
Berani kau menyentuhnya, maka kamu akan mati ditanganku!" ancam Hermes
Karena sangat emosi Hermes kembali menyeret pemuda itu, dan menghajarnya bertubi-tubi.
"Apa yang dilakukan oleh bajing*n ini padamu Nay, sehingga kamu mau jalan dengannya?" tanya Hermes
"Dia mengancam aku, dengan foto-foto yang dimilikinya," jawab Nay
"Mana ponselmu!" gertak Hermes membuat cowok itu ketakutan
**Plaak!!
"Cepat serahkan!, atau ku habisi kau!" Hery mengeluarkan sebuah belati kecil dari sakunya
"I..ii..ni,_" dengan gemetaran Genta mengambil ponselnya dari saku celananya dan memberikannya kepada Hermes
Hermes segera menghapus Semua foto-foto dirinya bersama Naeswari yang ada di handphone itu, tidak lupa ia mengambil memori cardnya dan langsung merusaknya.
"Dimana lagi kau simpan foto-foto itu?" tanya Hermes
"Hanya di hp, tidak ada lagi," jawabnya
"Darimana kamu mendapatkan foto-foto itu!" hardik Hermes
Lelaki itu hanya diam, dia ketakutan melihat wajah menyeramkan Hermes. Apalagi dia tahu jika Hery adalah salah satu pentolan Budi Waluyo.
"Aku mendapatkan sebagian dari ayahku, yang bekerja sebagai seorang pengawal pribadi kakekmu," jawab Genta
"Apa ayahmu yang menyuruh melakukan semua ini?" tanya Hermes
"Tidak, bahkan ayahku tidak tahu ketika aku mengambil foto-foto itu dari ponselnya, itu semua aku lakukan karena aku benar-benar suka sama Nay, aku terpesona melihat wajah cantik Nay saat ia pulang sekolah bersama kamu didepan istana," jawabnya
"Sekarang kamu aku lepaskan, tapi jangan harap aku akan mengampuni kamu, jika melakukan hal yang sama, bahkan aku tidak segan-segan untuk memecat ayah kamu dari kerjaannya, jika kamu masih mengganggu Naeswari!" ancam Hermes
"Jangan tuan muda, jangan pecat ayah saya, jika ia tidak bekerja lalu kami mau makan apa, aku janji tidak akan menganggu yang mulia lagi," jawab Genta
"Aku pegang janjimu, awas aja jika ingkar janji!" Hermes kemudian mendorong tubuh Genta hingga ia terhempas ke dinding bioskop
Ia kemudian mengulurkan tangannya dan membantu Nay yang masih duduk bersimpuh di lantai.
"Kenapa kamu jadi lemah gini, mana Nay yang dulu?" tanya Hermes
"Aku terlalu takut kehilangan Pandu Hery, makannya aku jadi mudah di manfaatkan oleh orang lain," jawab Naeswari
__ADS_1
"Ceritakan masalah kamu padaku jika kamu tidak keberatan, aku pasti akan selalu membantumu," sahut Hermes
"Iya Heri, aku terlalu takut jika Genta menyebarkan foto-foto kita dan menjadi headline news di infotainment seperti kejadian Cassey kemarin, aku ketakutan jika Omah tahu dan menghukum aku dengan memisahkan aku dan Pandu, aku benar-benar takut Hery, makannya aku selalu menuruti semua kemauan Genta," tukas Nay dengan mata berkaca-kaca
Hermes menyeka air mata gadis itu yang mulai menetes di pipinya.
"Kadang orang akan menjadi bodoh karena dibutakan oleh cinta, tapi kamu harus ingat Nay tidak semudah itu orang bisa menyebar luaskan berita Hoax, apalagi tentang keluarga kerajaan, ingat kamu masih punya Kakek Danar yang bisa menyelesaikan semua masalah kamu, lihat saja berita heboh kemarin langsung ilang ketika beliau sudah bergerak, jadi jangan takut jika ada yang mengancam kamu lagi, jadilah Nay yang dulu, Nay yang kuat dan tidak takut pada siapapun," Hermes mencoba menyemangati Naeswari yang tengah galau
"Terima kasih Hery," gadis itu langsung memeluk erat pemuda yang ada dihadapannya
"Maafkan aku jika pernah menyakiti kamu," ucapnya lagi
"Tidak ada yang perlu dimaafkan, kamu tidak punya salah padaku, sekarang ayo kita pulang," Hermes kemudian menggandeng lengannya dan membawanya keluar dari bioskop
"Naiklah, aku akan mengantarmu pulang," ucap Hermes, Naeswari segera duduk dibelakangnya dan Hery melajukan motornya menuju ke Istana
"Lho kok kamu sudah pulang?, katanya mau pulang telat?" tanya Lulu yang menghampiri keduanya di halaman depan istana
"Acaranya gak jadi mah," jawab Naeswari
"Lho terus kenapa jadi pulang bareng Hermes, Pandu kemana?" tanya Lulu
"Pandu sibuk mempersiapkan acara jambore Nasional, aku ketemu Hery di mall tadi, terus karena acara sama temen aku batal Hery menawarkan pulang bareng," jawab Naeswari
"Sama-sama Tante, yaudah Hery pamit ya, assalamualaikum," Hermes kemudian memutar motornya dan segera melesat meninggalkan gerbang istana
**********
"Paman beneran mau ikut masuk ke dalam kelas Key?" tanya Cassey ragu
"Tentu saja, karena kamu pasti akan kabur kalau tidak diawasi, cepat masuk kelas!" perintah Tama
"Paman Key malu, tuh dari tadi dilihatin sama teman-teman, aku malu Paman, masa udah gede kaya anak TK, kuliah masih diantar, apa kata dunia coba, seorang Cassey Stoner gadis cantik dengan seribu nyawa kuliah diantar oleh pamannya, kan gak asik banget," keluhnya sambil mengacak-acak rambutnya
"Jangan cerewet cepat masuk kelas!" perintah Tama
Ia bahkan menggandeng lengan Cassey dan menuntunnya hingga gadis itu duduk di bangkunya.
Semua teman-temannya memperhatikan dengan penuh tanda tanya.
"Cie...cie...ada anak TK yang nyasar kemari!" celetuk salah seorang mahasiswa
Tanpa ada aba-aba Tama langsung mendekati pemuda itu.
__ADS_1
"Jangan berisik, atau kamu akan mendapatkan nilai "D" di semua mata kuliah kamu," ancam Tama membuat cowok itu langsung diam
Ketika jam istirahat tiba, Cassey hanya diam di kelasnya karena males keluar, sedangkan Tama masih menunggunya di depan ruang kelasnya.
Gimana caranya biar bisa lepas dari paman Tama ya, apa gue harus minta tolong Om Rey, tapi dia kan masih di Jakarta, kapan Om Rey kembali ya, coba ada dia pasti gue gak bakal jadi tahanan kota kaya gini,
Ia kemudian beranjak dari kursinya dan keluar dari kelasnya, Tama mengikutinya dari belakang.
"Paman mau makan apa?" tanya Cassey ketika mereka tiba di kantin
"Aku mau teh manis hangat saja," jawab Tama
"Ok, tunggu ya uncle Tam-tam," godanya
Seorang pelayan membawa semangkuk bakso dan dua buah teh panas kemeja mereka.
"Hey, hari ini selebritis kampus membawa Bodyguardnya, dia pasti takut dikejar paparazi lagi, makanya dia bawa pengawal tuanya, hahaha!" ledek Faiq dan kedua temannya
Cassey hanya diam dan mengacuhkan ketiganya.
"Dasar! cantik-cantik budek!" gerutu Fadil
"Kita pulang, Paman," ajak Cassey
Faiq sengaja menghalangi jalan Cassey dengan kakinya namun Tama dengan sengaja menginjaknya hingga pemuda itu berteriak kesakitan.
"Awww!!"
"Sukurin lo!, makanya jangan rese!" cibir Cassey sambil terkekeh membuat pemuda itu kesal
"Setelah ini kamu harus ketemu dengan bu Retno, untuk sekolah kepribadian," ucap Tama
"Siapa lagi tuh bu Retno?" tanya Cassey
"Dia yang akan mengajarimu etika menjadi seorang putri kerajaan," jawab Tama,
Setelah membereskan buku-bukunya Cassey langsung mengikuti Tama menuju ke parkiran.
Tama kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumah Raden Ayu Retno Melina.
Tama menghentikan mobilnya disebuah rumah Jawa Klasik yang tampak bersih dan Asri, kedatangan mereka disambut senyuman manis seorang wanita tua yang selalu membawa tongkat kayu di tangannya di tangannya.
"Sugeng Rawuh, Yang Mulia Putri Cassandra," sapanya ramah sembari mengayunkan tongkat kayunya, membuat Cassey bergidik melihatnya.
__ADS_1
Sepertinya dia guru killer yang diceritakan oleh mamah Lulu,