ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 15. Wedding Anniversary


__ADS_3

"Aish, ada aja penganggu saat sedang membaca komik!" Rendra segera menghampiri Jemmy yang sedang menghajar Adrian, ia menarik kerah baju pemuda itu dan langsung menghempaskan tendangannya hingga tubuh Jemmy terhempas menghantam dinding kelas.


"Hentikan semuanya!!" teriak seorang guru laki-laki yang keluar dari kelasnya karena mendengar keributan di kelas tersebut.


Pak Lisven segera menghampiri Jemmy.


"Seharusnya sebagai guru di kelas, Miss harus bisa menjaga kondisi kelas agar kondusif dan tidak seperti arena MMA seperti ini," ucap Lisven memperingatkan Kinanthi


"Tapi Pak, tadi mereka yang memancing saya berbuat kasar!" sahut Kinanthi


"Jaga emosi didepan anak didik kita, kita sebagai teladan bagi mereka. Jika kita selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan maka mereka juga pasti akan menirunya," jawan Lisven dingin, ia membawa Jemmy menuju ke ruangannya tanpa ada perlawanan dari anak itu.


Semua siswa mendadak diam ketika Lisven ada di sana, termasuk Rendra dan Adrian langsung duduk di tempatnya.


Di ruang pak Lisven.


"Maaf Pak jika saya mengganggu kelas bapak," ucap Kinanathi


"Tidak usah minta maaf, cukup perbaiki saja gaya mengajar Miss, walaupun kamu masih kuliah tapi jangan terlalu idealis saat mengajar anak-anak, karena mereka itu masih labil. Posisikan kita sesuai dengan waktunya, ada kalanya kita harus tegas, ada kalanya kita harus jadi pendengar yang baik, ada juga saatnya kita bercanda untuk menghibur mereka agar tidak jenuh dan ada kalanya kita jadi sahabat mereka dan tempat curhat mereka, jadilah guru yang profesional yang bisa mengkondisikan sesuai timingnya, aku yakin kamu bisa, dan saya rasa kamu akn menjadi guru idola baru di sini!" tutur Lisven


"Terima kasih Pak atas masukannya, saya masih harus banyak belajar dari Bapak untuk menjadi guru yang professional,"


"Oh iya, nanti sebentar lagi tim medis yang akan datang untuk membawa Jemmy ke rumah sakit, kamu bisa mendampingi dia, karena aku masih harus mengajar ekskul setelah pulang sekolah,"


"Baik Pak,"


"Terima kasih Miss Kiki,"


"Sama-sama Pak Lisven," Kinan kemudian menunggu Jemmy yang masih terbaring di sofa, dan tidak berapa lama dua orang tim medis memasuki ruangan itu dan membawa Jemmy menuju ke rumah sakit.


Kinan masih menunggu Jemmy yang masih di periksa oleh dokter.


"Bagaimana keadaan anak didik saya?" tanya Kinan


"Sudah sadar dari sakaunya, hanya saja saya sarankan dia untuk segera masuk panti rehabilitasi sebelum terlambat, karena dia sudah parah tingkat kecanduannya," jawab sang dokter


"Baik dok, nanti saya sampaikan sam orang tuannya


Kinan segera masuk kedalam ruangan perawatan untuk menjenguk Jemmy.


"Gimana sudah enakan?" tanya Kinan


"Hmmm,"


"Sekarang ayo pulang, aku akan mengantarmu pulang kerumah kamu," Kinan membereskan semua barang-barang milik Jemmy dan bersiap untuk pulang


"Aku gak mau pulang!!" tolak Jemmy


"Kenapa?"


"Percuma, aku pulang juga tidak ada yang peduli dengan gue," sahut Jemmy


"Terus kalau kamu gak mau pulang kamu mau kemana?" tanya Kinan


"Ke rumah ibu aja, kalau di rumah ibu aku pasti ada yang memperhatikan dan mengurus aku,"

__ADS_1


"Yaudah iya, sekarang ayo jalan!" Kinan kemudian mengajak pemuda itu pulang ke rumahnya.


"Tapi cuma sehari saja ya, nanti besok aku akan mengabari orang tua kamu agar menjemput kamu pulang," jawab Kinan


"Iya,"


"Kalian mau kemana?" tanya Levin yang tiba-tiba muncul dihadapannya


"Dia gak mau pulang ke rumahnya, terus maunya nginep di rumah aku. Gimana pak?" tanya Kinan


"Biar saya yang urus, Miss pulang saja," jawab Lisven


"Yaudah makasih Pak," jawab Kinan


"Kamu mau kemana?" tanya Lisven


"Mesen Ojol??"


"Bareng aku aja," ajak Lisven


"Baik," Kinan segera mengikuti Lisven menuju ke mobilnya


Jemmy hanya terdiam kesal karena rencananya untuk menginap di rumah Miss Kinan gagal.


"Kenapa harus ada dia sih, jadi gue pasti harus pulang ke rumah dan bertemu dengan para monster itu!" gumam Jemmy


"Pak Lisven udah lama ya ngajar di SMA Merah Putih ini?" tanya Kinanti


"Baru satu tahun," jawab Lisven


"Bapak ngajar apa?" tanya Kinan lagi


"Wah keren, padahal itu pelajaran yang paling aku benci dari SD karena aku gak bisa pelajaran itu, kalau ujian aja auto ngitung kancing buat jawabnya, hehehe."


"Biasa aja kok, malah lebih susah bahasa Inggris kan dari pada matematika,"


"Gak juga sih, btw rumah aku bentar lagi sampai loh, jangan kelewat ya!"


"Ok,"


Lisven menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Kinanthi.


"Thanks ya Pak Lisven, btw mau mampir dulu gak?" tanya Kinan


"Terima kasih kapan-kapan aja Miss, "


"Ok, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam,"


***********


"Niken!!!" seru Lulu


"Kenapa Lu?" jawab Niken

__ADS_1


"Cariin cowok dong buat Marsha anaknya Opang, kasian kan dia masih muda janda...mana anaknya masih kecil lagi,"


"Lah kan di istana banyak cowok-cowok keceh kenapa gak lo jodoin aja salah satunya sama si Marsha,"


"Gue takut gak cocok dianya, kan secara selera gue itu terlalu tinggi Ken, takut Marsha gak suka, kalau lo kan udah pernah jadi janda dulu so pasti lo tahu tipe cowok yang disukain oleh para jamu (janda muda),"


"Eleh, bilang aja lo nyuruh gue buat jadi mak comblang kan, Sue emang!" celetuk Niken


"Yuhuu, cariin ya, secara Marsha itukan udah kaya anak kita sendiri," sahut Lulu


"Iyeh tar aku cariin, bukan duren sawit lagi buat si Marsha, tapi Dukuh Palembang," seru Niken


"Kok dukuh Palembang, cowok Niken bukan buah!" seru Lulu


"Iyeh Lu, Dukuh Palembang itu Duda keren, unyu-unyu, pengusaha tambang," jawab Niken


"Alamak sedap sekali kalau dapat jodoh kaya gitu!!" sahut Lulu


"Hmmm, lo pengin juga Lu!" tanya Niken


"Aish, ya kali, tar si Damar aku taruh dimana, lagian mana ada yang mau sama nenek-nenek kaya gue, ngaco aja lo!" sahut Lulu


"Ada tuh Delima yang mau sama lo!" jawab Niken


"Apaan lagi sih, itu?" tanya Lulu


"Delima ya duda energik kepala lima ... wkwkwkw!" seru Niken sambil terkekeh


"Sue lo!" sahut Lulu


"Assalamualaikum!!" seru seseorang di depan pintu paviliunnya membuat Lulu langsung berlari keluar untuk mengecek siapa yang datang.


"Ken udah dulu ya, laki gue pulang nih tar kapan-kapan kita sambung lagi, bye!" ucap Lulu mematikan ponselnya


"Waalaikum salam sayang," sahut Lulu membukakan pintu untuk Damar Langit


"Lama banget darimana saja sih," gerutu Damar


"Maaf ya sayang, biasa nenek-nenek habis curhat," sahut Lulu


"Ck, ck, ini lagi harusnya suami pulang itu disambut dengan senyuman manis, wajah manis dan bila perlu sama teh manis supaya suami tuh senang dan betah di rumah, bukan kaya orang susah gini!" keluh Damar Langit


"Emangnya muka gue kaya orang susah ya, padahal tadi gue udah dandan abis-abisan sama Si Siwi buat merayakan anniversary kita yang ke tiga puluh lima tahun," ucap Lulu sedih


Damar melangkah masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan keluhan Lulu.


"Ya Allah percuma dong aku nyiapin kejutan buat ulang tahun pernikahan kita," Lulu membuka sebuah kotak berisi kue tart untuk perayaan wedding anniversarynya yang ke 35.


Damar membalikkan badannya menengok Lulu yang sedang menatap wajahnya dibalik cermin.


"Sudahlah mau berapa kali kamu ngaca tetap wajah kamu itu kaya orang susah Lu!" cibir Damar


Lulu hanya diam sembari menatap wajahnya sedih.


"Iya Lu, wajah lo itu kaya orang susah tapi susah dilupain," ucap Damar sambil tersenyum manis

__ADS_1


"Iiisshh, kamu bisa aja deh," jawab Lulu sambil memukul manja suaminya


"Eeeaaaa!!" seru semua anak dan cucu mereka


__ADS_2