
Baru saja penjahat itu akan menghujamkan sebuah golok kearah Kinan, sebuah tendangan melesat menghantam lelaki itu.
*Buuughhh!!
"Beraninya kalian melukai putriku, maka kalian harus mati ditangan ku! seru Ryan yang baru saja tiba di tempat itu
"Bunuh lelaki tua itu!" seru seorang lainnya
Ryan langsung menyeringai dan maju sembari melesatkan tendangan kearah penjahat itu hingga mereka berjatuhan satu persatu.
Tidak puas melihat mereka masih bisa bangun Rey langsung kembali menghujamkan pukulan mautnya hingga tinggal seorang yang masih tegak berdiri menantangnya.
"Lumayan juga untuk ukuran lelaki tua sepertimu," ejek lelaki itu mendekati Ryan
"Umur boleh saja tua, tapi untuk kekuatan dan juga skill tentu saja aku tidak kalah dengan anak muda sepertimu!" sahut Ryan
"Baiklah kakek, bersiaplah untuk mati!" seru lelaki itu melesatkan tendangannnya kearah Ryan, Ia segera mengelak dari serangan lawan yang begitu cepat dan tidak bisa di prediksikan.
"Sial, ternyata dia bukan orang sembarangan, gerakannya sangat lincah dan cepat!!" gumam Rey yang terus menghindar tanpa bisa membalas serangan lawan.
**Buuuggghhh!!!
"Anj*r baru kali ini gue berhasil dipecundangi oleh anak ingusan seperti dia, kurang ajar!, terimalah pembalasanku!!" Ryan segera bangkit setelah tubuhnya terhempas kebelakang setelah terkena tendangan maut pemuda itu.
Ryan langsung melepaskan pukulannya namun pemuda itu berhasil mengelak dan hanya terkekeh melihat Ryan yang sempoyongan.
"Sudahlah, menyerah saja kakek, atau kau memang sudah bosan hidup hah!!" hardik pemuda itu sembari menjambak rambut Ryan dan kemudian mendengkul wajahnya hingga darah segar keluar dari mulut Ryan.
"Hmmm, masih belum kuat juga nih aki-aki!" ucap lelaki itu menyeringai ketika melihat Rey masih bangkit memasang kuda-kuda.
"Gue masih belum kalah anak muda, jadi jangan sombong!" ucap Ryan sembari mengusap darah disudut bibirnya.
"Ck, ck....Keren, baru kali ini gue dapat lawan setangguh lo!" jawab Lelaki itu
Tanpa banyak bicara Rey langsung melompat dan melesatkan tendangannnya kearah pemuda itu hingga terpelanting menabrak sebuah minibus yang melintas.
"Braakkk!!!"
"Sepertinya lelaki tua itu memang tidak bisa diremehkan, daripada gue menghabiskan waktu terlalu lama disini, lebih baik segera ku habisi saja nyawa lelaki tua itu," Pemuda itu kemudian mengambil pistol dari saku celananya dan segera menarik pelatuknya kemudian mengarahkannya kepada Ryan.
"Sorry pak tua!"
**Dor, dor , dor!!!
Ryan segera menghindar agar tidak terkena peluru dari pemuda itu, yang terus memberondongnya tanpa henti.
**Buughhh!!!
Tiba-tiba Angga yang melihat pertarungan itu langsung melesatkan tendangan hingga membuat pistol lelaki itu terjatuh.
__ADS_1
"Lawan mu adalah aku Revan, bukan dia!" seru Angga
"Angga Wijaya, ada hubungan apa hingga kau keluar dari persembunyian mu," jawab Revan
"Aku datang untuk menyelamatkan Om Rey, dia tidak sebanding dengan mu!!" jawab Angga
"Kau memang lawan yang sebanding denganku Angga!!" Revan langsung maju menghajar Angga, tapi pemuda itu cukup sigap hingga bisa mengelak semua serangan Revan
Angga tidak tinggal diam, ia langsung melesatkan serangan balasan hingga membuat Revan terpojok.
Angga tidak memberi ampun kepada Revan walaupun pemuda itu sudah tidak berdaya, Angga masih terus menghajarnya.
**Dor, dor, dor!!
Suara tembakan membuat Angga langsung berguling ke samping untuk menghindari peluru yang mengarah kepadanya.
"Dasar Bajing*n !!, beraninya pakai senjata api!" Angga langsung bangkit dan berdiri tapi sayangnya ketika ia menoleh kearah Revan, pemuda itu sudah menghilang.
"Dasar pengecut, dia pasti melarikan diri!" gerutu Angga yang langsung mendekati Rey yang sedang mengipasi tubuhnya
"Kenapa Om, gerah ya?" goda Angga
"Biasa kalau orang sudah tua, dibawa gerak dikit encok langsung kumat, makannya dikipasin dulu biar adem jadi tulangnya bisa elastis lagi!" jawab Ryan membuat Angga terkekeh
"Akh Om ada-ada saja," Angga segera membantu Rey berdiri
"Ok Om," Angga langsung mengangkat Kinan dan membawa ke mobilnya.
"Kok, ditaruh mobil kamu sih An, bukannya di mobil Om,"
"Sama saja Om, lagian Om parkirnya kejauhan. Yaudah Angga langsung ke rumah sakit ya, Om menyusul dibelakang!"
"Ok," Ryan langsung menuju ke mobilnya dan melesat mengikuti mobil Angga.
"Gue dimana ini," ucap Kinan yang baru sadar dari pingsannya
"Di alam gaib woii," jawab Angga
"Lo pasti Malaikat pencabut nyawa ya," jawab Kinan
"Kok tahu,"
"Habis muka lo ngeselin kaya mau nagih utang," jawab Kinan sambil terkekeh
"Sue lo!" jawab Angga
"Btw lo mau bawa aku kemana Angga!" seru Kinan
"Ke Neraka, ya ke rumah sakitlah dodol!" jawab Angga
__ADS_1
"Gak usahlah Ngga, lagian gue kan udah sadar dan baik-baik saja, mending kita pulang nyok!" ajak Kinan
"Yang bener lo, wait ini berapa!" tanya Angga mengacungkan empat jarinya
"Beg*, lo kira gue rabun, ya empatlah!" sahut Kinan
"Coba kau tebak, siapa lelaki yang sedang berjalan kemari!"
"Anj*r itumah bokap gue!" jawab Kinan
"Kenapa kok berhenti!" seru Ryan yang menghampiri keduanya
"Kinan gak mau kerumah sakit Om," jawab Angga
"Kenapa sayang, emangnya kamu gak papa, gak ada yang sakit?" tanya Ryan
"Ada Pih,"
"Apa yang sakit," jawab Ryan khawatir
"Perut aku Pih,"
"Hadeeh, pasti kamu kena tendangannnya penjahat tadi ya?" Ryan semakin khawatir
"Bukan Pih,"
"Terus apa dong?"
"Perut Kinan sakit karena lapar, pengin makan Pih," jawab Kinan membuat semuanya tertawa
"Nj*r, kirain sakit beneran ternyata lo kelaparan toh, dasar sue!!" celetuk Ryan
"Yaudah kita makan soto aja ya, sekalian kita traktir si Angga yang udah bantuin kita hari ini," ajak Ryan
"Yeaay makan!!" seru Kinan
"Dasar anak somplak, dimana-mana orang habis berantem, babak belur itu pasti larinya ke rumah sakit atau ke tukang urut lah dia malah ke warung makan, bener-bener sue!!" Ryan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan aneh putrinya.
********
"Kenapa sih lo gak bisa diandalkan Revan, bukannya lo itu pemenang MMA tingkat Asia, masa melawan seorang cewek saja lo kalah sih, malu-maluin gue aja!" cibir Nilam
"Gue bukan kalah melawan tuh cewek, tapi Angga, Angga Wijaya!!" jawab Revan dengan nada tinggi
"Angga Wijaya, jangan bohong deh lo, anak itu sudah lama tidak terdengar kabar beritanya. Dan ada yang bilang dia sudah hidup tenang menjadi rakyat biasa tanpa ikut campur dalam urusan gengster bersama ayahnya lagi," balas Nilam
"Memang itu benar, tapi sepertinya dia punya hubungan baik dengan cewek yang sedang lo incar itu, karena dia memanggil bokap cewek itu dengan sebutan Om," sahut Revan
"Ok, walaupun rencana gue gagal, setidaknya gue akan mendapatkan lelaki yang tepat untuk menjadi ayah dari bayi yang aku kandung. Sebenarnya aku tidak suka dengan pria lemah seperti Devin, justru aku lebih tertarik dengan Angga yang lebih macho. Devin hanya akan aku manfaatkan untuk mendapatkan posisi putra mahkota untuk anakku, setelah itu aku akan menyingkirkannya dan menikah dengan Angga. Aku memang cerdas, hahahaha!" ucap Nilam tertawa puas
__ADS_1