
Hermes menghentikan motornya untuk mencari tahu apa yang sedang dikerjakan oleh ayah tirinya itu.
"Kenapa berhenti?" tanya Cassey
"Aku hanya ingin tahu apa yang ayah aku lakukan sekarang," jawab Hermes
Ia memakai topinya dan segera berjalan mendekati ayahnya itu. Ia sengaja memilih tempat duduk yang tidak jauh dari tempat duduk Felix.
"Jadi bagaimana apa kamu setuju?" tanya laki-laki itu
Felix hanya mengangguk.
"Tentu saja aku setuju, aku tinggal menghubungi temanku Ares untuk membantuku, kau tidak usah khawatir, bilang sama Maya, aku siap membantunya, jangankan cuma menyingkirkan anak kecil itu, bahkan membunuh semua anggota keluarganya aku bisa," jawab Felix
"Ini baru sebagian, sisanya yang mulia Candramaya yang akan memberikan sendiri pada anda," ucap lelaki itu sembari menyodorkan amplop coklat berisikan uang
"Thank you, yaudah aku harus menemui Ares terlebih dahulu, " Felix segera berdiri dan meninggalkan tempat itu, sedangkan Hermes langsung mengikuti kemana Felix pergi.
"Ayah kamu akan menemui Ares???" tanya Cassey
"Iya, aku juga tidak tahu dia mau ngapain, makanya aku mau mengikuti dia," jawab Hermes
"Baiklah, aku juga penasaran," sahut Cassey
Hermes semakin meningkatkan laju sepeda motornya, namun seperti sadar sedang diikuti membuat Felix juga menambah kecepatan mobilnya, hingga Hermes ketinggalan jauh darinya.
"Sial!!, motornya gak bisa diajak ngebut Key, kita balikin motor ini ke pakde, dan pakai motorku saja, " Hermes menghentikan motornya disebuah kedai kopi dan mengambil kembali sepeda motornya
Ia kembali mencari Felix untuk mengejarnya.
"Kita cari saja ke markasnya Ares," ucap Cassey yang melihat Hermes kebingungan karena tidak bisa menemukan Felix
" kamu benar ," jawab Hermes kembali melesatkan motornya menuju markas Ares, dan benar saja mobil Felix terparkir disana
"Benar Ayah ada disana, terus kita gimana Key?" tanya Hermes
"Kita masuk saja ayo!!" ajak Cassey
**Greep!!!
Hermes dan Cassey langsung membalikkan badannya karena seseorang menepuk pundak mereka.
"Jangan gegabah anak muda, jumlah mereka ribuan, kamu bisa mati konyol disana," ucap Bayu
"Pak dokter??, kenapa ada disini?" tanya Cassey
"Om memang sering kesini untuk mengunjungi makam teman-teman aku," jawab Bayu
"Kirain Om, sengaja kesini untuk nolongin Key," ucapnya sembari tersenyum
"Mungkin juga benar, tapi sepertinya kita harus pergi dari sini sekarang sebelum Ares menyadari kedatangan kita," sahut Bayu
Ketiganya kemudian segera naik ke atas motornya dan meninggalkan markas Ares.
__ADS_1
Bayu mengantar Cassey sampai ke kantornya Ryan.
"Halo Bay, apa kabar?" sapa Ryan
"Alhamdulillah baik Rey, kamu bagaimana?" tanya Bayu
"Btw kamu mengantarkan Cassey sampai ke sini, memangnya ada apa?" tanya Ryan
"Key tadi mendatangi markas Ares Om, karena Hermes penasaran kenapa ayahnya ada disana," jawab Cassey
"Siapa ayah kamu?" tanya Bayu
"Felix Om," jawab Hermes
"Felix Hanggoro?" tanya Bayu
"Kok, Om tahu," jawab Hermes
"Kamu pasti anaknya Shelomita," tambah Bayu
"Benar Om, Om kenal ibuku juga?" tanya Hermes lagi
"Siapa yang tidak kenal dengan Sudiro Atmajaya, kakekmu adalah pemilik Atmajaya Group, dan ayahmu Rendra Suherman adalah pewaris tunggal Rash Group perusahaan terbesar kedua setelah Atmajaya Group di kota Gudeg ini, sekaligus ketua geng Black Cobra, dia sahabatku. Ares membunuh ayahmu supaya Felix, yang tidak lain adalah kakaknya bisa menikahi Shelomita Atmajaya pewaris tunggal Atmajaya Group, dan kamu adalah pewaris Rash Group, " Bayu menjelaskan semuanya kepada Hermes
"Jadi ayah yang membunuh papah aku," ucap Hermes sedih
"Kamu tidak perlu sedih, aku bersama dengan papah kamu ketika hari terakhirnya, kami Geng Cobra Hitam melawan Naga Api untuk membalaskan dendam atas pembantaian anggota black Cobra yang dilakukan oleh Ares dan juga Jaka Samudera, tapi sayang Rendra harus kalah melawan Felix dan Ares sang dewa Perang," kenang Bayu
Hermes terlihat mengeratkan tangannya ketika tahu Ares dan Felix adalah pembunuh ayahnya.
"Kamu jangan terpancing emosi Mes, saat ini kita sedang menyelidiki Om Felix karena tadi kita lihat ia menyebut nama Candramaya, dan ia mendapat tugas darinya untuk membunuh seseorang," ucap Cassey
"Hmmm, kita harus membicarakan hal ini dengan Lulu, karena hanya dia yang tahu siapa Candramaya," sahut Ryan
"Sekarang kita langsung saja ke Istana," ajak Ryan
Semuanya bergegas meninggalkan tempat itu menuju ke Istana Arjowinangun.
***********
"Jarang-jarang kita jalan-jalan berdua Nay, kita cobain foto box yuk, sekali-kali ibu juga mau kelihatan narsis, " ajak Lulu
Bagas dan Naeswari hanya mengiyakan keinginan ibunya itu, mereka bertiga langsung masuk ke dalam foto box.
"Pandu mana?" tanya Lulu
"Diluar ibuku," jawab Nay
"Ajaklah kedalam, masa dia sendirian di luar," ucap Lulu
Naeswari segera keluar dan kembali lagi bersama Pandu.
"Gaya narsis ya, 1,2,3, bunciis!!" ucap Lulu
__ADS_1
**Ceklik, ceklik, ceklik!!
"Wah fotonya bagus ya, jadi inget masa muda, yaudah karena fitting baju Si Baby sudah kelar kita pulang sekarang," ajak Lulu
**Bruughh!!!
"Hadeeh!!, kalau jalan itu pake mata jangan asal tabrak aja!" hardik Lulu
"Maaf, " ucap laki-laki itu membantu memunguti foto-foto Lulu yang berjatuhan
"Sekali lagi maaf," ucap lelaki itu memberikan foto-foto Lulu
"Sepertinya aku kenal sama kamu," ucap laki-laki itu
"Jangan sok kenal!" cibir Lulu
"Kamu kemana aja Res, aku cariin juga, ternyata disini, " ucap Felix
Menyadari bahwa yang menabrak ibunya adakah Ares, Bagas segera menarik lengan ibunya.
"Ibu gak kenal siapa dia?" bisik Bagas
"Gak, memangnya siapa dia?" tanya Lulu
"Masa Ibu lupa, kan Ibu udah pernah melawan dia," jawab Bagas
"Swear, ibu lupa maklum udah tua," balas Lulu
"Dia Ares ibu, ketua geng Naga Api," jawab Nay
"Masa sih?" Lulu memperhatikan dua orang lelaki dihadapannya
"Kalau yang ini mantan dosen ibu dulu pak Felix, tapi kalau yang ini masa Ares si dewa perang itu?" Lulu masih tidak percaya
"Ingatan kamu masih bagus Lu, bahkan kau masih mengingatku," kata Felix
"Kamu tuh masih muda bidadariku, bentar aku buka dulu topengku biar kamu inget sama aku," ucap Ares yang membuka topinya
"Kok buka topi doang, katanya buka topeng?" tanya Lulu
"Sudah sayang, tinggal buka hatimu untukku sekarang," goda Ares
"Jaga bacot lo, atau gue hajar mulut lo biar gak kurang ajar sama gue, gue udah punya suami dan anak dua, jadi jangan macam-macam!" hardik Lulu
"Hmmn, ternyata kamu galak sekali aku suka cewek galak sepertimu, karena membutuhkan tantangan untuk mendapatkan kamu, I Like it," ucap Ares
"Jangan mimpi!" cibir Lulu meninggalkan kedua lelaki itu
Tak terima Lulu mengacuhkannya Ares segera menarik lengan Lulu, kedalam pelukannya.
"Kamu tidak bisa menolak sang dewa perang, sayang," ucap Ares
Lulu hanya tersenyum sinis dan wanita itu tak segan melesatkan tinjunya ke wajah Ares hingga pria itu mengerang kesakitan.
__ADS_1
"Rasakan akibatnya kalau berani menggoda macan yang sedang ngemall," jawab Lulu