
Pagi ini Cassey ditemani Bagas mengajak Kimmy untuk menemui Putra Adinata sesuai dengan perintah Bayu.
"Om dimana?" tanya Cassey diujung telepon
"Di ruang VIP An Idol Cafe," jawab Bayu
Cassey segera masuk kedalam kafe dan menuju ruang VIP yang dimaksud Bayu.
"Sebenarnya aku gak mau ketempat ini baby, aku gak mau pisah sama Kimmy, apalagi dia sudah aku anggap seperti anakku sendiri, aku gak tega memberikan Kimmy sama orang lain walaupun dia adalah keluarganya," keluh Cassey
"Sudahlah, ikhlasin aja, mungkin memang lebih baik Kimmy tinggal bersama dengan keluarganya," jawab Bagas menghibur istrinya
Keduanya sudah berada di depan ruang VIP.
*Tok, tok, tok!
Bagas kemudian membuka pintu kamar itu dan masuk menemui Bayu dan Putra Adinata.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam,"
Lelaki itu menatap lekat kearah Cassey yang menggandeng Kimmy, seperti ingin menelannya bulat-bulat.
Bagas duduk disamping Bayu, Cassey dan Kimmy berada di sebelahnya.
"Jadi seperti yang sudah kita sepakati, Cassey akan menyerahkan Kimmy sama kamu, tapi kamu juga harus memaafkan kesalahan dia dan tidak ada dendam lagi antara kalian," ucap Bayu memulai perbincangan
"Tidak semudah itu Bayu, kau tahukan jika nyawa harus dibayar nyawa, tapi tenang saja aku tidak akan meminta itu hanya saja aku ingin memberi sedikit pelajaran pada wanita itu angkuh itu," ujar Putra
"Apa yang ingin kau lakukan Putra, awas jika kau meminta sesuatu yang tidak masuk akal, karena aku yang akan membunuhmu jika kau berani macam-macam dengannya," jawab Bayu
"Apa hubunganmu dengan wanita itu, sehingga kau begitu peduli dengannya," telisik Putra
"Dia putriku, jadi aku harus menjaganya,"
Terdengar kekehan mengejek dari Putra Adinata membuat Bayu mengeratkan jemarinya.
"Jangan bercanda Bayu, anak dari istri yang mana, apa jangan-jangan dia anak haram lo sebelum lo nikah sama istri lo," ledek Putra yang langsung dibalas pukulan keras yang dilayangkan oleh Bayu ke wajahnya
"Jangan banyak bacot!, sekarang lo terima saran gue atau tidak!" gertak Bayu sambil memukul meja
"Ok bro, santuy!. Gue mau wanita angkuh itu menjadi baby sitter Amanda untuk sementara waktu sebelum aku mendapatkan pengasuh yang cocok untuk merawat keponakanku itu, karena aku tahu mereka sudah sangat dekat dan aku tidak mau membuat Amanda bersedih," jawab Putra
"Baiklah aku setuju," jawab Cassey
"Lalu bagaimana dengan Rendra, kalau kau menjadi baby sitter Kimmy lalu Rendra sama siapa?" protes Bagas
"Nanti Rendra aku ajak, kalau tidak, bolehkan Kimmy aku ajak ke istana saat kau kerja dan aku akan mengembalikannya saat kau pulang kerja," jawab
"Tidak bisa, kamu harus merawat Amanda di ruamahku dan dia tidak boleh kamu bawa ke Istana lagi, kau juga dilarang membawa anak saat sedang menjadi baby sitter Amanda," jawab Putra membuat semuanya geram kecuali Cassey yang tersenyum lebar.
"Baik aku setuju!" sahut Cassey membuat semuanya terkejut
__ADS_1
"Gila lo, main setuju aja, kamu gak mikir apa kedepannya gimana!" gerutu Bagas
"Santuy, gue udah punya rencana yang akan membuat Si Putra itu benci sama gue dan langsung memecat gue!" kata Cassey dengan senyum simpulnya
"Yasudah aku percaya sama kamu,"
"Makasih ya baby, sekarang kita harus mengucapkan salam perpisahan dengan Kimmy dulu," Cassey berjalan mendekati putrinya yang sudah berada di dalam mobil Putra Adinata
Ia berjalan mendekati gadis kecil yang duduk menatapnya sendu dibalik kaca mobilnya.
"Bunda, Kimmy gak mau pergi dengan paman. Aku mau sama bunda...." ucapnya sambil menangis
"Sabar ya sayang, sekarang Kimmy sama paman dulu, besok bunda akan kerumah paman buat menemani Kimmy," jawab Cassey menahan air matanya yang akan jatuh
"Kimmy juga mau ketemu Romo, sama Dede Rendra juga, pokoknya aku mau pulang," rengek gadis itu membuat Cassey tidak tega dan memeluknya
"Iya sayang, nanti kalau Kimmy sudah sampai rumah paman kamu kan bisa Vc sama bunda, nanti kita ngobrol bareng deh sama Romo sama dedek Rendra juga," jawab Cassey yang sudah tidak bisa menahan kesedihannya
Namun Putra langsung memisahkan keduanya, ia menarik lengan Kimmy dan membawanya masuk kembali ke dalam mobil.
"Bunda!!" teriak Kimmy ketika Putra melesatkan mobilnya meningalkan Cassey yang masih menatap sedih kepergian putrinya.
Ia berlari mencoba mengejar mobil itu agar dapat menggapai lengan Kimmy yang terus melambai-lambai sambil memanggil namanya.
"Kimmy!!" teriak Cassey sambil menangis tersedu-sedu menahan kepedihan karena harus berpisah dengan putri kecilnya
"Sudahlah sayang, jangan sedih lagi. Biarkan Kimmy pergi dengan pamannya. Sekarang kita pulang yuk, Rendra pasti sudah kangen pengin ketemu sama bundanya," hibur Bagas sambil membantu Cassey berdiri
"Ini salahku baby, makanya sekarang aku harus menanggung kesedihan karena sudah memisahkan Kimmy dengan orang tua kandungnya," ucap Cassey sambil terisak
*********
Sepulang dari foto shoot Ahmar mengajak Siwi pergi ke sebuah Mall dipusat kota Jogjakarta.
"Kita mau ngapain sih sayang?" tanya Siwi manja
"Aku mau beli sesuatu untuk kamu," jawab Ahmar membawa gadis itu menuju kesebuah toko emas
"Kamu mau beliin aku cincin sayang?" tanya Siwi dengan tatapan berbinar-binar
"Aku ingin mengikatmu agar kau tidak bisa lagi melirik lelaki yang lain," jawab Ahmar
"Uunch, so sweat banget si kamu!" ucap Siwi berusaha mencium kekasihnya namun segera ditepis Ahmar
"Jangan terlalu agresif, disini banyak orang," bisik Ahmar
"Iya sayang, aku tahu kamu tuh sukanya gelap-gelapan kan?" tanya Siwi sambil terkekeh
Setelah selesai memilih cincin Ahmar langsung memakainya ke jari manis Siwi.
"Cincin ini harus selalu dipakai dan jangan pernah dilepas," ucap Ahmar
"Baik sayang," jawab Siwi
__ADS_1
" Jangan lupa kasih tahu Mamih kamu, aku akan datang ke rumah kamu malam ini," ucap Ahmar
"Kamu mau ngapain sayang?" tanya Siwi
"Aku mau melamar kamu, aku gak mau pacaran lama-lama. Rencananya aku ingin meresmikan hubungan kita setelah kamu selesai kontrak, kamu mau kan jadi pendamping hidup aku?" tanya Ahmar
"Yes, I will," jawab Siwi dengan senyum manisnya
************
Malam harinya Ahmar ditemani oleh Bayu mendatangi paviliun Ferdan.
"Assalamualaikum," sapa Ahmar rama
"Waalaikum salam," Ayu segera mempersilahkan mereka masuk
"Halo bro apa kabar?" tanya Ferdan menyalami kedua orang temannya itu
"Baik, bro,"
"Btw maksud kedatangan saya kesini ingin melamar Siwi untuk Ahmar," tambah Bayu
"Emangnya Ahmar sudah punya apa buat menghidupi anak semata wayang gue?" tanya Ferdan
"Insya Allah saya punya cinta yang akan membahagiakan Siwi Om," jawab Ahmar
"Rumah tangga itu tidak cukup hanya bermodalkan cinta Ahmar, emangnya kamu mau makan cinta," ujar Ferdan
"Saya memang belum lulus kuliah Om, dan belum kerja, tapi jika lamaran saya diterima saya janji akan langsung cari kerja Om," jawab Ahmar mantap
"Kamu sudah punya rumah?" tanya Ferdan
Ahmar langsung membuka tasnya dan memberikan sertifikat kepemilikan tanah pada Ferdan.
"Gak papalah gak kerja juga yang penting punya lima rumah," jawab Ayu senang
"Oh iya Om, saya punya hadiah buat Om," Ahmar segera memberikan kunci kepada Ferdan
"Lumayan, dapat mobil. Tidak sia-sia Siwi milih Ahmar ternyata dia lumayan tajir juga ya," bisik Ferdan sama istrinya
"Kok cuma Om saja yang dikasih hadiah, buat tante mana?" tanya Ayu
"Santuy, buat tante juga ada kok," Ahmar memberikan kotak berisi perhiasan kepada Ayu
"Wiih keren, emang Siwi pinter banget nyari calon suami, pokoknya top deh!" jawab Ayu
"Btw ini kunci apa Mar?" tanya Ferdan
"Itu kunci motor Om, sorry belum bisa ngasih mobil," tutur Ahmar tertawa kecil
"Gak papalah, motor juga sudah bagus kok," ucap Ferdan
Ferdan dan istrinya Kemudian masuk kedalam rumah dan kembali dengan membawa piring-piring berisi kue dan minuman.
__ADS_1
"Silahkan dinikmati anak saya, eeh salah kuenya," ucap Ferdan yang disambut gelak tawa Ahmar dan Bayu