ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 4. Membantu Angga


__ADS_3

**Buughhh!!!


Sebuah pukulan keras menghantam wajah Adrian ketika akan menyalakan mesin motornya.


Rendra langsung menarik kerah baju Adrian dan kembali menghajarnya hingga pemuda itu meringis kesakitan.


"Sudah kak, cukup!" ucap Alina memisahkan keduanya yang nyaris melakukan baku hantam


"Sekali lagi kau berusaha menculik adikku, maka jangan salahkan aku jika aku akan menghabisi nyawamu!" ancam Rendra


Lelaki itu segera menggandeng lengan Alina meninggalkan rumah Adrian.


"Siapa dia nak?" tanya Raquel


"Sepertinya kakak dari cewek itu mom," jawab Adrian


"Cewek itu, jangan bilang kamu gak tahu nama gadis itu?" tanya Raquel


"Ya gitu deh mom," jawab Adrian


"Dasar kulkas, sampai kapan lo terus-menerus cuek sama lawan jenis, awas jadi guy loh!" celetuk Raquel


"Diih amit-amit, gie normal mom!" sergah Andrian


"Ya kali aja lo gak normal gitu, wkwkwk," ledek Raquel


*********


Sementara itu Rendra langsung menarik lengan Alina menuju ke mobilnya.


"Ngapain aja sih sampai jam segini sama si kulkas itu!" cibir Rendra


"Kulkas siapa ka?" tanya Alina


"Ya cowok yang bareng lo tadi lah!" sahut Bagas


"Oh namanya kulkas, aku malah baru tahu kak,"


"Astaghfirullah Al, kamu seharian sama dia gak tahu namanya??" tanya Rendra


"Gak, orang tadi dia itu maksa Al buat pergi bareng dia katanya sih mau ngasih pelajaran, eh ternyata dibawa ikut tawuran abis itu Al sama dia kejar-kejar polisi, makanya dia ngajak Al ke rumahnya," jawab Alina


"Kurang ajar si Kulkas berani-beraninya menculik adik gue buat ikutan tawuran!" batin Rendra


"Kenapa lo gak lawan dia?" tanya Rendra


"Gue gak kuat melawan dia kak, tenaganya kuat banget,"


"Makanya kamu jangan malas latihan, jangan main game mulu!" gerutu Rendra


"Iya Ka,"


"Lain kali kalau kamu telat pulang, kasih kabar. Telpon, sms atau WhatsApp, jangan nelpon cuma minta jemput saja, ok pahan kan?" cibir Rendra


"Ok ym, Bos!"


**Cittt!!! Rendra segera mengajak Alina untuk turun dari mobilnya dan kembali ke kamarnya.


"Jangan lupa istirahat, besok ada ujian ’

__ADS_1


" Iya aku mengerti,"


Alina segera masuk kamarnya dan Rendra menemui ibunya.


"Dimana dia?" tanya Cassey


"Dikamarnya Bun, jangan marahin dia Bun kasian, dia juga seperti shock karena habis diculik," jawab Rendra


"Yang bener Ren?, masa Alina di culik?" tanya Cassey


"Iya diculik cowok tampan!" sahut Rendra


"Sue, kirain beneran!" cibir Cassey


Sementara itu Kimmy masih dikampus menemani Angga.


"Pak masih banyak ya koreksiannya?" tanya Kimmy


"Masih tuh!" tunjuk Angga pada tumpukkan kertas yang ada di meja kerjanya


"Ya Allah, yaudah besok lagi aja ya pak, Kimmy harus pulang nih, bunda pasti nyariin. Kasian kan bunda bisa kumat darah tingginya kalau lagi panik kan,"


"Telpon aja, bilang lagi banyak tugas dari dosen," jawab Angga enteng


Kimmy langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Cassey.


"Kelamaan mending telpon!" Angga segera mengambil ponsel Kimmy dan menelpon Cassey


"Halo Bun, saya dosennya Kimmy, hari ini dia pulang telat karena harus membantu saya di kampus, tenang saja nanti kalau sudah selesai aku akan mengantarnya sampai rumah dengan selamat, dan untuk makan malam saya sudah sediakan nasi kotak," ucap Angga


"Ok Pak dosen, thanks infonya. Gak papa kok Kimmy bantuin pak Dosen, daripada dia pacaran mulu dan pulang malam alasannya abis ngerjain tugas!" sahut Cassey yang kemudian menutup telponnya


"Sial, udah dimatiin lagi!" keluh Kimmy


"Ketahuan kan, kamu itu sudah biasa pulang telat, gara-gara kebanyakan pacaran," ucap Angga


Kimmy tidak menjawab, dan melanjutkan pekerjaannya.


Ponselnya berkali-kali berdering, namun dia tidak mengangkatnya.


"Angkat saja telponnya itu paling dari cowok kamu kan, bilang saja sejujurnya. kalau dia gak percaya suruh temuin saya," tutur Angga


Angga kemudian keluar dari ruangannya untuk membeli makanan.


"Halo sayang ada apa?" tanya Kimmy


"Kita jadi jalan gak?" tanya Juna


"Hmmm, sepertinya gak jadi, karena aku masih membantu Pak Angga,"


"Emangnya kamu ngapain sih honey?"


"Aku bantuin Pak Angga ngoreksi tugas-tugas mahasiswa," keluh Kimmy


"Bener-bener tuh dosen, selain killer ternyata dia penjajah juga," sahut Juna


"Kamu di ruangannya kan?" tanya Juna


"Iya,"

__ADS_1


Tidak berselang lama Juna sudah berada didepan ruangan Angga dan mengajak Kimmy kabur dari sana.


"Udah kamu kabur saja sayang, nanti biar aku yang tangguh jawab kalau Si Angga marah-marah sama kamu," ujar Juna


"Gak berani beby, secara dia itu kan killer banget, aku gak berani!" tolak Kimmya


"Udah ayo, gak usah takut gue yang tanggung jawab," tutur Juna


"Beneran, nanti kalau hukuman gue nambah lo yang gantiin ya?" tanya Kimmy


"Iya honey, trust me!" jawab Juna


Ketika keduanya akan melangkah pergi tiba-tiba Angga masuk ke ruangannya.


"Ada apa ini!" seru Angga dengan tatapan killernya, ditambah sorot matanya yang tajam membuat Juna langsung melepaskan tangannya dari Kimmy.


"Maaf Pak, saya cuma mau menyemangati Kimmy supaya tetap semangat mengerjakan tugas-tugas dari bapak, gitu aja kok, peace!" ucap Angga yang kemudian meninggalkan Kimmy


"Baby, Juna kok ninggalin aku sih, katanya mau nolongin, iisshh, dasar sue!!" umpat Kimmy


"Itulah lelaki hidung belang, cuma janji-janji palsu, tanpa bisa menepatinya," ucap Angga sinis


"Makanya kalau cari pacar jangan ABG labil, pilih yang sudah dewasa jadi bisa melindungi kamu, bukan malah menyusahkan kamu!" imbuhnya lagi


Kimmy hanya diam dan mengangguk tanpa berani menatap Angga.


"Karena kamu sudah berusaha kabur dan mencoba lari dari hukuman, untuk itu aku tambah lagi hukumannya," ucap Angga membuat Kimmy menganga


"Kok gitu pak, kan aku gak jadi kabur?" jawabnya polos


"Sama saja, kamu sudah berniat kabur. Coba kalau aku tidak datang tepat waktu, pasti kamu sudah pergi sama si Juned itu!" jawab Angga


"Juna Pak, bukan Juned!" sahut Kimmy


"Sama saja!" semprot Angga membuat Kimmy langsung mengangguk lagi


"Hukumannya apa pak?" tanya Kimmy


"Hukumannya, kamu harus temani aku makan sekarang," ucap Angga


"Tapi saya sudah makan pak," tolak Kimmy halus


"Gak usah diet, gak usah tengsin sama aku, makan-makan aja!" Angga menarik Kimmy dan mendudukkannya di kursi kerjanya


Ia kemudian memberinya sebungkus nasi Padang, dan menaruhnya di piring.


"Sorry, gue gak bisa ngasih makan kamu steak. Maaf lidah gue terbiasa makanan lokal dan juga lebih mengenyangkan, daripada makan steak gak kenyang!" ucapnya


Kimmy hanya tersenyum sambil memandangi nasi Padang didepannya.


"Sekarang makan dan habiskan, aku tidak mau sampai ada sisa!" perintah Angga


Kimmy hanya diam sambil melihat Angga yang dengan lahap menyantap makanannya.


Angga yang tidak sabar melihat Kimmy segera mengambil sesendok nasi dan menyuapi Kimmy dengan paksa.


"Hmmm, ternyata kamu maunya disuapin toh, dasar manja!" ucap Angga


Ia kemudian menggeser tempat duduknya agar berdekatan dengan Kimmy.

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu maunya disuapin dengan senang hati aku akan menyuapi kamu sayang," bisik Angga di telinga Kimmy membuat gadis itu berdebar-debar


__ADS_2