
"Jangan beraninya melawan orang tua yang lemah!, kalau lo berani lawan gue!" tantang Cassey
"Emangnya siapa kamu!" tanya pemuda itu
"Gue anaknya!" jawab Cassey
"Cih!!, cewek aja sok jagoan! sikaat!!" salah seorang memberi komando untuk menyerang Cassey
Melihat Cassey dikeroyok, Bagas, Nay, Pandu dan Hermes segera membantunya.
Baku hantampun tak bisa dihindarkan lagi, Umi Kulsum hanya menggelengkan kepalanya melihat anak-anak yang berkelahi dihadapannya.
"Hentikan!!!" teriaknya hingga membuat semuanya berhenti
"Cepat pergi dari sini, karena ibu sudah menelepon polisi!!" ucap Umi Kulsum yang sudah kehabisan akal untuk membubarkan mereka dan seperti gayung bersambut sebuah mobil patroli polisi terlihat mendekati tempat itu membuat semuanya lari tunggang langgang.
"Cepat Pandu!!" teriak Cassey yang melihat Pandu masih jauh dibelakangnya
"Santuy aja Key, Pandu udah tahu jalan tikus daerah sini, jadi kamu gak usah khawatir dengan dia," ucap Bagas
"Ok baby, siap-siap kita akan meluncur!" ucap Cassey menambah kecepatan motornya
***Ciiittt!!!
Ketiganya menghentikan motornya didepan rumah Danar Gumilang.
Mereka segera masuk kedalam rumah itu dan menuju ke halaman belakang yang terlihat asri dengan berbagai pepohonan.
Danar Gumilang terlihat duduk menikmati secangkir kopi dibawah pohon.
"Wuiih, rumahnya keren!!" ucap Hermes
"Kenapa kalian terlambat?" tanya Danar
"Biasa kakek, tadi ada urusan sebentar jadi kita telat deh," jawab Nay
"Pasti kalian habis berantem, bukankah sudah aku bilang padamu Nay, untuk tidak berkelahi ditempat umum, bahaya, dan ini berlaku untuk kalian semua, jangan suka memamerkan kelebihan kalian, karena itu bisa mengancam nyawa kalian," ucap Danar
"Baik kakek," jawab semuanya
"Kok kakek tahu kita habis berkelahi?" tanya Cassey
"Tentu saja, melihat kalian yang datang bersamaan dengan nafas yang tersengal-sengal, itu sudah menunjukkan kalian baru saja menghajar seseorang," jawab Danar
"Bagas, coba kamu timbang berat badan kamu, kakek ingin tahu apa Rey sudah berhasil menurunkan berat badanmu atau tidak," ujar Danar memberi sebuah timbangan kepada Bagas
Bagas segera naik ketasnya, dan tersenyum setelah melihat hasilnya.
"Turun tiga kilo kakek!" ucap Bagas bahagia
"Yeaahh!!!" sahut Cassey
"Btw cowok ganteng ini siapa?" tanya Danar
"Aku Hermes Opah!" jawab Hermes
"Pandu kamu lihatin Nay sama Bagas berlatih, kakek akan menemui Rey di istana," ucap Danar Gumilang
"Baik kakek,"
Danar segera meninggalkan rumahnya menuju ke istana.
Setelah latihan Pandu terlihat membawakan sebotol minuman dingin untuk Nay, begitu juga dengan Hermes. Tentu saja hal ini membuat Naeswari menjadi bingung untuk memilih minuman siapa yang akan dia ambil. Karena ia tidak mau menyakiti keduanya Nay kemudian mengambil kedua botol minuman itu dari mereka
"Rejeki gak boleh ditolak!" ucap Nay tersenyum simpul membuat kedua lelaki dihadapannya semakin terpesona dengan kecantikannya
__ADS_1
"Cie...cie... sepertinya ada yang terjerat cinta segitiga nih, " goda Cassey
"Kaka apaan sih?" jawab Naeswari
"Udah lo pilih aja Nay, Pandu atau Hermes, jangan membuat keduanya berharap," ucap Cassey
"Ka Cassey yang cantik bisa diem ga?, jangan sampai ada sepatu melayang nih, " sahut Nay
"Uuhh takut!!" jawab Cassey segera duduk disamping Bagas
"Sepertinya aku ada ide untuk membuat si baby cepat kurus," gumam Cassey
"Baby kamu mau kurus kan?" tanya Cassey
"Mau dong," jawab Bagas
"Gue punya solusi jitu buat lo," jawab Cassey
"Apa itu?" tanya Bagas penasaran
"Besok aku bawakan camilan yang akan membuat kamu cepat kurus, tanpa harus disiksa oleh Om Rey," jawab Cassey
"Baiklah, semoga omongan kamu bisa dipercaya, dan tidak php," jawab Bagas
"Diih siapa yang php?, liat aja besok, kalau gue php, gue mau kok jadi pacar kamu, hihihi..." ucap Cassey terkekeh
"Itu sih emang maunya kamu," jawab Bagas
"Hahaha!" semuanya tertawa mendengar ucapan Cassey
**********
"Lu, besok kayaknya kita harus balik deh ke Jakarta," ucap Ferdan
"Jangan rindu, bahaya!" sahut Ryan
"Bahaya kenapa Rey?" Lulu balik bertanya
"Bahaya yang mulia raja marah, hihihi," jawab Ryan
"Diih, kirain apa??, santuy Damar gak bakalan jelous sama kalian," jawab Lulu
"Noval dan Icha boleh pulang, juga Ayu, tapi Rey sama Ferdan belum boleh pulang!" jawab Lulu
"Kenapa?" tanya Ferdan
"Kalian kan punya tugas yang belum selesai, Ferdan lo harus mencari tahu tentang Nay, Ryan harus membantu membuat Bagas memiliki badan yang atletis dan macho," jawab Lulu
"Oh itu, gue udah selesai Lu, Si Nay ternyata tidak pernah pergi les piano, dia selalu pergi kerumah paman Danar untuk berlatih beladiri ketika ada jadwal les piano, asal lo tahu Nay itu jago berkelahi sama kaya lo," jawab Ferdan
"Amazing!!, lo gak bohongkan babang Ferdan?" tanya Damar yang ikut bergabung bersama mereka
"Swear, gue gak bohong!" sahut Ferdan
"Ok, berarti lo boleh pulang, tapi Rey belum bisa sampai Bagas memiliki badan seperti Ade Rai baru lo boleh pulang, hehehe..." jawab Lulu tertawa kecil
"Anj*r, dikasih hati malah minta empedu lo, yang bener aja Lu, Bagas turun sepuluh kilo aja sudah bersyukur ini malah minta hal yang mustahil, jangan serakah deh!" cibir Ryan
"Wadaw!!, ya kali gue minta empedu yang ada jantung baru bener!!" jawab Lulu
"Ya gitulah intinya, jadi jangan maruk yeh, syukuri aja apa yang ada, " jawab Ryan
"Betul tuh sayang yang dikatakan oleh Rey," sahut Damar
"Tapi bener yang dikatakan Lulu, Rey harus tetap disini, bukannya kamu seorang CEO, jadi gak masalah dong, kalau kamu stay disini seminggu lagi, untuk melatih Bagas," sahut Danar Gumilang yang memasuki ruangan itu
__ADS_1
"Ok paman Danar, apa sih yang gak buat Lulu?" jawab Ryan
"Siiip!!" sahut Lulu
"Tapi kamu harus lebih ekstra lagi untuk melatih si Bagas supaya bisa cepat turun berat badannya, nanti kalau ada waktu aku akan membantumu," jawab Danar Gumilang
********
Hermes menghentikan motornya didepan rumahnya, ia bergegas masuk kedalam kamarnya.
"Bagus!!, sekarang kamu selalu pulang sore untuk menghindari pekerjaan rumah bukan!" ucap Ira menyambut kedatangan anak tirinya
"Saya tidak bermaksud seperti itu Tante, tenang saja aku pasti akan kerjakan semuanya setelah ini," jawab Hermes melempar tasnya kedalam kamar
"Good!, cepat bersihkan lantainya kemudian pel, jangan lupa cuci piring dan juga pakaian!" perintah Ira
Hermes membuka baju seragamnya dan segera bergegas menuju ke dapur.
"Kaka aku lapar?" tanya Mona adik tirinya
Walaupun Mona adalah adik tirinya, Hermes tetap menyayanginya seperti adik kandungnya sendiri, karena dia memang anak tunggal yang tidak mempunyai adik atau kakak.
"Kenapa?, apa Tante gak masak lagi?" tanya Hermes
"Aku gak sampai untuk mengambil nasi yang diletakan diatas rak piring, ibu tidak mau mengambilkannya untuk ku," keluh Mona
Hermes segera mengambil piring dan menyendokan nasi untuknya.
"Makan yang banyak ya, biar cepat tinggi dan Mona bisa ambil nasi sendiri," ucap Hermes
"Makasih ka," jawab Mona
"Sama-sama,"
"Mona!!" teriak Ira
Gadis sembilan tahun itu segera berlari menemui ibunya.
"Ada apa Bu?" tanya Mona
"Bukakan pintu, sepertinya ada tamu dan suruh tunggu dulu, karena ibu mau kekamar kecil sebentar," ujar Ira
Mona segera berlari kedepan dan membukakan pintu rumahnya, seorang lelaki renta memasuki rumah itu dengan tongkat ditangannya sebagai penyangga.
"Dimana ibumu?" tanya lelaki itu
"Ada dikamar mandi opah," jawab Mona
Lelaki itu masuk dan tercengang melihat Hermes yang sedang mencuci piring di dapur.
Ira tidak kalah terkejutnya dengan sang ayah mertuanya. Ia segera berlari mendekati Hermes dan menggantikan posisinya.
.
.
.
.
.
Mau nambah Satu Chapter lagi gak???
Jangan lupa vote ya...kalau mau nambah satu chapter lagi...maaf kemarin upnya agak malam karena reviewnya lama... mudah-mudahan hari ini gak sampai malam ya guys...thanks yg sudah vote ya...
__ADS_1