
Danar masih mencari buku kuno yang berisi silsilah kerajaan di perpustakaan bersama Tama dan yang lainnya.
"Sepertinya buku itu tidak ada disini," ucap Bagas yang sudah putus asa karena belum menemukan buku yang dicari
"Ayo cari lagi baby, jangan mudah nyerah gitu dong. Bantu aku biar Alina tidak di usir dari istana, ya baby please masa kamu gak mau bantuin adik kamu sendiri," cicit Pandu
"Baiklah Pipi, aku akan bantuin kamu, tapi aku lelah, aku mau minum bentar ya," ucap Bagas yang menyuruh dayang istana membawakan minuman ke perpustakaan
Ketika mereka masih asyik mencari buku, Bagas kembali dengan membawa Kimmy dan Kinan ke perpustakaan.
"Nagapain kamu bawa mereka kemari Baby?" tanya Damar
"Mereka minta ikut Pah, daripada gangguin Rendra mending aku ajak kesini, lagian merek gak nakal kok." jawab Bagas
"Kimmy, dan Kinan gak boleh nakal ya, jangan berantakin buku, nih Romo udah ambilin buku cerita anak buat kalian warnai, so do go anywhere," pesan Bagas saat meninggalkan kedua anaknya untuk mencari buku di kardus-kardus yang sudah usang.
"Romo, Kimmy mau bantuin Romo," celoteh Kimmy
"Jangan sayang, banyak debu. Kimmy mewarnai saja ya sama kaka Kinan," jawab Bagas
"Ok," Kimmy mengangguk dan berlari mendekati Kinan.
Bagas melanjutkan lagi mencari buku Kuno yang dimaksud oleh Danar Gumilang.
Karena kedua balita itu bosan dengan kegiatannya, mereka mengikuti apa yang dilakukan oleh Bagas, mengacak-acak kardus berisi buku-buku lama hingga naik-naik keatas rak buku hanya untuk bermain-main.
Hingga keduanya hampir saja jatuh tertimpa rak buku yang mereka goyang-goyangkan hanya karena senang melihat satu-persatu buku berjatuhan mengenai kepala mereka bergantian.
"Astaghfirullah, Kinan, Kimmy!" teriak Bagas yang langsung menarik keduanya hingga tidak tertimpa rak buku.
"Alhamdulillah, kalian selamat," ucap Damar Langit yang langsung menarik rak buku itu kembali ke posisi semula.
"Lebih baik bawa merek kembali ke asalnya, bahaya kalau disini!" perintah Danar Gumilang
"Baik Kakek," Bagas segera menggandeng keduanya meninggalkan perpustakaan.
"Romo,"
"Hmmm,"
__ADS_1
"Kalau besar Kimmy mau jadi kaya dia," tunjuk Kimmy pada sebuah foto wanita cantik
Seketika mata Bagas langsung melorot melihat gambar yang ditunjukkan oleh Kimmy.
"Ini buku yang dicari oleh kakek Danar!" ucap Bagas lirih
"Kimmy dapat buku ini dari siapa?" tanya Bagas
"Dari tante dayang, Kimmy pinjem." jawab Kimmy
"Boleh Romo pinjem?" tanya Bagas
"Nih buat Romo saja, Kimmy masih punya banyak," jawab Kimmy menunjukkan koleksi buku ceritanya
"Kalau Romo mau yang lain boleh, ambil saja." ucap Kimmy lagi
"Terima kasih sayang, tapi Romo mau yang ini saja. Yaudah Romo tinggal ya, kamu jangan nakal ya main sama tante dayang," kata Bagas
"Baik Romo," jawab Kimmy
Bagas segera menemui Danar Gumilang di perpustakaan.
"Kakek, aku sudah menemukannya," ucap Bagas memberikan buku itu pada Danar Gumilang
"Kimmy, dia mendapatkannya dari dayang istana," jawab Bagas
"Coba panggil dayang itu kemari!" perintah Danar Gumilang
"Baik," Bagas segera berlari menuju ke kamar Kimmy
Ia segera mengajak dayang yang memberikan buku kuno.
"Apa saya akan dihukum yang mulia?" tanya dayang itu ketakutan
"Tidak, siapa yang akan menghukum kamu, kakek cuma mau tanya buku satu laginya kemana?" jawab Bagas sambil membawa dayang itu menuju perpustakaan
Dayang itu ketakutan ketika menemui Danar Gumilang, tentu saja semua dayang akan takut jika berurusan dengan lelaki yang terkenal galak dan disiplin itu.
"Siapa namamu?" tanya Danar Gumilang
__ADS_1
"Anjani,"
"Anjani, darimana kau mendapatkan buku ini?" tanya Danar memperlihatkan buku kuno padanya
"Itu aku pinjam dari perpustakaan setahun yang lalu, dan belum aku kembalikan karena aku tidak mampu bayar denda telat mengembalikan bukunya," jawab gadis itu lirih
"Apa kau juga meminjam buku satunya lagi?" tanya Danar
"Tidak, aku hanya meminjam satu," jawab dayang itu
"Hmmm, dimana buku satunya. Apa ada yang sengaja menyembunyikannya," gumam Danar Gumilang.
"Tunggu yang mulia, waktu itu saya ingat saat aku meminjam dua buku itu sekaligus petugas perpustakaan melarangku meminjam kedua buku itu bersamaan, karena ada seseorang yang mau meminjamnya juga." sergah Anjani
"Apa kau tahu siapa orang itu?" tanya Danar Gumilang
"Tidak, Tapi aku yakin Petugas Perpustakaan tahu siapa dia," jawab Anjani
"Baiklah kalau begitu, aku akan menanyakan siapa yang meminjam buku itu pada petugas perpustakaan besok" jawab Danar Gumilang
"Apa sekarang aku boleh pergi?" tanya dayang
"Silahkan, terima kasih sudah membantu kami," ucap Danar Gumilang
"Tama, kau harus menemui petugas perpustakaan," perintah Danar Gumilang
"Baik Romo," jawan Tama
Semuanya kemudian meninggalkan ruangan itu dan kembali ke paviliunnya masing-masing, kecuali Danar Gumilang yang langsung menemui Welas Asih.
"Ibu, bagaimana keadaanmu?" tanya Danar Gumilang ketika melihat Welas Asih masih terlihat lemas di ranjangnya.
Memang wanita tua itu sedang sakit setelah banyaknya pemberitaan miring tentang Nay dan Alina. Diusianya yang hampir memasuki delapan puluh tahun Welas Asih memang jarang sakit karena ia rajin menjaga kebugaran tubuhnya dengan rajin minum jamu dan menjaga pola makannya.
Tapi akhir-akhir ini kondisinya ngedrop mungkin karena faktor usia dan ditambah masalah-masalah yang berdatangan sehingga membuatnya beberapa kali terkena serangan jantung.
"Sepertinya usiaku tidak lama lagi Danar, aku sudah merasa akan segan tiba waktuku untuk menghadap sang pencipta. Aku hanya ingin berpesan padamu untuk tetap menjadi pelindung dan pengayom bagi semua keturunan kerajaan, karena hanya kau yang mewarisi sifat-sifatku. Walaupun sampai sekarang aku masih berusaha bertahan untuk bisa menyelesaikan masalah yang menimpa Naeswari, tapi kita tidak tahu kapan ajal itu akan menjemput kita. Tolong bimbing Cassey, aku bangga dengan anak itu. Dia benar-benar sudah berubah menjadi Key yang dewasa, aku juga sangat yakin dia akan menyelesaikan masalah Nay dengan sikap dewasanya," ucap Welas Asih
"Apa kita kerumah sakit saja bu, supaya penyakit ibu cepat sembuh," ucap Danar yang terlihat sedih dengan kondisi Welas Asih
__ADS_1
"Tidak usah Danar, aku sudah meminum obat-obatan herbal, kalau memang Tuhan masih memberiku kesempatan hidup, insya Allah aku akan sembuh besok." jawab Welas Asih membuat Danar Gumilang sangat sedih, lelaki yang selalu terlihat gagah dan garang itu tidak kuasa menahan air matanya saat mengenang jasa-jasa Welas Asih padanya. Walaupun wanita itu cuma ibu tiri, tapi ia merawatnya dengan sepenuh hati tanpa membedakannya dengan putra kandungannya Panji Aryowinangun.
"Kau harus kuat Ibu, karena aku tidak mau kehilangan ibuku untuk kedua kalinya," ucap Danar Gumilang