ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 71. Perjodohan


__ADS_3

"Seminggu lagi adalah acara penobatan yang mulia menjadi Raja Cendana Kalingga, sudah saatnya anda memiliki pendamping sebelum menjadi seorang Raja. Jangan sampai anda di dahului oleh yang mulia Pangeran Devin Rakabuming, karena kalau itu terjadi anda bisa batal menjadi Raja," ucap Sekertaris Gotawa


"Tapi Paman usiaku sudah dewasa, menikah hanyalah salah satu syarat untuk Raja yang memiliki usia dibawah tiga puluh tahun dan belum dewasa seperti adikku Raka," jawab Genta Bhumi


"Tapi Yang Mulia, bukankah anda juga sudah cukup dewasa untuk menikah, nanti apa kata orang-orang jika tahu Raja Cendana Kalingga masih melajang di usia tiga puluh tahun lebih. Tentu saja hal itu bisa menimbulkan rumor yang tidak sedap dan bisa menggoyahkan kedudukan anda Yang Mulia," tambah Gotawa


"Maaf Paman tapi aku belum menemukan sosok gadis yang bisa membuatku jatuh hati. Lagipula aku tidak mau buru-buru menikah karena aku harus benar-benar menemukan gadis yang cocok dan bisa menjadi pendamping hidupku seumur hidup." jawab Genta


"Tapi dalam dunia politik perkawinan sudah menjadi hal yang biasa untuk memuluskan jalan mereka mendapatkan tahta. Wanita dalam dunia politik menjadi salah satu kendaraan yang ampuh untuk mencari dukungan agar bisa mengalahkan lawan politik kita. Lama-kelamaan kau juga akan sadar itu yang Mulia. Tidak ada cinta dalam dunia politik yang mulia. Kita akan binasa jika memakai cinta dalam dunia politik. Karena politik itu sangat kejam tidak bisa memandang keluarga, teman, ataupun pasangan bisa menjadi musuh kita." papar Gotawa


"Kepala Deputi Kehakiman Raden Mas Pramudya memiliki seorang putri yang sangat cantik, namanya Ratri Andini selain cantik dia adalah wanita yang sangat cerdas karena berhasil lulus dengan predikat cumlaude di universitas Australia. Sebagaimana kita tahu Deputi kehakiman adalah bagian yang strategis dan memiliki kedudukan urgent di bagian pertahanan. Enam empat puluh lima persen kekuatan bagian pertahanan ada di Deputi kehakiman. Tentu saja Deputi ini adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan divisi Pertahanan, yang selama ini dikuasai oleh keluarga Ratu Harsiwi. Jika kau bisa menikah dengan putri kepala Deputi Kehakiman maka kita sudah berhasil menggembosi kekuatan lawan politik kita, bahkan panglima kerajaan Baladewa tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena posisi kita sudah diatas angin untuk menduduki posisi Raja dan tidak akan tergoyahkan, dengan persentase dukungan lebih dari enam puluh lima persen pejabat tinggi. Jadi kau tidak usah takut walaupun Pangeran Devin Rakabuming menikah setelah kau di nobatkan sebagai Raja, itu dia tidak akan pernah menjadikan dirinya sebagai Raja Cendana Kalingga. Karena kita punya otoritas tinggi untuk menyingkirkannya dari istana, apalagi dengan status ibunya yang menjadi tahanan dengan tuduhan penghianatan Devin bisa dengan mudah kita singkirkan." tambah Gotawa


"Baikalah Sekertaris aku akan memikirkannya, sekarang pergilah, aku ingin jalan-jalan sebentar," Genta Bhumi kemudian berjalan meninggalkan Balairung Raja


Jadi kau tidak usah takut walaupun Pangeran Devin Rakabuming menikah setelah kau di nobatkan sebagai Raja, itu dia tidak akan pernah menjadikan dirinya sebagai Raja Cendana Kalingga. Karena kita punya otoritas tinggi untuk menyingkirkannya dari istana, apalagi dengan status ibunya yang menjadi tahanan dengan tuduhan penghianatan Devin bisa dengan mudah kita singkirkan.


Ucapan Sekertaris Gotawa terus terngiang-ngiang di telinga Genta Bhumi membuatnya begitu terganggu.


Masa kecilnya yang bahagia bersama Devin terlintas dalam benaknya, bagaimana bahagianya Genta ketika memiliki adik laki-laki yang sangat lucu dan membuangnya selalu ingin menggendongnya. Genta kecil begitu menyayangi Devin, bahkan mereka selalu menghabiskan waktu bersama dan tidur dalam kamar yang sama walaupun Harsiwi selalu melarangnya. Namun Devin kecil selalu bisa keluar dari kamarnya dan memilih tidur bersama kakaknya. Bahkan ia tidak bisa tidur sebelum kakaknya mendongeng untuknya.


Kenangan masa-masa Indah bersama Devin membuatnya selalu menitikkan air mata.


"Bagaimana mungkin aku bisa membunuhmu atau menjadikan mu sebagai musuhku Dev, aku begitu menyayangimu adikku. Tapi kenapa kau membuatku harus memusuhi mu," ucap Genta mengusap air matanya.


Lelaki itu kemudian melesatkan mobilnya menuju ke sebuah pemakaman kerajaan.


"Ibu, kenapa semuanya tidak sesuai dengan perkiraan mu, ternyata ibu tiri itu memang kejam dan tidak ada yang baik seperti ceritamu ibu. Bahkan ayah yang harusnya melindungi aku juga lebih memihak kepada adikku, dia sepertinya lebih sayang dengan Devin daripada aku. Kau tahu ibu sebenarnya yang menyebabkan pertikaian antara aku dan ibu tiriku serta adikku adalah Ayah. Iyah gara-gara ayah yang ingin memberikan tahtanya padaku tapi sampai Devin dewasa dan setelah Dev dewasa dan menikah aku harus mengembalikan tahta raja pada adikku. Alasannya agar kami bisa sama-sama merasakan menjadi seorang Raja. Dengan dalih agar dibilang ayah yang adil dia melakukan semua itu, tapi ayah tidak sadar dengan cara seperti itu ia sedang mengadu domba kedua putranya untuk menjadi saling benci dan akhirnya saling bunuh. Sekarang apa yang harus aku lakukan Ibu," Genta menceritakan seluruh keluh kesahnya di pusara Ibunya


Setelah selesai menumpahkan semua emosi dan kesedihannya Genta memilih berjalan-jalan di sekitar alun-alun kota Solo.


*********


"Sayang, tolong kamu belikan aku makanan ini di alun-alun ya," pinta Devin mengiba


"Kenapa gak nyuruh pengawal saja sih, kan tugasku cuma menjaga keselamatanmu bukan jadi pesuruh gini!" gerutu Kinan


"Aku tidak mempercayai orang lain selain kamu di Istana ini, kau tahukan semuanya berusaha untuk membunuhku. Makannya aku hanya bisa minta tolong kamu," cicit Devin membuat Kinan terpaksa pergi membelikan pesanan Kekasihnya itu.


"Ok kalau gitu aku jalan," Kinan kemudian bergegas meninggalkan Devin


"Sayang!!" panggil Devin


"Apalagi,"


"Hati-hati ya, love you!!" ucap Devin memberikan kiss bye dari kejauhan


"I Love You Piranhaku, Muaaach!!" tambah Devin membuat Kinan langsung membalasnya dengan memberikan kiss dari jauh

__ADS_1


"Love you too cumi, muaaachhh!!!" Kinan kemudian pergi mengendarai mobil Devin.


"Maafkan aku Kin, bukan maksudku menjadikan mu pesuruhku," gumam Devin melambaikan tangannya kearah Kinan


"Apa dia sudah pergi?" tanya seorang lelaki tua


"Sudah kakek," jawab Devin sekarang ayo ikut kakek


Lelaki itu kemudian mengajak Devin menuju ke ruangan di area tahanan kerajaan, di sana Ibu dan juga pamannya sudah menunggu.


"Sekarang semuanya sudah berkumpul, mari kita mulai rapatnya," ucap Adi Candra (Kakek Devin)


"Posisi kita sedang lemah sekarang apalagi setelah Ratu digulingkan dengan tuduhan menelantarkan dan mengusir Pangeran Genta Bhumi dari istana tujuh tahun lalu. Sepertinya kita perlu mencari dukungan dari pejabat tinggi ataupun deputi kepala deputi yang memiliki posisi strategis agar bisa menguatkan posisi kita di Istana." tambah Adi Candra


"Bagaimana kalau kita menikahkan Devin dengan Putri kepala deputi kehakiman, karena aku memiliki firasat yang tidak baik terhadap mereka. Aku takut Sekretaris Kerajaan akan melakukan hal yang sama dengan yang sku pikirkan. Mereka pasti berpikir bagaimana caranya untuk mengerogoti kekuatan kita. Dsn salah satu cara yang paling mudah bahkan bisa memperkuat posisi mereka adalah dengan cara menjodohkan Pangeran Genta dengan Putri kepala deputi kehakiman Ratri Andini. Karena mereka sadar jika empat puluh lima persen kekuatan kita berada disana. Aku yakin Gotawa akan berusaha mati-matian untuk membujuk Genta Bhumi agar mau menikah dengan Ratri Andini. Dan bila hal itu terjadi maka tamatlah riwayat kita.


Dengan dukungan enam puluh lima persen dari pejabat tinggi dan juga kepala deputi tentu saja akan membuat ruang gerak kita terbatas. Bahkan kita tidak akan bisa menjadikan Devin sebagai Raja karena dukungan yang kurang. Bahkan bisa saja Genta Bhumi bisa memberikan hukuman kepada Devin untuk mengganjal langkahnya menjadi seorang Raja. Kita bahkan tidak bisa berbuat apa-apa pada saat itu walaupun panglima ada di pihak kita. Jadi sebelum semuanya terlambat ayo kita pikirkan dengan matang disini dan mencari solusi terbaik untuk memecahkan masalah ini," ujar Suliwa Kepala Divisi Pertahanan yang merupakan adik kandung Harsiwi.


"Sepertinya aku setuju dengan usulanmu Suliwa. Biarkan aku yang aksn menemui Kepala Deputi Kehakiman sendiri," jawab Adi Candra


"Tapi aku tidak mau kakek, aku sudah memiliki calon sendiri," jawab Devin membuat Adi Candra langsung menggebrak mejanya.


*Braakk!!


"Lancang sekali kau Raka!!. Sebagai seorang Pangeran kau tidak berhak memilih pasangan hidupmu sendiri, kau harus mau menerima wanita yang sudah dipilih oleh pihak kerajaan untuk menjadi istrimu. Kehidupanmu sebagai seorang putra mahkota memang sudah ditentukan oleh pihak kerajaan baik itu jodoh dan juga apapun yang ingin kau lakukan harus mendapatkan persetujuan dari pihak kerajaan. Karena kau ini adalah calon Raja yang harus dilindungi agar kau bisa melindungi negeri ini," Ujar Adi Candra


"Tapi ayah, biarkan Raka menikahi Kinan, toh kita juga sudah berhutang budi pada gadis itu. Karena dialah yang berhasil menyelamatkan Raka dari maut, dan sekarang dia menjadi bahkan mau menjadi pangawal pribadi Raka untuk melindunginya dari orang-orang jahat. Bukankah Raka tetap bisa menikahi Ratri setelah ia menikahi Kinan," Sela Harsiwi


"Bukan seperti itu ayah, aku bisa mengatur agar Devin mau menjadikan Ratri sebagai ratu dan menjadikan Kinan sebagai selirnya, percayalah padaku ayah. Hanya ini cara terbaik agar Devin mau menikah. Kau tahukan betapa kerasnya Devin, dia bisa saja kabur lagi dari istana jika kita tidak menuruti keinginannya," bisik Harsiwi membuat Adi Candra mengangguk setuju


"Kau hanya perlu menyampaikan ini kepada Kepala Deputi Kehakiman secepatnya agar kita tidak kalah start dengan kubu oposisi," tambah Harsiwi


"Baiklah aku setuju, dengan keputusanmu itu," jawab Adi Candra


***********


*Di Alun-alun Solo


Kinan masih harus mengantri panjang untuk membeli sate buntel yang sangat terkenal di Solo.


Ketika sedang asyik-asyiknya mengantri tiba-tiba seorang pria datang ke kedai itu tanpa harus mengantri dan langsung dilayani oleh pemilik kedai itu membuat Kinan tidak terima dan segara menarik lelaki yang sedang duduk didalam kedai menunggu pesanannya.


"Ini tidak bisa dibiarkan, memangnya dia Raja, presiden makannya tidak mau mengantri!!" gerutu Kinan Ia segera menarik lelaki itu dan membawa ke antrian pembeli.


"Kalau mau beli kamu harus mengantri dulu, tidak boleh menyerobot. Kasian yang lain sudah mengantri panjang!!" cibir Kinan membuat pemilik Kedai mendekatinya


"Tapi Mbak...." sela pemilik Kedai langsung menghentikan ucapannya ketika Genta memberikan isyarat padanya.

__ADS_1


"Gak usah tapi-tapian, anda seharusnya bisa adil dong jangan pilih kasih!!" seru Kinan


Gadis itu terkejut ketika melihat wajah lelaki itu saat membuka topi dan kacamata hitamnya.


"Anj*r!!, Yang Mulia," ucap Kinan mengaga melihat siapa yang sedang ia marahi.


"Tapi tetap saja walaupun kau ini adalah seorang Pangeran kau tetap harus mengantri, kau lihat kan nenek-nenek juga mengantri, Lagipula kau ini masih muda dan sehat jadi tidak alasan untuk mengantri disini. Toh Ketampanan kamu tidak akan luntur walaupun kau berdiri di bawah terik matahari untuk membeli sate buntel!!" ujar Kinan membuat Genta tersenyum padanya


"Baiklah, sepertinya kau benar, aku lebih baik mengantri dibelakang mu dari pada terus mendengarkan omelan mu," jawab Genta melangkah ke barisan antrian


"Terus bagaimana dengan pesanan anda yang mulia?" tanya pemilik kedai


"Berikan saja kepada nenek-nenek itu, aku takut dia akan kelelahan jika harus mengantri lama disini," jawan Genta


"Baik yang mulia," sahut pemilik kedai itu


"Terima kasih Mas ganteng, ini foto cucu saya kalau kau tidak keberatan kamu mau kan berkenalan dengan cucuku," ucap wanita tua itu membuat Kinan terkekeh mendengarnya


"Sikat saja, sayang loh rejeki kalau ditolak," goda Kinan


"Bukannya aku menolak rejeki, tapi bagaimana kalau kamu itu jodohku," jawab Genta membuat Kinan membulatkan matanya


"Astoge, siapa juga yang mau jadi jodoh kamu, jangan mimpi!" cibir Kinan


"Jangan bicara seperti itu, karena jarak antara benci dan cinta itu sangat tipis. Bukankah tadi kau juga sudah mengakui ketampananku, itu berarti kamu sudah mulai mengagumi ku bukan, mengaku saja," ledek Genta membuat Kinan semakin kesal dan melesatkan pukulannya, namun Genta langsung menepisnya.


"Coba kau lebih santun dan lembut sedikit, pasti kau akan terlihat semakin cantik!" bisik Genta membuat Kinan langsung memalingkan wajahnya.


Sial, kenapa harus ketemu orang seperti dia.


Kinan segera mengambil pesanannya ketika namanya dipanggil.


Ia langsung berjalan menuju ke mobilnya. Pada saat akan menyalakan mobilnya ia melihat beberapa orang sedang mengawasi Genta Bhumi dan mengarahkan sebuah senjata api kearahnya.


"Aish, ternyata masih ada saja yang ingin membunuhnya setelah Nilam mati," Kinan segera berjalan kearah Genta dan mendorong tubuh lelaki itu saat sedang menikmati hidangan di depannya.


*Dor, dor!!


*Braakkk!!


Semua pengunjung kedai langsung berteriak dan berlari berhamburan meningalkan tempat itu, sementara itu Kinan langsung memanfaatkan situasi itu untuk menarik Genta keluar kedai untuk menyelamatkan diri.


"Aku tidak mau pergi," tolak Genta melepaskan tangan Kinan


"Kamu harus ikut aku atau mati konyol disini!" hardik Kinan


"Lebih baik aku mati daripada melibatkan kamu dalam masalahku,"

__ADS_1


"Aissh, dasar bodoh, sudah ikut saja!!" jawab Kinan menarik lengan lelaki itu.


Ia harus menghentikan langkahnya ketika sebuah pistol ditodongkan ke kepalanya.


__ADS_2