
"Ngapain lo ngumpet Wi?" tanya Nay
"Si Bryan udah turun panggung belum Nay?" Siwi balik bertanya
"Sudah, emangnya kenapa?" jawab Naeswari
"Alhamdulillah, akhirnya bisa keluar juga," jawab Siwi langsung membuka jaketnya
"Gue takut Bryan lihat gue, soalnya tadi kan yang nimpuk kepalanya gue. Walaupun tidak sengaja, tetap saja gak enak," tambah Siwi
"Yaudah bersihin tuh rambut lo!" seru Naeswari
"Iyeh, lo jagain barang-barang gue ya," Siwi bergegas meninggalkan Nay menuju ke toilet.
Sementara itu Cassey terlihat bahagia setelah menerima tropi dan juga mahkota dari pihak penyelenggara acara.
"Sini biar aku yang bawain!" sambut Agni langsung membawakan tropi dan juga bingkisan hadiah Cassey.
"Masukkan ke mobil aja," perintah Nay
"Siwi kemana?" tanya Cassey
"Lagi mandi," jawab Naeswari
"Ups, gara-gara gue dia mandi lagi," batin Agni
"Kita nunggu Siwi dimana?" tanya Cassey
"Di food court aja yuk, sekalian makan lapar gue," ajak Naeswari
"Yuk," Ketiganya langsung bergegas menuju ke food court dan langsing memesan makanan
"Kalian dimana?" tanya Siwi diujung telepon
"Di Food court Wi, lo langsung saja meluncur ke sini, jangan manja!" cibir Naeswari
"Iya-iya, punya kakak cewek kok galak banget sih," gerutu Siwi
Ia kemudian segera menyusul ketiga temennya di food court.
"Hmmm, kayaknya enak tuh, mau dong kaya lo satu Key," ucap Siwi ngiler melihat Key makan bakso super pedas.
"Bentar gue pesenin," jawab Cassey
"Emang cuma lo yang paling baik Key," sahut Siwi
"Emang kita gak baik!!" seru Agni dan Nay bersamaan
"Iya baik kok, dah jangan baper. Bisa remuk gue kalau di keroyok dua atlet MMA," jawab Siwi lirih
"Makanya jangan ngomong sembarangan lo, gue pukul, pesek tuh hidung!" gertak Agni
"Iye maaf Agni," ucap Siwi lirih
Siwi yang sedikit takut dengan gertakan Agni tiba-tiba tersenyum senang melihat Cassey datang membawa semangkuk bakso dan jus alpukat.
"Tara!, makanan datang, selamat menikmati!" ucap Cassey memberikan semangkuk bakso pada Siwi
"Thanks Sisy," jawab Siwi
"Dia Cassey, bukan Sisy!" celetuk Agni
"Tahu Agni, sisy itu artinya sister kudet banget si lo!" cibir Siwi
Ia langsung mengambil sendok dan tak sabar menikmati bakso yang sudah membuatnya menjilati air liurnya.
__ADS_1
"Busyeet!!, ini bakso apa cabe, pedes bangeet!!" Siwi langsung menenggak sebotol air mineral didepannya
"Padahal gue pesenin level paling rendah loh kok kamu kepedesan, nih cobain punya aku!" ucap Cassey
"Ogah, pasti punya lo lebih pedes!"
"Ember!!"
Walaupun kepedesan tapi karena enak membuat Siwi ketagihan dan menghabiskan baksonya.
Selesai makan keempatnya bergegas meninggalkan tempat itu menuju ke parkiran.
"Sttt!, bukannya itu Marsha. Sama siapa dia!" tunjuk Nay
"Iya, dia lagi ngedate sama Faiz," jawab Siwi
"Dasar Playboy gak bisa lihat cewek bening dikit langsung nyosor aja!" gerutu Cassey
"Kita kerjain aja gimana?" usul Agni
"Caranya?" tanya Siwi
"Hmmm, kita intip aja dulu lagi apa mereka, kalau Faiz mau macem-macem kita bikin rusuh aja kencannya,"
"Ok,"
Mereka segera berjalan mendekati tempat duduk Faiz dan Marsha yang hanya disekat dengan papan pembatas antar food court.
"Sayang senyum kamu manis banget, sampai kopi aku yang tanpa gula jadi manis gara-gara melihat kamu," ucap Faiz
"Gue pengen muntah sumpah denger gombalan Faiz," celetuk Siwi lirih
"Masa sih, gombal banget deh," sahut Marsha
"Ember," sahut Agni
"Kok cuma dua waktu, gak setiap hari?" tanya Marsha sedikit kecewa
"Iya aku mau bersamamu hari ini dan selamanya," jawab Faiz
"Hmmm, so sweat banget sih kamu," jawab Marsha
"Hueek," mau muntah gue dengernya bisik Nay
"Apalagi gue, pengin boker tahu," sambar Agni
*Tiuut!!, preet...preeteeetetet!!!!
"Woii siapa yang kentut nih!" seru Cassey
"Gue, tiba-tiba perut gue mules Key," jawab Siwi dengan muka merahnya
"Sue, lo kentut gak permisi. Mana bau bangke lagi. Iissh, cantik-cantik kok kentutnya bau bangke!" cibir Agni
"Maaf," jawab Siwi malu
"Itu tadi suara apa ya sayang, apa kamu kentut?" tanya Marsha pelan-pelan
"Gak kok, orang sebelah kali," jawab Faiz
"Iya juga sih, kayaknya disebelah berisik banget!" sahut Marsha
"Sayang kamu itu penyihir ya?" tanya Faiz lagi
"Kok tahu sih," jawab Marsha
__ADS_1
"Karena kayaknya aku kena sihir kamu deh, soalnya hanya kamu saja yang bada dipikiranku," sambung Faiz
"Iiihh, jadi malu," jawab Marsha
"Eaaa, pepet terus!!" seru Cassey
"Sikat Iz!" tambah Agni
**Pret, preteteetet!!
Lagi-lagi Siwi tidak bisa menahan perutnya yang mules, dan terus-menerus buang angin. membuat ketiga temannya kesal.
"Siwi!!" teriak ketiganya
"Maaf lose gass, gak bisa ditahan lagi gengs," jawabnya sambil menahan mules di perutnya
"Ke toilet sana, malu-maluin saja!, mana bau bangke lagi!" gerutu Naeswari
"Iya Ka," Siwi segera beranjak dari kursinya berjalan meninggalkan mereka.
*Dut...durudut...dut!!
"Anj*r, masih ngebom aja nih bocah, mana bunyinya gak ada yang enak lagi. Bisa gak sih ganti bunyinya pakai lagu-lagunya babang Adam Levine!" gerutu Naeswari
"Lo jalan kelamaan Wi, sini gue bantu biar cepat sampai!" Agni langsung menendang bokong Siwi hingga gadis itu melesat dengan cepat dan menabrak seseorang didepannya.
**Bruughhh!!
"Maaf!!" ucap Siwi
"Gak apa-apa kok, lo pasti gak sengaja kan," jawab seorang pria yang ditabraknya.
Betapa malunya Siwi Ketika tahu yang ditabraknya adalah Bryan Domino.
"Eeeh, Siwi kan?" tanya Bryan
"Iya ka, hehehe," jawabnya sambil menahan perutnya yang mules
"Kamu sakit ya?" tanya Bryan yang melihat wajah pucat Siwi.
"Gak kok, ka,"
"Kok kamu pucet terus keringetan lagi,"
Gimana gak pucet gue nahan boker, ya panas dingin Kaka.
"Hmmm, biasa Ka, haredang. Maklum udara siang ini panas badai, mana AC mall kurang dingin lagi, jadi keringetan deh,"
"Yaudah sini, aku lap ya keringetnya," Bryan mengeluarkan sapu tangannya dan langsung mengusap wajah Siwi yang keringetan.
Hadeeh, kenapa momennya gak pas ya. Harusnya gue bisa menikmati momen romantis ini, tapi ini malah nyiksa gue. Udah ka jangan lama-lama. Takutnya gue kelepasan lagi, tengsin kan kalau sampai kentut didepan lo. Bisa hancur image cantik gue. Mana perut gak bisa diajak kompromi lagi.
"Jangan ngerepotin Ka, sini biar aku aja yang membersihkan keringat aku." Siwi langsung merebut sapu tangan dari Bryan dan membersihkan wajahnya dari keringat.
Oh My God, jangan keluar dulu dong, tahan, tahan.
"Ka, maaf ya aku tinggal dulu. Mau ketemu temen lama kasian sudah nunggu lama," Siwi mencoba mencari alasan agar bisa pergi meninggalkan Bryan
"Dimana, biar aku antar gimana?"
"Gak usah ka, aku sendiri saja!" tolak Siwi
**Besss!!
Syukurlah gak bunyi, setidaknya aman.
__ADS_1
"Btw ini bau apa ya?" tanya Bryan yang mulai mengendus bau tidak sedap di sekitarnya
"Bau dedemit lewat kayaknya!" jawab Siwi dengan wajah tak bersalahnya