ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 66. Jebakan


__ADS_3

"Kebetulan kita bertemu disini, selain aku bisa membunuh Baladewa dan keponakannya, aku juga akan membalaskan dendam ayahku ya g sudah kau bunuh Bayu!!" Revan menyeringai dan memainkan belatinya bersiap menyerang Bayu.


"Hyaaaat!!!"


Revan langsung melesat menyerang Bayu dengan beringas, Bayu hanya menghindari serangannya. Serangan Revan begitu cepat dan sulit dibaca gerakannya sehingga Bayu harus belum bisa membalas serangannya.


Dia hanya bisa mengelak dan juga menangkis serangannya.


"Cih, sekarang kemampuan beladiri kamu sudah melemah Bayu, makannya kau tidak bisa membalas ku dan hanya bisa menghindar, dasar lemah!!" ejek Revan


Bayu hany tersenyum tipis menanggapi ucapan lelaki itu.


Ketika Bayu bersiap-siap untuk menyerang, tiba-tiba Revan melompat sembari menghunuskan belatinya kearahnya. Matanya membelalak dan tangannya terus menahan belati Revan hingga berdarah. Ia kemudian mendengkul kearah perut Revan sehingga bisa melepaskan belatinya.


Dengan tangan yang berlumuran darah setelah menahan belati Revan, ia melepaskan pukulannya ke arah Revan. Pemuda itu cukup kuat, walaupun sudah mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Bayu ia tetap kuat dan masih bisa menyeringai.


"Keluarkan semua kekuatanmu Bayu, apa hanya itu tenaga yang kau miliki sekarang," oceh Revan sambil menyeringai


"Jangan-jangan kau memang sudah kehilangan semua kekuatanmu karena faktor usia, cih!!, benar-benar menyedihkan. Seorang Leader black Cobra harus takluk di tangan seorang anak rumahan seperti ku," Revan melesatkan pukulannya namun Bayu langsung menyambutnya dengan tendangan kesamping yang mengincar wajahnya.


*Buughhh!!


**Braakkk!!!


Revanpun akhirnya jatuh tersungkur ke lantai. Bayu bergegas untuk menangkap pemuda itu ketika ia sudah tidak berdaya. Ketika Bayu akan mengikat Revan, pemuda itu justru bangkit dan menonjok wajah Bayu dan kemudian kabur. Bayu segera berlari mengejarnya, ia lari menggunakan tangga darurat. Ia mempercepat larinya dengan cara parkour agar Bayu tidak bisa menangkapnya. Bahkan ia sengaja mengunci pintu keluar dengan menggunakan palang besi agar Bayu tidak bisa mengejar dan kehilangan jejak.


"Mamp*s kau Bayu, kau pikir semudah itu kau bisa menangkap Revan putra Dewa Perang Ares," gumamnya


"Anj*ng, kenapa pakai di kunci segala, anak itu benar-benar licik dan cerdik seperti ayahnya!!" gerutu Bayu


"Dia pasti menuju parkiran untuk kabur, tidak salah lagi, aku harus memberitahu Angga," Bayu segera mengambil ponselnya dan menelpon Angga


"Bersiaplah Angga, karena target sedang menuju ke parkiran, hadang dia dan jangan biarkan lepas. Kau harus hati-hati karena walaupun ia sudah terluka tapi kekuatannya tidak bisa diragukan lagi, dia sangat kuat!!" ucap Bayu


"Baik Om," Angga langsung bersiaga dan memperhatikan seluruh area parkir dengan teliti.


Ia melihat seseorang dengan luka dan lebam di wajahnya berjalan menghampiri sebuah sepeda motor.


*Buuughh!!


Angga langsung melesatkan pukulannya kearah Revan membuat pemuda itu menjadi berang dan menatap nyalang kearahnya.


"Aku tidak punya urusan denganmu, menyingkirlah!!" hardik Revan


Angga tetap tidak bergeming dan berjalan mendekati Revan.


"Aiish, aku lupa, kau pasti anak buah Baladewa keparat itu, dan kau ditugaskan untuk menangkapku bukan, hahaha!!!"


"Tangkap lah aku kalau kau bisa!!" seru Revan


Ia kemudian merangsek maju menyerang Angga.

__ADS_1


"Hyaaattt!!"


Revan melesatkan pukulannya kearah Angga beruntugnya lelaki itu bisa menghindarinya. Revan menyeringai dan kembali menyerang Angga dan kali ini ia menyerang Angga menggunakan belatinya.


Angga hanya bisa mengelak serangan Revan karena serangan pemuda itu begitu cepat dan membabi buta. Revan terlihat sangat beringas dan begitu bernafsu untuk membunuh Angga.


"Kau tidak akan ku biarkan hidup," Revan langsung melesatkan tendangannnya kearah Angga, beruntungnya Angga masih bisa mengelak.


"Mengelaklah sebisa mu," Revan menyeringai kali ini Angga yang melihat lelaki itu lengah dan langsung melesatkan pukulannya kepada Revan.


Lelaki itu hanya menyeringai dan mengusap darah di sudut bibirnya. Angga tidak mau memberikan kesempatan kepada Revan untuk membalas serangannya. Ia kemudian melesatkan tendangan mautnya hingga membuat Revan jatuh terkapar di lantai.


"Aan!!" teriak Bayu dari kejauhan, membuat Angga langsung menoleh kearahnya.


Sementara itu Revan hanya menyeringai ketika tak-tiknya membuat Angga lengah berhasil. Ia segera mengambil belatinya dan bangun perlahan-lahan. Ia kemudian melesat dan menancapkan belatinya ke punggung Angga.


"Awaaas!!" teriak Bayu memperingatkan, tapi sayang gerakan Revan begitu cepat hingga berhasil menghujamkan pisaunya ke punggung Angga.


Angga langsung membalikkan badannya dan melesatkan pukulannya kepada Revan hingga pemuda itu terhempas ke belakang.


Angga langsung mencabut belati dari punggungnya.


"Aaarrrggghh!!" Ia kemudian berjalan menghampiri Revan untuk menyerang balik pemuda itu. Revan yang licik langsung menaburkan bubuk obat tidur kearah Angga ketika pemuda itu hendak menusuknya.


*Wuuushh!!


*Bruughhh!!


Melihat Angga jatuh ia langsung berlari menuju ke sepeda motornya dan menyalakan kendaraannya itu meningalkan area klinik.


Ia kemudian mengangkat tubuh Angga dan membawanya kedalam klinik agar mendapatkan pertolongan.


*Dreet, dreeet, dreeet!!


"Halo, iya saya sendiri. Ada apa Om?" tanya Kimmy


"Angga kritis, dia tertusuk belati beracun," jawab Bayu


"Apa Angga kritis!!" Kimmy seakan tidak percaya mendengar berita itu, ia merasakan tubuhnya mendadak lemas dan tidak bertenaga, dadanya seperti sesak seakan kehabisan Oksigen


"Kenapa aku mendadak sedih, dan takut kehilanganmu Angga," gumam Kimmy, kristal bening mulai berjatuhan membasahi pipinya


"Halo, Kimmy!!, Kimmy!!" seru Bayu


"I, i, i, ya Om, sekarang Angga dirawat dimana?" tanya Kimmy


"Klinik Kesehatan Istana Cendana Kalingga Surakarta,"


"Kenapa dia bisa ada disana Om?" tanya Kimmy lagi dengan suara serak


"Ceritanya panjang Kim nanti akan ku ceritakan jika bertemu denganmu, cepatlah datang kesini atau kau akan menyesal," jawab Bayu

__ADS_1


"Baik Om, Kimmy akan segera kesana," Kimmy segera menutup telponnya dan bersiap-siap untuk pergi ke Cendana Kalingga.


Kimmy langsung menyambar kunci mobilnya dan bergegas meninggalkan kamarnya.


"Kau mau kemana Kim?" tanya Cassey


"Aku mau menjenguk Angga Bun, dia ditusuk penjahat dan sekarang dirawat di Klinik Kesehatan Istana Cendana Kalingga," jawab Kimmy sedih


Bagaimana Angga bisa terlibat dalam kasus orang-orang Cendana Kalingga, bahaya, ini tidak boleh dibiarkan aku harus mencari informasi tentang semua ini. Jangan sampai keluargaku terancam gara-gara aku menyelamatkan Devin,


"Aku ikut," ucap Cassey


"Iya Bun, sekarang mendingan kita cepat pergi karena Angga kritis bun,"


"Baiklah, biar aku yang bawa mobilnya," Cassey langsung mengambil kunci mobil dari tangan Kimmy dan meluncurkan mobil itu meninggalkan Istana Arjowinangun


"Kau tidak perlu cemas begitu Kim, sekarang kau hanya perlu berdoa agar suami kamu bisa segera pulih dan melewati masa kritisnya," ucap Cassey


"Ita Bun,"


Alhamdulillah sepertinya musibah ini ada hikmahnya juga, Kimmy sudah mulai menyayangi Angga. Aku bisa melihat dari caranya mengkhawatirkan kondisinya. Terima kasih Tuhan akhirnya Engkau mengabulkan setiap doa-doaku.


Cassey tersenyum melihat perubahan Kimmy yang mulai menyukai Angga.


"Halo Kin, kamu dimana?" tanya Cassey


"Aku masih di Istana Cendana Kalingga, kak. Emangnya ada apa?" Kinan balik bertanya


"Sekarang cari tahu kenapa Angga bisa di tusuk di Klinik Cendana Kalingga, aku takut orang-orang yang menyekap Devin sedang mengincar keluarga kita untuk menuntut balas karena kita sudah menggagalkan rencana mereka," jawab Cassey


"Tidak mungkinlah kak, mereka juga gak mengenal kakak, yang mereka kenal itu hanyalah Devin dan aku, tapi gak mungkin juga mereka mengenal aku, sudahlah jangan terlalu dipikirkan biar aku yang akan mencari tahu tentang Angga," balas Kinan


"Baiklah, tolong kau kirim sharloc Klinik Kesehatan Cendana Kalingga, karena aku dan Kimmy sedang menuju ke sana," sahut Cassey


"Siap, bos," Kinan langsung mematikan ponselnya dan menuju ke Klinik Istana


Hadeeh kenapa juga Si Angga bisa terlibat masalah dengan orang-orang kerajaan,


Kinan yang baru saja tiba di klinik langsung mencari ruang perawatan Angga.


"Ini dia ruangannya Si Angga," Kinan perlahan membuka pintu ruangan perawatan Angga.


"Wew, kenapa kosong!!" ucap Kinan kaget ia merasa ada sesuatu yang janggal di kamar itu


Ia berusaha mengecek kondisi kamar itu.


"Sepi, tapi kasurnya masih hangat. Berarti Angga masih ada di ruangan ini tadi," Kinan mendengar suara gemericik air di kamar mandi dan segera mendekati pintu kamar mandi.


"Apa Angga sedang di toilet, tapi bukannya dia sedang kritis jadi mustahil dia bisa ke kamar mandi sendirian, aku yakin penjahat itu bersembunyi di kamar mandi untuk mengelabui ku, tenang saja kau pikir aku akan tertipu dengan jebakan mu," gumam Kinan, perlahan-lahan ia mencoba mencongkel pintu kamar mandi untuk menyergap penjahat yang bersembunyi di kamar mandi.


**Greep!!!

__ADS_1


Kinan tersentak ketika seseorang menyergapnya dan menodongkan senjata tajam ke lehernya.


"Anj*r, bukannya gue yang menangkap basah penjahat itu, malah gue yang terperangkap, sial!!" gumam Kinan


__ADS_2