
Kemarin kami menikah tapi sekarang kami dipisahkan, duuh!!, kenapa aku jadi kangen banget sama si baby,
Malam semakin larut tapi Cassey masih gelisah dan tidak bisa tidur, ia begitu merindukan suaminya itu walaupun baru beberapa hari mereka berpisah.
Kenapa ruangan ini terasa panas sekali, atau mungkin karena mau hujan?
Cassey membuka Jendela kamarnya berharap ada angin masuk kedalam kamarnya yang terasa panas karena tidak ada AC seperti dikamarnya Bagas
**Duugg!!
"Awww!!"
"Sepertinya ada suara orang tadi, tapi dimana?, apa jangan-jangan ada hantu?, hiii...serem!!" Cassey begidik dan kembali menarik daun jendelanya, tapi seseorang menahannya
"Astaghfirullah!!, baby!!" teriak Cassey ketika tahu bahwa Bagas yang tadi terbentur daun jendela yang ia dorong
"Pelan-pelan, baru juga mau aku ketuk, kamu sudah mendorongnya," keluh Bagas sembari memegangi keningnya, beruntung tidak sampai memar atau benjol.
"Lagian ngapain sih disitu, kaya maling aja," goda Cassey sembari menatap suaminya itu
Bagas tersipu malu dan mendekat kearah Cassey sambil memegang kedua lengan Cassey
"Aku rindu," ucap Bagas manja sambil terus memanjat untuk bisa masuk melalui jendela
"Jangan rindu berat, biar Dylan aja," jawab Cassey sambil terkekeh
"Kamu mau ngapain?" tanya Cassey
"Eugene Flynn mau menyelematkan Rapunzel dari penyihir tua," bisiknya sambil berusaha naik tapi sulit, karena jendela ini tinggi. Dari dalam sepinggan Cassey tapi kalau dari luar seleher Bagas.
Cassey masih terkekeh mendengar ucapan Bagas yang menurutnya konyol.
"Ulurkan rambutmu, eeh salah tanganmu!!" ucap Bagas membuat lagi-lagi Cassey terkekeh dengan tingkah konyolnya
"Kenapa ketayma mulu sih dari tadi," gerutu Bagas manja
"Habis kamu lucu baby, kamu tuh ngegemesin dan ngangenin," sahut Cassey
Bagas mengulurkan tangannya berharap Cassey segera membantunya untuk naik, ketika gadis itu meraih tangannya, tiba-tiba terdengar suara orang membuka pintu kamarnya. Buru-buru ia melepaskan tangan Bagas hingga pemuda itu terjatuh.
**Buughhh!!!
"Awww!!, dasar bar-bar, main lepas aja!, mana aku belum siap lagi," keluh Bagas sambil membersihkan bajunya
"Kamu belum tidur Key?" tanya nek Welas yang memasuki kamarnya
"Belum Omah, biasa gak bisa tidur karena gerah," jawab Cassey
__ADS_1
"Yaudah besok nenek akan pasang AC, biar kamu gak kegerahan lagi," jawab Welas
"Makasih nek," jawab Cassey
"Yaudah sekarang tidur ya," Welas segera memasang selimut Cassey dan mematikan lampunya
"Sugeng ndalu Omah," ucap Cassey melambaikan tangannya
"Malam Key, have a nice dream," Welas Asih menutup pintu kamar Cassey
Setelah memastikan pintu kamarnya terkunci ia segera membuka kembali jendela kamarnya.
"Baby," panggilnya mencari keberadaan Bagas
"Apa," sahut Bagas muncul tiba-tiba membuat Cassey kaget
"Iissh kamu nih, ngagetin aja," cibirnya sembari mencoba memukul Bagas tapi pria itu meraih tangannya dan menahannya
"Kangen," rengeknya manja membuat Cassey tak tega melihatnya
"Me too, terus gimana dong?" tanya Cassey sedikit bingung
"Do something," bisiknya lirih
Cassey segera menyongsong wajah suaminya yang menengadah seperti pasrah menerima apapun yang akan dilakukan oleh Cassey.
"Dasar kucing garong!!, masih aja usaha mencuri-curi kesempatan dalam kesempitan!!" Ujar Ferdan yang memergoki kuduanya sedang bermesraan
Bagas langsung melepaskan tangan istrinya dan Cassey langsung menutup jendela kamarnya.
"Eeh Om, tahu aja Bagas lagi disini, " jawab Bagas dengan muka merah padam
"Enak gak pepesnya?" tanya Ferdan
"Gak ada pepes Om," jawab Bagas polos
"Pepes itu pelukan penuh syahwat?" bisik Ferdan
"Om bisa aja, mana bisa, ciuman aja gak bisa apalagi pelukan," jawab Bagas
"Oh jadi tadi cuma pandang-pandangan doang sambil pegangan tangan," sahut Ferdan
"Iya Om,"
"Kasian banget sih pengantin baru udah dipisahkan, tapi btw kamu udah menjebol gawang si Cassey belum," bisik Ferdan
"Belum Om,"
__ADS_1
"Hadeeh, kasian baget belum sempat menikmati surga dunia kalian sudah dipisahkan oleh Omah Welas, sabar aja ya ponakan aku, nanti Om kasih cara biar kalian bisa berduaan," ucap Ferdan menggandeng lengan Bagas
********
Agni tampak kebingungan ketika harus belanja kebutuhan sehari-hari di sebuah toserba, maklum saja selama ini ia bak seorang putri raja yang tidak pernah melakukan apa-apa. Semuanya sudah dilakukan oleh anak buah Jaka Samudera, bahkan untuk sekedar membeli keperluan sehari-harinya pun biasanya dilakukan oleh anak buah ayahnya itu.
"Hadeeh, dimana ya aku harus mencari semuanya ini," keluhan sembari memandangi daftar belanjaan yang harus dibelinya
"Kamu lagi apa di sini?" sapa Hermes yang menghampirinya
"Hai Hery, aku mau belanja tapi bingung," jawab Agni
"Kenapa bingung, bukannya sudah ada shopping listnya kenapa harus bingung?" tanyanya lagi
"Aku pusing nyari tempatnya dimana, ini aja aku baru dapat satu," jawab Agni
"Oh, sini aku bantu," Hermes mengambil catatan belanja Agni dan segera mengambil keranjang belanja dan menggandeng lengan Agni agar mengikutinya
Ia segera membawa gadis itu ketempat-tempat dimana ia bisa menemukan barang-barang belanjaannya.
"Taraa, cepatkan?" ucap Hermes senang ketika selesai membantu Agni belanja
"Thanks Hery, btw kamu sendiri mau ngapain di tempat ini?" u? Agni
"Sama-sama, aku cuma mau kasih kado buat ibuku, dia ulang tahun hari ini, " jawab Hermes
"Kenapa kamu gak beli sweater saja buat ibumu, sepertinya sweater cocok untuk musim hujan seperti sekarang," Agni mencoba memberinya masukan
"Kamu benar, ayo bantu pilihkan sweater yang cocok untuk ibuku," sahut Hermes penuh semangat
"Cie...cie dulu musuhan sekarang pacaran," goda salah seorang musuh Agni
"Bacot!!, siapa yang pacaran!" jawab Agni penuh emosi tangannya mengepal berusaha ingin menghajar cowok dihadapannya itu
"Santuy guys, kita tidak usah takut sama si gendut lagi, ayahanya sekarang sudah cacat dan tidak lagi menjadi seorang ketua Naga Api yang ditakuti seperti dulu lagi, Naga Api kini sudah musnah berganti kembang api, lihat saja sang putri gengster kini sudah menjadi miskin dan harus belanja sendiri ke toserba tanpa pengawalan ataupun sopir yang menjaganya," ledek pemuda itu disambut gelak tawa para sahabatnya
Agni bersiap melesatkan pukulannya tapi Hermes langsung menahannya.
"Sabar Agni, ingat ini tempat umum, kita tidak bisa membuat keributan disini, lebih baik kita pancing saja mereka keluar, baru kita kasih pelajaran sama mereka," bisik Hermes
Agni mengangguk dan segera berlari keluar yang kemudian disusul oleh sekelompok pemuda yang mengejarnya.
Ia menghentikan langkahnya ketika berada di parkiran toserba.
"Sekarang rasakan akibatnya jika berani, mengganggu Agni!" ancamnya sembari melesatkan tendangan mautnya
Sementara itu Hermes membantunya sehingga keduanya dengan mudah mengalahkan teman sekelasnya itu.
__ADS_1
"Dasar tikus kecil, beraninya melawan Naga," ucap Agni setelah menjatuhkan musuh-musuhnya