ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 65 # Arkadewi Beraksi part 2


__ADS_3

**Braakkk!!!


Bayu mendobrak pintu masuk markas Ares membuat Ares dan Felix segera keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Yang mulia Arkadewi!!" ucap Ares terperanjat


"Hmmm, kau masih ingat padaku Ares, kau tahu apa kesalahanmu hingga membuat aku terpaksa menemui kamu disini?" tanya Arkadewi sembari menyunggingkan senyumnya


"Maaf yang mulia, hamba tidak tahu, "jawab Ares


"Apa Jaka Samudera tidak memberitahu kamu?" tanya Arkadewi


"Tidak yang mulia," jawab Area


"Salahmu adalah kau sudah berani mengusik keluargaku, kamu mencelakakan anakku Damar dan menculik calon besannya, sekarang lepaskan dia!!" kata Arkadewi dengan nada tinggi


"Hmmm, baiklah!!" jawab Ares


"Tidak kaka, jangan berikan Niken untuk wanita itu dia memang yang mulia Arkadewi, tapi dia bukan Arkadewi yang dulu, Arkadewi yang kuat dan bengis sudah mati didalam rumah sakit jiwa, dia cuma Arkadewi yang lemah, seperti singa yang kehilangan taring dan kukunya, jadi kita tidak perlu takut lagi padanya," cegah Felix


Arkadewi tersenyum simpul mendengar ucapan Felix.


"Baiklah Felix kalau itu maumu, jangan salahkan aku jika Naga Api hanya tinggal nama setelah ini," ancam Arkadewi


**Plok...plok...plok!!


Arkadewi menepuk tangannya dan seketika Bayu dan anak buahnya segera keluar memenuhi halaman markas Ares.


"Cobra hitam kembali!!" ucap Ares kaget


Setelah Ares dan teman-temannya datang, Ryan dan kawan-kawannya pun tiba ditempat itu.


"Wuiih!!!, si Bayu punya anak buah banyak sekali, gak nyangka dia benar-benar eks leader mafia," Ryan berdecak kagum


"Cih!!, kalau cuma Cobra hitam, kami masih bisa menghadapi mereka!!" ujar Felix sombong


Arkadewi kembali menyunggingkan senyumnya dan memetik jarinya, hingga puluhan ketua mafia keluar dan mendekati dirinya.


"Apa masih kurang Felix?" tanya Arkadewi


"Kalau untuk membunuh cecunguk macam kamu itu mudah sekali, aku tidak perlu mengotori tanganku, karena semua anak buahku yang setia akan siap sedia untuk membantuku!!" jawab Arkadewi tersenyum sinis


"Aku tidak takut!!" teriak Felix dengan suara yang menggema


"Serang mereka!!!!" Ares memberikan komando kepada anak buahnya untuk menyerang Cobra hitam dan yang lainnya.


Semuanya berlari dan saling menghantam satu sama lain, sementara Ryan dan yang lainnya hanya duduk menonton pertarungan itu.


"Kita duduk manis saja, menonton serial kolosal Angling Darma, hitung-hitung nonton teater gratis," ucap Ryan duduk disebelah Ferdan


"Kenapa lo gak selamatin Niken sama Kinan, bukankah mereka masih disandera oleh Felix, sekarang saat yang tepat untuk menyelamatkan mereka, cus!, sebelum didahului sama yang lain!" perintah Ferdan


"Kamu benar juga Dan, kenapa gue bisa lupa ya," ucap Ryan menyalahkan dirinya

__ADS_1


"Lo emang selalu gitu bro, dengan mudah melupakan yang lama jika ada yang baru," goda Ferdan


"Memangnya siapa yang baru?" tanya Ryan


"Yang baru itu Bayu, hihihi," jawab Ferdan


"Sue!!, emang lo pikir gue guy!" cibir Ryan meninggalkan Ferdan


Ia segera masuk untuk mencari Niken didalam markas Ares, ternyata didalam masih banyak anak buah Ares dan membuatnya harus melawan mereka semua.


"Gila!!, banyak bener anak buah si Ares, pantas saja Bunda Arkadewi memanggil ratusan gengster juga," gumam Ryan


"Makasih Ga, akhirnya kamu datang menyelamatkan aku, aku takut sekali!!, Felix sangat jahat dia bahkan menamparku dua kali," ucap Niken sedih, wanita itu segera memeluk erat Ganendra


"Sekarang kamu tidak usah takut lagi, aku ada disini untuk menyelamatkan kamu dan membawa kamu pergi dari sini," ucap Ganendra melepaskan pelukannya dan menatap wajah Niken dengan senyum manisnya dan kembali memeluk Niken


Ryan yang baru tiba hanya bisa menatap keduanya dengan perasaan yang berkecamuk.


"Kalau saja aku tidak lupa mungkin aku yang ada disana bersama kamu Niken bukan Gaga," ucapnya sedih, ia kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu


"Papah!!" suara anak kecil menghentikan langkah Ryan, pria itu segera menoleh dan tersenyum melihat anak kecil yang memanggilnya


"Kinan!" Ryan segera berlari dan memeluk putri kecilnya itu


"Papah, janan pelgi!" celoteh Kinan dengan suara cadelnya


"Iya sayang, papah gak akan pergi, papah akan jagain Kinan," jawan Ryan memeluk erat putrinya


Niken dan Ganendra segera menghampiri Ryan yang masih memeluk Kinanthi.


Ryan segera bangkit dan tersenyum didepan Niken.


"Siapa yang gak kangen sama lo, gue kangennya pakai banget sama lo Niken," Ryan segera memeluk erat wanita yang sangat ia cintai saat ini


"Hmmm, jadi obat nyamuk nih aku, mending aku pergi deh, daripada harus melihat kalian bermesraan," ucap Gaga yang berlalu sembari menggendong Kinanti


"Kamu benar-benar pengertian Ga, makasih ya!" ucap Ryan


"Iyuuh," sahut Gaga melambaikan tangannya


"Kamu jangan coba-coba selingkuh dari aku ya sayang," ucap Ryan


"Selingkuh sama siapa?" tanya Niken


"Tadi aku lihat kamu peluk-pelukan sama Gaga, hati gue sakit lihatnya sayang, " ucap Ryan


"Diih, jangan jelous gitu ah, gak baik buat kesehatan bisa jantungan dan cepat tua lho!" ledek Niken


"Lagian gue ga da perasaan sama Gaga, gue kan cintanya sama lo, cinta mati lagi," ucap Niken mencubit hidung mancung Ryan


"Cius??, mi apa?" tanya Ryan


"Mi ayam, mi bakso, mi tek-tek, mi goreng, tapi yang paling aku sayang dan paling aku suka dari semua mi itu adalah mi Ryanku ajah, I love you my Ryan ku," jawab Niken

__ADS_1


"Dasar gombal!!, kalau may I kiss you, suka gak?" tanya Ryan


"Unccchh, suka banget," jawab Niken


Ryan tersenyum dan segera mencium bibir tipis Niken.


********


Cassey segera menghampiri Felix dan langsung menghajarnya bertubi-tubi.


"Ini balasannya kalau lo berani menculik mamih aku!!" teriak Cassey melesatkan pukulan mautnya


**Buughhh!!!


"Serahkan dia padaku Key, gue mau membalas dendam atas kematian ayah gue!" ucap Hermes


Cassey segera pergi untuk menghadapi anak buah Ares yang semakin banyak.


"Jadi kamu mau membunuhku Hery, orang yang sudah membesarkan kamu dari kecil," ucap Felix


"Kau membesarkan aku karena menginginkan warisan dari kakekku saja, kamu tidak pernah tulus menyayangi aku bukan!!" jawab Hermes


"Sekarang kamu sudah pintar Hery," Felix langsung melesatkan tendangannya kearah Hermes membuat pemuda itu limbung dan jatuh ke lantai.


Hermes segera bangkit dan melepaskan pukulannya ke ulu hati Felix dan segera disambung dengan tendangan mautnya.


***Buughh!!!


Ketika Felix sudah jatuh tak berdaya Hermes segera mengambil samurainya dan bersiap menghunuskannya kepada lelaki di hadapannya.


"Tidakkah kau ingat jika aku yang selalu menggendongmu jika kamu sakit, aku juga yang selalu mengantar jemput kamu kesekolah dari TK sampai SMP, apa dendamu sudah membutakan matamu, sehingga ingin membunuh ayah kamu sendiri, sadarlah Hery, aku ayahmu, apa kamu tega membunuh ayah kamu sendiri," Felix berusaha membujuk Hermes agar tidak membunuhnya


Tiba-tiba ucapan ibunya untuk tidak membenci dan memusuhi Felix terngiang di benak Hermes, ia kemudian mengurungkan niatnya untuk membunuh Felix. Ia meletakkan samurainya dan berjalan lunglai meninggalkan lelaki itu.


Felix menyeringai melihat bujuk rayunya berhasil ia menatap kearah samurai yang tergeletak disampingnya dan segera mengbilnya.


"Dasar anak bodoh, kamu sama seperti ayahmu, mudah sekali tertipu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membunuhmu Hery," gumam Felix


.


.


.


.


.


.


Halo Readers tercintah...dihari yang Fitri ini tidak lupa saya ucapkan HAPPY IED MUBARAK, Mohon maaf lahir dan batin, jika dalam penulisan novel ini ada yang kurang berkenan dan membuat emosi readers semua, Semoga kita semua kembali Fitri seperti Bayi yang baru lahir aamiin...


Mungkin hari ini saya Up nya satu dulu....tapi kalau kalian memberikan thr berupa vote yang banyak sama saya, insya Allah Up lagi....

__ADS_1


Thanks semuanya, Happy reading


Salam Manis dari Zahra, Muaaaach 😘😘😘


__ADS_2