ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 37 # Taruhan


__ADS_3

"Cepat kabur dari sini!! polisi sudah mendekat!!" teriak anak buah Ares


Tentu saja semuanya langsung bubar dan berlarian meninggalkan tempat itu.


Setelah semua pergi seorang anak buah Ares mendekatinya.


"Kenapa kau tidak cepat membawa ku pergi dari sini!!" bentak Ares yang sudah tidak punya tenaga untuk berdiri


Pemuda itu segera membantunya untuk duduk.


"Anda tidak perlu khawatir ketua, tidak akan ada polisi, itu hanyalah trikku saja untuk menyelamatkan ketua dari Rey yang ingin membunuh ketua," jawabnya lirih


"Tidak ku sangka ternyata kamu sangat cerdik, walaupun aku harus kehilangan satu lenganku gara-gara si brengsek Rey, tapi aku akan segera membalasnya," ucap Ares menyeringai


************


**Ciiit!!!


Cassey segera menghentikan motornya didepan rumah Lulu.


"Selamat!!, syukurlah kita masih bisa pulang dengan selamat," ucap Cassey langsung merebahkan tubuhnya diatas lantai rumah itu


Bagas segera masuk kedalam kamarnya dan mengambil kotak P3K dan segera keluar untuk mengobati luka Cassey.


"Makasih ya baby, kamu perhatian banget sama aku, " ucap Cassey sumringah


Pandu dan Nay akhirnya tiba juga di istana disusul oleh Hermes yang berboncengan dengan Lulu, serta diikuti mobil yang membawa Ryan dan geng gesreknya.


"Cie, baru juga sampe rumah udah romantis-romantisan aja nih Al Junior sama Lulu Junior, bikin iri aja!" cibir Ferdan


"Apaan sih Om, sirik aja," cibir Cassey memonyongkan bibirnya


"Kayaknya lo harus buru-buru menikahkan si baby sama Cassey deh Lu, sebelum terjadi hal-hal yang diinginkan," tambah Ferdan ketika melihat Lulu turun bersama Hermes


"Gak boleh!!, jangan ada pernikahan sebelum gue dapat istri baru!" ucap Ryan


"Yaelah Rey, ngapain sih harus nungguin lo segala, kalau ada yang mau sama lo, kalau gak ada, kasian si baby sama Cassey bisa ambyar!!, gara-gara kelamaan nungguin lo!" cibir Ferdan


"Suee!!" jawab Ryan


"Sudah, jangan bercanda mulu mendingan cepat obati luka kalian!" ucap Lulu


Ia kemudian meminta bantuan para dayang untuk mengobati luka teman-temannya dan semua yang terlibat dalam pertempuran melawan geng Naga Api.


"Ssttt!!, ada Niken, coba kita taruhan Niken akan ngobatin siapa Gaga atau Rey," bisik Ferdan ke telinga Noval


"Gagalah, mana mungkin dia milih Rey, secara Rey sudah kalah telak dari Gaga mulai dari bibit, bebet dan bobot selain itu alasan Niken memilih Gaga adalah karena dia itu Duren Sawit. Walaupun Rey juga Duco Speda tapi ketampanan Gaga yang diatas rata-rata membuat cewek kaya Niken pasti tergila-gila dengannya," sahut Noval


"Ok kalau gitu aku pilih Rey, deh. Terpaksa karena gak ada pilihan lain, " jawab Ferdan lesu


"Ada, tuh Al Kw, udah terserah lo pilih Rey atau Bayu?" tanya Noval

__ADS_1


"Tetep gue pilih Rey, secara dia soulmate gue, walaupun dia jelek dan super nyebelin tetep aja gue akan dukung dia, ganbate!!, semangat Rey!" ucap Ferdan lirih


"Ok, siapa takut, sekarang siapkan duit lo!" tantang Noval


"Beres bosku!" sahut Ferdan


Seperti dugaan Noval, Niken langsung menghampiri Ganendra yang sedang duduk sambil menikmati secangkir teh hangat yang disajikan oleh para dayang istana.


"Ya ampun!!, kok pada ngumpul disini malam-malam, mana muka pada babak belur gitu, memangnya dari mana saja sih?" tanya Niken duduk disamping Gaga


"Biasa abis olah raga malam," jawab Ganendra


"Bisa aja kamu Ga, memangnya kamu olah raga malam sama siapa?" tanya Niken genit


"Sama merekalah!, masa sama kamu," jawab Gaga


"Ohh kirain, sama siapa. Btw sini biar aku obatin luka kamu," kata Niken bersemangat


"Tuh kan!!, gue bilang juga apa!, walaupun Rey lebih babak belur daripada Gaga, Niken tetep milih Gaga," ucap Noval bahagia


"Tunggu dulu anak muda!, jangan bangga dulu, drama belum berakhir!," sahut Ferdan


"Tidak usah Niken aku bisa sendiri, lebih baik kamu obatin yang lain saja, aku kan seorang dokter jadi bisa mengobati lukaku sendiri," kata Ganendra


"Tapi tetap saja , kalau luka hati gak bisa kan?" goda Niken


"Bisa aja kamu Ken," ucap Gaga tersenyum simpul


"Memangnya kenapa??" tanya Gaga penasaran


"Karena senyum kamu itu seperti racun yang membunuhku," jawab Niken


"Kok bisa?" tanya Gaga lagi


"Iya senyum manis kamu itu bisa jadi racun yang membunuhku karena kamu telah menolak cintaku," jawab Niken


"Eeeeaaaa!!" ucap Noval dan Ferdan bersamaan hingga membuat semua yang ada di sana tertawa geli mendengarnya


"Diih mamih!, malu-maluin aja," gerutu Cassey


"Sikaaat!, Niken!" teriak Ferdan


"Sikat, sikat!, sikat gundulmu!!!," cibir Niken kesal


"Hahahaha!!" semuanya kembali tertawa mendengar ucapan Niken


" Dasar Niken!, gak berubah dari dulu, masih saja alay," ucap Noval


"Sekarang mana duit taruhannya," ucap Noval


"Belum berakhir bro!, masih on going, tunggu saja sampai the last action," kata Ferdan

__ADS_1


Ryan yang melihat Niken dan Ganendra tertawa bahagia, merasa ada sesuatu yang terjadi dalam hatinya.


"Kenapa gue jadi gak rela ya lihat Niken bahagia sama Gaga, dan kenapa juga hatiku rasanya sakit ketika melihat mereka berdua semakin dekat," gumam Ryan yang langsung pergi menjauh dari mereka karena ingin merokok


Karena Gaga menolak untuk diobati olehnya, Niken segera berjalan mencari seseorang yang butuh bantuannya. Langkahnya terhenti ketika melihat dokter Bayu dengan luka paling parah dari yang lainnya.


"Dokter Bayu??" sapa Niken ramah


"Sepertinya kita salah Pang, Niken lebih milih Al Kw," keluh Ferdan


"Betul Dan, huhuhu!! (pura-pura menangis), sepertinya Niken CLBK sama Bayu, dia kira Bayu itu Al kali," sahut Noval


"That's right baby, jadi kita lihat aja yuk adegan selanjutnya," jawab Ferdan


"Eeeh Niken, kok kamu ada disini?" Bayu balik bertanya


"Iya , gue sengaja dipaksa menginap di istana karena katanya bahaya kalau aku dirumah sendirian," jawab Niken


"Pasti orang yang nyuruh kamu nginep di sini sayang banget sama kamu makanya dia sampai ngomong gitu ke kamu," jawab Bayu


"Bisa jadi, secara bunga desa kaya aku tuh suka direbutkan oleh para Cogan ataupun Duren," kata Niken bangga


"Iya sih, cewek cantik kaya kamu memang pantas untuk diperebutkan," jawab Bayu


"That's right baby, so sini biar aku obatin luka kamu, kasian nanti istri kamu langsung shock deh, lihat kamu pulang babak belur gini," ucap Niken


"Makasih, tapi gak usah, lagian aku inikan dokter harusnya menolong orang lain bukannya ditolong oleh orang lain, lagian tadi dokter Ganendra juga sudah memintaku untuk membantunya mengobati kawan-kawan," ucap Bayu menolak Niken halus


"Lagi-lagi ditolak!, sue banget sih!, sumpah nyebelin banget kalau punya gebetan dokter selalu nolak kalau diberi perhatian, aahhh bikin sakit hati aja!, kalau begitu mendingan aku punya pacar orang biasa saja pasti tidak akan sakit hati, karena dia akan selalu menerima bantuan dari aku, dan aku pasti akan merasa bahagia karena selalu dibutuhkan olehnya, " gumam Niken


Ia kemudian mengedarkan pandangannya mencari siapa yang perlu bantuan darinya.


Pandangannya terhenti pada sosok Ryan yang sedang berdiri menyendiri jauh dari teman-temannya sembari menikmati rokoknya.


.


.


.


.


.


.


Penasaran kan guys so tunggu satu Chapter lagi, jangan lupa kasih like ya biar banyak likenya, masa yg baca sampai puluhan ribu yang ngasih likenya cuma seratus, ngeri kali, ambyar jadinya gue!!. Sekali lagi saya ingatkan jangan lupa kasih like, komen dan love, siapkan juga vote kalau yg punya poin.


Ok Guys... HAPPY READING!!!


Muaaaach 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2