ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 7 # Bertemu Niken


__ADS_3

"Astaghfirullah Cassey!!, sampai kapan sih kamu akan insaf jadi cewek berandalan!, apa tidak cukup hukuman yang sudah kamu terima selama ini hah!!, mau jadi apa sih kamu!!, kenapa selalu menyusahkan ibu!!, bagaimana kalau kamu dikeluarkan lagi dari sekolah baru kamu!, apa yang harus ibu katakan sama almarhum papih kamu!!!" teriak Niken yang kesal dengan kenakalan Cassey


Cassandra hanya diam mendengarkan omelan ibunya itu.


"Maafin Cassey mih, gue janji ini yang terakhir," ucap Cassey


"Kemarin lo juga ngomong gitu kan?, buktinya sekarang lo masih mengulang kesalahan yang sama, bagaiman mamih mau percaya coba?" Niken balik bertanya


"Makanya dari dulu mamih gak setuju saat papih kamu ngajarin kamu ilmu beladiri, karena bakalan kaya gini jadinya," keluh Niken


"Jangan salahin papih mih, papih itu melatih Cassey beladiri buat jagain mamih, papih sadar kalau umurnya gak bakalan panjang. Makanya papih ngelatih Key beladiri, supaya Key bisa melindungi mamih dari orang-orang jahat, semuanya dilakukan papih karena dia sayang sama mamih," Gadis itu mulai berkaca-kaca ketika mengingat almarhum papihnya, tak terasa butiran kristal bening membasahi wajah cantiknya


Niken segera memeluk putri semata wayangnya itu dengan penuh kasih sayang.


"Maafkan mamih sayang, bukan maksud mamih untuk membuatmu bersedih, mamih tahu kalau kamu itu melakukan semua ini untuk membela diri tapi orang lain mana ada yang tahu nak, makanya mulai sekarang jaga emosimu, jangan mudah terpancing, ingat kamu sekolah tinggal sebentar lagi, jangan sampai kamu gagal sayang, mamih gak rela," ucap Niken mencium kening Cassey


"Iya mih, Cassey janji, akan membuat mamih bangga," jawab gadis itu


********


"Ya ampun baby!!!, Siapa lagi yang menghajar kamu baby!!," Teriak Lulu ketika melihat wajah Bagas yang kembali lebam


"Gak papa bu, biasa anak cowok!!" jawab Bagas


"Bohong bu, kaka dihajar gara-gara masalah cewek," celetuk Nay


"Apa??, kamu sudah mulai punya pacar baby?" tanya Lulu penasaran


"Bukan ibu, Nay salah paham, jadi aku dipukul karena salah sasaran, gitu yang bener ceritanya ibu," jawab Bagas


"Gak bisa!!, kali ini benar-benar kelewatan, ibu sudah bisa terima lagi, kalau terus-terusan dibiarkan teman-teman kamu akan terus membully kamu, besok ibu akan datang kesekolah kamu dan melaporkan kejadian ini pada Ibu Melati ," ucap Lulu


"Janganlah bu, jangan bikin Bagas malu, nanti mereka malah akan semakin membully aku, karena nanti aku dicap sebagai anak mami," sahut Bagas


"Biarkan saja anj*ng menggonggong Pangeran ganteng tetap berlalu," jawab Lulu


"Isshh, ibu tuh bisa-bisanya bikin pribahasa gak jelas kaya gitu," Bagas segera masuk ke kamarnya meninggalkan Lulu dan adiknya di ruang tamu


*********


Pagi harinya Cassey mengantarkan Niken untuk bertemu dengan bu Melati, sementara itu Lulu mengantar anak-anaknya kesekolah hari ini, karena ingin menemui wali kelas Bagas ibu Melati.

__ADS_1


Selama menuju ke ruangan bu Melati mata Lulu terus mengawasi gerak-gerik setiap siswa yang ada disana.


"Bahkan disekolah bagus seperti ini aja masih ada bully, apalagi disekolah rakyat jelata," batin Lulu


Ia kemudian menghentikan langkahnya ketika melihat seorang siswa tengah memalak siswa lainnya.


"Yang kaya gini nih, harus di kasih pelajaran, biar jera," batin Lulu


Dia mendekati ketiga anak itu dan menjewer dua anak yang sedang memalak seorang siswa.


"Mau jadi apa kamu le, kalau suka malakin teman-teman kamu, cepat balikin uang teman kamu itu!" hardik Lulu


"Tante ini siapa sih, kok ikut campur urusan kita!" ucap salah seorang dari mereka


"Hmmm, belum tahu kamu kalau aku ini yang punya sekolah ini!" gertak Lulu


"Ampun ibu!!, aku tidak akan mengulangi lagi perbuatan kami!!" ucap kedua anak itu ketakutan. Keduanya berlari tunggang langgang meninggalkan Lulu


"Dasar bocah!, kocak banget sih, hihihi..." ucap Lulu tertawa kecil


Ia kemudian berjalan lagi menuju ke ruangan bu Melati.


"Assalamualaikum!" sapa Lulu


"Niken!!" Lulu membelalakkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya


"Lulu," sahut Niken langsung memeluk wanita didepannya


"Alhamdulillah, akhirnya gue bisa ketemu lagi sama lo, gue seneng banget Niken," Lulu terus memeluk Niken


"Btw Al gimana kabarnya?" tanya Lulu


Tiba-tiba senyuman manis Niken berubah menjadi hambar, ada gurat kesedihan yang mulai terpancar dari wajahnya.


"Kenapa Niken, kok kamu kayaknya sedih," ucap Lulu


"Al sudah meninggal Lu," ucap Niken dengan mata berkaca-kaca


" Yang bener lo!!" kata Lulu tidak percaya


"Benar Lu, di kena kanker hati, baru setahun ia pergi meninggalkan kami," ucap Niken sedih

__ADS_1


Lulu segera memeluk sahabatnya itu.


"Inna Lillahi wa Inna ilaihi rojiun, Ya Allah gue gak nyangka banget Niken, kalau Al bakal pergi secepat itu, kamu yang sabar ya," ucap Lulu menyemangati Niken


"Iya Lu, maafin Al ya kalau dia punya salah sama lo," ucap Niken


"Tentu, gue yang harusnya minta maaf sama dia, karena sering jailin dia, btw kamu datang kemari ada perlu apa?" tanya Lulu


"Dipanggil guru, gara-gara kenakalan anaknya Al," jawab Niken


"Nakal kenapa?" tanya Lulu


"Berantem Lu!" jawab Niken


"Hmmm, buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, mungkin anak kamu mengikuti sikap Al yang bengal dan suka tawuran semasa SMA, jadi wajar saja sekarang kamu sering dipanggil ke sekolah, hehehe. .." ucap Lulu


"Betul Lu, anaku itu bener-bener kopian Al semua, " jawab Niken


"Jadi penasaran sama anak kamu, btw minta nomor lo dong, supaya gue bisa ajakin kamu reunian besok, dan jangan lupa bawa anak kamu juga ya," ucap Lulu


"Ok, nanti telpon aja, Insya Allah aku datang," jawab Niken


"Ok, aku tinggal dulu ya say, sepertinya aku harus pulang deh," Lulu segera mengangkat ponselnya yang terus berdering


"Iya halo, ada apa Rey?" tanya Lulu


"Lo dimana??, kita udah sampai ni di keraton," jawab Reyhan


"Whaaat!!, bukannya minggu depan reuniannya, kok udah sampai aja," jawab Lulu kaget


"Iyeh, kite udah kangen sama lo, makanya acara reuniannya dipercepat," jawab Rey


"Oh gitu, yaudah gue balik sekarang," jawab Lulu mengakhiri telponnya


"Ketemu bu Melatinya lain kali aja deh, sekarang gue harus nemuin temen-temen dulu!" Lulu berlari meninggalkan ruangan itu menuju ke parkiran


**Buughhhh!!!


Karena terburu-buru Lulu sampai menabrak seseorang di parkiran.


"Maaf...maaf saya tidak sengaja," ucap Lulu

__ADS_1


Lelaki itu hanya mengangguk, dan memperhatikan Lulu yang kemudian meninggalkannya setelah meminta maaf. Ia membuka kacamata hitamnya dan tersenyum sinis kearah Lulu.


"Kita ketemu lagi Lulu, sekaranglah saatnya untuk membalas dendam padamu, karena kau telah membuatku dikeluarkan dari kampus tempatku mengajar!" gumam Felix


__ADS_2