
Angga segera melesatkan mobilnya menuju kerumah sakit untuk menolong Kimmy.
Ia segera menghentikan mobilnya disebuah rumah sakit dan menggendong tubuh gadis itu menuju ke unit gawat darurat.
Tidak berselang lama Ryan dan teman-temannya sudah tiba di rumah sakit itu.
"Bagaimana keadaan Kinan?" tanya Ryan
"Masih ditangani dokter Om," jawab Angga
"Apa kau ini pacarnya Kinan?" tanya Rey lagi
Angga hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan Ryan.
"Kenapa senyum, memangnya ada yang lucu?" tanya Ryan
"Gak Om, sebelumnya saya minta maaf karena sudah membuat anda salah paham, dan mengira kalau aku ini kekasih Kinan," jawab Angga
"Salah paham gimana maksudnya?, tadi ayah kamu bilang kalau Kinan calon menantunya dan sedang mengandung cucunya, terus kamu bilang salah paham, sebenarnya yang benar yang mana?" tanya Ryan kebingungan
"Sekali lagi maaf Om, sebenarnya aku mengatakan kalau Kinan adalah kekasihku yang sedang mengandung anakku pada ayahku agar dia membantu melawan Aaron dan aku bisa menyelamatkan Kinan yang terluka karena aku tidak tega melihatnya terkapar tanpa ada seorangpun yang menolongnya. Sebenarnya aku sama sekali tidak mengenal Kinan dan baru melihatnya disana. Jadi sekali lagi aku tegaskan Om, kalau aku dan Kinan tidak ada hubungan apa-apa dan dia tidak mengandung anakku," jawan Angga
"Alhamdulillah, aku kira Kinan benar-benar hamil di luar nikah, syukurlah kalau begitu," sahut Ryan lega
"Btw aku tadi kan sudah bernazar, barang siapa yang menolong Kinan jika laki-laki akan ku jadikan suaminya Kinan kalau perempuan maka akan aku jadikan anak angkatku, jadi gimana apa kau mau jadi calon suami Kinan?" tanya Ryan
"Maaf Om aku sudah mempunyai calon istri, jadi aku tidak bisa menikah dengan Kinan. Lagian Kinan juga belum tentu mau menikah dengan saya, apalagi kami tidak saling mengenal sebelumnya. Om tidak mau kan Kinan dipaksa menikah dengan orang yang tidak di cintanya. Jadi Om tidak masalah kan jika aku menolak tawaran anda, kalau untuk jadi saudara aku masih bisa, Insya Allah aku akan menganggap Kinan sebagai adikku dan jika memang aku dan Kinan berjodoh ya Insya Allah kita akan bertemu di pelaminan kok, jadi maaf ya Om," jawab Angga
"Baik anak muda, aku suka gayamu. Kau sangat dewasa dan berwibawa. Sangat mirip denganku waktu aku muda," ucap Ryan
"Oh ya nama kamu siapa?" tanya Ryan
"Saya Angga Om," Angga mengulurkan tangannya dan mencium tangan Ryan
"Rey," jawab Ryan
"Serasa tua gue kalau ada yang nyium tangan gue," celetuk Ryan sambil terkekeh
"Emang lo udah tua Rey, emang gak kamu gak nyadar Rey?" ledek Ferdan
__ADS_1
"Gak tuh, gue merasa masih muda, benar gak Angga?" tanya Ryan
"Iya Om, Om masih terlihat muda dan gagah," jawab
"Alhamdulillah, thanks ya Angga walaupun aku tahu kamu beneran ngomong kaya gitu dari hati lo yang paling dalam atau cuma untuk menyenangkan hatiku tapi aku tetap senang kok, swear!" sahut Rey
"Diih alay, najong banget deh!" cibir Ferdan
"Siapa diantara kalian keluarga pasien Kinan?" tanya seorang dokter yang keluar dari ruang UGD.
"Saya dok," jawab Ryan
"Bagaimana keadaan putriku?" tanya Ryan
"Alhamdulillah dia sudah siuman, dan karena dia banyak mengeluarkan darah jadi butuh transfusi darah," jawab sang dokter
"Biar aku saja yang jadi donor darahnya dok, kebetulan golongan darah kami sama," ucap Ryan
"Baik, mari silahkan ikut aku," Ryan segera mengikuti dokter masuk kedalam ruang perawatan.
Sedangkan Angga segera berpamitan untuk segera pulang ke rumahnya.
Ketika ia keluar dari rumah sakit ia melihat Devin memapah Kimmy masuk kedalam rumah sakit, ada rasa sesak dan jelous saat melihat dua sejoli itu.
"Bagaimana keadaan calon menantuku dan cucuku?" tanya Russell mengagetkan Angga
"Mereka baik-baik saja ayah, lagian ngapain ayah mengagetkan aku segala," jawab Angga
"Segera nikahi dia dan bawa pulang ke rumah ayah, aku sangat merindukan kehadiran bayi mungil yang akan membuat hari tuaku semakin berwarna," tandas Russell
"Kau tahukan usia ayah sudah semakin tua, dan kau adalah satu-satunya pewaris ku, dan aku berharap banyak padamu Angga, terlebih lagi pada cucuku nantinya," tambah Russell
"Sudahlah Ayah, jangan berbicara seperti itu lagi, aku lelah dan butuh istirahat. Jadi tinggalkan aku sendiri disini," jawab Angga
"Baiklah, kau boleh beristirahat dan aku akan pergi menjenguk calon menantuku, dan menjaganya, aku takut Aaron akan kembali mencelakainya," sahut Russell
"Tidak usah Ayah, sudah ada Om Rey yang menjaga Kinan, nanti kalau kebanyakan orang disana kasian dia tidak bisa istirahat." cegah Vgh
"Aku cuma ingin memastikan kalau dia sudah baikan, itu saja, setelah itu aku akan segera pulang," jawab Russell
__ADS_1
"Yasudah biar aku yang anterin ayah, biar Gavin biar jaga kosan, disini!" Seru Angga
Angga segera menghampiri Russel masuk kedalam mobilnya, keduanya melwsat meninggalkan kosan Angga.
"Gimana keadaan kamu Kim?" tanya Cassey bersama Kimmy
"Aku sudah baikan Key, tenang saja jangan panik," jawab Kinan
"Papih kemana?" tanya Cassey
"Dia sedang nyari makan sama Om Ferdan Key," sahut Kinan
"Kamu istirahat saja Kin, biar aku yang akan menjagamu," tambah Cassey
"Ok, yaudah aku tinggal merem bentar ya Key, jawab Kinan
Kinan segera memejamkan matanya namun ketika ia baru akan memejamkan matanya tiba-tiba saja Angga dan Russell menjenguknya.
"Assalamualaikum," sapa Russell
"Waalaikum salam," Cassey segera membangunkan Kinan karena setahunya Angga pasti sahabat Kinan.
"Halo sayang bagaimana keadaanmu?" tanya Russell membuat Kinan menganga
"Baik Om, besok juga kan segera sembuh," jawab Kinan
"Syukurlah, kamu tidak apa-apa, sekarang makan yang banyak ya, kebetulan ayah tadi beli banyak makanan dan buah-buahan untuk cucuku, semoga dia selalu sehat dan cepat lahir ke dunia ini," Russell mengusap perut Kinanti membuat gadis itu reflek memukul tangannya
"Jangan macem-macem Om, atau aku akan menghajarmu, pakai nyebut-nyebut cucu, memangnya siapa yang...." ucap Kinan yang belum menyelesaikan ucapannya langsung di bekap oleh Angga.
"Izinkan lelaki tua itu menyentuh perutmu, lagian kasian dia sangat tertekan karena harus kehilangan cucunya, jadi tolong pura-pura jadi pacarku dan kau sedang mengandung anakku," bisik Angga
"What yang bener saja lo," jawab Kinan mendorong tubuh Angga
"Please bantu gue!" pinta Angga mengiba
"Yaudah iya, tapi lo harus jelasin ke gue nanti, kenapa lo melakukan itu semua padaku," jawab Kinan
"Ok, thanks, sekarang panggil dia Ayah!" perintah Angga
__ADS_1
"Maaf ayah tadi Kinan tidak sengaja, maklum aku masih shock dengan kejadian semalam," jawab Kinan
"Iya nak, ayah paham kok, sekarang kamu makan ya, kasian anak kamu nanti," Russell segera menyuapi Kinan membuat gadis itu terperangah