
Jika Kimmy adalah sosok yang cantik tapi slebor, berbeda dengan Alina yang terkenal tomboy dan hampir mirip dengan Lulu sang Nenek. Hampir setiap hari Alina selalu terlambat kesekolah, ia selalu terlambat bangun.
Meskipun para dayang-dayang sudah membangunkannya tetap saja Alina tidak akan bangun jika bukan Lulu yang membangunkannya.
**Kriing... kring...kring!!
Alina dan Rendra segera berlari sekencang-kencangnya agar bisa masuk tepat waktu, tapi sayangnya gerbang sudah ditutup dan keduanya terpaksa harus masuk lewat pagar atau mereka akan kena hukuman.
"Ini semua gara-gara kamu Al, kalau kamu gak telat bangun gak akan seperti ini!" gerutu Rendra
"Iya maaf ka," jawab Alina
"Cepat naik!" teriak Rendra yang sudah menunduk, gadis itu kemudian naik keatas punggung Rendra dan memanjat tembok
**Buughhh!!
Alina segera melompat dari atas tembok disusul oleh Rendra.
"Sekarang masuk kelas!" ucap Rendra
Alina mengangguk dan mereka berpisah menuju kelasnya masing-masing.
Alina melihat guru sudah masuk ke kelasnya dan ia mengurungkan niatnya untuk memasuki kelas, karena tahu pasti tidak diizinkan masuk. Ia berjalan keluar menuju ke ruang UKS yang ada di bagian belakang dekat dengan lapangan basket, dan lapangan untuk olah raga.
Ia mengamati siswa laki-laki yang sedang bermain basket, sedangkan siswi putri sedang bermain volley atau sekedar berlari-lari sambil bersenda gurau.
**Buughhh!!
Tiba-tiba seorang gadis terjatuh karena terkena lemparan bola basket.
"Woii, balikin sini bolanya cupu!" teriak salah
Gadis itu masih meringis menahan sakit, ia sedang mencari kacamatanya yang pecah karena terkena bola basket.
"Dasar cupu sialan, makannya jangan berlari-lari disini, mengganggu saja, minggir!" hardik pemuda itu sembari menendangnya
Alina yang melihat hal itu tentu saja tidak suka melihat seorang ditindas didepannya, ia kemudian menghampiri gadis itu dan menolongnya.
"Kamu gak papa?" tanya Alina
"Gak papa, cuma paling aku kesulitan melihat karena kacamataku pecah," jawab gadis itu
Alina mengajak gadis itu menuju UKS, ia kemudian pergi meninggalkan gadis itu menuju ke lapangan basket.
Ia merebut bola basket dari anak-anak yang sedang bermain disana dan dan menghempaskan bola basket itu ke wajah para pemainnya bergantian.
"Woi, lo nantangin kita hah!" hardik seorang pemain
"Kalau iya kenapa?, kalian sudah berbuat dzolim kepada seorang gadis lemah, oleh karena itu aku akan memberikan pelajaran pada kalian!" jawab Alina sinis
"Cih, cewek sombong beraninya menantang kami!" jawab yang lainnya
"Jangan banyak bacot, hajar aja dia!" seru yang lainnya
*Buugghh!!
Alina segera melepaskan pukulannya ke wajah siapapun yang hendak menghajarnya.
__ADS_1
"Cuma segitu aja kekuatan kalian, dasar lemah!" teriak Alina
"Maju semuanya!, lawan aku!" tantang Alina sembari menghajar satu persatu hingga semuanya babak belur
"Karena kalian sudah merusak barang berharga milik orang lain jadi sekarang kalian harus menggantinya, serahkan uang kalian atau aku bikin mamp*s!" ancam Alina
Semuanya langsung merogoh kantung bajunya, dan memberikan uangnya kepada Alina.
"Jangan ada yang kalian sisakan atau aku akan menggeledahnya sendiri!" hardik Alina
"Itu sudah semua, kalau uang kita semua lo ambil, terus kita jajan pakai apa!" sahut mereka
"Pakai batu!" teriak Alina sambil berlalu
"Ada apa ini, kenapa ribut-ribut disini!" tanya seorang guru olahraga
"Dia pak sudah menghajar kita dan memalak uang kami!" jawab semua anak laki-laki
Alina segera mengeluarkan kacamata tebalnya dan segera memakainya.
"Apa itu benar?" tanya Pak Asep sambil menatap Alina
Untung aku sudah merubah penampilanku menjadi gadis cupu, pasti pak Asep tidak akan percaya kalau aku yang sudah menghajar merek semua sampai babak belur.
"Masa Bapak, percaya sama mereka, gak mungkinlah anak culun dan imut seperti aku bisa menghajar merek yang begitu banyak Pak?" jawab Alina dengan wajah polosnya
"Iya juga, mana mungkin cewek lemah kaya kamu bisa menghajar para preman sekolah ini, maaf aku salah angka padamu Al, sekarang kembalilah ke kelas," ucap Pak Asep
Alina tersenyum puas ketika Pak Asep mempercayainya dan berhasil mempecundangi semua anak-anak basket itu.
Alina kemudian menghampiri gadis itu di UKS.
"Nama kamu siapa?" tanya Alina
"Aku Maya," jawab gadis itu mengulurkan tangannya
"Alina, btw ini uang buat gantiin kacamata lo yang pecah," gadis itu memberikan uang hasil palakannya dan menambahkannya agar cukup untuk membeli kacamata baru.
"Kira-kira cukup atau tidak?" tanya Alina lagi
"Sudah cukup kok, makasih ya Al." jawab Maya
"Sama-sama May, kamu masih olahraga atau mau kekelas?" tanya Alina
"Aku mau kekelas," jawab Maya
"Yaudah, ayo bareng," ajak Alina
Keduanya berjalan meninggalkan ruangan UKS.
"Btw lo nanti bisa lihat gak pas pelajaran?" tanya Alina khawatir
"Bisa kok, cuma aku harus duduk didepan, karena minusku belum terlalu banyak," jawab Maya
"Kalau mau pakai kacamataku saja, ini kacamata baca kok, bukan kacamata minus," Alina memberikan kacamatanya pada Maya
Gadis itu segera mencobanya.
__ADS_1
"Gak bisa Al, pusing!" sahut Maya
"Yaudah jangan pakai kalau gitu," Alina segera mengambilnya dan mereka berpisah di taman sekolah.
"Sekali lagi makasih ya Al," ucap Maya
"Sama-sama May,"
Alina segera menuju ke kelasnya, dan duduk di bangku paling belakang.
"Minggir lo!" ucap Alina menggeser tempat duduk Rafa dengannya
"Lo kemana aja Al, kok baru sampai?" tanya Raffa
"Biasa, kesiangan!" jawab Alina
"Tadi ada murid baru ganteng loh anaknya, tuh duduk di depan,"
"Bodo amatlah, aku gak peduli!" sahut Alina
"Dasar lo, kapan sih lo peduli sama cogan?" tanya Raffa
"Entahlah, aku tidak tertarik," jawab Alina sembari melepaskan hodi nya.
**************
"Siapa gadis yang sudah menghajar kalian?" tanya Adrian
"Kita tidak tahu namanya, tapi dia itu mirip bule," jawab Raka
"Dia benar-benar berbahaya Ad, pukulannya sangat kenceng!" sahut Bryan
"Dasar kalian saja yang lemah, melawan gadis kecil aja kalah, aku sudah melihatnya dari balik pohon!" jawab Adrian
"Kenapa lo gak bantuin kita Ad!"
"Aku bukan tipe cowok yang suka menghajar wanita, jadi aku diam saja," jawab Adrian
"Tuh dia anaknya!" ucap yang lainnya menunjuk Alina yang baru keluar dari kelasnya
Mereka segera menghampiri Alina dan menariknya menemui Adrian.
"Ini dia ceweknya yang sudah malak kita dan bikin kita babak belur!" ucap Raka
Segera membuka penutup kepala Alina dan memandang gadis itu dengan senyuman anehnya.
"Cantik," ucap Adrian
Lelaki itu kemudian membawa paksa Alina menuju ke mobilnya.
"Kamu mau ajak aku kemana?" tanya Alina sambil berusaha meronta, namun tenaga Adrian terlalu kuat sehingga ia tidak bisa melepaskan diri darinya.
"Ka Rendra, tolong Al!" teriak Alina
"Percuma saja lo teriak, gak ada yang denger!" Adrian segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
"Gue mau kasih lo pelajaran yang gak lo dapat dimanapun!" ucap Adrian menyeringai
__ADS_1