ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Penyambutan Alina


__ADS_3

Rinai hujan membasahi kota Jogjakarta yang sudah dilanda musim penghujan.


Semua orang sedang berkumpul di ruang aula utama kerajaan untuk mengadakan upacara penyambutan Alina Suhita sebagai cucu kedua dari yang mulia Prabu Damar Langit.


Semuanya terlihat bahagia menyambut kedatangan Alina yang didandani bak ratu cilik.


"Unch, gemes banget lihat Al cantik, jadi pengin punya anak cewek," ucap Siwi saat menggendong Alina


"Udah bikin sana sama Ahmar," bisik Agni


"Diih, ngajarin gak bener lo, gak boleh tahu. Haram hukumnya kalau belum mahramnya." jawab Siwi


"Iya haram kalau ketahuan, kalau gak ketahuan kan gak apa-apa," ucap Agni sambil terkekeh


"Iisshh, kok tahu sih, apa jangan kamu juga dulu kaya gitu ya?" selidik Siwi


"Gak juga, kan aku suka ngintip lo sama Ahmar pacaran, wkwkwk." ucap Agni sambil terkekeh


"Sue lo!" cibir Siwi


***********


Sementara itu di ruang kerja Damar Langit, Panji Aryowinangun mengumpulkan semua anak dan cucunya untuk membahas pergantian tahta dari Damar Langit kepada Bagas cucunya.


"Bagas sekarang sudah saatnya untuk menggantikan posisi ayah kamu, apa kau sudah siap untuk menjadi Raja negeri ini?" tanya Panji Arjowinangun


Bagas hanya terdiam menatap kosong apa yang ada didepannya. Sebenarnya Bagas memang tidak tertarik untuk menjadi seorang raja, dia tidak tertarik dengan dunia politik yang akan membuatnya harus bermusuhan dengan keluarganya sendiri.


"Kenapa tidak Nay saja yang menggantikan papah, sepertinya Nay sangat cocok menjadi Ratu negeri ini daripada aku," jawab Bagas


"Memangnya kamu kenapa?" tanya Panji


"Aku tidak tertarik dengan dunia politik kakek, lagian kalau aku jadi Raja aku akan jarang berkumpul bersama keluarga aku, dan aku tidak mau seperti itu. Aku hanya ingin hidup bahagia dan tenang bersama keluarga aku itu saja," jawab Bagas lugas


"Tentu saja hal itu tidak mungkin Baby, karena kau terlahir sebagai seorang putra mahkota jadi sudah sepantasnya kau akan memangku jabatan sebagai Raja negeri ini. Lagian kamu masih tetap kumpul bersama keluarga kamu kok, asal kau bisa memanajemen waktu dengan baik, tentu ini bukan masalah besar. Setiap jabatan atau profesi apapun di dunia ini pasti memiliki resiko nak, bukan hanya Raja saja yang banyak masalahnya, tapi petani klutuk juga ada masalahnya sendiri. Kenapa semua orang diberi masalah atau beban hidup tentu saja Gusti Allah ingin menguji seberapa besar keimanan kita dan untuk menaikkan derajat kita. Sebagai contoh anak sekolah jika ingin naik kelas tentu harus ikut ujian dulu kan, sama juga kita. Allah akan memberikan kita ujian untuk meningkatkan derajat kita, dan jangan takut Allah tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan hambanya. Hidup itu sawang sinawang Le, kamu melihat jadi orang biasa itu enak dan sebaliknya mereka menganggap hidup kita jauh lebih enak dari mereka, tapi itu salah. Karena semuanya itu sudah sesuai dengan porsinya masing-masing dan kemampuannya masing-masing, jadi syukuri saja apa yang kamu miliki. Jangan sampai kau menyesal setelah ada orang lain yang merebut apa yang seharusnya menjadi milikmu," tutur Panji Arjowinangun


"Baik kakek, nanti Bagas akan pertimbangkan lagi semua tawaran Kakek," sahut Bagas


"Bukan dipertimbangkan Le, tapi kamu harus menjalankannya, karena ini amanah yang harus kau laksanakan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab, karena seorang pemimpin sejati adalah orang yang mampu melaksanakan amanah dengan baik," jawab Panji Arjowinangun

__ADS_1


"Baik, kakek. Sepertinya Bagas harus banyak belajar,"


"Bukan harus lagi tapi wajib hukumnya, karena belajar itu tidak mengenal waktu dan usia, selagi ada kesempatan untuk belajar maka belajarlah," imbuh Panji Arjowinangun


"Baik, Kakek."


"Damar, kau harus membimbing putramu ini sampai menjadi pribadi yang dewasa dan tangguh," ucap Panji


"Baik Romo," sahut Damar Langit


"Sekarang pergilah, dan nikmati pesta penyambutan Alina," tutur Panji


Keduanya langsung mengangguk dan pergi meninggalkan Panji Arjowinangun sendirian disana.


Seorang dayang yang sedari tadi menguping pembicaraan Panji Arjowinangun dengan anak dan cucunya langsung berlari ketika melihat Bagas dan Damar langit keluar dari ruangan itu.


Ia segera berlari menuju ke halaman belakang istana untuk kembali melakukan pekerjaannya di dapur istana.


Pagi harinya dayang itu segera pergi menuju ke penjara istana dengan menyamar menjadi seorang laki-laki.


Ia menemui Rahardian untuk melaporkan apa yang sudah ia temukan kemarin malam.


"Awasi terus gerak-gerik mereka terutama Cassey. Wanita itu sangat berbahaya jadi kau harus hati-hati dalam menyelidikinya," perintah Rahardian


"Baik, yang mulia. Aku akan melaksanakan semua yang anda perintahkan." ucap sang dayang berpamitan


Rahardian tersenyum puas setelah mendengar laporan dari dayang istana, ia kemudian menelpon orang kepercayaan untuk menjalankan misinya.


"Halo Suta, segera hubungi anak buah kamu dan gerakkan mereka untuk melakukan demo besar-besaran saat acara penobatan Putra Mahkota di gedung gubernur yang akan diadakan seminggu lagi. Persiapan semuanya dengan matang agar tidak gagal lagi!" seru Rahardian yang langsung menutup ponselnya.


**********


Sementara itu di paviliun Naeswari, Siwi masih setia menjaga Alina yang tertidur, karena Nay harus sekolah. Disana Key menemaninya bersama Kimmy dan Rendra.


"Lo hari ini gak kuliah Key?" tanya Siwi


"Libur gue, kan kemarin udah ngajuin cuti. Nah lo sendiri tumben kenapa dirumah, lagi sepi job ya. Apa sudah gak laku lagi, gara-gara peristiwa kentut demit di Mall tempo hari," ledek Cassey sambil terkekeh


"Gak juga kok, gue emang lagi off, besok baru ada lagi pemotretan, btw gue boleh gak ngundang Ahmar kemari. Kangen nih sudah dua hari gak ketemu sama dia," pinta Siwi

__ADS_1


"Boleh kok, tapi jangan mesum di sini. Ingat banyak anak dibawah umur, pacaran lah yang sehat biar terhindar dari godaan syetan," balas Cassey


"Baik yang mulia Ratu, nanti ajari ya cara pacaran yang sehat," sahut Siwi


"Siip, lo ajak aja si Ahmar kerja bakti beres-beres paviliun gue, pasti tubuh kalian sehat karena terus gerak," jawab Cassey sambil terkekeh


"Sue Lo, bentar gue telpon Ahmar dulu," Siwi segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Ahmar


"Kimmy sayang bereskan bola-bolanya, bahaya loh kalau nanti kena orang bisa kepeleset, atau terjatuh kasian kan," ucap Cassey memberikan contoh memasukkan bola mainan Kimmy ke keranjang mainan


"Baik Bunda," Kimmy kemudian memunguti satu persatu bola bola yang berserakan kedalam keranjang mainan.


Tiga puluh menit kemudian Siwi masuk dengan wajah berseri-seri.


"Kimmy sayang, tante boleh cium ga?" tanya Siwi


Gadis kecil itu mengangguk dan meletakkan bola didepan Siwi.


**Tok, tok, tok!


"Itu pasti Ahmar, " Siwi langsung tersenyum senang dan bergegas untuk membukakan pintu.


Karena terlalu girang akan bertemu dengan Ahmar, Siwi lupa dengan bola bekel yang ada didepannya hingga ia terpeleset karena memginjak bole itu.


**Bruugghhh!!


"Awww!" teriak Siwi sambil mengusap pantatnya.


"Biar Kimmy saja yang bukain pintunya tante," Gadis kecil itu berlari untuk membuka pintu.


"Dasar bola sialan!" gerutu Siwi sambil menendang bola itu hingga jatuh tepat di kening Ahmar.


"Ups, maaf honey!" teriaknya sambil berjalan mendekati Ahmar.


Namun sialnya bola itu langsung jatuh kelantai setelah mengenai kening Ahmar.


Dan apesnya Ahmar menginjak bola itu hingga terpeleset dan menabrak Siwi hingga gadis itu jatuh tertimpa olehnya.


"Sudah jatuh tertimpa triplek pula, Sue!" gerutu Siwi

__ADS_1


"Maaf sayang, " jawab Ahmar sambil terkekeh


__ADS_2