ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 60 # Menghibur Lulu


__ADS_3

"Key...." ucap Bagas tidak percaya dengan gadis yang ada didepannya


"Baby...." jawab Cassey


Bagas segera menghampiri gadis itu dan memeluknya erat.


"Kamu kemana saja Key, kami mencarimu sampai ke markas Ares tapi tidak ketemu, aku takut sekali kalau kau kenapa-napa," ucap Bagas memeluknya erat


"Aku memang ada di markas Ares, tapi kemudian seseorang membawaku, dan menyekapku di sebuah gudang," sahut Cassey


"Di gudang istana tepatnya, jadi menurut Omah ada orang istana yang terlibat dalam penculikan calon istrimu Bagas," ucap Arkadewi


"Omah benar, tapi siapa?" tanya Bagas


" Kalau masalah itu serahkan pada Omah, aku pasti akan segera meringkusnya," ucap Arkadewi


"Baik Omah, Bagas percaya sama Omah, " jawab Bagas bergelayut manja di lengan wanita itu


"Kamu itu sudah mau nikah jadi jangan manja lagi sama Omah ya," kata Arkadewi


"Gak papa ko Omah, kan nanti kalau sudah jadi suami Key, dia gak bisa manja-manja lagi sama Omah," jawab Cassey


"Kamu benar nduk, " jawab Arkadewi menggandeng Bagas dan Cassey


*********


Lulu masih duduk disamping Damar yang belum sadarkan diri, ia terus menggenggam tangan suaminya sambil tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan Damar Langit.


"Makan dulu Lu, kamu belum makan dari semalam kan, nanti sakit lho," ucap Ganendra membujuk Lulu


"Aku gak lapar ka, aku gak bisa makan kalau lihat Damar belum sadar," ucap Lulu sedih


"Percayalah Damar pasti sembuh, yang penting kamu makan dulu, bagaimana kamu akan merawat Damar nanti kalau kamu sendiri sakit," Ganendra memberikan kotak makanan pada Lulu


Lulu hanya menggeleng sembari mengembalikan kotak nasi itu pada Gaga.


"Apa mau aku suapi biar mau makan," goda Bayu yang datang bersama Ferdan dan Noval


"Gak mau!!, btw Rey gimana?" tanya Lulu


"Kasian lo Bay, gak lo, gak Al, selalu ditolak sama Lulu, mungkin dikehidupan ke tiga lo baru bisa diterima cintanya sama Lulu," ledek Ferdan


"Sotoy, kaya lo gak ditolak aja," sahut Noval


"Aku baik-baik saja Luluku sayang, kamu rindu ya?" goda Ryan


"Hmmm, inget Rey sama Niken, bisa murka dia kalau tahu lo manggil sayang ke cewek lain," jawab Lulu ketus


"Kenapa sih sayang kamu dari dulu selalu jutek sama cowok, gak ada manis-manisnya sama sekali atau minimal ramah gitu sama cowok, setiap ada yang deketin lo pasti dihajar, huufftt!!, jangan terus seperti itu sayang gak baik buat jantung, awas stroke kalau suka marah-marah," ucap Ryan


"Bacot lo Rey, dah diem, biarkan ka Gaga nyuapin aku," ucap Lulu

__ADS_1


"Hmmm, giliran sama Gaga aja lembut, " sindir Ferdan


"Berisik!!" hardik Lulu


"Ka Gaga, aku juga mau disuapin," ucap Ryan manja


"Apaan si Rey, " jawab Lulu menyungutkan wajahnya


"Unnnchh, tayang-tayang, jangan marah dong honey bunny sweety, " goda Ryan membuat Lulu terkekeh


"Nah kan kalau senyum manis, kalau manis kan ka Gaga jadi semangat nyuapinnya," bisik Ryan membuat Lulu langsung memukulnya


"Awww!!" sakit Lu


"Sorry Rey, abis lo sih ledekin gue mulu, malu tahu," ucap Lulu


"Ka, biar Rey aja yang nyuapin aku, supaya mereka gak ledekin aku terus," ucap Lulu


"Iya," Gaga segera memberikan kotak makannya kepada Ryan


"Gantian Rey, gue juga mau nyuapin yang mulia Ratu," ucap Ferdan


"Iyeh tar semuanya dapat kesempatan untuk menyuapi yang mulia Ratu," jawab Ryan


"Assalamualaikum!!" teriak Cassey mengagetkan semuanya


"Key???, kamu udah kembali, siapa yang menyelamatkan kamu?" tanya Ryan menghampiri gadis itu


"Kok bisa?" tanya Ryan


"Iya, pas gue pulang sama Om Bayu, tiba-tiba ada yang nabrak Key, pas aku pingsan, mereka bawa aku ke markas Ares, disana aku disekap dan kemudian dipindahkan ke gudang Istana," jawab Cassey


"Berarti ada istana yang ingin mencelakakan kamu Key, dan mungkin dia juga yang menyebar video mesum itu," ucap Ganendra


"Benar, makanya kalian selidiki siapa yang tidak suka dengan Key atau Bagas," tutur Arkadewi


"Btw Damar gimana?" tanya Arkadewi


"Masih kritis bunda, padahal dia sudah transfusi darah, tapi belum siuman juga," jawab Lulu


"Harus ada yang stand bye menjaga dia disini, aku takut mereka mengincar Damar sekarang, dan jangan sampai media dan orang-orang diluar sana tahu Damar sedang kritis, karena bisa terjadi kudeta kekuasaan," ucap Arkadewi


"Baik bunda, mungkin Tama dan teman-teman Lulu akan bergantian menjaga Damar disini," jawab Lulu


"Bagus, dan yang terpenting kamu harus jaga kesehatan, karena selama Damar tidak ada kamu yang harus menghandle semua urusan kerajaan, jadilah wanita yang kuat!!, sehingga tidak seorangpun meremehkan kamu," kata Arkadewi memberi semangat pada Lulu


"Iya Bunda, tapi untuk masalah kerajaan biar Bagas saja yang menghandlenya, lagian dia juga sebentar lagi akan dinobatkan sebagai putra mahkota," balas Lulu


"Benar, tapi meskipun begitu kamu tetap haris membimbingnya," jawab Arkadewi


"Baik bunda," sahut Lulu

__ADS_1


Arkadewi kemudian mengecek luka tusukan Damar, matanya membulat melihat luka di perut Damar Langit.


"Siapa dokter yang merawatnya?" tanya Arkadewi


"Dokter Lisven Bunda," jawab Ganendra


"Antar aku menemuinya," ucap Arkadewi


Ganendra segera pergi untuk mengantarkan ibunya menemui Dokter Lisven Sagala.


**Tok, tok, tok!


Lisven segera membuka pintu ruang kerjanya dan mempersilahkan Ganendra dan Arkadewi masuk.


"Ada yang bisa saya bantu yang mulia, sehingga anda sampai repot-repot datang menemui saya?" tanya Lisven


Arkadewi menghela nafas panjang dan kemudian duduk di samping Ganendra.


"Aku cuma mau tahu, berapa persen kemungkinan hidup putraku," ucap Arkadewi dengan mata berkaca-kaca


"Saya masih berusaha menolongnya yang mulia, kalau kesempatan hidup aku belum bisa memastikannya karena itu adalah urusan Tuhan yang tahu kapan waktunya kita harus pergi menghadapnya," jawab Lisven


"Hmmm, anak kecil juga tahu itu dokter, sebagai dokter kamu harusnya lebih paham apa yang terjadi dengan pasienmu, atau kamu pura-pura bodoh untuk menghiburku," tandas Arkadewi


"Maaf yang mulia, memang luka yang di derita yang mulia Raja sangat parah dan kemungkinan sembuhnya hanya dua puluh persen, karena sabetan benda tajam sudah merobek bagian vital tubuhnya, aku hanya menunggu keajaiban dari Tuhan, semoga yang mulia Raja bisa pulih," ujar Lisven


"Siapapun tidak akan selamat jika terkena tusukan samurai empu Barata, satu-satunya pembuat samurai terbaik di Jogja, dan hanya satu orang yang bisa memesannya selain aku," ucap Arkadewi


"Siapa bunda?" tanya Ganendra


"Jaka Samudera, hanya dia satu-satunya mafia yang paling ditakuti di Jogjakarta ini, " jawab Arkadewi


"Tapi Ares yang memakainya bunda, bukan Jaka Samudera," sahut Gaga


"Ares adalah keponakan dari Jaka Samudera, tapi yang perlu kita cari tahu adalah siapa orang istana yang menyuruh mereka mencelakakan Cassey, dan menyerang Damar Langit, kita bisa bicarakan ini semua dengan Danar Gumilang dan juga Arjowinangun," balas Arkadewi


Keduanya berjalan keluar meninggalkan ruangan dokter Lisven Sagala.


.


.


.


.


.


Halo Guys jangan lupa like, love, vote dan komen ya...


Btw aq mau up satu Chapter lagi...tapi jangan lupa vote dulu ya....masa gak bisa sih dapat rank 100 kaya kemarin...cus vote dulu...nanti kalau udah banyak baru up lagi...muaaachh 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2