
Cassey menarik lengan Pandu dan mengajaknya pulang ke istana.
"Pelan-pelan Pandu, kau tahukan aku sedang hamil muda, jadi pelan-pelan," celoteh Cassey
"Iya," jawab Pandu mengurangi kecepatan motornya
Tiga puluh menit kemudian Pandu memarkirkan motornya didepan paviliunnya.
"Dimana Garnetta?, bukankah kamu pergi dengan dia, kenapa kamu malah pulang bersama Key?" tanya Welas Asih
"Aku menyuruh Hermes membawanya pulang agar ia bisa bertemu dengan Opah Hermes orang yang dicari oleh Garnetta," jawab Cassey
"Hmmm, harusnya kau meminta izin padaku dulu Key sebelum bertindak, jangan gehabah seperti ini," keluh Welas Asih
"Tentu saja aku tidak pernah gegabah Nenek, aku melakukan semua ini karena aku peduli dengan hubungan Nay dan Pandu, aku tidak mau Garnetta merusak hubungan mereka yang tinggal menghitung hari menuju pernikahan, aku tahu ia berusaha merayu Pandu agar mau menikahinya, karena ia sedang mengincar para pangeran agar mau menjadikannya istri supaya dia bisa menyelamatkan kerajaannya yang sedang mengalami konflik perebutan kekuasaan karena raja mereka tidak memiliki anak laki-laki, jadi apa tindakan aku salah nek?" papar Cassey
"Kamu tidak salah Key, cuma caranya kurang elegan, aku sudah tahu rencana Garnetta makanya aku menyuruhnya untuk tinggal di paviliun ku, bukan di istana agar aku bisa mengawasinya, makanya sebenarnya aku sudah mempunyai rencana untuk mengusirnya dari sini, tapi kau mendahuluiku," jawab Welas
"Kelamaan Nek, sekarang aku tanya sama kalian, mumpung masih ada kesempatan untuk kalian memikirkan kembali apakah kalian akan melanjutkan pernikahan ini atau mengakhirinya sekarang," tanya Cassey
Nay hanya diam dan menatap wajah Pandu intens.
Apakah benar-benar aku mencintaimu Pandu, sanggupkah aku menghabiskan waktu seumur hidupku bersamamu, dan siapkan aku dengan segala resiko yang harus aku hadapi,
"Aku sudah memantapkan hati ku pada Pandu, jadi mustahil untuk aku mundur dan meninggalkan Pandu, karena hanya dialah yang mengerti dan memahami ku," jawab Nay
"Bagaimana denganmu Pandu?" tanya Cassey
"Aku juga akan melanjutkan pernikahan ini, walaupun beberapa hari lalu aku sempat ragu untuk melanjutkan hubungan ini tapi sekarang aku yakin kalau Nay adalah wanita yang tepat untukku," jawab Pandu
"Alhamdulillah, aku minta pada kalian agar selalu saling percaya dan saling mencintai satu sama lain, jangan biarkan kerikil-kerikil kecil menghancurkan hubungan kalian yang sudah dibangun dari kalian kecil," pesan Cassey kepada keduanya
"Kamu benar-benar sangat dewasa Key, dan sangat layak untuk menjadi Ratu Keraton Arjowinangun," puji Welas Asih
"Terima kasih Omah, tapi sepertinya aku lapar, sudah beberapa hari ini belum makan nasi," ucap Cassey membuat Welas Asih terkekeh mendengarnya
"Kamu mau makan apa Key?" tanya Welas
"Aku mau makan pakai sambal korek bikinan Nenek," sahut Cassey
"Baiklah kalau cuma sambal korek, Nenek masih bisa membuatkannya," jawab Welas
"Tapi aku juga mau bebek goreng, sapi lada hitam sama tuna pedas," celoteh Cassey sambil menelan ludahnya membayangkan bagaimana nikmatnya semua makanan yang diinginkannya
__ADS_1
"Katanya cuma sambel korek, kok ini malah merembet banyak sekali," gerutu Welas Asih
"Bamaya juga ngidam Nek, ya gitu dadakan dan harus dituruti lho, kalau gak kasian nanti bayi Key ngiler, masa sih calon raja ileran, wkwkwk," celetuk Cassey sembari terkekeh
"Iya-iya, sekarang ayo kerumah Omah," ajak Welas
"Tapi Key ganti baju dulu ya omah, gak enak banget nih gerah," jawab Cassey
"Iya, nanti kalau sudah selesai kamu langsung ke rumah Omah ya," pesan Welas Asih
"Siap Omah," jawab Cassey lantang
***********
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Royal wedding Pandu dan juga Nay baru saja dimulai. Keduanya terlihat sangat serasi memakai busana khas kerajaannya. Sementara Cassey dan Bagas juga tidak mau kalah, keduanya malah ikutan menganggu Nay yang terlihat sangat elegan dan manis.
"Nay, bayiku minta aku mencubit kamu, karena gemes katanya," pinta Cassey
"Iyeh,"
Cassey langsung mencubit pipi Naeswari dengan gemas.
"Awww!!, inimah bukan bayi kamu yang minta nyubit, tapi karena kamu aja yang dendam sama aku dan ingin membalas dendam padaku bukan," cibir Nay
Ia kemudian mengikuti iring-iringan pengantin yang diarak menuju ke kantor gubernur.
"Kamu yakin mau ikut sayang, nanti perut kamu gak kram lagi?" tanya Bagas
"Gaklah, aku senang bisa jalan-jalan keliling kota Jogja," jawab Cassey
"Tapi kasihan bayi kamu sayang, kamu di istana saja ya," bujuk Bagas
"Iya," jawab Cassey kecewa
Ia segera masuk kembali ke kamarnya.
"Hmmm, sepi, mau kerumah mamih, dia juga lagi ngikut iring-iringan pengantin, mau ngajak Hermes, dia juga ada disana, enaknya ngapain ya biar gak jenuh," ucap Cassey
Mending jalan ke mall aja deh cari-cari makanan, sekalian nyoba mobil baru dari si baby," celetuk Cassey
Ia kemudian berganti pakaian dan segera masuk ke dalam mobil barunya.
"Kita test drive dulu ya guys," ucap Cassey sambil menekan tombol star mobilnya
__ADS_1
Keren banget ni mobil, bukan kaleng-kaleng, emang kalau mobil Sultan mah beda, btw kira-kira harganya berapa ya pasti mahal banget deh, kalau kata mamih sih sayang buat beli gituan mending buat beli beras aja katanya, dasar emak-emak aya-aya wae,
***Wusshh!!!
Mobil Cassey melesat menuju ke mall di pusat kota, ia segera memarkirkan mobilnya dan melangkah keluar menuju ke food court.
"Hmmm, yummy, mau makan apa dulu yah, kok enak-enak semuanya," gumam Cassey sambil memilih menu makanan
"Halo Key, apa kabar?" sapa seseorang yang langsung duduk di depannya
Cassey segera mendongakkan wajahnya dan melihat sesosok lelaki tampan didepannya.
"Aji!!" ucapnya kaget
"Iya, rasanya senang sekali ternyata kamu masih kenal sama aku, padahal kamu sekarang sudah menjadi seorang istri pangeran," jawab Aji
"Tentu saja aku ingat semua teman-temanku, apalagi partner tawuran," jawab Cassey sambil terkekeh
"Kamu masih seperti yang dulu Key, tetap konyol dan selalu ramah," jawab Aji
"Ya kali gue berubah kaya power ranggers saja," jawabnya
"Kan banyak orang yang berubah, ketika status ekonomi mereka juga berubah, tapi apa perasaan kamu terhadap aku juga tidak berubah?" tanya Aji membuat wajah Cassey
melotot kearahnya
"Itu masa lalu Ji, dah jangan dibahas lagi, sekarang gue udah nikah dan bentar lagi akan segera melahirkan anak pertama aku," jawab Cassey tegas
"Selamat ya Key, gue nyesel kenapa dulu gue tinggalin lo, dan milih pergi ke Swiss, tapi sudahlah nasi sudah jadi bubur menyesal pun tidak ada gunanya," Aji kemudian pergi meninggalkan Cassey yang masih sibuk memilih menu makanan
**********
Hermes berusaha menahan perasaannya yang campur aduk ketika menyaksikan Nay dan Pandu di pelaminan, rasanya dadanya terasa sesak, ia pun memutuskan pulang ke rumahnya setelah selesai memberi selamat kepada keduanya.
"Apa kamu sedih nak?" tanya Mitha
"Tidak ibu, aku hanya kelilipan saja," jawab Hermes menyembunyikan kesedihannya
"Ibu tahu yang kamu rasakan nak, pasti sakit banget ketika menghadiri pernikahan orang yang kita sayang, tapi ibu yakin kamu kuat nak, ibu doakan semoga kamu cepat dapat pengganti Nay," Mitha mencoba menghibur Hermes yang sedang murung
Yes, aku harus bisa mendapatkan simpati dari Hery, aku yakin aku pasti bisa, menjadikan Hery sebagai kekasihku, apalagi dia sedang galau sekarang, pasti sangat mudah untuk menyelinap masuk kedalam relung hatinya,
Garnetta berjalan mendekati Hermes dan duduk disampingnya.
__ADS_1
"Jangan bersedih Hery, jika Nay belum bisa menjadi pasangan kamu berarti dia bukan cewek terbaik untuk kamu, karena aku yakin Allah sudah menyiapkan wanita terbaik untuk kamu, dan dia sedang menunggumu sekarang, jadi let's move on boy," ucap Garnetta