ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 98 # Sensasi F1


__ADS_3

Seusai mata kuliah terakhir Cassey segera keluar menuju sirkuit mini yang tidak jauh dari kampusnya, disana ia melihat Ahmar sedang duduk di sebuah kafe sambil menyeruput secangkir latte panas.


"Hai, udah lama nunggu ya?" tanya Cassey langsung duduk disamping Ahmar


Pria itu hanya diam dan membuang pandangannya ke arah sirkuit.


"Kita mulai sekarang yuk, " ajak Cassey


Ahmar bangkit dari duduknya dan berjalan kearah sirkuit.


"Masuk!" perintah Ahmar datar


"Masuk kemana sayang," goda Cassey


"Kemana aja boleh," jawab Ahmar langsung disambut gelak tawa Cassey


"Anj*r!!, bisa becanda juga lo, kirain lo itu gunung es," jawab Cassey memonyongkan bibirnya


Gadis itu duduk di kursi kemudi, dan Ahmar disebelahnya, ia mempraktekkan lagi apa yang sudah diajarkan oleh Hermes.


**Bruum...bruuummm , ngeeeeengg!!!


Mobil yang dikemudikan oleh Cassey melesat dengan kecepatan tingg,i suara knalpotnya sangat bising karena memang sudah dimodifikasi oleh pemiliknya khusus untuk drug race.


"Mantul anj*r!!" teriak Cassey ketika bermanuver saat melintasi tikungan tajam


Ahmar hanya duduk santai sambil membalas setiap pesan singkat yang masuk ke ponselnya.


*Ciiit, braaaak!!!


Ahmar mengusap kepalanya yang terbentur dashboard saat Cassey menabrak mobil di depannya. Gadis itu hanya tersenyum sambil tangannya membentuk huruf 'V' victory atau peace agar pemuda itu tidak marah padanya.


"Sorry, bos," ucapnya tanpa dosa


Ahmar segera turun dan menarik Cassey keluar dan menyuruhnya duduk disebelahnya, ia kemudian menyalakan mobilnya dan melesat kembali ke sirkuit. Deru suara mobil balap lain yang mulai memasuki sirkuit membuat adrenalin Cassey mulai naik, apalagi Ahmar melesatkan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi membuat gadis tak berkedip menatap sosok ahmar yang cuek namun sangat garang di sirkuit.


Dan saat berada di belokan tajam lelaki itu bermain dengan handbracking agar roda belakang stabil, Cassey bahkan dibuat melongo saat ia melakukan backwant entry saat roda belakang stuck berhenti untuk beberapa detik, mobil mereka bermanuver seperti tergelincir membuat Cassey semakin mengaga ketika Ahmar berhasil menyalip mobil didepannya di jalur belok.


"Anj*r!!, keren banget!" teriak Cassey


Kini Ahmar memimpin posisi balapan sementara, ia terus melesatkan mobilnya hingga ia berhenti di garis finish.


**Ciiit!!!


Gadis itu langsung bertepuk tangan memberikan penghargaan kepada Ahmar.


"Keren Bro, lo pasti udah biasa drag race ya?" tanya Cassey

__ADS_1


Ahmar segera turun dan melangkah pergi tanpa menjawab pertanyaan Cassey.


"Dasar kulkas!!" cibir Cassey yang langsung menyusulnya


Ahmar membalikkan badannya saat mendengar cibiran Cassey membuat gadis itu hanya tersenyum sambil berkata *peace.


Dasar bar-bar, cewek aneh, pembawa sial!, semoga hari ini gue tidak kena sial*!!


Ahmar mempercepat langkahnya menuju ke parkiran, ia segera naik keatas motor sportnya dan menyalakannya.


"Nebeng ya sampai halte depan, gue males jalan," ucap Cassey yang sudah duduk dibelakangnya


"Turun!!" teriak Ahmar mengusir gadis itu


"Bolehlah kan cuma bentar," cicit Cassey


"Turun!!" bentaknya lagi membuat Cassey langsung turun dari motornya


"Dasar medit!!, " umpat Cassey


Ahmar segera melesatkan motornya meninggalkan Cassey di parkiran, gadis itu berjalan gontai menuju halte bus yang lumayan jauh dari sana. Terik matahari disiang itu membuat Cassey terpaksa memakai hodie untuk menghindari sengatan matahari.


Setibanya dihalte bus, ia duduk dan membuka penutup kepalanya.


***Ciitt!!!


"Naik!!" teriak Ahmar yang membuka sedikit kaca helmnya


"Ngapain lagi si kulkas nawarin naik, tadi aja pelitnya minta ampun," gumam Cassey


"Cepetan naik atau aku seret!" teriak Ahmar


Coba saja, kalau berani menyeret Cassey, gue beri pukulan seribu bayangan biar ****** lo!


Gantian Cassey terlihat cuek, dan tidak memperdulikan teriakan Ahmar, karena merasa diacuhkan pria itu segera turun dari motornya dan menggendong Cassey dan mendudukkannya di atas motornya.


Cassey yang hendak turun dari motornya terpaksa harus mengurungkan niatnya karena Ahmar langsung melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi, hingga membuatnya terpaksa harus berpegangan pada bahu Ahmar karena pemuda itu sengaja meliuk-liukkan motornya agar Cassey tidak turun dari sana.


Dasar brengsek!!, beraninya mempermainkan gue!


Ketika lampu lalulintas baru saja berubah warna merah, pemuda itu bukannya berhenti tapi malah tancap gas melanggar rambu-rambu lalu lintas, hingga mereka hampir saja menabrak mobil yang melintas dari sebelah kanan.


Seorang polantas yang melihatnya langsung mengejar Ahmar menggunakan mobil patroli membuat pemuda itu hanya menyeringai dan menambah kecepatan motornya.


**Ngueeeng!!!


Cassey merasa seperti akan terbang dan segera memeluk Ahmar erat karena pemuda itu menambah kecepatan motornya menjadi maksimal.

__ADS_1


Oh My God!, sejak kapan gue jadi cemen gini, padahal gue udah sering balapan, tapi si kulkas benar-benar gila, serasa kaya di formula 1, motornya keren banget, dah gitu kenceng banget lagi, seumur hidup gue baru naik motor dengan kecepatan tinggi seperti ini, kapan gue punya motor kaya gini ya,


"Rumah lo dimana?" tanya Ahmar sambil mengurangi kecepatan motornya ketika memastikan polantas itu sudah tidak terlihat lagi


"Apa!!" teriak Cassey yang baru sadar dari lamunannya


"Emangnya kalau cewek itu emang hobinya teriak-teriak ya?" tanya Ahmar sinis


"Sorry gue gak denger tadi, maklum kalau naik motor suka budeg bawaannya," jawab Cassey acuh


"Pantes, rumah lo dimana!" teriak Ahmar lagi


"Di Jalan Rotowijayan," jawab Cassey


**Ciit!!


Ahmar seketika langsung mengerem mendadak motornya, membuat kepala Cassey terbentur helmnya.


*Dug!!


"Awww!!, jangan sering-sering ngerem mendadaknya, bisa-bisa gue amnesia karena terbentur benda keras," cibir Cassey sambil mengusap kepalanya


"Jangan bercanda, dimana rumah lo?" tanya Ahmar lebih lembut


"Siapa yang bercanda sih, giliran serius dibilang bercanda, emang rumah asli gue di daerah Kauman tapi sekarang aku tinggal di Keraton atau numpang hidup disana," jawab Cassey


"Apa kamu keluarga kerajaan?" tanya Ahmar penasaran


"Aku cuma orang biasa yang kebetulan numpang tidur disana," jawab Cassey


"Kamu pasti abdi dalem Keraton ya, atau dayang istana?" tanya Ahmar lagi


"Sudahlah gak penting, ngapain juga kamu nanya-nanya!, kepo banget!" cibir Cassey


Bener juga kata si bar-bar, ngapain juga gue peduli sama dia, toh dia bukan siapa-siapa gue,


Ahmar kembali melesatkan motornya menuju ke Rotowijayan. Setibanya di depan gerbang istana Kasepuhan Arjowinangun Ahmar segera menghentikan motornya, tapi Cassey tidak juga turun dari motornya.


Tiba-tiba saja ia mengernyitkan alisnya ketika ia merasakan punggungnya basah.


"Jangan-jangan di molor lagi, terus ngiler!!" Ahmar segera menggoyangkan tubuhnya agar Cassey bangun tapi dasar kebluk gadis itu tetap saja tidak bergeming.


"Sial!!, mana ini jaket mahal gue!!" keluh Ahmar yang langsung turun dari motornya, ia segera menangkap tubuh Cassey yang langsung ambruk ketika ia turun dari motornya


*Deg!!


Jantungnya berdebar-debar ketika menatap wajah cantik Cassey yang tertidur pulas di pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2