ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 16. Desiran Cinta


__ADS_3

Pagi hari Jogjakarta diguyur hujan deras, namun tidak menyuruh anak-anak sekolah untuk melanjutkan aktivitasnya.


Begitu juga dengan Rendra dan Alina yang rela basah kuyup demi untuk sampai ke sekolah.


"Pakai jaketnya dan keringkan rambut kamu," titah Rendra sambil memberikan sweater dan handuk kecil pada Alina


Gadis itu berjalan menuju ke toilet untuk membersihkan alas kaki dan mengeringkan rambutnya.


Ketika ia keluar dari toilet tiba-tiba seseorang mendesaknya dan mendorongnya ke pojok dinding toilet.


Gadis itu sudah berusaha melawan dengan sekuat tenaga namun tidak sebanding dengan kekuatan Jemmy yang lebih kuat darinya.


"Alina Pandu Wijaya sudah lama aku memendam rasa untukmu, sudah lama juga aku ingin mengungkapkan perasaan ku padamu tapi aku tidak punya nyali untuk mengatakannya, dan sekarang adalah saat yang tepat untuk ku katakan padamu saat isi hatiku," ucap Jemmy menatap lekat Alina yang ketakutan melihatnya


"Lepaskan aku Jem, please!" ucap Alina memohon


"Aku akan melepaskan kamu setelah aku menyampaikan semua isi hatiku Al," jawab Jemmy mengusap lembut rambut Alina yang basah


"Lepaskan atau aku hajar kamu!" ancam Alina yang mulai berang


Gadis itu berusaha menggunakan kakinya agar terbebas dari kungkungan Jemmy, namun sia-sia. Bahkan ia meronta pun tidak berguna, karena semakin ia melawan Jemmy semakin kuat mendekapnya.


Walaupun banyak yang datang dan berlalu lalang di toilet namun tak seorangpun berani menolong Alina karena takut dengan Jemmy.


Jemmy adalah salah seorang pentolan SMA Merah Putih yang sangat di takuti karena keahliannya dalam ilmu beladiri.


"Lepaskan aku Jem, atau aku akan teriak!" ancam Alina


"Teriak saja Al, karena tidak akan ada yang mendengar apalagi menolongmu, kau tahu tidak ada satupun siswa Merah putih yang berani denganku, bahkan kakakmu Rendra tidak akan menang melawanku," jawabnya dengan senyuman sinis


Jemmy memandangi bibir mungil Al yang sangat menggodanya, ia mendekatkan wajahnya berusaha mencium paksa Alina.


Tahu jika Jemmy akan mencuri ciuman pertamanya, Al segera mengunci rapat bibirnya sehingga Jemmy tidak bida menciumnya. Tapi pemuda itu tidak kehabisan akal dia segera memencet hidung Alina supaya gadis itu tidak bisa bernafas dam membuka mulutnya.


"Sampai kapan kau akan bertahan Al," goda Jemmy


Alina hanya diam sambil berdoa semoga ada seseorang atau guru yang lewat untuk menolongnya.


Jemmy melebarkan senyumnya ketika melihat Alina membuka mulutnya untuk bernafas, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk melesatkan ciumannya.


Namun usahanya gagal karena seseorang langsung menarik dan menghajarnya.


*Buuugghhh!!

__ADS_1


"Jangan ikut campur kau Adrian!!" seru Jemmy dengan tatapan tajamnya penuh kebencian


"Aku tidak bisa melihat kedzaliman di depanku Jem, jadi maaf kali ini aku harus ikut campur," jawab Adrian


Keduanya kemudian terlibat perkelahian sengit di dalam toilet.


**Buuughhh!!


Sebuah tendangan melesat kearah Adrian hingga pemuda itu jatuh tersungkur, Alina tidak tinggal diam dan langsung menghempaskan tendangannya ketuka Jemmy berusaha menghajar Adrian yang sudah terkulai lemas di lantai.


"Urusan kita belum selesai Adrian,_" ucap Jemmy yang langsung keluar dari toilet karena tidak mau melawan Alina


"Kamu tidak apa-apa kan," Alina mengulurkan tangannya untuk membantu Adrian berdiri


Adrian hanya mengangguk dan kemudian merapikan pakaiannya.


"Thanks sudah bantuin aku," ucap Alina


"Sama-sama," Adrian segera berjalan keluar meninggalkan toilet, dan Alina langsung mengejarnya


"Tunggu!!" seru Alina


Adrian segera menoleh dan menghentikan langkahnya.


"Sakit ya, maaf," ucap Alina


"Gak papa, thanks ya," sahut Adrian


"Iya, sekali lagi terima kasih sudah menolong saya," ucap Alina


"Sama-sama, kamu harus waspada karena Jemmy sepertinya menyukai kamu, dan dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang ia inginkan!" ucap Adrian, ia kemudian berjalan meninggalkan Alina


"Tunggu!!" seru Alina menarik baju Adrian hingga kancingnya terlepas dan memperlihatkan dada bidangnya


"Kyaaa!!" Adrian langsung menutupi dadanya yang terbuka


"Ups, maaf!!" kata Alina sembari menatap kagum kearah Adrian


"Apalagi!" gerutu Adrian sambil menutupi dadanya


"Aku belum tahu nama kamu, aku Alina kamu siapa?" tanya Alina


"Adrian,"

__ADS_1


"Makasih Adrian," sahut Alina dengan senyum manisnya


"Nj*r, senyumnya manis banget, lama-lama deket dia bisa meleleh es balok gue!" gumam Adrian


"Panggil saja Rey," jawabnya datar


Ia kemudian pergi meninggalkan Alina yang masih menatapnya lekat.


"Benar-benar cool dan cuek, tapi aku suka." ucap Alina lirih


Saat akan masuk kekelas Alina sudah melihat Miss Kinan ada di dalam kelas, tentu saja ia tidak mengijinkan Alina yang datang terlambat masuk ke kelasnya.


"Karena kamu datang terlambat di kelas saya maka sebagai hukumannya kamu harus membersihkan halaman sekolah!" seru Kinanthi


"Tapi Miss, aku tidak terlambat kok, tas saya ada didalam kelas, tadi aku kelamaan di toilet karena ngantri!" jawab Alina


"Sama saja, kau hanya cari alasan saja, sekarang bersihkan dulu halaman sekolah setelah itu baru boleh masuk!" balas Kinanthi


"Baik Miss," Alina segera menuju ke halaman depan sekolah, mengambil sapu lidi dan menyapu disana.


Matanya berbinar ketika melihat Adrian juga melakukan hal yang sama dengan dirinya, pemuda itu terlihat sedang membersihkan ruangan kerja Pak Lisven.


"Hmmm, aku harus cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan ini agar bisa membantu Adrian!!" Alina dengan sigap menyapu halaman dengan cepat setelah selesai membersihkannya ia berjalan menuju ruang BK dimana Adrian sedang menjalani hukumannya.


"Kok gak ada, yah kayaknya dia juga sudah selesai menjalankan hukumannya," keluh Alina yang kecewa karena tidak mendapati Adrian ada si sana.


Ia kemudian duduk dibawah pohon mangga sambil menikmati semilir angin.


Ia membuka matanya ketika merasakan ada sesuatu yang dingin menempel di pipinya.


"Adrian!!!" serunya dengan senyum manisnya yang mengembang


Pria itu hanya mengangguk dan memberikan sebotol softdrink kepadanya.


"Tahu aja gue haus, thanks ya!" ucap Alina meraih minuman dingin dari Adrian


"Sama-sama," cowok itu kemudian duduk di sampingnya membuat Alina semakin panas dingin di buatnya.


Ia memandang baju seragam Adrian yang masih terbuka karena beberapa kancingnya lepas karena ulahnya. Alina mengeluarkan dua buah bros kecil dan memasangnya di baju Adrian untuk menggantikan kancing baju yang lepas.


"Eeh," Adrian sempat kaget dan berusaha menghindar ketika gadis itu menyentuh seragamnya


"Santuy, aku gak akan berbuat macam-macam, aku cuma mau memasang bros ini supaya bajumu bisa tertutup lagi," jawab Alina

__ADS_1


"Aku bisa memasangnya sendiri!" ucap Adrian sembari mengambil bros dari tangan Alina membuat tangan keduanya saling bersentuhan dan mereka saling menatap untuk beberapa menit membuat desiran-desiran asmara bergejolak didadanya.


__ADS_2