
"Aku mau mengurus surat-surat untuk pemulangan jenazah ke Indonesia, Istri gue baru saja meninggal dan rencananya aku akan membawanya pulang ke Jogja," jawab Gaga mencoba tegar
"Inna Lillahi wa inna Ilaihi Raji'un, aku turut berduka Ga, pantas saja kau sampai lupa memakai sepatu. Yasudah kamu tunggu dis? ruangan ku saja, berikan berkas-berkasnya padaku, biar aku yang akan mengurusnya," ucap Bambang
"Thanks Bro!"
"Sama-sama!"
Gaga segera mengikuti Bambang menuju ke ruang kerjanya.
Selesai mengurus semua dokumen kepulangan jenazah istrinya, Ganendra segera mengajak Claudia untuk segera pulang ke Jogja.
"Kita paling pulang besok Ga, tidak bisa hari ini, gak papa kan?" tanya Claudia
"Iya gak apa-apa Mom, aku akan mengabari pihak istana dulu, supaya mereka mempersiapkan semuanya," ucap Ganendra.
Lelaki itu terlihat begitu kusut hari ini, mungkin karena dia kelelahan mengurus kepulangan jenazah Naya.
Malam mulai menjelang Ganendra masih membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an disamping jenazah istrinya.
"Sodaqallahul adzim," Gaga menutup bacaannya ketika kantuknya mulai menyerang.
*********
Sementara itu di Istana Arjowinangun, Arkadewi menyiapkan semua keperluan untuk penyambutan jenazah menantunya.
"Semuanya sudah selesai Lu?" tanya Arkadewi
"Sudah Bunda, Damar juga sudah menyiapkan pemakaman Naya disamping ayahnya sesuai permintaan ka Gaga," jawab Lulu
"Terima kasih Lu, sudah membantu persiapan pemakaman Naya," ujar Arkadewi
"Sama-sama Bunda, mendingan Bunda istirahat saja dulu, tadi Kak juga sudah mengabari kalau dia sudah tiba di Bandara dan menuju ke mari," tutur Lulu
"Iya nduk," Arkadewi masuk kedalam kamarnya
"Kasian ka Gaga, dia pasti sedih banget karena sudah dua kali ditinggal mati istrinya," gumam Lulu
"Mudah-mudahan dia akan mendapatkan jodoh yang terbaik seandainya Allah masih memberikannya jodoh," ucap Lulu
Tidak lama kemudian terdengar bunyi sirine ambulance memasuki gerbang istana.
Lulu segera berlari menyambut kedatangan Ganendra dan jenazah Naya.
Begitu juga dengan Arkadewi, ia langsung berlari memeluk Gaga.
"Kamu yang sabar ya sayang," ucap Arkadewi menghibur Ganendra
"Iya Bun,"
Mereka segera masuk ke pendopo utama yang dipersiapkan sebagai tempat penghormatan terakhir untuk Tanaya Gung Listuhayu.
Setelah acara pemakaman selesai, semua bergegas meninggalkan makam Naya, kecuali Ganendra yang masih betah disana. Ia seperti tidak ingin meninggalkan Naya disana sendirian.
"Ga, Naya menitipkan ini untukmu sebelum dia masuk ke rumah sakit," Claudia memberikan sebuah amplop pink kepada Gaga.
"Terima kasih Ibu," Ganendra segera mebuka isi amplop itu setelah Claudia meninggalkannya sendiri disana.
"To My beloved husband ( untuk suamiku tercinta)
Sayang, jika kau membaca surat ini mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini lagi. Aku cuma ingin minta maaf jika aku banyak salah padamu selama ini. Terutama karena kepergian ku ke Sidney tanpa yang tidak kunjung pulang. Sebenarnya aku ingin menceritakan semuanya kepada mu, tapi aku tidak mau membebani mu dengan masalah lagi. Karena aku lihat kau sudah terbebani dengan masalah pasien-pasien kamu. Aku tidak mau menambah masalah kamu lagi Mas. Sebenarnya aku melakukan semua ini agar kamu membenciku dan segera menceraikan aku, ataupun jika kita tidak bercerai dan aku keburu di panggil sama Gusti Allah, karena kamu benci sama aku, Kang Mas bisa menikah lagi. Karena aku tidak mau melihatmu bersedih aku ingin selalu melihat senyum manismu Kang Mas.
Jadi aku minta padamu sayang, setelah aku tiada aku ingin melihatmu menikah lagi, aku ingin kau tidak terus-menerus larut dalam kesedihan.
Aku bahagia jika kamu bahagia Mas, I Love you so much, today, tomorrow and forever.
Salam sayang dari istrimu
Naya"
"Memangnya semudah itukah aku akan menikah lagi, tidak begitu Naya. Kamu salah jika menilai aku akan bahagia jika menikah lagi dan akan dengan mudah melupakan kamu," ucap Gaga sedih
🎵Satu jam saja, ku telah bisa, sayangi kamu di hatiku. Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup...🎵.
"Selamat Jalan sayang, semoga kau tenang disana dan semoga kamu akan mendapatkan tempat terbaik di Surganya Allah." ucap Gaga menyampaikan salam perpisahan untuk terakhir kalinya.
Ganendra segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke paviliunnya.
*********
"Ya Allah, gue gak nyangka banget ya kalau Naya akan pergi secepat ini, dan Gaga akan menjadi duren sawit untuk kedua kalinya," ucap Niken
"Iya, benar tuh. Mungkin Gaga perlu di ruwat kali, takutnya dia itu memiliki kecenderungan bahu Laweyan," ujar Cindy istri Tama
__ADS_1
"Bahu Laweyan itu apa Yu?" tanya Ayu
"Bahu laweyan itu dapat diartikan sebagai manusia "cacat" sejak lahir atau manusia "panas" yang mendatangkan malapetaka bagi pasangan hidupnya. Jadi barang siapa yang menikah dengan seorang yang memiliki riwayat Bahu Laweyan maka akan selalu ditinggal mati oleh pasangannya," jawab Cindy
"Iishh, serem ya, mending kalau begitu Gaga gak usah nikah lagi aja ya, kasian nanti yang jadi istrinya bakal mati lagi!" cibir Niken
"Lagi ngomongin apa sih Mom, ikutan dong kayaknya seru!" ucap Siwi yang langsung bergabung dengan mereka
"Iya, tapi itu bisa disembuhkan tidak penyakit bahu Laweyan itu?" tanya Ayu
"Ndak bisa toh Ayu, tapi menurut cerita dari cerita masyarakat, konon, si pemilik bahu laweyan akan hidup bahagia dan pasangannya tidak meninggalkan setelah perkawinan yang ke delapan. Karena menurut cerita selama tujuh kali pernikahannya pasangannya itu akan di bunuh oleh makhluk halus atau demit yang bersarang di tubuh pemilik bahu Laweyan. Jadi makhluk gaib ini menyukai si pemilik bahu Laweyan dan tidak suka jika ada seseorang yang menikahi orang tersebut, makanya makhluk astral itu akan muncul pada malam hari saat kedua pasangan ini sedang terlelap berwujud asap putih yang kemudian menghisap pasangan si pemilik bahu Laweyan hingga meninggal. Dan demit ini akan keluar dari tubuh pemilik bahu Laweyan setelah mendapatkan tujuh tumbal sesuai jumlah tali pocong manusia yang berjumlah tujuh," terang Cindy berapi-api
"Wuiih, serem ya gengs," jawab Niken
"Iya Ihh, gue jadi takut deket-deket sama Gaga, walaupun dia itu duren sawit , aku mending jadi Janda lagi kalau dipaksa menikah lagi dengan Gaga," jawab Niken
"Diih Tante Niken ngarep banget jadi istrinya Om Gaga!" cibir Siwi
"Loh kok kamu ngomong gitu Wi, jangan jadi provokator dong, nanti kalau Rey denger kan gak enak!" jawab Niken
"Yaelah tante pura-pura, tadi katanya rela jadi janda lagi kalau disuruh nikah sama Om Gaga, kan berarti Tante memang mau berpisah dengan Om Rey biar biasa Nikah dengan Om Gaga bukan?" tanya Siwi
"Diih Niken jangan ganjen deh, ingat umur!" nyiyir Ayu
"Hadeeh, dasar si Siwi ini gak bisa diajak bercanda, bawaannya serius mulu, jadi pada salah paham kan!" sahut Niken
"Masa sih tante bercanda tapi tadi aku lihat tante serius deh!" jawab Siwi
"Nih anak kalau dibilangin gak ngeyel mulu!!" seru Niken dengan wajah serius.
"Udah Siwi minta maaf lo ken Niken," ujar Ayu
"Iya Mih, tante maafin Siwi ya, lagian aku juga cuma becanda kok," ucap Siwi lirih
"Gak usah minta maaf Wi, lagian yang lo katakan semuanya benar," jawab Niken sendu
"Haaaa!!" seru Siwi dan yang lainnya langsung terkejut
"Tapi boong!!" jawab Niken sambil terkekeh
"Sue, kirain beneran, hampir aja ku rekam dan ku kirim ke Rey, sebagai bukti lo selingkuh," ujar Ayu lirih
"Lo bilang apa Yu!" hardik Niken
Ayu langsung tersenyum kecut melihat Niken yang marah dengannya.
"Sini handphone lo!" seru Niken
"Mau diapain Ken?" tanya Ayu
"Gue jual!, kalau gak laku gue banting!!" jawab Niken kesal
"Diih jangan dong, kalau lo jual terus kamu ganti yang lebih bagus gak masalah Ken, tapi kalau dibanting jangan yah, please. Kita damai aja Niken!" bujuk Ayu ketakutan
"Woii, bukannya ngaji malah ngerumpi disini, bubar!!" seru Lulu
"Jangan pada ngomong yang gak bener deh, nanti bisa jadi fitnah!, sekarang mending kita ngaji dan doain Naya biar dia tenang didalamnya," tambah Lulu
"Sudah pasti tante Naya tenang dialamnya sana Budhe, ya kali ada orang mati gak tenang, yang ada orang pada kabur kali kalau lihat mayat bergerak-gerak," jawab Siwi
"Nih bocah dari tadi mulutnya gak bisa diem ya, udah gitu semua yang dia katakan benar lagi!" jawab Niken
"Sue emang si Siwi, dasar anaknya Ferdan sama somplaknya sama kaya bokapnya," tandas Lulu.
Semuanya tertawa mendengar ucapan Lulu.
Selesai acara tahlilan semuanya langsung pamit pulang meninggalkan istana.
"Kamu ikutan juga Angga?" tanya Ryan
"Iya, Om. Kan aku juga mau dekat dengan keluarga Kimmy," jawab Angga
"Syukurlah kalau begitu, karena yang namanya menikah itu bukan hanya mengenal calon istri kita saja tapi juga harus mengenal semua keluarganya, agar rumah tangga kita langgeng sampai akhir hayat memisahkan kita dengan pasangan kita," ujar Ryan
"Hallo Angga?" sapa Bayu
"Hallo Om," jawab Angga
"Kau pasti tidak mengenalku bukan, kenalkan aku Bayu,"
"Angga Om," Keduanya langsung berjabat tangan
"Sepertinya wajah Om sangat familiar dan aku pernah melihat Om dimana gitu?" tanya Angga
__ADS_1
"Tentu saja Aan," jawab Bayu
"Darimana Om tahu panggilan aku Aan?" tanya Angga penasaran
"Tentu saja kau tidak akan ingat Om, karena kau masih terlalu kecil untuk mengingat ku saat aku dan ayahmu menjadi sahabat dekat karena kita bernaung di salah satu geng terbesar yaitu black Cobra. Namun karena Naga api menghabiskan semua leader dan anggota black Kobra, makannya ayah kamu memilih membentuk Black Tiger, sedangkan aku memilih fokus kuliah untuk menjadi dokter," terang Bayu
"Jadi Om adalah orang yang suka mengajakku berlatih karate di Parangtritis?" tanya Angga
"Iya, ternyata kamu masih ingat Aan," jawab Bayu
"Tentu saja Om, karena aku begitu mengidolakan Om saat itu dan Aan berharap bisa menjadi lelaki yang hebat seperti Om. Dan asal Om tahu Angga sampai sakit saat Om pergi tanpa ada kabar dan tidak pernah kembali lagi!" ujar Angga
"Dan sekarang kau diam saja setelah lima belas tahun tidak bertemu denganku," ucap Bayu
Angga langsung memeluk Bayu dengan erat.
"Ikutan!" ujar Ryan ikut berpelukan
"Satu lagi biar saingan sama Teletubbies!" tambah Noval
"Ikutan juga!" seru Ferdan
"Jangan!!" teriak semuanya kompak
"Sue, emangnya kenapa gak boleh ikutan?" tanya Ferdan
"Gak papa soalnya kasian lo kalau ikutan gak ada pasangannya," sahut Ryan
"Diih gaje!" cibir Ferdan
***********
"Kamu mau kemana Kim?" tanya Cassey
"Ke kampus lah Bunda, emangnya ada apa?" tanya Kimmy
"Kamu sudah dewasa sayang sudah hampir dua puluh tiga tahun, apalagi kamu sudah hampir lulus kuliah juga, emangnya kamu tidak kepikiran untuk menikah apa sayang?" tanya Cassey
"Maulah Bun, tapi gimana lagi, semua orang yang Kimmy sayang selalu meninggalkan aku. Padahal aku sangat berharap menikah dengan mereka, tapi namanya belum jodoh, akhirnya gagal juga." jawab Kimmy
"Sebenarnya tadi Opah Rey bilang sama Bunda katanya ada anak temannya yang ingin melamar kamu. Kata Opah Rey dia anaknya baik dan sayang banget sama kamu," ucap Cassey hati-hati
"Jadi maksud Bunda, Kimmy mau dijodohin gitu," jawab Kimmy
"Itu kalau kamu setuju Kim," sahut Cassey
Gadis itu hanya terdiam, mengingat betapa seringnya ia menolak setiap lelaki yang di jodohkan oleh Ibunya itu.
"Emang Bunda sudah kenal dengan orang yang akan melamar Kimmy?" tanya gadis itu serius
"Kalau kenal dekat sih belum nak, tapi sudah beberapa kali Bunda ketemu sama dia, dan aku pastikan semua yang dikatakan oleh Opah Rey itu benar, pria itu sangat bertanggung jawab, dan penyayang." Jawab Cassey
"Yasudah terserah Bunda saja, aku yakin kalau pilihan bunda pasti yang terbaik, mana ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya bukan?" jawab Kimmy
"Jadi kamu setuju sayang?" tanya Cassey senang
"Iya," Kimmy mengangguk dan Cassey langsung memeluknya
"terima kasih sayang, semoga dia adalah jodoh kamu," bisik Cassey
"Aamiin, yaudah Kimmy jalan dulu ya Bun, assalamualaikum," ucap Kimmy
"Waalaikum salam," Cassey yang bahagia dengan jawaban dari Kimmy langsung memberitahukan kabar gembira itu kepada Ryan.
"Yang benar kamu Key?" tanya Ryan tidak percaya ketika Cassey menelponnya
"Beneran Papih, aku juga tidak tahu kenapa kenapa Kimmy setuju dengan permintaan aku, padahal biasanya dia selalu menolak," jawab Cassey
"Alhamdulillah Key, mudah-mudahan ini pertanda baik. Dan semoga Kimmy berjodoh dengan Angga." Jawab Ryan
"Yaudah, aku akan mengabari Angga dulu," ucap Ryan mengakhiri obrolannya.
"Baik Papih, assalamualaikum,"
"Waalaikum salam,"
Saat itu juga Ryan langsung menelpon Angga untuk memberitahukan kabar gembira itu.
"Yeaah!!, akhirnya aku diterima juga!!" seru Angga
Pemuda itu sangat senang ketika mendengar berita bahagia dari Ryan, ia bahkan langsung memberitahukan ayahnya Russel Wijaya, agar bersiap-siap untuk melamar Kimmy..
"Ayah, ayo lamar Kimmy sekarang juga!" pinta Angga seperti anak kecil
__ADS_1
"Gak bisa sekaranglah Angga, lagian melamar itu kan harus membawa sesuatu tidak bisa tangan kosong seperti ini, jadi kita harus belanja dulu keperluan untuk melamar calon istri kamu itu," jawab Russell
"Sekarang pergilah bersama Gavin untuk membeli seserahan yang akan kita bawa untuk melamar Kimmy. Aku yakin Gavin tahu apa saja yang harus dibeli, secara dia itukan lebih pintar daripada google, udah cus sana jalan!" ucap Russell.