ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 85 # Romansa Pengantin Baru


__ADS_3

Hermes tampak antusias menenteng kado kecil untuk ibunya yang berulang tahun hari ini.


*Semoga saja ibu suka dengan kadonya,


"assalamualaikum!" sapa Hermes*


Rumahnya tampak sepi tak terdengar suara ibunya membalas salamnya, hanya sunyi yang ada, ia membuka pintu rumahnya.


**Krieet!!!


Kemana ibu, tidak biasanya rumah terlihat kosong,


Ia mencari disetiap kamar tetapi tidak ada, , bahkan ia sampai bertanya kepada para tetangganya namun tidak seorangpun melihatnya hari ini. Ia mulai lelah dan putus asa, tampak gurat kesedihan dimatanya, sampai bunyi ponselnya berbunyi membuyarkan lamunannya.


***Dreet...dreet....dreet!!


"Halo,"


"Segera temui Opah sekarang!"


"Baik, Opah,"


Hermes segera menutup ponselnya dan melesatkan motornya menuju kerumah Sudiro Atmajaya.


Tiga puluh menit kemudian ia sudah tiba disebuah istana yang megah tidak kalah dengan kasepuhan Arjowinangun.


"Silahkan Raden, Ndoro kakung sudah menunggu Aden," seorang wanita paruh baya membimbingnya menemui Sudiro Atmajaya


"Kau sudah sampai Hery," seorang lelaki tua menyambutnya hangat


"Opah, Ibu hilang," ucap Hermes sedih


"Ibumu ada dikamarnya, kau tidak usah sedih," jawab lelaki tua itu


"Aku hanya ingin kalian tinggal bersamaku, menemani hari tuaku, aku tidak mau tinggal sendirian di usia senjaku, kamu adalah satu-satunya penerusku Hery, dan sudah saatnya kamu menggantikan Opah sekarang," lelaki itu mengajak Hermes ke ruangannya


Ia mulai membuka sebuah album tua, dan menjelaskan tentang silsilah keluarganya.


"Kita masih keturunan keraton Kasepuhan Kartajaya Surakarta Hery, Opah adalah anak dari selir raja yang bernama Raden Ayu Mayang Arum, Opah sengaja memilih tinggal di luar istana karena tidak mau terlibat dalam perebutan tahta kerajaan antar putra selir karena permaisuri raja tidak memiliki keturunan, Opah lebih bahagia melepas status ningrat atau darah biru dengan menjadi rakyat biasa karena membuat hidup Opah lebih damai tanpa harus terlibat perang saudara. Opah membangun bisnis Atmajaya mulai dari nol hingga berkembang menjadi satu-satunya Perusahaan raksasa di Jogjakarta ini. Karena Opah hanya memiliki satu putri Shelomitha Atmajaya atau ibumu makan kalianlah yang akan menjadi ahli warisku nanti, apalagi usiamu sekarang sudah sembilan belas tahun, aku rasa sudah saatnya kamu belajar berbisnis sambil kuliah nanti," ujar Sudiro


"Baik kakek, tapi aku ingin bertemu dengan ibu kek?" tanya Hermes

__ADS_1


"Dia sedang istirahat, karena selesai berobat tadi, dan nanti malam Opah ingin mengadakan jamuan makan malam dengan keluarga kerajaan Arjowinangun untuk membahas kerjasama perusahaan, aku mau kau ikut dengan Opah, karena nantinya akan ada hal penting yang akan kami bicarakan selain masalah bisnis," jawab Sudiro


"Baik Opah, Hery permisi untuk melihat ibu dulu," Hermes berpamitan meninggalkan ruangan itu,


**********


Matahari pagi mulai terbit menyinari kota Jogjakarta membuat kota itu menjadi hangat setelah semalam diguyur hujan lebat.


"Hoaamm!!" Cassey membuka matanya menyambut pagi hari yang begitu cerah, ia langsung pergi ke kamar mandi dan berganti pakaian olahraga


**Krieett!


**Braakkk!!, dug!!


"Sorry baby, habisnya kamu kenapa gak telpon dulu kalau mau kesini kan aku bisa siap-siap dulu," jawab Cassey


"Ok, aku yang salah, kamu mau kemana baby?" tanya Bagas


"Jogging dong, kamu mau ikut ga?" tanya Cassey


"Hobi kamu jogging ya Key?" tanya Bagas lagi


"Kok tahu," jawab Cassey manja


"Eaaaa, mulai nih alaynya!" jawab Cassey sambil terkekeh geli


"Kalau kamu pasti hobinya memanah?" tanya Cassey manja


"Kok tahu sih?" sahut Bagas manja


"Karena panah cintamu telah menghujam jantungku, Eeaaa!!" jawab Cassey tersipu-sipu


Bagas kemudian mendekati Cassey dan berusaha menciumnya, akan tetapi kedatangan nenek Welas seketika menghentikan aksi mesumnya.


"Hmmm, Dasar kalian ini!!" teriak nenek sambil menarik kuping Bagas menuju keluar kamar, ia bahkan terus memaki suami Cassey itu dengan umpatan-umpatan dalam bahasa Jawa membuat Cassey terkekeh sekaligus malu. Karena nenek mengetahui jika keduanya tengah dimabuk asmara, semakin kami terpisah membuat jiwa muda kami semakin bergelora sekaligus penasaran untuk merasakan apa itu malam pertama yang katanya panas dan basah.


"Kayaknya Cassey sama Bagas jogging dulu deh Omah, baru nanti sarapan," ucap Cassey


"Sarapan dulu baru olah raga, jangan Olah raga dulu baru makan , itu salah Key," jawab Welas Asih


"Tapi bukannya nanti perutnya sakit pas lari ya, kalau sarapan dulu?" tanya Cassey

__ADS_1


"Makanya berhentilah makan sebelum kenyang, jangan makan kekenyangan, lagian kan tujuannya olahraga itu untuk membakar lemak bukan untuk menimbun lemak, kalau sarapannya sehabis olahraga berarti kamu menimbun lemak dong, tapi kalau kamu sarapan dulu baru olah raga baru bakar lemak, paham gak maksud Omah?" tanya Welas Asih


"Ok Omah, aku paham," ia kemudian duduk sembari menatap menu sarapan pagi yang terhidang dimeja


Bagas segera duduk disamping Cassey, dengan senyum manisnya lagi-lagi menggoda istrinya hingga membuat Cassey tersipu-sipu.


"Aku mau disuapin ya sayang?" rengek Bagas manja


"Iya," Cassey segera menyuapinya dengan mesra membuat nenek Welas hanya menggelengkan kepalanya


"Hmmm, cepat habiskan sarapannya dan pergilah berolahraga!" titah Welas Asih


Setelah selesai sarapan bukannya jogging Bagas malah mengajak Cassey untuk berkuda.


"Kamu latihan berkuda saja ya sayang, gak usah jogging?" tanya Bagas yang disambut anggukan setuju Cassey


"Senangnya punya istri penurut kaya kamu, jadi makin cinta," ucap Bagas gemas sembari mencubit dagu Cassey


"Tapi aku takut sayang, aku takut seperti kejadian kemarin," Cassey beringsut mundur ketika Bagas mengajaknya naik


"Tidak usah takut, dia Benawa Kuda milikku, dia penurut dan sangat baik, asal kamu bisa mengajaknya berkomunikasi ia pasti menurut padamu," Bagas mengusap lembut kuda hitam miliknya


"Sekarang naiklah," Bagas membantu mengangkat tubuh istrinya agar bisa menaiki Benawa


Ia kemudian duduk dibelakang Cassey layaknya seorang kesatria bersama kekasihnya dalam cerita dongeng.


"Aku akan mengajarimu sampai bisa sayang," bisiknya manja ditelinga Cassey sembari menyentuhkan bibirnya di daun telinga istrinya membuat desiran-desiran nikmat yang dirasakan oleh Cassey


Tangan nakalnya mulai melingkar di pinggang Cassey dan sesekali mengusap perut datar istrinya itu, membuat Cassey mendesah manja.


"Baby, kamu jangan nakal dong, nanti kita bisa jatuh," ucap Cassey


"Tidaklah baby, tenang saja Benawa tahu kalau tuannya sedang kasmaran, dan dia akan berjalan pelan," ucap Bagas mencium pipi Cassey membuat gadis itu menggeliat manja dalam dekapan suaminya.


**********


"Nay, segeralah bersiap-siap karena papah akan mengajakmu menemui rekan bisnisnya," ucap Lulu mendekati Naeswari yang masih terlihat asik membaca


"Tumben papah ngajak Nay, biasanya Kaka, memangnya ada apa Mah?" tanya Naeswari penasaran


"Mamah gak tahu Key, yang jelas ia mau memperkenalkan kamu sama seseorang," jawab Lulu

__ADS_1


" Tapi Mamah ikutkan?" tanya Nay, dan dijawab anggukan oleh Lulu


"Jangan bilang kita akan membicarakan perjodohan mah, karena Nay gak mau dijodohkan," ucap Nay membuat Lulu tercengang


__ADS_2