
Harsiwi berjalan menuju ke toilet, tanpa pengawalan membuat Revan langsung mengikuti wanita itu.
Setelah memastikan tidak ada yang melihatnya Revan segera menyekap wanita itu setelah keluar dari toilet. Akan tetapi Harsiwi bukanlah wanita biasa yang tidak bisa ilmu beladiri, ia kemudian melawan Revan hingga membuat kegaduhan di area toilet cewek.
Semua wanita berhamburan keluar ketika Harsiwi dan Revan terlibat perkelahian sengit.
"Kenapa sih orang-orang berlarian dari toilet, apa ada sesuatu didalam toilet ya," gumam Kinan yang menuju ke toilet
Ia mempercepat langkahnya karena penasaran dengan apa yang terjadi di toilet.
Gadis itu membulatkan matanya ketika melihat Harsiwi sedang dikeroyok oleh Revan dan anak buahnya.
"Wah bukannya itu calon mertua!" seru Kinan membuat Harsiwi menatap kearahnya
"Halo Mamih!" sapa Kinan melambaikan tangannya kearah Harsiwi
"Jangan banyak basa-basi kau, cepat bantu Ibu sekarang!" seru Harsiwi membuat Kinan langsung berlari kerahnya.
"Burung alap-alap masuk kedalam pos, siap Bos!" jawab Kinan bersemangat
"Ketemu lagi bro, kemarin lo yang bikin gue babak belur sekarang gantian gue akan bikin perhitungan sama lo!!" Kinanthi langsung melesatkan tinjunya kearah Revan, namun ketika melihat pemuda itu menyeringai seakan membaca serangannya Kinan segera merubah tinjunya menjadi uppercut dan mengarahkannya ke leher Revan hingga pemuda itu mengerang kesakitan
*Buughhh!!
"Kau!!!, beraninya menipuku!!" seru Revan geram
"Kerbau tidak akan jatuh ke lubang yang sama bangs*t, jadi aku tidak akan melakukan serangan yang sama untuk kedua kalinya!" jawab Kinanthi mengusap hidungnya
"Bangs*t, serang dia!" seru Revan mengerahkan anak buahnya untuk melawan Kinanthi
Gadis itu bermanuver dengan tinjunya hingga menjatuhkan satu persatu musuhnya dengan mudah.
"Cukup sekali aku mempelajari gaya bertandingmu bro, dan cukup sekali juga kau bisa mengalahkan aku dengan cara licikmu dan tidak untuk hari ini, kau harus bertekuk lutut di kakiku hari ini!" Kinan segera
Gadis itu berkali-kali melepaskan low kick kearah Revan membuat mantan atlet MMA itu terkekeh melihatnya.
"Aku kira kau adalah gadis yang cerdas, ternyata kemampuan bertarung mu sangat payah, bukan upper cut, Choke atau Calf kick yang di pakai oleh para atlet MMA tapi menendang dengan tujuan. Kau bahkan melakukan low kick dengan sangat lemah," cibir Revan melesatkan tendangannya kearah Kinan
__ADS_1
"Aku memang payah tapi setidaknya aku tidak bodoh!" seru Kinanthi sembari melesatkan pukulannya kearah Revan dan kemudian melepaskan Calf Kick membuat tubuh Revan sempoyongan dan jatuh tersungkur ke lantai
"Gila, bahkan ia sudah mempelajari MMA style dengan cepat!" gumam Revan mencoba bangkit
"Bangun bangs*t!" Kinanthi menarik kerah baju lelaki itu dan kemudian melepaskan dengkulnya ke perut Revan.
"Katakan siapa yang sudah menyuruh lo melukai yang mulia Ratu?" tanya Kinan
Revan hanya menyeringai dan mendorong tubuh Kinanthi kemudian ia kabur meninggalkan Kinan yang terbentur dinding.
"Gila tenaganya besar sekali pantas saja, kemampuan bertarungnya sangat bagus." Gumam Kinan yang langsung mengejar pemuda itu
"Tidak usah dikejar!!" seru Harsiwi membuat Kinan menghentikan langkahnya
"Apa kau mengenal dia?" tanya Harsiwi
"Dia orang yang menghajar ku hingga pingsan kemarin," jawab Kinanthi
"Kau tidak usah menanyakan siapa yang menyuruhnya, karena aku sudah tahu siapa dalang dari semua ini!" tambah Harsiwi
"Emangnya siapa, maaf kepo," jawab Kinan tertawa kecil
"Siapa Nilam, kayaknya gak kenal deh," jawab Kinan
"Dia adalah wanita yang akan aku jodohkan dengan Devin,"
"Astoge, tapi kenapa sekarang dia malah mau mencelakai Mamih, eh maaf maksudnya yang mulia," tanya Kinanthi
"Itu karena aku sudah membatalkan rencana perjodohan mereka, makanya mungkin dia sakit hati dengan keputusan itu dan ingin membalas dendam kepadaku,"
Asyik, rasanya seneng banget denger Devin gak jadi di jodohin, itu berarti sekarang nyokapnya Devin bisa jadi merestui hubungan kami, apalagi hari ini gue udah menyelamatkan dia.
"Kinan, mulai sekarang aku merestui hubungan kalian berdua," ucap Harsiwi membuat Kinan berseri-seri
"Yang bener tante?"
"Iya dong, tidak ada alasan untuk tidak merestui hubungan kalian, apalagi kau sudah menyelamatkan aku hari ini, jadi terimalah bunga ini sebagai tanda terima kasihku padamu sudah menyelamatkan aku," ujar Harsiwi
__ADS_1
"Loh kok buketnya kosong tante gak ada bunganya?" tanya Kinanti
"Oh itu karena ada yang jauh lebih penting daripada sekedar bunga, yaitu kamu Kinan kau sudah seperti melati dalam kehidupan kami,"
"Emangnya gak ada bunga lain selain melati tante, soalnya kalau melati itu kesannya mistis banget kaya Suzanna. Ganti aja dengan bunga mawar, Krisan, Anggrek atau yang lainnya aja ya,"
"Tapi melati itu bunga kesukaan tante loh, bahkan tante juga suka makan melati supaya awet muda," bisik Harsiwi sambil terkekeh
"Diih, kaya Suzanna," gumam Kinan lirih
"Kok gak dibuka tulisan dalam bucketnya Kin?" tanya Harsiwi
"Eeh iya, ternyata tidak kosong bucketnya, mungkin isinya ticket nonton konser Maroon five berdua dengan Devin," gumam Kinan mengambil kertas dalam bucket kosong untuknya.
"Makanya kalau menghayal secukupnya saja!" isi pesan dalam bucket kosong tersebut
"Anj*r, gue kira tadi adegannya beneran, eeh ternyata cuma halu alias khayalan tingkat dewa, untung tante Siwi gak lihat ekspresi wajah 1 yang mupeng banget buat jadi menantunya," gumam Kinan
"Sejali lagi Terima kasih atas bantuannya hari ini, semoga kita bisa bertemu kembali di lain kesempatan," ucap Harsiwi menjabat tangan Kinan.
"Sama-sama mamih mertua, eh salah Yang mulia," ucap Kinan membungkukkan badannya kepada memberi hormat kepada Harsiwi
"Tidak perlu sungkan, kamu boleh kok memanggilku dengan sebutan Mamih, karena mulai hari aku merestui hubungan kamu dengan Raka," ucap Harsiwi
"Anj*r ini beneran atau cuma khayalan gue lagi," ucap Kinanthi lirih
"Kamu gak lagi berkhayal Kinan, ini beneran kok, kalau gak percaya kamu bisa cubit pipi Mamih," ujar Harsiwi
"Akh mana berani Kinan, nanti baru dapat restu mamih langsung pecat aku jadi kandidat mantu lagi," sahut Kinan
"Ya gak dong sayang, mana mungkin. Aku memang terkenal tegas namun bukan berarti aku ini jahat loh," jawab Harsiwi
"Iya aku percaya kok Mamih mertua, daripada aku yang nyubit mamih mendingan mamih yang nyubit Kinan deh. Sama saja bukan kalau berasa sakit berarti ini real tapi kalau gak sakit berarti gue yang halu," sahut Kinan
"Ok, kalau itu mau kamu," Harsiwi kemudian mencubit pipi Kinan dengan sekencang-kencangnya membuat gadis itu meringis kesakitan.
"Busyeet, sakit banget pake banget, asli inimah benar-benar real bukan halu dan satu lagi ini bukan cubitan kasih sayang tapi pelampiasan!!" seru Kinan sambil memegangi pipinya
__ADS_1
"Sorry ya Kin, mamih kelepasan. Abis udah lama geregetan sama kamu karena Raka yang selalu belain kamu, eh sekarang keturutan jadi gitu deh. Terlalu bersemangat akunya!!" seru Harsiwi sambil terkekeh