya mati, aku tidak perduli," jawab Felix
"Bagus!!, kita tidak usah memikirkan pecundang seperti mereka, kita hanya harus fokus mengejar tujuan kita, dan kita hanya butuh uang dari mereka tapi kita jangan terlalu patuh pada mereka," sahut Ares
**Braakkk!!!
__ADS_1
Bayu mendobrak pintu masuk markas Ares membuat Ares dan Felix segera keluar untuk melihat siapa yang datang.
"Yang mulia Arkadewi!!" ucap Ares terperanjat